
Dua hari berlalu dengan cepat. Tidak ada masalah apa pun dalam dua hari itu. Selain itu, Xi juga telah menjual sisik Demon Snake yang di dapatkannya dari pemburuan beberapa hari lalu di pasar gelap dengan harga yang fantastik.
Tentu, Orang-orang tidak dapat menahan keterkejutan mereka melihat barang-barang langkah tersebut. Mereka bertanya-tanya dari mana Xi mendapatkannya. Namun, Xi menjawab dengan tenang tanpa memberikan jawaban yang pasti. Xi berkata “Tidak penting aku dapat itu dari mana, yang penting adalah kualitas barangnya.”
Ya, sisik Demon Snake yang keras dapat di gunakan untuk membuat sebuah perisai, dan baju armor. Dengan adanya material tersebut, perisai atau baju armor yang di kenakan akan mendapatkan sebuah ketahanan.
Ketahanan terhadap beberapa jenis sihir, dan pengurangan kerusakan yang di Terima dari serangan fisik.
Perisai dan armor semacam itu sangat di butuhkan oleh para Tanker dan Warrior. Mengingat tugas mereka di barisan depan juga sangat sulit.
Garuda terdepan adalah pasukan yang paling banyak menerima kerusakan. Jadi, armor dan perisai yang terbuat dari sisik Demon Snake sangat di perlukan untuk mengurangi kerusakan yang mereka Terima.
Dari hasil penjualan itu, Xi mendapatkan banyak sekali uang. Sekitar ada 8923 Koin emas, 2113 koin perak, dan 11220 Koin Tembaga.
Bagaimana bisa jadi semahal itu? Tentu, karena Kota Aiter adalah kota kecil, tentu barang-barang semacam itu sangat langkah, sehingga harga dari barangnya sangat mahal.
Bahkan mereka tidak segan-segan untuk menawarkan harga yang lebih tinggi untuk mendapatkannya.
Akan berbeda jika anda menjualnya di kota besar. Hal-hal seperti sisik Demon Snake adalah barang-barang umum yang mudah di dapatkan.
Bagi Kota kecil, seperti kota Aiter ini. Sisik Demon Snake adalah sebuah Anugerah. Material-material terbaik di kota kecil juga sangat minim.
Saat ini, X.i berada di depan penginapan. Menghirup udara pagi yang segar. Xi sudah siap dengan persiapannya.
Di saat dia meregangkan tubuhnya, suara pintu terbuka terdengar sampai telinganya. Reflek dia langsung menengok ke arah pintu.
“Maaf menunggu lama Xi.”
Dari sana, Mina keluar dari penginapan dengan pakaian yang rapi dan indah. Kecantikannya luar biasa, bahkan sampai membuat banyak orang terpikat oleh kecantikannya.
Xi menanggapinya dengan biasa. “Tidak apa, dapat di pahami.” Meski telah in cantik. Xi sama sekali tidak meresponnya seperti kebanyakan orang. Dia tetap menjaga ketenangannya.
Jujur, meski dia cantik. Itu tidak akan cukup untuk membuat Xi jatuh hati padanya.
“Jadi, kita bisa berangkat kan sekarang?”
“A, i iya!”
Setelah semuanya siap. Mereka langsung pergi meninggalkan penginapan menuju Rumah Lelang Mawar Hitam.
Karena Rumah Lelang Mawar Hitam tidak jauh, jadi mereka sampai dengan cepat. Terlebih, Mina yang mengenal kota ini dengan baik dapat menemukan jalan yang lebih cepat lagi untuk mereka bisa sampai di Rumah Lelang.
Rumah Lelang Mawar Hitam tepat ada di depan mata mereka. Itu adalah sebuah jedung yang besar, dengan tiga lantai yang di punya. Ukurannya sebesar gedung serikat petualang, namun dengan kemewahan yang lebih mewah.
__ADS_1
Di pintu masuk ada penjaga yang terlihat kuat, mengenakan armor lengkap yang kokoh. Mereka berdiri di depan pintu masuk selayaknya patung, dan bahkan sama sekali tidak bergerak se inci pun dari tempatnya.
Jika seseorang tidak dapat memerhatikannya dengan jelas, maka mereka tidak akan pernah menemukan beberapa Assassin yang bersembunyi di sekitar mereka.
