Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???

Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???
BAB.7 Good Bye, BOS !


__ADS_3

Satu tangan Nabila sibuk menyodok sarapan di piringnya dan memasukkan ke dalam mulutnya, satu tangan nya lagi sibuk mengetik di WA meminta bertemu Dimas di kafe tempo hari, hari ini ia akan memberikan jawaban dengan menerima tawaran dari Dimas.


Nabila : [ Mas Dimas, hari ini kita bisa bertemu? ]


Menunggu beberapa saat tapi belum ada balasan chat, ia pun menyelesaikan sarapan nya.


Sebelum berangkat, sekali lagi wanita berambut hitam lurus sebahu itu memeriksa surat pengunduran dirinya. Dirasa merasa puas dengan isi permohonan pengajuan resign, Nabila mengangguk semangat.


"Yeah ! Yeah ! Semangat, Nab. Kamu bisa!" Dia menyemangati dirinya sendiri.


Nabila memeriksa ponselnya, mungkin saja Dimas membalas. Tapi bukan Dimas yang menjawab, malah chat dari sang Bos yang datang.


Nabila mengganti nama kontak Reyhan di ponselnya menjadi pria gak peka sedunia.


Pria Gak Peka Sedunia : [ Nab, nanti datang ke kantor ku. Ada yang ingin aku bicarakan. ]


Nabila : [ Kebetulan, aku juga ingin menyampaikan sesuatu. Sampai ketemu di kantor, Bos. ]


Nabila mengunci ponselnya memasukan ke dalam tas kerja, ia lalu mengambil kunci mobil Brio-nya dari gantungan kunci. Ia keluar pintu terdengar pintu apartemen otomatis terkunci, lalu ia masuk ke dalam lift menuju parkiran apartemen.


Tempat tinggal nya tak jauh dari Perusahaan, ia hanya menempuh jarak sekitar 25 menit mengendarai kendaraan roda 4 apalagi jika Nabila memakai kendaraan roda 2.

__ADS_1


Setelah sampai di Perusahaan tempatnya sebentar lagi berhenti bekerja, Nabila memarkirkan mobilnya. Ia masuk ke ruangan kantornya, sebelum mulai melakukan aktifitasnya sekali lagi ia memeriksa ponselnya dan balasan dari Dimas datang.


Dimas : [ Oke, bagaimana jika kita bertemu saat jam makan siang lagi? ]


Nabila : [ Deal... ]


Dimas : [ Aku tidak lupa berdoa loh... ]


Nabila : [ Doa? Untuk apa, Mas? ]


Dimas : [ Untuk mendapatkanmu.]


Nabila : [ Hah? ]


Nabila hampir saja kege'eran membaca chat dari Dimas, ia pikir Dimas lagi menyatakan perasaannya.


"Dih bikin malu aja, mikir apa sih gue!" gumamnya merutuki diri sendiri.


Nabila : [ Umm, kalo gitu aku mau lanjut kerja. Sampai ketemu nanti, Mas Dim.]


Dimas : [ Ya.]

__ADS_1


Nabila menarik nafas panjang lalu mengeluarkan dengan perlahan, ia mulai mengerjakan pekerjaan nya. Setelah sibuk bergelut dengan bahan - bahan pakaian yang akan digunakan untuk dijahit dan dipakai para artis, ia melirik jam tangan yang menunjukkan pukul 11.15 WIB.


"Sepertinya ini saatnya..."


Ia mengambil surat pengunduran diri dari dalam tas, keluar ruangan kerjanya lalu masuk ke dalam lift menuju lantai kantor sang Bos. Di dalam lift ia merasa tegang, saat pintu lift terbuka di lantai kantor Reyhan berada dengan cepat Nabila keluar tapi seketika ia mematung.


Sudah setahun ia keluar masuk kantor Bos-nya itu, ia sudah terbiasa dengan keadaan dan orang - orang disana. Tapi keputusannya sudah bulat, ia tak ingin selalu berjalan di tempat dan tak bisa maju baik itu dalam hal cinta atau pun pekerjaan.


"Ayo Nab, luh bisa. Maju!" menguatkan dirinya.


Nabila tersenyum sopan pada Mirna Sekertaris Reyhan, yang dibalas dengan anggukan sopan dari Mirna. Meja kerja Mirna berada di luar kantor Reyhan, wanita itu sibuk dengan telepon di tangannya.


" Kalau begitu aku masuk..." Ujar Nabila tak ingin mengganggu kesibukan Mirna.


'Oke' Mirna hanya menyatukan jari telunjuk dan jempolnya saat menjawab.


Tok... Tok... Tok...


"Bos, ini aku Nabila."


"Masuklah!"

__ADS_1


Saat mendengar suara wanita yang sejak kemarin ia pikirkan, jantung Reyhan tiba - tiba berdetak kencang dan tubuhnya mendadak tegang. Padahal ia sebelumnya sudah berpengalaman, ia sempat beberapa kali pacaran meskipun hubungannya tak bertahan lama tapi tak pernah gugup seperti sekarang, entah kenapa hari ini ia merasa sangat gelisah.


Nabila mendorong pintu kantor yang terbuat dari kaca tebal, lalu ia menutupnya. Ia berdiri di depan pintu, mencengkram surat resign-nya lalu memberanikan diri berjalan menghampiri Pria yang sebentar lagi akan menjadi masa lalunya.


__ADS_2