Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)

Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)
Ch. 57


__ADS_3

Tidak perlu waktu lama untuk Xi mengalahkan ketiga orang yang tersisa. Bukan hanya kemampuan mereka saja yang tidak memadai, tetapi pengalaman mereka masih sangat kurang. Sehingga, Xi dengan mudahnya mengalahkan mereka. Bahkan, bertarung melawan orang-orang ini tidak dapat di sebut sebagai pertarungan.


“Ternyata kalian memang hanya omong besar saja... Kemampuan kalian sangat di lebih-lebihkan.” Tidak habis pikir selama pertarungan berlangsung. Orang-orang ini selalu meneriakkan nama-nama skill mereka dengan keras. Mereka menyebutnya dengan sangat aneh... Tidak, lebih tepatnya nama skillnya terlalu kekanak-kanakan, bahkan sampai bisa ditertawakan.


Tidak ada yang istimewa dari mereka. Bahkan, perlengkapan yang mereka gunakan hanya perlengkapan biasa. Seperti pedang, tongkat sihir, dan armor kulit. Dan semua itu, dapat di beli di toko-toko terdekat di kota. Tapi untungnya, diantara mereka masih ada seseorang yang cukup berguna...


Xi berjalan perlahan mendekat di tempat tubuh Guma tergeletak.


‘Benar saja. Dia sudah mati. Sepertinya serangan ku terlalu kuat hingga menghancurkan tulang tekoraknya... Tapi ya, apapun itu, *Menyentuh tubuhnya. Dan menyelimuti tubuh Guma dengan kegelapan. Kini dari kepompong kegelapan, terlahir kembali Guma dalam bentuk kegelapan spiritual.


[Anda berhasil mensummon]


Melihat dari ingatan yang dimiliki oleh Guma sebelum kematiannya. Sepertinya, Orang-orang ini mengincar buah yang ada di pohon itu *Pohon yang di maksud tepat ada di depannya* buah dari pohonnya dapat meningkatkan poin stat seseorang. Wajar kenapa mereka begitu sangat menginginkannya. Ini adalah barang yang langkah...


Tentu saja, barang langkah semacam ini memiliki syarat yang harus terpenuhi. Salah satu syarat untuk menerima efek dari buah tersebut adalah, seseorang yang memakannya belum mencapai level 30. Dan level ku saat ini adalah level 29, aku sungguh sangat beruntung. Aku masih bisa menggunakannya.


Dalam satu pohon terdapat sekitar ada lebih dari dua puluh buah. Sekilas buah tersebut terlihat seperti buah apel pada umumnya, apel yang sering kita beli dan kita makan. Namun, yang membedakan mungkin hanya dari segi warnanya saja. Karena, warna dari sebuah yang terlihat seperti buah apel ini berwarna merah muda.

__ADS_1


Saat Xi melangkah satu dua langka. Tiba-tiba, sebuah serangan kejutan asalnya yang tidak di ketahui mengarah tepat pada dirinya.


Dengan sigap dan reflek yang cepat. Xi segerah menunduk untuk menghindari serangan tersebut. Kemudian, dia melompati mundur menjauh membuat jarak di antaranya.


Situasi yang tidak terduga dan cukup mengejutkan. Yang mana, serangan tersebut berasal dari pohon yang ada di hadapannya. Namun, belum diketahui mengapa pohon itu tiba-tiba menyerang padahal beberapa saat yang lalu sampai dia mengalahkan party Guma, pohon itu masih diam, dan terlihat seperti pohon biasa.


Hmmm? *Xi memerhatikan sekitar pohon tersebut dengan baik. Terlihat banyaknya darah di akar pohon, kemudian itu secara bertahap mulai mengering. Bukan karena efek dari cuaca panas yang menguapkan darah. Namun, ini di karenakan pohon tersebut menghisap darah manusia.


[Pohon Oug : adalah monster jenis/tipe tumbuhan yang langkah. Buah yang di hasilkan sangat bermanfaat bagi banyak orang. Sering kali orang-orang tertipu dengan keindahan pohon ini. Yang tidak mereka perhatikan adalah, saat Pohon Oug menyerap darah. Ia akan menjadi agresif dan menyerang makhluk hidup apapun yang ada disekitarnya.]


Pada jarak dua puluh meter ini, Xi mengamati pergerakan dari serangan Pohon Oug. Sesuatu yang mengejutkan dengan ukuran akar yang cukup besar itu, pergerakannya begitu cepat dan fleksibel.