Memang sulit untuk mendeteksi Assassin, karena keahlian mereka dalam hal bersembunyi sangat luar biasa.
Para Assassin ini di pekerjakan oleh pemilik rumah lelang untuk menambahkan tingkat ke amanah rumah lelang dari para pembuat onar atau pun penjahat.
Assassin dapat menangkap dan meng eksekusi para pembuat onar atau penjahat lebih baik dari para penjaga biasa. Gerakan mereka yang cepat, dan hawa keberadaan mereka yang tersembunyi akan sangat membantu dalam hal ini.
“Tunjukkan surat undangan kalian!” Pinta para penjaga. Suara mereka keras, itu bukanlah suara dari orang yang marah, tetapi suara dari seseorang yang bersikap tegas.
Mina tertegun. Cukup terkejut dengan suara tegas dari penjaga tersebut karena cukup menyeramkan.
“Ini...” Xi menunjukkan surat undangannya. Dan di tangannya ada dua surat yang telah dia beli sebelumnya.
Harga dari satu serat undangan biasa sangatlah mahal. Itu seharga satu koin emas. Tetapi, untuk Xi itu bukan apa-apa.
Ada beberapa jenis surat undangan yang di jual, namun Xi tidak membutuhkan pelayanan khusus dalam hal ini. Jadi, dia hanya membeli surat undangan biasa.
Setelah penjaga itu mengkonfirmasinya, ia mengembalikan surat undangannya kepada Xi. Membukakan pintu. “Silahkan Masuk!”
Xi dan Mina pun masuk kedalam setelah pintu di buka.
Dengan parasnya yang cantik, dan bentuk tubuh yang menggoda, serta suaranya yang lembut. Menyambut kedatangan Xi dan Mina.
“Tuan dan Nona, Selamat Datang di rumah lelang kami. Anda berdua ada di Zona apa?”
Sempat diam sebentar. Bukan karena terpana, karena Xi terkejut tiba-tiba saja wanita itu muncul ketika dirinya masuk melewati pintu.
Padahal ini bukan rumah hantu, tetapi rasanya seperti masuk kedalam rumah hantu saja.
“Kami ada di Zona biru, tolong tunjukkan jalannya.” Sambil menunjukkan kartunya. Warna katu berwarna biru, beserta sebuah angka yang tertulis di atas kartunya adalah angka 29 dan angka 30.
Rumah Lelang Mawar Hitam terbagi menjadi empat Zona. Dan yang terendah adalah Zona Putih. Zona ini biasanya di isi oleh petualang-petualang biasa, atau bahkan orang biasa juga bisa ikut pelelangan hanya untuk merasakan bahagia sensasi sebuah pelelangan. Dan kursi Zona Putih selalu terisi penuhpenuh setiap tahunnya.
Pada tingkat selanjutnya adalah Zona Biru. Zona yang jarang sekali di isi, karena mayoritas orang di rumah lelang ini lebih memilih mengisi Zona Merah dan Zona Hitam.
Hanya di dua Zona itulah yang mendapatkan perlakuan terbaik, dan selalu di layani oleh pelayan-pelayan cantik dari rumah lelang.
Terkhusus untuk Zona hitam adalah Zona VIP, mereka yang duduk di ruangan atas akan mendapatkan perlakuan khusus dan selalu mendapatkan yang terbaik.
Orang-orang yang menempati Zona Hitam/Zona VIP adalah orang-orang yang terkenal di Kota Aiter atau bahkan orang-orang yang berasal dari luar kota namun memiliki banyak sekali uang.
__ADS_1
Ketika Xi menunjukkan kartunya, wajah wanita itu langsung berubah seratus delapan puluh derajat. Yang awalnya cantik dan manis sekarang sikapnya berubah dingin, bahkan anda dapat melihat ke angkuhan wajahnya. Menggambarkan dirinya adalah wanita yang berderajat tinggi.
‘Ternyata mereka hanya orang biasa... Huuu, aku membuag-buang waktu ku untuk mereka. Sial.’ Gumam kesal. Tetap mempertahankan senyumnya, namun itu senyuman palsu.
