Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)

Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)
Ch. 13 Kembali ke hutan Asgar


__ADS_3

Ke esokan harinya.


Tepat pada pagi hari Xi mengunjungi Guild Petualang dan mengambil sebuah Quest disana. Karena peringkatnya yang rendah, Xi tidak bisa mengambil Quest memburu Demon Snake yang ada di Quest Pemula tingkat tinggi.


Untuk dapat pergi ke hutan Asgar, Xi pun mengambil Quest lainnya yang dapat membantunya mencari alasan pergi kesana.


Seorang Resepsionis memberikannya saran untuk memburu Goblin. Karena, hanya Quest itulah yang tersulit yang ada di peringkat dasar.


Xi hanya di minta untuk membawa tiga puluh telinga Goblin, dan hadiah yang di dapatnya adalah 20 koin tembaga.


Xi menyetujui misinya, dan lekas pergi setelah mendapatkan kertasnya.


Dalam perjalanan menuju hutan Asgar. Secara kebetulan, Xi bertemu dengan para petualang yang pernah dia temui dulu ketika hendak memasuki Kota Aiter.


"A, kau yang waktu itu. Apakah kau akan pergi ke hutan Asgar?"


Xi mengangguk membenarkan tebakan Suota.


"Karena kau akan pergi kesana, artinya kau sudah menjadi petualang kan?"


Dia bertanya sambil tersenyum ramah. Meski penampilan keempatnya saat ini sangat acak-acakan. Itu mungkin karena mereka kesulitan di sana. Meski hanya melawan Goblin, yang perlu di ingat Goblin itu monster yang hidup berkelompok. Tidak akan mudah untuk mereka mengalahkan koloni Goblin dengan kekuatan mereka saja. Dapat kembali dengan selamat tanpa terluka parah, mereka sungguh beruntung.


"Begitulah, aku pergi kesana untuk menyelesaikan misi."


"Kalau begitu kami tidak akan menggangu." Lanjut berjalan kembali ke kota. Sebelum berpisah dengan Xi, Suota memberikan peringatan kepada Xi bertapa berbahaya hutan Asgar sekarang. "Berhati-hatilah ketika sudah sampai disana. Akhir-akhir ini pergerakan para monster di hutan menjadi lebih aktif. Aku tidak tahu apa alasannya, tetapi yang pasti mereka menjadi jauh lebih agresif. Berhati-hati juga dengan Demon Snake, aku melihat satu disana di dekat pohon besar, dia dengan kejam sedang membantai Goblin yang tinggal disana." Suota berbisik.


Xi melirik nya dengan serius. Tampak Suota juga serius saat memberitahunya. Xi tidak bisa mengabaikan peringatan ini.


Yang lebih mengejutkan lagi adalah, Xi tidak mengira Suota akan sebaik itu sampai-sampai memberikan informasi yang penting kepada dirinya.


Mengumpulkan kembali kepercayaan dirinya, lalu membalas sambil tersenyum percaya diri.


"Terimakasih, akan aku pegang peringatanmu."


"Sepertinya kau sudah mengerti. Jarang ada orang yang mempercayai perkataan kami, karena mereka menganggap kami hanya anak-anak yang tidak tahu dunia luar seperti apa."


"Orang dewasa memiliki pemikiran mereka masing-masing. Yang terpenting bukan mereka mau mendengarkan atau tidak, tetapi niat tulusmu. Terserah mereka akan mendengar atau tidak, tetapi disini kau yakin kau telah menyampaikan apa yang ingin kau sampaikan kepada mereka."


Suota tersentak diam ketikan mendengarnya. Tidak ada orang yang pernah berbicara seperti ini padanya kecuali kedua orang tuanya. Ini membuatnya kembali senang, dan tersenyum legah.


"Terimakasih."


"Tidak, akulah yang seharusnya berterimakasih padamu."


"Yah, apapun itu, semoga kau berhasil dan kembali dengan selamat."


"Akan aku pastikan itu."


Keduanya sangat akrab saat berbincang meski dengan suara yang kecil. Mereka terlihat seperti kenalan lama, yang saling mengerti satu sama lain. Walau sejatinya, mereka baru saja saling mengenal kemarin, dan bahkan tidak ada banyak mengobrol.

__ADS_1


Setelah selesai berbincang. Suota kembali pada partynya, yang menunggu nya jauh disana. Tampak dari kejauhan Xi melihat salah satu dari teman wanita Suota melambaikan tangan ke arahnya. Bukan kepada Xi, namun kepada Suota.


"Temanmu sudah menunggu mu, kalau begitu aku duluan."


Tidak ingin berlama-lama lagi. Xi berpamitan dan pergi meninggalkan Suota.


