Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???

Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???
Dia Calon Istriku.


__ADS_3

Setelah pesta berakhir, semua para tamu pergi juga termasuk Rosa. Reyhan menggenggam tangan Nabila membawa wanita itu ke hadapan Ibunya. Kebetulan sang Ayah sedang tidak ada karena ada pertemuan bisnis di LN yang tidak bisa ditinggalkan.


Nandini tertegun saat melihat putranya mengenggam tangan Nabila seraya mendekatinya.


"Mah, Mama tadi udah kenal sama Nabila, kan. Reyhan kenalkan lagi, Nabila calon istriku." Ucap Reyhan semakin mengeratkam genggaman tangannya. Ia memandang wajah Nabila dengan menatap Nabila seolah wanita itu adalah satu - satunya orang di sekitarnya.


"A-apa ini, Rey? Calon istri? Maksudmu kalian akan menikah?" gagap sang Ibu tak percaya menatap Reyhan lalu Nabila.


Reyhan yang ditanya masih betah memandang wajah chubby pacarnya.


"Rey, Ibu kamu lagi bertanya. Jangan mandang aku terus entar kamu cepet bosen sama aku, loh," bisik Nabila membuat Reyhan tertawa.

__ADS_1


"Wajah chubby-mu adalah wajah terindah yang pernah aku lihat dan aku selamanya takkan pernah bosen, baby." Jawab gombal Reyhan.


"Rey!" teriak sang Mama akhirnya membuat Reyhan mengalihkan tatapannya ke arah Ibunya.


"Ekhm, maaf Mah. Abisnya wajah Nabila tuh bikin aku ketagihan untuk memandang nya terus. Haha..." canda Reyhan.


"Wuidih, punya kakak kok gombalannya parah pake banget. OMG, yang malu aku tau gak, Kak!" celetuk Barbara ngeledek kakaknya.


"Aku dan Nabila saling mencintai, Mah. Aku bahkan sudah melamar Nabila di depan orang tuanya, sekarang kami meminta restu dari Mama sama Papa. Aku ingin segera menghalalkan Nabila, Mah. Mama setuju, kan?" Tanya Reyhan, ia menatap wajah Ibunya dengan tatapan serius.


Nandini adalah orang yang tak pernah menilai kekayaan seseorang hanya jika bibit latar keluarganya jelas, tentu dia akan menerima siapa saja wanita pilihan putranya tapi kenapa harus sekarang Reyhan mengenalkan seorang wanita disaat ia sudah menyetujui Rosa.

__ADS_1


Reyhan melihat keraguan Ibunya, padahal ia tau sifat ibunya yang baik hati. Ibunya tak pernah memandang orang rendah, karena dulu saat Ibunya dinikahi Ayahnya Ibunya juga berasal dari keluarga sederhana. Jadi tidak mungkin Ibunya akan menolak Nabila, itu lah yang membuatnya sangat yakin mengenalkan Nabila pada Ibunya. Tapi sekarang saat melihat keraguan di mata Ibunya, seketika ia tak yakin lagi.


Sedangkan Nabila sudah tau keraguan Ibu Reyhan, itu pasti karena Rosa. Mungkin Ibu Reyhan tak ingin menyinggung perasaan orang tua Rosa karena mereka adalah sahabat satu kampung jika benar apa yang diceritakan Ibu Reyhan tadi sebelum pesta dimulai.


"Barbara setuju, aku mendukung Kak Rey menikah dengan Kak Nabila." Barbara menyeruakan pendapatnya.


Reyhan dan Nabila tersenyum sayang pada Barbara, Nandini melihat binar - binar kebahagian dari raut wajah putranya. Ia menghembuskan nafasnya lepas, seketika mengambil keputusan.


"Baiklah, Mama juga setuju. Meskipun Mama baru mengenal Nabila, tapi Mama melihat Nabila perempuan baik. Mama juga tidak akan meragukan wanita pilihan putra Mama, karena sejak kecil Mama udah mendidik kamu untuk mengambil keputusan yang benar - benar sudah kamu yakini, Rey. Jadi, kapan kalian akan menikah? Mama akan secepatnya menyiapkan lamaran dan acara pernikahannya." Ucap Nandini.


Reyhan seketika menghampiri Ibunya, ia memeluk erat sang Ibu. "Makasih, Mah. Reyhan sayang Mama, makasih udah ngasih kepercayaan Reyhan dalam memilih istri Rey sendiri. Juga terimakasih karena Mama sudah merestui kami."

__ADS_1


Nandini mengelus lembut rambut putranya, ia ikut bahagia melihat putranya benar - benar bahagia.


__ADS_2