
Sebagai pemimpin, membunuh sesamanya sangatlah kejam. Hal ini tidak hanya berlaku untuk mereka saja, Ras Demon Snake. Tetapi, untuk semua ras yang ada di dunia ini.
Kekejaman ini tidak dapat di hindari lagi, sudah banyak yang terjadi. Bukan hanya bawahan, bahkan budak di perlakukan lebih buruk dari itu.
Bukankah ini sangat kejam? Ya, tentu. Tetapi, tidak ada yang dapat ngubah sistem kerja dunia ini kecuali itu mereka sendiri yang melakukannya. Meski hari dimana itu bisa terjadi, tetapi tidak ada yang tahu kapan hari itu akan datang. Bahkan diriku sendiri, juga tidak mengetahuinya.
Di bawah sinar matahari yang terik, dirinya di selimuti oleh bayangan pohon dan sedang menelan makanan dengan lahap.
GLUP! Dia menelannya, dan semua masuk kedalam perutnya. Meski telah makan dalam jumlah besar itu, itu tidaklah mengeyangkan. Dia masihlah lapar, tetapi, sudah tidak ada apa-apa lagi di sekitarnya. Bahkan, buah yang ada di pohon ini, hanya tersisa dua buah saja. Jika memakannya sekarang, besok mungkin dia akan mati kelaparan.
Bukan sesuatu yang lucu apalagi dapat di tertawakan. Seekor Bos Monster mati kelaparan? Itu tidak normal. Padahal, dia hanya perlu keluar dari tempatnya, dan menelan setiap makhluk yang dia temukan dan dia lihat di depan matanya.
Tetapi, dia tidak melakukannya. Lebih memilih untuk menunggu di tempatnya, sampai makhluk lainnya datang ke tempatnya.
Mengingat wilayahnya penuh dengan Mana, pasti akan ada Monster lainnya yang akan datang untuk tinggal.
POK! POK! POK! 5X
"Luar biasa, atau harus aku ucapkan kepadamu karena menambah repot diriku?"
Pandangannya teralikan pada suara tepukan tangan.
Disana, terdapat seorang pemuda berambut putih yang terlihat biasa saja berjalan keluar dari persembunyiannya. Bersama dengan tiga Demon Snake di belakang dirinya.
Ku pikir dia akan terkejut dan takut, tetapi siapa yang mengira kalau dia malah tersenyum sinis kepada Xi. Tampak tiga Demon Snake yang ada di belakang Xi, membawakan makanan segar untuknya.
Demon Snake memang cerdas, tetapi bukan berarti dia pendengar yang baik. Bahkan setelah Xi berbicara seperti bahasa monster, Demon Snake masih tidak memahami apa yang Xi katakan. Dia hanya bisa mendengar suara tepukan tangannya yang keras. Suara saat Xi berbicara, tersamarkan oleh itu.
'Harus kah aku katakan aku beruntung?... Atau sial?'
[Quest Spesial terpicu] : [Kalahkan Bos Monster ] Syarat penyelesaian : Kalahkan Elder Demon Snake. [Hadia : Stat Strength +5, Stat Vitality +5, Demon Snake Dagger ]
[ Nama Monster : Elder Demon Snake]~ Level : 23 dalam proses kenaikan ke level 24 RasMonster : Elder Demon Snake (Demon Snake) Evolusi.
Sebetulnya Xi tidak yakin dapat mengalahkan ular tersebut. Apalagi, dia bukanlah ular biasa yang biasa ada di pinggir jalan. Ini adalah Elder Demon Snake, yang jelas-jelas kekuatannya berada di atas rata-rata Demon Snake pada umumnya.
__ADS_1
Tidak hanya sebatas kekuatannya saja, tetapi tentu stat nya juga lebih tinggi. Apalagi, Elder Demon Snake mendapatkan berkah dari "pohon pengumpulan mana".
"Pohon pengumpulan mana"dapat menghasilkan buah-buahan yang segar dan kaya akan Mana yang murni, yang mampu membantu Monster berevolusi atau bermutasi dengan sejumlah besar mana yang tersimpan didalam buahnya.
