
Barbara melihat raut wajah kekasih Kakaknya sedikit muram, ia berbisik di telinga Nabila. " Kak Nabila tenang saja, Kak Rey sudah lama lupain Kak Rosa. Lagipula aku 100 persen mendukungmu, semangat."
Nabila akhirnya tersenyum, ia seketika lupa siapa Reyhan yang sebenarnya. Kekasihnya itu adalah lelaki yang setia, ia bisa menjaminnya.
"Apa yang kamu bisikan?" tanya sang Ibu, Nandini pada Barbara.
"Bukan apa - apa mah, hehe. Yuk ah Mah udah malem, kita mulai aja acaranya. Kak Rey juga udah masuk, tuh lihat dia sudah maju ke depan." Ajak Barbara.
Mereka berempat pun segera maju ke depan, Barbara tetap mengapit lengan Nabila. Kakaknya memberi jempol saat melihatnya masih menggandeng Nabila.
__ADS_1
"Kak Nabila, kok kakak mau sama Kak Rey. Terkadang dia tuh bodoh kalau lagi males mikir, pokoknya sayang banget secantik dan sepintar Kak Nabila mau sama kakakku, hihi." Barbara cekikikan menjelekan kakaknya, ia berbisik pada Nabila.
"Emang dia bodoh, kamu tau kan gimana cerita aku sama kakakmu itu. Setahun kami dekat, masa dia gak ngeh aku suka sama dia. Tapi, alasan aku menyukainya karena dia selalu menghormati orang yang lebih tua juga tidak pernah memandang para pegawainya lebih rendahan darinya. Saat aku pertama kali masuk ke Perusahaan untuk melamar, aku melihat seorang pria yaitu kakakmu sedang mengobrol sambil sesekali tertawa lepas dengan satpam - satpam Perusahaan. Dia bahkan ngopi bareng sama mereka gak ada jaim - jaimnya pokoknya. Udah mah ganteng, baik, gak ada jaim - jaimnya lagi. Sebelum aku tau dia adalah seorang anak pemilik Perusahaan dan seorang CEO, aku sudah lama jatuh hati padanya, hihi."
Mereka cekikikan sambil berbisik seraya berjalan, saat mereka sudah di depan, Nabila minggir bergabung bersama tamu lain.
"Sabar, Nab. Sabar..." gumannya.
Reyhan seakan mendengar gumaman Nabila dari depan sana, ia seketika berbalik menatap kekasihnya. Ia melirik ke arah semua orang terlebih dulu, melihat semua orang tamu fokus pada Barbara ia menatap Nabila kembali lalu memberikan ciuman bibir dari jauh.
__ADS_1
Mata Nabila membelalak karena kelakuan Reyhan, ia mengedarakan pandangan ke suluruh tamu. Untung saja sepertinya tidak ada yang melihatnya, ia tersenyum lalu menunduk menertawakan kelakuan calon suaminya itu.
Tapi Reyhan dan Nabila salah besar, ada sepasang mata yang sejak tadi tak mengalihkan pandangan matanya dari Reyhan yaitu Rosa. Wanita itu menatap kiss jauh dari Reyhan untuk seseorang, ia seketika melihat Nabila tersenyum menatap Reyhan. Hatinya langsung mengetahui ternyata ada sesuatu antara Reyhan dan Nabila.
Para tamu menyanyikan lagu happy birthday serempak seketika riuh ramai ketika Barbara meniup lilinnya. Reyhan dengan perlahan meninggalkan tempatnya di depan, ia berjalan dengan hati - hati agar tidak menjadi pusat perhatian semua orang. Setelah sampai di tempat Nabila yang berdempetan dengan para tamu lelaki dan wanita, Reyhan seketika menarik tangan Nabila lalu menyatukan kedua tangan mereka.
"I love you, Nabila Shella. Kekasihku, calon makmum - ku. Cinta sejatiku, aku sangat mencintaimu." Bisik Reyhan di telinga Nabila membuat jantung deg - deg an Nabila saat melihat Reyhan berjalan mendekatinya, dengan ucapan Reyhan barusan semakin membuat jantungnya berdebar kencang sampai hatinya membucah bahagia.
Memangnya kenapa jika cinta pertama Reyhan datang? Wanita cantik dan luar biasa berpendidikan tinggi itu. Dirinya percaya penuh pada lelaki yang dicintainya ini, apapun yang terjadi ke depannya dia takkan pernah melepaskan genggaman tangan Reyhan.
__ADS_1