
Sistem dunia ini telah membagi sihir menjadi beberapa Tier. Dan yang terendah adalah sihir Tier 1. Sihir paling dasar, dan umum di gunakan oleh para penyihir adalah Magic Missile, dan Flame. Kedua jenis sihir tersebut adalah sihir yang paling mudah untuk di pelajari, dan di kuasai.
Untuk dapat menggunakan sihir dengan Tier yang lebih tinggi, seseorang harus mencapai level yang tinggi pula.
Sepuluh level untuk satu Tier. Penyihir, dengan level di bawah level 10 hanya dapat menggunakan sihir Tier satu dengan jumlah spell yang terbatas, yaitu hanya lima jenis spell saja. Meski mereka telah membaca, dan mempelajari banyak jenis spell sihir dari buku sihir, tetapi, tidak lebih dari spell sihir yang hanya dapat mereka gunakan dalam satu waktu.
Penyihir di atas level 10, akan dapat menggunakan sihir Tier 2, dan jumlah spell sihir yang dapat mereka gunakan juga bertambah. Meski masih terbatas, setidaknya jumlah variasi spellnya dapat di tambahkan.
Jika seorang penyanyi ingin menggunakan jumlah spell yang lebih banyak, bukan berarti tidak mungkin. Jika kau memiliki skill khusus, atau item khusus yang dapat menambah jumlah pemahaman spell yang dapat di gunakan.
Yang perlu di ingat dalam hal ini, skill dan item semacam itu sangatlah langkah. Bahkan, jika item tersebut ada, itu hanya akan muncul di dalam pelelangan, dan tentu orang yang menginginkannya bukan hanya satu atau dua orang saja.
Yang pastinya, mendapatkan item tersebut sangatlah sulit.
Untuk skill khusus tersebut, itu terdengar mustahil. Beberapa dari mereka yang memiliki skill tersebut pada dasarnya adalah bawaan dari lahir.
Tidak ada orang yang mendapatkan skill sehebat itu secara kebetulan. Itu terlalu mustahil. Tapi...
Jika mencurinya bukan berarti tidak mungkin.
[ Nama: Xi Arcadia, lvl. 16 ] Ras : Black Dragon-Young MP : 15.921 Job : Prince of Darkness ------ : Prince of the Death Inventory>>>[•••] Shop>>>[Buka] Gold : 2370 -------------------------------------------------------------------------------- Statistik. Strength : 48 Vitality : 42 Sense : 42 Intelegent : 52 Agility : 42 Poin Stat : 16 -------------------------------------------------------------------------------- Skill : Summon Army of Darkness, Claw of Darkness, Dragon Claw, Death Touch, Seducing Death. --------------------------------------------------------------------------------Gelar : (Membasmi Serangga), (Monster Hunter)
"Waah, aku tidak mengira akan bertambah sebanyak ini. Apakah aku perlu melanjutkannya? Agar MP ku bertambah lebih banyak lagi?... Tidak, tidak, tidak, itu terlalu beresiko." Meski jantung Naga dapat menampung banyak Mana, tetapi Xi dapat merasakan kalau ini dia menambahkannya lagi, aliran Mana yang telah stabil di dalam tubuhnya akan terganggu.'Meski aku tahu Naga pada dasarnya makhluk yang serakah, tetapi aku harus menahannya. Lebih baik sekarang aku menyusun beberapa strategi untuk mengalahkan Demon Snake yang tersisa. Seharusnya... Masih ada empat lagi kan?' Gumamnya.
Mulai berdiri, dan mencari spot yang bagus untuk mengintai. Xi ingin menggunakan cara yang sama seperti sebelumnya. Karena menurutnya, itu masihlah efektif.
Menggunakan Laron sebagai bantuan untuk memperluas pandangannya. Xi telah berada di posisi yang nyaman.
Tidak jauh berada di depannya, kelompok Monster serangga yang di pimpin oleh seekor Demon Snake tampak sedang mencari keberadaan dirinya.
"Bagus, sepertinya mereka belum tahu keberadaanku." Menarik nafas dalam, dan mulai fokus. Bersamaan, dia tidak akan lengah lagi seperti sebelumnya. Beberapa jebakan telah di pasangnya untuk mengantisipasi kedatangan Demon Snake lainnya.
Tali busur mulai di tariknya dengan sebuah anak panah. Xi kembali menggunakan panah gas beracun, untuk melumpuhkan pasukan Demon Snake.
Racun yang di gunakan kali ini adalah Racun serangga, yang hanya di khususkan untuk menghadapi Monster tipe serangga.
Jika serangga, atau monster tipe serangga menghirup gas beracun ini, maka dapat di pastikan mereka akan mati.
