Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)

Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)
Ch. 34


__ADS_3

Mereka adalah kelompok Demi-Human. Namun, tidak kebanyakan dengan kemiripan dengan Demi-Human lainnya yang dapat berpikir, mau pun berbicara selayaknya manusia.


Ras Demi-Human yang hanya dapat di temukan di dalam Dungeon ini tidak memiliki akal selayaknya Goblin. Mereka hanya bergerak, menyerang, dan memburu mangsa mereka hanya dengan mengandalkan insting.


Sudah selayaknya itu. Karena mereka sangat buas dan tak terkendali.


Yang mengejutkan, Ras ini, Frocs. Selain perawakan mereka yang menyeramkan, dengan kulit coklat berlendir. Mereka memiliki duri-duri tajam di punggung.


Sekitar, ada dua puluh butir duri di punggung. Dan itu adalah senjata yang unik. Mereka menyebutnya sebagai (Senjata Rahasia).


Orang lain akan menganggap remeh nya, karena mereka berpikir duri-duri ada hanya untuk melindungi punggung.


Namun, yang bahkan tidak mereka ketahui, para petualang itu.


Ras Frocs dapat menembakkan duri-duri di punggung mereka jika merasa terpojok, atau untuk menyelamatkan diri.


Dua puluh butir duri punggung, dapat mereka tembakkan dengan kecepatan tinggi, dalam waktu yang sama.


Dalam dungeon ini sangat luas. Bahkan Xi tidak mengangkanya. Padahal, ketika di lihat dari luar, dungeon ini terlihat kecil.


Namun, didalamnya seperti terdapat sebuah pulau besar di suatu tempat yang mana tidak ada manusia atau makhluk hidup lainnya, selain Ras Frocs yang sedang mereka awasi, dan mereka amati kegiatan, serta kebiasaa.


Saat ini, mereka sedang bersembunyi di sebuah batu atau tunggulan besar yang Xi buat dengan sihirnya. Itu besar dan tinggi.


Bahkan jika itu sebelumya tidak ada, para Frocs tidak akan pernah menyadarinya meski rumah, atau sarang mereka ada yang berubah.


Mereka lebih tidak memperdulikan hal-hal tersebut, dan cenderung mengabaikannya.


Tidak ada yang istimewa dari para Frocs. Aktivitas mereka terlihat biasa saja.


“Sekitar ada seratusan Frocs. Tetapi, sepertinya mereka tidak begitu kuat. Level tertinggi di antara mereka hanyalah level 8.”


Xi berdiri dari tempatnya. Dan Airis melihat itu.


“Kita akan turun.”


“Apakah tuan berencana menyerang mereka? Dengan jumlah mereka ini... Aku khawatir kita akan...”


“Jangan khawatir, meski jumlah mereka banyak. Namun kecerdasan mereka rendah. Apa lagi, mereka tidak punya hubungan yang baik satu sama lain.”


Ada kesempatan untuk mereka, Frocs saling serang satu sama lain.


“Tetap waspada pada Wave monster.”


“Dipahami.”


Keduanya turun, keluar dari tempat persembunyian mereka.


Saat sampai di permukaan, dan mendarat dengan mulus disana.


Airis, langsung melesat maju dan menebas Frocs yang sedang lengah. Setidaknya, tiga Frocs terbunuh dalam serangan tersebut.


Xi mulai menggunakan sihirnya, dan membunuh Frocs yang di jatuhkan oleh Airis


“[Magic Missile]”


{Anda mengalahkan Frocs, 40 Exp poin dan 5 Gold didapatkan}


“Padahal levelnya lebih tinggi dari Goblin, tapi exp yang di dapat lebih sedikit. Mungkin ini yang menyebabkan dungeon ini sepi pengunjung.”


Ya, apa pun itu, Xi tidak memperdulikan nya.

__ADS_1


Karena tidak akan ada orang lain yang berada di dungeon ini selain mereka, maka Xi tidak perlu khawatir adanya orang lain yang akan menganggu.


Meski exp yang di dapatkan sedikit, namun jumlah Frocs yang banyak tentu dapat membantu menutupinya.


Xi meregangkan tubuhnya, terlihat dia


Xi sedikit melakukan pemanasan lengan. Dengan hawa yang tenang, terlihat matanya bersinar. Dia telah siap untuk bertarung saat ini.


“Kita harus bekerja keras untuk mencapai keinginan kita.”


Airis mengangguk benar. Dia setuju, tanpa usaha hasilnya tidak akan muncul.