Aku katakan, buah ini sangat berharga. Tidak hanya untuk manusia, atau sejenis makhluk Demi-Human lainnya, bahkan sangat berguna bagi para monster di bawah level 30 untuk mendapatkan evolusinya, dan menjadi lebih kuat.
Buah dari "Pohon pengumpulan mana" Sangat langkah. Tidak hanya di kota, tetapi juga di Kerajaan. Hanya ada beberapa saja, dan itu juga sangat jarang. Sekali muncul, ada banyak orang yang menginginkannya, dan biasanya, para penjinak hewan buas atau makhluk buas tidak akan segan menghabiskan uang mereka untuk membeli buah tersebut untuk meningkatkan kekuatan monster yang di kontraknya.
'Sial... Jarak di antara kami sudah jauh. Jika dia berhasil naik level... Ini pasti akan lebih menyulitkan lagi.' Bergumam tidak yakin akankah dia mampu mengalahkan Elder Demon Snake?
Ini bukan pertama kalinya, Xi menghadapi Bos monster.
Sebelumnya dia pernah mengalahkan dua bos monster pada waktu yang berbeda.
Pertama, adalah Ratu Laron. Monster yang memimpin banyak sekali pasukan Laron dan rayap. Ratu Laron tidak bagus dalam hal bertarung, dia tidak memiliki kemampuan itu. Karena, kemampuan utama Ratu Laron adalah reproduksi dan menghasilkan keturunan. Yang bertugas untuk menjaga kelangsungan hidup sang Ratu adalah para bawahannya. Mereka yang menari makanan untuk Ratu, dan menjaga Ratu dari marabahaya.
Kedua, adalah Raja Tikus Got. Seekor tikus Got berukuran besar, sekitar 1,4 meter. Mulai dari ujung ekor hingga kepala. Berat 65 kg, alias seberat rata-rata orang dewasa. Itu mengerikan! Aku tidak bisa membayangkan jika tikus sebesar itu ada di rumahku. Jika memang ada, aku akan lari keluar rumah!
Raja Tikus Got memiliki beberapa keahlian dalam bertarung dan memerintah kelompoknya. Giginya yang besar sangat tajam, dan kuat. Cakarnya tajam mampu mengoyak armor kulit dengan mudah. Ekornya keras, dan dapat mematahkan tulang tubuh manusia dalam sekali kibasan.
Elder Demon Snake berada pada puncak rantai makanan.
'Aku memang tidak yakin bisa menang tapi... Sudah terlambat untuk mundur karena aku sudah menunjukkan diri. Ini akan menjadi pertarungan yang menyulitkan.'
Sebelumnya.
Saat Xi kebingungan mencari satu Demon Snake tersisa untuk menyelesaikan Questnya.
Xi begitu depresi karena tidak kunjung menemuinya bahkan setelah dirinya menelusuri hutan.
"Sial... Ular satu ini pandai sekali bersembunyi. Bahkan setelah aku menyeber pasukan ku, aku masih tidak dapat menemukan keberadaannya... Sebenarnya, dia bersembunyi dimana sih?"
Sebuah skill yang dia dapatkan dari Demon Snake yang telah di kalahkannya bernama [Sensor Panas]
Yang Mana skill ini, [Sensor Panas] adalah kemampuan yang paling umum dimiliki oleh reptil, khususnya adalah ular seperti Demon Snake.
__ADS_1
Karena Demon Snake adalah monster sejenis reptil, jelas penggunaan skill ini tidak akan berguna untuk mencarinya. Karena, pada dasarnya, ular adalah makhluk berdarah dingin. [Sensor Panas] Tidak akan dapat mendeteksinya.
Oleh karena itu, Xi menganti pencariannya dengan menggunakan Skill [Sense] yang dia dapatkan setelah mempelajari cara kerja skill [Sensor Panas]
Skill [Sense] ketika di gunakan. Skill ini meningkatkan Radius indera(Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, dan Perasa.).