Bahkan Xi dapat melihatnya dengan jelas perubahan sikap dari wanita itu terlalu jelas di matanya. Itulah kenapa Xi tidak memesan tempat yang lebih tinggi meski memiliki banyak uang.
Jika dia melakukan itu, yang ada uangnya akan habis bukan karena barang-barang yang di lelang, tetapi habis karena orang-orang itu.
“Tolong Ikuti saya” Sambil menghela nafas. Dirinya tidak terlalu berminat melayani mereka karena mereka miskin.
Mina cukup kesal dengan sikap pelayan itu, namun dia tidak melakukan apapun. Lebih tepatnya, dia tidak dapat melakukan apapun karena di tempat ini ada banyak sekali penjaga yang kapan saja siap menangkapnya jika dirinya membuat masalah.
Sementara, Xi tidak menghiraukan hal tersebut. Dia tidak peduli bagaimana pelayan itu bersikap, mau itu baik atau buruk Xi tidak peduli. Selama itu tidak mengganggunya, Xi tidak mempermasalahkan.
Sebelum mengikuti pelayan rumah lelang itu, Xi memberikan sebuah topeng kepada Mina.
Mina menerima topeng yang Xi berikan dengan ekspresi bingung. “U untuk apa topeng ini? Dan dari mana kau mendapatkannya?” Topeng ini cukup unik, karena ini berbeda dengan topeng-topeng yang biasa di jual di pinggir jalan.
Ini cukup unik karena memiliki corek berwarna merah yang indah dan selaras dengan warna dasar topeng tersebut(Putih).
Topeng tersebut adalah topeng Kitsune. Atau topeng rubah Jepang. Topeng Kitsune adalah salah satu Topeng Tradisional Jepang. Yang biasanya orang Jepang sering menggunakan topeng ini di festival lokal, atau festival tertentu.
Disamping itu, dibalik penampilannya yang terlihat menarik, Topeng Kitsune yang Xi berikan kepada Mina, bermaksud untuk menyembunyikan identitas mereka dari peserta lelang lainnya.
Orang-orang yang ada di ruangan ini, semuanya datang dengan apa adanya tanpa menyembunyikan identitas mereka. Menurut Xi, itu cukup berbahaya. Karena, jika anda mendapatkan benda yang mereka ingin kan, dan mereka tahu tentang anda, mereka pasti akan merebutnya dari anda.
Efek khusus yang terdapat pada Topeng yang Xi beli dari shop adalah dapat mencegah sihir dan pengenalan identitas. Ini sangat berguna, di tempat yang terlihat tenang dan damai ini, belum tentu tidak berbahaya.
“Aku membuatnya sendiri.” Xi memakai Topeng Kitsune. Di susul oleh Mina yang memakainya juga mengikuti Xi, mereka lalu berjalan ke tempat pelayan itu.
Setelah sampai di kursi mereka, keduanya duduk dengan tenang dan tidak menghiraukan pelayan tersebut yang mencibir mereka di belakang.
Lampu redup. Seluruh ruangan menjadi hening. Semua mengetahui ini bahwa pelelangan akan segera dimulai.
Beberapa lampu menyalah, dan menyorot pada satu titik di atas panggung. Terlihat disana terdapat seorang pria tinggi mengenakan pakaian jas rapi. Berkulit putih bersih dan tampan, rambut kecoklatan di sisir kebelakang.
Semua orang takjub dengan penampilannya, karena itu terlihat elegan.
Seketika saat dirinya ada di atas panggung, ia lalu membuka suaranya. Di bantu dengan kristal sihir yang telah di pasarkan sihir pengeras suara, dia menyambut kedatangan setiap tamu lelang mau itu dari kalangan mana pun.
“Ladies end Gentleman! Selamat Datang di Rumah Lelang Kami (Rumah Lelang Mawar Hitam). Saya adalah penyelenggara Rumah Lelang Mawar Hitam... Mengumumkan kepada kalian semua bahwa acara lelang dimulai!”
Seketika setelah dirinya selesai memberikan sambutan dan menyatakan lelang dimulai. Ruangan yang sebelumnya hening dan tanpa ada suara dari orang-orang ini. Meledak, terdengar suara gembira serta sorakan para tamu lelang yang sudah tidak sabaran lagi.
__ADS_1