Akan menjadi hal yang mudah, dan cepat bila dia Menunggangi kuda untuk pergi ke hutan. Tapi sayangnya. Saat mencari kuda di kota, dia tidak mendapatkannya. Bahkan saat ingin menyewa nya, semuanya sudah di sewa oleh petualang lain terlebih dahulu.


Karena tidak ada kuda ataupun kereta kuda yang dapat di sewanya, jadinya terpaksa Xi harus berjalan kaki untuk pergi kehutan Asgar. Tidak masalah untuk nya, karena dia sudah pernah pegi kesana.


Setelah berada cukup jauh dari kelompok Suota. Xi mulai menambahkan berjalannya, dan mulai berlari kencang.


Kecepatan belarinya sungguh luar biasa. Orang biasa, atau bahkan petualang yang setingkat dengan dirinya mungkin tidak akan bisa menyamai kecepatan berlari nya.


Kecepatan berlari nya telah mencapai 62km/jam. Mereka yang tidak pernah berolahraga, atau melatih fisik mereka. Mencapai kecepatan seperti ini sangatlah mustahil.


Didunia nyata, meski bukan kecepatan maksimal dari sebuah motor ataupun mobil. Tetapi, kecepatan ini sudahlah cukup cepat, bahkan orang-orang tidak bisa mengejarnya jika hanya mengandalkan lari saja.


Satu jam berlalu, dan Xi masih terus berlari tanpa henti. Setelah berlari selama itu, bahkan ekspresi wajahnya sama sekali tidak berubah. Tetap tenang, dan terlihat lebih datar.


Ekspresi nya itu seperti menunjukkan bahwa dirinya sama sekali tidak kelelahan setelah berlari menempuh jarak yang jauh. Itu dapat di buktikan, tidak ada keringat di wajahnya mau pun di tubuhnya. Bahkan seorang petualang veteran yang lebih baik dan levelnya ada di atasnya akan kelelahan jika berlari menempuh jarak sejauh ini. Xi sungguh luar biasa. Dalam kondisi fisik terlemah nya di antara fisik para naga, dia adalah yang terlemah. Tetapi, jika di banding kan dengan staminanya naga yang seusianya tidak akan memiliki stamina sebanyak dirinya.


Stamina Xi yang banyak adalah keunggulan yang tidak dapat di pandang remeh. Bahkan jika dia telah kehabisan mana, dia masih memiliki banyak stamina untuk tetap menggerakkan tubuhnya terus bergerak sesuai keinginan.


Dia berhenti di depan sebuah tebing tinggi. Mendaki di jalan yang memang telah ada dalam waktu yang lama. Dia telah sampai di depan hutan dimana dulunya dia berada.


Dari luar hutan dia melihatnya dengan pandangan tajam. Terdapat kelompok Goblin yang tampak telah menyadari kehadiran dirinya di luar hutan.


Para Goblin berbondong-bondong menghampiri nya. Tampak mereka akan memangsa nya seperti binatang liar.


"Makhluk rendahan seperti kalian tidak layak untuk mencicipi darahku. Enyahlah!! [Fire Ball]"


Bola api dia tembak ke arah depan tepat di arah jalan tujuan kelompok Goblin itu. Tidak hanya satu tembakan bola api yang di lepaskan, tetapi ada empat bola api yang di tembakkan sekaligus.


Keempat bola api melayang melewati pepohonan yang rindang. Begitu mulus, bahkan sampai-sampai tidak menggores nya.


Boom! Boom! Boom! Boom!


Terdengar suara ledakan sebanyak empat kali dari dalam hutan. Ledakan tersebut berasal dari empat bola api yang menghantam kelompok Goblin.


Dalam hitungan detik, kelompok Goblin itu di musnahkan dalam sekejap mata. Mayat Goblin bergeletakan di lantai, dan ada di mana-mana. Dari semua mayatnya, luka bakar lah yang terlihat sangat jelas.


Xi mendapatkan banyak sekali notifikasi membunuh Goblin dari sistem. Meski begitu, dia tidak menghiraukan nya, dan lebih fokus pada tujuannya.


"Jalan sudahku bersihkan, saatnya memantau lebih jauh lagi. Keluar!"


Xi memanggil semua pasukan kegelapan yang dia miliki. Semuanya bertekuk lutut, dan menundukkan kepalanya pada Xi.


"Jelajahi hutan ini, temukan dimana Demon Snake berada. Jika kalian menemukannya, segerah kembali dan beritahu aku."