Cara penggunaannya tidak sulit, anda hanya perlu menyalurkan Mana anda ke benda, tanah, dan area sekitarmu. Dengan bagitu, seluruh indera akan mengalami peningkatan yang signifikan. Sehingga, anda dapat melihat dengan lebih jelas, bahkan mampu melihat dan merasakan makhluk yang bersembunyi seperti bersembunyi di belakang pohon. Dapat mendengarkan suara, atau bunyi sekecil apapun itu dengan telinga anda, serta dapat mencium aroma samar atau aroma asing dari jarak yang jauh.
Skill ini akan meningkatkan, hampir seluruh indera Manusia, meningkatkannya sebanyak dua kali lipat. Sehingga seorang petualang memiliki indera dua kali lipat lebih baik dari manusia normal.
Tentu saja skill ini sangat berguna dalam berbagai macam situasi. Anda dapat menyadari adanya sebuah jebakan dengan mudah, sehingga jebakan tidak akan menjadi masalah atau pun hambatan.
Meski begitu, disaat ini Xi masih tidak dapat menemukan Demon Snake terakhirnya. Dia benar-benar pusing, dan hampir pasrah. Karena monster yang satu ini sangat ahli dalam hal bersembunyi. Tidak hanya itu, bahkan di dalam mini mapnya, tidak ada tanda-tanda kehidupan dari Demon Snake yang dia cari.
Entah bagaimana, seharusnya, mini map yang dimilikinya mampu mendeteksi berbagai kehidupan yang ada di sekitarnya. Tidak hanya itu, dalam jangkauan map, semua monster yang ada di hutan Asgar dapat di temukan, kecuali Demon Snake ini.
Itu terlihat seperti Demon Snake menghilang secara misterius.
Di saat-saat dalam ke adaan terbangunnya. Salah satu dari Demon Snake bawahannya mendekat dan mendorongnya.
"Hei? apa yang kau lakukan? Kenapa kau mendorongku seperti ini?" Xi bertanya-tanya pada Demon Snake yang mendorongnya. Tentu, tidak ada jawaban dari Demon Snake, karena pada dasarnya dia memang tidak bisa berbicara.
Demon Snake bawahannya terus mendorongnya, seperti ingin membawanya ke suatu tempat. Melihat yang lainnya seperti memberikan sebuah isyarat kepada Xi untuk mengikuti, Xi pun mengerti.
"Baiklah, baiklah, berhenti mendorongku. Kalian ingin aku mengikuti kalian kan?" Ketiga Demon Snake bawahan mengangguk serempak. Dengan itu, apa yang Xi pikirkan benar. Bahwa para ular ini seperti mengetahui sesuatu. Tetapi, entah kenapa mereka malah memberitahukannya sekarang. Dan bukan dari tadi. Xi pun bingung."Kalau begitu tunjukkan jalannya." Pinta Xi.
Mereka mengerti. Dan mulai bergerak.
Salah satu dari mereka berada di depan, bertugas untuk menunjukkan jalannya kepada Xi. Sementara, dua lainnya berada di samping kiri dan samping kanan Xi. Mengawalnya dengan ekspresi serius seperti bodyguard.
Sesampainya di lokasi. Dari sana bahkan Xi dapat merasakan Mana di sekitarnya sangat padat, berbeda dengan dari bagian hutan lainnya yang tipis. Ini terasa, seluruh Mana yang ada di hutan berkumpul, dan terpusat di tempat ini.
Dengan itu, Xi menyadari sesuatu, tempat yang di penuhi dengan Mana biasa dihuni oleh makhluk-makhluk yang kuat. Karena puncak eksistensi di Hutan Asgar adalah Demon Snake, dapat di pastikan tempat ini adalah tempat dimana Demon Snake tinggal, dan mendirikan sarangnya.
"Mananya sangat padat. Sepertinya, ada bos monster di sekitar sini..."
__ADS_1
Xi beranggapan disini ada bos monster. Dan menanggapi serius situasinya sekarang.