Tujuan mereka kali ini datang ke dungeon adalah untuk meningkatkan level mereka. Setidaknya, saat mereka keluar, mereka telah mencapai level 20 atau lebih.


Ratusan Frocs maju bersama-sama. Setelah mereka melihat adanya mangsa, mereka menjadi seperti orang kerasukan.


Sangat gila.


Xi menggunakan sihirnya untuk memperlambat laju lari dan gerak mereka.


“[Slow Movment]” Itu adalah sihir yang dapat memperlambat gerakan seseorang pada area yang telah di tentukan sang pengguna sihir.


Karena level Frocs yang rendah, dan mereka tidak memiliki kekebalan terdapat debuff apapun.


[Slow Movment] sukses membuat mereka melambat.


Namun, karena mereka tidak memiliki akal untuk berpikir, Frocs, tidak sadar jika gerakan mereka melambat.


“Jangan sia-siakan, itu hanya sementara.” Xi membuka sebuah gerbang yang terbuat dari kegelapan didalam dirinya. Saat gerbang terbuka, pasukannya datang.


Tentu saja Airis sangat terkejut melihatnya.


Sekilas itu terlihat seperti makhluk hidup, namun Airis dapat merasakannya kalau mereka bukan makhluk hidup lagi.


Pemandangan ini sangat luar biasa untuk orang awam sepertinya. Airis belum pernah melihat kemampuan yang begitu hebat ini, dan ini terlihat masih menyimpan banyak misteri.


‘Aku pernah mendengar tentang sebuah kekuatan yang dapat menghidupkan kembali yang telah mati. Dan menurut catatan sejarah yang ada, orang yang dapat membangkitkan makhluk yang telah mati adalah orang yang telah menaklukkan kematian itu sendiri.’


‘Dengan menaklukkan kematian, seseorang akan mendapatkan kekuatan yang besar. Pasukan Undead. Adalan pasukan terbaik yang pernah ada karena mereka tidak takut mati. Berbeda dengan pasukan hidup yang belum pernah merasakan kematian, pasukan Undead sudah kehilangan rasa takut mereka dari kematian itu sendiri.’


‘Tapi, jelas ini berbeda dari para Undead itu...’


Sembari bergumam, Airis juga mengamati pasukan kegelapan yang ada di belakangnya.


Mereka terlihat kuat dan menyeramkan.


“Ayo maju. Serang mereka!” Ketika perintahnya jatuh. Semua pasukan kegelapan sangat kegirangan, ini adalah waktu yang membahagiakan untuk mereka. Mereka dapat merasakan itu walau dasarnya mereka tidak memiliki hati untuk merasakan lagi.


Waktu yang membahagiakan bagi pasukan kegelapan adalah, waktu dimana mereka dapat berguna untuk Raja mereka, dan waktu dimana mereka akan bertarung bersama dengan Raja mereka di arena pertempuran.


Dengan penuh semangat, semua pasukan kegelapan yang ada maju untuk menyerang kelompok Frocs yang melambat karena sihir [Slow Movment] yang Xi gunakan.


Mereka semua langsung maju tanpa rasa takut. Dan tepat di antara mereka, disana juga ada Xi yang maju bersama.


“[Fire Ball], [Magic Arrow], [Magic Missile]” Dalam waktu singkat Xi langsung melepaskan tiga spell sihir yang berbeda-beda secara bersamaan.


Tentunya itu membuat Airis terkejut, dia tidak dapat menyembunyikannya. Meski terlihat biasa, apalagi sihir yang di gunakan hanya sihir Tier 1 dan Tier 2. Namun, itu merupakan sesuatu yang luar biasa karena dapat meng kasting dengan sangat cepat bahkan merapal nya.


Penyihir tingkat tinggi bahkan akan kesulitan untuk melakukan hal tersebut.


Ada sebuah cara untuk menggunakan dua jenis spell yang berbeda di waktu yang sama.

__ADS_1


Yaitu, dengan cara mempelajari [Double Casting]. Sebuah kemampuan atau sebuah skill yang bisa di dapatkan oleh semua penyihir jika mempelajarinya.


Walau semua penyihir dapat memilikinya, namun syarat untuk mendapatkan atau mempelajari kemampuan tersebut, [Double Casting] cukup sulit.


Karena sulitnya merapalkan mantra sihir yang berbeda di waktu yang sama, membuat banyak penyihir menyerah untuk mempelajarinya.