__ADS_1


Seluruh pasukannya mengerti perintah yang di berikan. Mereka adalah pasukan yang penurut, dan tidak banyak tanya. Ya, karena dasarnya mereka juga tidak dapat berbicara. Setelah mendapat perintah, semuanya langsung bergerak menjalankan perintah yang Xi berikan kepada mereka.


Melihat semua pasukannya sudah pergi, dan sekarang adalah gilirannya untuk pergi memasuki hutan. Xi tidak hanya akan tinggal diam saja menunggu di luar seperti patung. Karena, itu bukanlah hobinya.


"Karena mereka akan mencari keberadaan Demon Snake, kalau begitu aku akan fokus untuk meningkatkan levelku sedikit. Walaupun tidak naik, setidaknya aku bisa mendapatkan beberapa Exp untuk naik level." Ucap Xi dengan tenang, dan pergi masuk kedalam hutan. Mencari monster jenis lainnya yang dapat dia temukan di hutan ini.


Didalam hutan. Di sebuah pohon yang besar. Terdapat suatu makhluk yang terlihat sedang memiliki batang pohon besar itu dengan tubuhnya.


Ukurannya sangat besar, sebesar bus sekolah. Memiliki sisik hitam yang terlihat sangat keras, dan tampak sangat tersamar menyatu dengan bayangan.


Makhluk itu membuka matanya. Saat mendengar adanya suara ledakan yang cukup kuat sampai terdengar di telinganya.


Pupil emasnya bersinar terang, menunjukkan bahwa dirinya marah. Dia terganggu oleh suara ledakan tersebut. "Makhluk rendahan mana yang berani untuk mengacau di wilayah ku?" Jika dia dapat berbicara, itulah yang akan dia katakan dengan nada yang kesal.


Siapapun juga akan merasa sangat kesal, atau jengkel ketika di ganggu saat sedang tidur. Itulah yang ular ini rasakan saat ini.


Dia mengangkat kepalanya, melihat lurus kedepan. Memberikan perintah kepada seluruh anak buahnya dengan kode suara desisan ular.


Di saat itu, ada lima Demon Snake bersamanya. Kelima Demon Snake itu langsung bergerak menuju sumber suara yang menganggu pemimpin mereka.


Tidak hanya mereka berlima, bahkan ular-ular itu cukup cerdas sehingga dapat memberikan perintah kepada jenis monster lainnya.


Kabut tebal menenggelamkan pepohonan. Itu adalah perbuatan dari monster-monster yang bergerak bersama-sama dalam jumlah yang banyak.


Jika para petualang melihat ini, mereka pasti akan panik. Karena, mereka sadar jumlah dari monster yang ada di belik kabut tersebut bukanlah satu atau dua monster.


Itu bisa berisi entah puluhan atau bahkan ratusanratusan. Dan paling buruknya bisa mencapai ribuan bahkan puluhan ribu monster.


Sebagai monster apex predator puncak di hutan Asgar. Demon Snake memiliki kuasa atas segala jenis monster yang tinggal di hutan Asgar. Itu membuat mereka semakin mengerikan, dan tak terkalahkan. Meski jumlah Demon Snake itu sendiri tidak banyak, tetapi satu saja dari mereka sudah cukup untuk membuat semua monster ketakutan.


Di atas batang pohon tinggi dan besar. Xi melihat disana terdapat kabut monster yang di curigai nya adalah perbuatan dari Demon Snake yang memerintahkan semua monster yang ada di bawah kendalinya untuk menyerang.


Bahkan sistem memberikan notifikasi kepada dirinya, bahwa ada lebih dari seratus monster yang bergerak sedang mencari diri nya.


[Peringatan! Monster dalam jumlah besar bergerak!]


[Peringatan! Monster dalam jumlah besar bergerak!]


[Peringatan! Monster dalam jumlah besar bergerak!]


Notifikasi tersebut muncul sebanyak tiga kali. Benar-benar ada untuk memperingati dirinya.


Ini berada di luar prediksi nya, tetapi masih tidak melenceng dari rencana utamanya.


"Aku kira hanya ada sedikit... Tidak aku sangka mala sebanyak ini..." Xi melihat ke arah kebut monster. Wajahnya sedikit berkeringat, menandakan bahwa dirinya saat ini sedang cemas."Demon Snake... Benar-benar sesuatu. Karena sudah sampai sejauh ini, sudah tidak ada lagi kesempatan untuk mundur."


"Sekarang yang bisa aku lakukan hanyalah, bertahan, dan menyerang dari kejauhan. Aku harus mengurangi jumlah mereka sebanyak mungkin."


Dia menarik sesuatu dari inventory nya. Itu adalah sebuah busuk dan beberapa anak panah yang benar-benar sudah di siapkan, sebelum dirinya berangkat.

__ADS_1


__ADS_2