Xi yang melihatnya dengan cepat bangun. Setiap batang akar yang menyerangnya itu berukuran sedang, dan akar-akar kecil lainnya bertugas untuk menjaga atau menjadi tertahanan bagi Pohon Oug.


Menghindari setiap serangan Pohon Oug dengan kecepatannya. Dalam hal ini, dimana kasusnya Pohon Oug dapat penyerang Xi dari segala arah berkat ke fleksibilitas yang akarnya, membuat serangan selanjutnya atau serangan lanjutan Pohon Oug tidak dapat di prediksi. Dan lagi, Pohon Oug adalah tumbuhan, dia menyerang apa yang ada di sekitarnya dengan mengandalkan insting selayaknya binatang buas. Meski tidak memiliki kecerdasan yang tinggi, namun makhluk yang satu ini tidak dapat di remehkan. Setiap serangan sangat cepat lagi mematikan.


Selain mengandalkan kecepatannya untung menghindari setiap serangan. Xi, juga mengandalkan kelincahan, pengamat, prediksi, serta dengan pemikiran yang tenang dirinya dapat memilih langkah-langkah yang terbaik untuk dirinya.

__ADS_1


Sempat beberapa kali Xi juga balas menyerang. Namun, itu hanya sebuah percobaan. Dia melemparkan sebuah bekati ke salah satu akar tersebut, namun itu tidak meninggal goresan sedikitpun. Bahkan ketika Xi menebasnya menggunakan pedang milik petualang , itu tidak langsung memotongnya. Malahan, pedang tersebut malah tersangkut di bagian salah satu akar tersebut.


‘Meski serangannya cepat, dan akarnya juga fleksibel. Sehingga, dia dapat menyerang keberbagai arah dengan leluasa dengan ke fleksibilitasnya. Tapi, tetap saja itu tidak merubah fakta bahwa serangannya tidak terkontrol dengan baik. Beberapa bagaian akar saling terikat satu sama lain karena serangannya yang begitu asal.’ Layaknya tali yang kusut. Itu tidak akan dapat terlepas dengan sendirinya, jika tidak di bantu untuk membenarkannya.


Namun, meski serangan dari Pohon Oug tidak terkontrol dengan baik. Tidak dapat di pungkiri, bahwa serangan biasa tidak akan berpengaruh padanya. Memerlukan sebuah serangan yang sangat kuat untuk menghancurkan akar tersebut... Mungkin, sebuah ledakan.


‘Tidak ada sihir ledakan yang aku kuasai untuk saat ini. Tapi, ada satu cara lain. Yaitu dengan membakarnya dengan api. Kelemahan alami bagi segala jenis tanaman adalah api. Tidak ada tumbuhan yang dapat bertahan hidup jika di bakar.’


Xi mulai mengalihkan mananya ke kedua tangannya. Dan membentuk sebuah lingkaranan sihir di masing-masing. “[Semburan Api]”


Dua api yang terlihat seperti pilar itu bergerak dengan cepat dan membakar setiap akar yang di kenainya. Namun, api tersebut belum cukup panas untuk membakar akarnya hingga menjadi abu. Masih ada banyak yang tersisa. Bahkan, akar-akar tersebut masih dapat di gerakan, namun dengan kecepatan dan ke fleksibelan berkurang.


“Belum Cukup ya? Peningkatan kekuatan sihir! Peningkatan serangan sihir! *Xi menambahkan buff kepada dirinya sendiri. Pada buff tersebut, Masing-masing nya meningkatkan kekuatan dan serangan sebesar 20%.* Baiklah, bagaimana dengan ini! [Semburan Api]!!”


‘Seharusnya kali ini berhasil.’


Dengan buff yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kekuatan serangan. Xi juga meningkatkan jumlah Mana yang digunakan untuk spell tersebut agar kekuatannya meningkat drastis.

__ADS_1


Api merah yang membara dengan suhunya yang begitu panas bahkan sampai dapat di rasakan di wajah. Menelan akar-akar tersebut kedalam mulut api yang bergejolak. Tinggalnya suhu api tersebut, membuat dapat membakar akar Pohon Oug yang menyerangnya hingga habis.


Dan tidak terhenti sampai di situ saja. Suhu panas yang bersifat area tersebut juga menguapkan kubangan darah yang terdapat di sekitar Pohon Oug. Sehingga, keefektifan nya berkurang secara drastis dan membuatnya menjadi tidak agresif lagi, hingga kembali Pohon Oug kembali menjadi seperti pohon normal.


__ADS_2