Terlebih lagi, selain harus merapalkan mantra bersamaan, seorang penyihir juga harus memiliki konsentrasi tinggi. Serta dapat mengendalikan mana dengan tepat dari dua jenis spell sihir yang berbeda.


Jika mana yang di konsentrasikan tidak stabil, atau konsentrasinya terganggu. Dalam keadaan tersebut, seorang penyihir dapat di katakan gagal- tidak mereka sudah gagal.


Dan hanya ada sedikit kesempatan untuk mereka berhasil kedepannya.


Oleh sebab itu, penyihir yang dapat melakukan [Double Casting] cukup langkah di dunia ini.


Jika berdasarkan pada level Xi saat ini, maka penyihir yang dapat menggunakan [Double Casting] dapat di hitung dengan jari.


Penyihir-penyihir seperti itu pada level mereka yang rendah akan di sebut sebagai seorang penyihir yang jenius.


Meski [Double Casting] terdengar luar biasa karena dapat menggunakan dua jenis spell yang berbeda bersamaa.


Akan tetapi, hal tersebut, seperti [Double Casting] tidaklah populer di era sekarang.


Para penyihir era saat ini, dari pada mempelajari [Double Casting] yang sulit, mereka lebih memilih untuk belajar [Twin Magic/Sihir Ganda].


Karena penggunaan [Twin Magic/Sihir Ganda] ini lebih mudah dari pada [Double Magic] yang rumit.


Sihir yang Xi gunakan untuk menyerang pasukan Frocs. Di arahkan-nya pada pasukan Frocs bagian depan.


Frocs yang ada di bagian paling depan dapat bergerak dan menyerang dengan bebas, sementara, Frocs yang ada di belakangnya harus menunggu giliran.


Terlebih jumlah mereka yang banyak membuat mereka juga kesulitan untuk maju karena harus berdempet-dempetan.


Sesaat, setelah sihirnya mengenai Frocs dan mengalahkan mereka dalam sekali serang. Xi langsung melancarkan serangan lanjutannya dengan dagger yang di pegangnya.


Dagger yang ringan, namun tajam dan mematikan. Dalam setiap tebasan nya dapat memotong apapun yang ingin di potong nya.


Kulit Frocs mungkin berlendir, itu dapat membuat semua senjata tajam tidak berguna untuk melukainya, apa lagi menggores nya.


Namun, Demon Snake Dagger yang terbuat dari taring besar berbisah Demon Snake memiliki ketajakan yang lebih tajam dari Dagger biasa.


Di tambah, Xi yang menggunakan tiga jenis spell sihirnya tadi membuat debu bertebaran, dan akhirnya menempel di tubuh Frocs.


Tentunya, Frocs tidak dapat menghilangkan debu yang menempel di tubuh mereka. Bahkan jika mereka berguling-guling di lantai, itu hanya akan membuat banyak debu yang menempel.


Dengan banyaknya debu yang menempel di tubuh Frocs, membuat lendir yang melindungi tubuh mereka menjadi padat.


Sehingga, lendir yang dapat melindungi tubuh mereka dengan kelicinan yang dapat membuat senjata tajam tidak berguna, dan sekarang itu telah menghilang.


Bahkan jika Xi menggunakan Dagger biasa, Xi dapat memotong-motong Frocs dengan mudah.


Dalam pertempuran melawan Frocs ini, Dagger yang lebih pendek dari sebuah pedang, dan Dagger yang lebih ringan dari sebuah pedang.


Membuat Xi dapat dengan leluasa menebas, dan mengayunkan nya.


Dengan kecepatan tinggi, Xi mengayunkan dan menebaskan Dagger nya untuk mengalahkan Frocs.


Tebasan Dagger yang begitu cepat sangat sulit untuk Frocs hindari. Di tambah dengan jumlah mereka yang banyak, membuat pergerakan menjadi terbatas. Serta mereka semua juga masih dalam pengaruh [Slow Movment] yang membuat mereka tambah sulit untuk menghindar, karena pergerakan mereka yang melambat.


Xi, Airis, dan tambahan pasukan kegelapan yang ada di dalam pertempuran, dengan mudahnya mengalahkan ratusan Frocs dengan mudah.


Dalam pertempuran ini, itu tidak terlihat seperti sebuah pertempuran, tetapi melainkan sebuah pembantaian sepihak.

__ADS_1


Melihat Frocs yang tidak dapat melawan balik, dan mereka yang tidak dapat kabur dari pertempuran, membuat semuanya terbunuh di bawah kegelapan yang bergerak menghantui mereka.


__ADS_2