Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???

Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???
Dia Calon Kakak Iparmu.


__ADS_3

Esok malamnya Reyhan terlihat rapi dan gagah dengan jas di tubuhnya, ia berdiri di depan pintu Apartemen calon istrinya untuk pergi ke birthhday party Barbara.


Nabila membuka pintu, ia juga sudah berdandan cantik dengan gaun indahnya. Reyhan tersenyum sumringah, tatapannya tak berhenti menatap Nabila.


Reyhan masuk berpamitan pada orang tua Nabila, "Ayah, Bunda. Reyhan pamit bawa Nabila pergi. Mungkin nanti kami pulang malam karena saya akan sekalian memperkenalkan Nabila pada orang tua saya."


"Baiklah, bawa mobil hati - hati. Utamakan keselamatan."


"Iya, saya nitip Apartemen saya yang di sebelah ya. Takutnya ada perampok bawa Apartemen saya," Reyhan bercanda.


"Hihihi," Nabila cekikikan.


"Tenang aja, nak Rey. Entar Ayah tidur dirumah nak Rey, Bunda tidur disini. Kami berdua bisa tidur terpisah semalam aja. Iya kan, Pak?" Sang Bunda ikut mencandai suaminya.


Mamat menatap calon menantu dan istrinya, sepertinya dia akan menjadi bahan bullyan untuk ke depannya.


"Udah ah, ayo pergi Mas Rey. Kamu gak tau ya, kalo udah jam 8 malem khodam Ayah yang keluar. Entar kamu disembur pake kopi pahit, hmpptt," jahil Nabila menahan tawanya.

__ADS_1


"Ohh... jadi mentang - mentang udah ada pria baru di keluarga kita, sekarang kalian Ibu dan anak seneng ngerjain Ayah? Oke, kita lihat nanti siapa yang bakal tertawa keras diakhir! Huh! Pergi sana!" Balas Mamat tidak serius.


"Hihi, ya udah. Nabila sama Mas Rey pamit. Assalamualaikum." Nabila menarik lengan Reyhan yang masih ingin mencandai Ayahnya.


Setelah di dalam mobil, Reyhan tertawa dengan sangat keras. " Sakit perutku, baby. Sekarang aku tau darimana turunnya humor kamu. Ayah dan Bundamu sangat baik, mereka bukan orang kaku juga sangat humoris." Reyhan menarik sebelah tangan calon istrinya itu, ia membawanya ke bibir lalu mengecupnya mesra.


"Makasih, sayang. Kamu sudah mau menjadi bagian dari hidupku, aku akan selalu menjagamu." Ucap Reyhan.


"Gombal mulu ah, yuk berangkat entar telat loh." Balas Nabila.


Reyhan melepaskan tangan Nabila, ia segera menghidupkan mobil dan segera berangkat pergi.


Barbara sudah ditelepon oleh kakaknya yang memberitahukan jika penulis Kitty akan datang bersamanya.


"Awas! Awas!" teriak Barbara yang baru saja selesai di make up di ruang rias di lantai tiga, ia keluar dari dalam lift yang berada di dalam rumahnya lalu berjalan dengan tergesa - gesa ke arah luar.


"Sayang, ada apa?" tanya sang Mama saat putrinya itu berjalan tergesa - gesa saat melewatinya.

__ADS_1


"I-itu mah, Kak Reyhan nepatin janjinya mau bawa penulis novel favorit Barbara mah! Itu barusan Kak Rey telepon mereka sebentar lagi sampai di depan! Barbara ke depan dulu ya, Mah." ucap Barbara seraya menarik nafas karena dia gugup. Dia melewati setiap orang yang menyapanya, rumah besarnya itu sudah dipenuhi para tamu termasuk semua teman - temannya sudah datang. Bahkan beberapa artis dibawah naungan Agensi Perusahaan Ayahnya juga datang, artis - artis yang memang sudah kenal dekat dengan Ibunya.


Barbara berdiri diluar masih dengan penampilannya yang sangat cantik memakai gaun pesta, ia seketika berteriak senang saat mobil Kakaknya sudah terlihat memasuki gerbang rumah besarnya.


"Arghhtt!" pekiknya gak sabar.


Reyhan memarkirkan mobilnya di halaman luas berjejer dengan mobil - mobil mewah yang sudah terparkir rapi disana. Dia membuka pintu mobil lalu turun dengan cepat, ia berputar mengelilingi mobil untuk membuka pintu Nabila.


"Sayang, ayo." Ajak Reyhan seraya membuka pintu mobil.


"Makasih," balas Nabila seraya menurunkan kakinya dari dalam mobil.


Reyhan menutup pintu mobil, lalu memberikan lengkungan lengannya agar bisa digandeng Nabila.


Setelah mereka berdua mendekat ke pintu depan rumah, Reyhan langsung merangkul pinggang Nabila sambil tersenyum menatap adik perempuannya.


"Kenalkan dek, dia adalah penulis Kitty yang sudah kamu tunggu - tunggu. Namanya Nabila, dia juga adalah calon kakak iparmu."

__ADS_1


Reyhan semakin mengeratkan rangkulannya, dia mengalihkan tatapannya kepada calon istri di sampingnya seraya melebarkan senyuman bahagianya.


__ADS_2