Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???

Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???
BAB.8 Tak Ingin Berbalik Ke Belakang.


__ADS_3

Untuk pertama kalinya Reyhan memperhatikan wajah dan perawakan Nabila dari dekat, saat ia menelusuri setiap organ di wajah Nabila yang berpipi chubby ia sangat terpesona. Tatapan matanya jatuh pada tanda hitam kecil di luar telinga Nabila lalu ke bagian bawah bibir Nabila yang sedikit tebal membuat jakun Reyhan bergerak - gerak menahan saliva, bibir wanita di depannya itu sungguh menggoda hasratnya.


Tatapan Reyhan beralih dari bibir ke hidung Nabila yang kecil mungil, hidungnya sedikit tertarik oleh pipi chubby-nya tapi anehnya ia menyukainya. Lalu tatapannya berakhir di kedua mata Nabila yang berbentuk bulat dengan bulu mata yang lentik dan riasan mata yang natural menambah keindahan matanya.


Reyhan benar - benar terpesona dengan kecantikan alami Nabila yang tidak tertutupi oleh make-up yang tebal dan malah sangat natural tidak seperti wanita kebanyakan zaman sekarang yang bermodal make-up tebal untuk mempercantik wajahnya bahkan sampai melakukan operasi plastik.


"Aku memang sangat bodoh selama ini, tak bisa melihat wanita secantik dia," rutuk Reyhan masih memandangi wajah Nabila.


Nabila mengerutkan keningnya, apa Bos-nya itu sedang membicarakan Delova?


"Delova memang sangat cantik, untuk apa Bos mengatakannya lagi." celetuk Nabila kecut.


Reyhan tersadar dari rasa kekagumannya pada Nabila.


"K-kau salah... Aku tidak sedang membicarakan temanmu! I-itu aku... Ak-ku." jawab Reyhan tergagap.


"Sudahlah, aku sedang tak ingin mendengar curhatmu, Bos! Ini... surat pengunduran diriku. Mulai besok, aku tak bekerja padamu lagi!" Nabila menggebrak meja menaruh surat resign-nya, ia kesal tadi sempat berpikiran tak rela pergi dari sana, padahal nyatanya sang Bos masih terus memikirkan Delova.


"APA !!! Apa masksudmu, Nab?" Reyhan terkejut sampai berdiri, ia ingin menanyakan kebenaran tentang buku novel tapi malah dibuat terkejut dengan pernyataan dari wanita yang sudah mulai mengisi hatinya itu.

__ADS_1


"Kamu tuli Bos! Resign! Aku mau pergi dari Perusahaan dan dari hidupmu! Selamanya!" Bentak Nabila emosi.


Reyhan tercengang, kini perasaannya bercampur aduk. Ia tak bisa mempercayai pendengarannya, apakah Nabila sedang memakinya dan dia bilang akan pergi darinya?


"Jangan melihatku seperti itu, Bos! Kau tak salah dengar! Inilah aku yang sebenarnya!" lanjut Nabila.


"Tunggu! Tunggu! Berikan aku waktu untuk mencernanya," Reyhan menarik nafas perlahan.


Reyhan akhirnya menarik laci meja, mengambil novel lalu melemparkan novel itu ke atas meja.


"Aku sudah membacanya, apa cerita di dalamnya tentang 'kita'?" tanya Reyhan.


Kini giliran Nabila tak bisa berkata - kata, ia tak percaya Reyhan sudah membacanya.


"Ya! Aku sudah membacanya, dan aku menyesal tidak membacanya sejak awal saat kau memberikannya padaku." Raut wajah Reyhan berubah sedih.


"Kenapa kau menyesal?" tanya Nabila tak mengerti.


"Jika aku membacanya sejak awal, aku pasti akan tau perasaanmu padaku dan tidak memperlakukanmu dengan kejam karena aku selalu membicarakan Delova."

__ADS_1


"Apa bedanya saat kau mengetahui perasaanku? Hatimu hanya untuk Delova!" Teriak Nabila.


"Nabila..." Reyhan mendekati Nabila, ia ingin menjelaskan jika dirinya sudah mulai suka pada Nabila tapi ia tak bisa mengucapkannya karena masih ingin meyakinkan perasaannya sendiri. Lagipula tak mungkin Nabila akan percaya jika secepat itu perasaannya berubah, karena ia sendiri yang mengatakan langsung kemarin jika ia masih mengharapkan Delova.


"Dengar, Reyhan! Kau adalah pria paling tak peka yang pernah aku kenal! Perhatianku padamu selama ini, kau tak pernah melihatnya. Di hatimu hanya ada Delova... " air mata membasahi pipi Nabila.


"Nab, jangan menangis. Aku yang salah, aku pria bodoh, egois, idiot. Maafkan aku... " tubuh Reyhan hanya berjarak 30cm dari tubuh Nabila.


Nabila tak ingin mendengar perkataan Reyhan lagi, ia merasa sesak di dadanya jika terus bicara dengan Reyhan. Ia mempersempit jarak diantara mereka berdua, menarik kemeja Reyhan lalu mencium bibirnya.


"Ini ciuman pertama dan terakhir! Aku menyerah akan dirimu Bos, akan ku akhiri cinta bertepuk sebelah tanganku padamu sekarang!" setelah mencuri ciuman dari lelaki yang diam - diam dia sukai selama 2 tahun ini, Nabila lalu menghentakkan kaki dan berbalik pergi meninggalkan lelaki yang dicium nya itu melongo tak percaya menatap punggungnya.


"NABILA !!! Kembali kesini!" teriak Reyhan.


Nabila menghentikan langkahnya di depan pintu kaca, ia menoleh menatap tajam Reyhan.


"Segera urus proses pengunduranku! Aku tak ingin berurusan lagi denganmu, Bapak Reyhan yang paling bego sedunia! Huh!"


Setelah mengucapkan kata - kata terakhir, Nabila keluar kantor segera kabur dari sana dan mengambil tas kerjanya lalu dengan secepat kilat meninggalkan Perusahaan dan menuju kafe tempatnya berjanji temu dengan Dimas, ia menuju masa depannya.

__ADS_1


"Yeahhhhh, Hahaha... Aku bebas!!! Merdeka dari penjajahan cinta bertepuk sebelah tangan, welcome masa depanku! Aku akan menjadi sutradara, impianku akhirnya terwujud!"


Nabila berteriak senang di dalam mobil, entah kenapa ia merasa belenggu di hatinya akhirnya terlepas.


__ADS_2