Kalau pun tidak, racun yang mereka hirup akan melemahkan mereka. Karena racun ini akan langsung merusak saraf-saraf. Berakibatkan kekuatan, kecepatan dapat menurun drastis.
__ADS_1
Xi mulai membidik. Arah bidikannya lagi-lagi bukan Demon Snake. Melainkan para serangga yang ada di sekitarnya.
Matanya tajam seperti elang, di atas pohon dia dapat melihat celah kecil di antara ranting-ranting yang menghalangi.
Xi melihat adanya spot yang bagus, dan dia langsung menembakkan anak panahnya, mengarah tepat di tengah-tengah kerumunan para Monster serangga.
Gas beracun mulai menyebar. Monster serangga mencoba menghindari gas tersebut. Tampaknya mereka sadar/mengetahui kalau gas tersebut dapat membahayakan hidup mereka.
Meski racun serangga ini umum, dan mudah di dapatkan. Tetapi, tidak banyak orang yang dapat menggunakannya secara maksimal.
Untuk menghadapi monster bertipe serangga, biasanya, para petualang akan mengoleskan racun serangga di senjata mereka. Seperti pedang, tombak, kapak, halberd, dagger, dan anak panah. Tujuannya sama, untuk melemahkan mereka. Tetapi, menurut Xi, cara ini kurang efektif, karena dengan cara ini kau hanya dapat mengalahkan serangga itu satu persatu.
Jika ada sosok serangga yang lebih kuat di antara mereka, Racun serangga semacam ini pastilah tidak berguna lagi. Dan itu akan menjadi akhir darimu, walau pun kau telah mempersiapkan persiapan yang matang dengan racun serangga yang ada di senjata.
Alasan Xi menyerang dari jauh, itu untuk meminimalkan tingkat bahayanya. Xi tahu di hutan ini ada sosok monster yang lebih kuat daripada serangga-serangga itu, jika dia menghabiskan tenaganya hanya untuk mengalahkan keroco, menghadapi Demon Snake akan menjadi sulit.
Monster serangga yang berniat menghindari gas beracun, mereka terlambat. Penyebaran gasnya sangat cepat, sehingga bahkan mereka tidak punya banyak waktu untuk menghindari.
Akibatnya, banyak dari mereka yang berada dekat dengan munculnya gas beracun itu jatuh di tanah. Tidak bergerak, dan menjadi kaku, mata mereka memutih dan terlihat busa putih keluar dari mulut. Menandakan racunnya bekerja dengan baik, dan di antara mereka tidak ada satu pun yang memiliki resistensi racun tersebut.
Sebuah informasi penting kembali Xi dapatkan, dan dia langsung menembakkan anak panahnya lagi untuk menghabisi para monster serangga yang tersisa.
Untuk menghadapi situasi ini, Xi sudah melakukan banyak persiapan. Jika saja racun ini tidak bekerja, maka Xi harus mengubah strateginya. Yaitu, dengan mengandalkan kemampuan sihir yang telah dia pelajari. Menurutnya, sihir api atau pun sihir es akan sangat berguna untuk membasmi serangga yang jumlahnya banyak.
Bahkan para monster serangga itu bisa mati jika udara di sekitar mereka panas.
Namun, itu cara yang sangat buruk. Membakar hutan bukanlah sesuatu hal yang baik. Mungkin, anda dapat menghabisi mereka, tetapi dampak yang di hasilkan akan sangat merugikan.
Tidak hanya merugikan ekosistem yang ada di hutan, tetapi akan merugikan manusia juga. Karena, tempat mereka berburu telah hangus, dan para monster yang tinggal di dalamnya pun juga telah mati semua.
Cara ini memang efektif, tetapi dapat mematikan penghasilan dan pekerjaan orang lain. Karena, tidak hanya petualang saja yang biasanya sering kehutan untuk memburu monster, tetapi beberapa warga biasa ke hutan untuk mencari sumber daya, contohnya seperti kayu bakar.
Notifikasi telah mengalahkan monster di dapatkannya, bahkan itu sangat banyak. Untung saja sistem mengaktifkan sistem senyap. Sehingga, panel-panel notifikasi yang seharusnya Xi Terima menjadi tidak muncul. Namun, jika itu adalah sesuatu yang sangat penting, maka sistem akan memberitahukannya sendiri kepada Xi.
'Bagus, halangannya sudah di atasi. Sekarang tinggal mengurus bosnya...' Xi mengambil satu lagi anak panah, dan berniat untuk menyereng.
Kemudian, Xi berbalik dengan cepat, melepaskan dua tembakan panah sekaligus. Bertepatan dengan itu, seekor Demon Snake keluar dan menyerangnya.
Demon Snake tersebut berniat menerkam nya dari belakang, dan akan melumpuhkan nya dengan racun yang ada di taringnya.
__ADS_1
Beruntung keberadaannya dapat di ketahui oleh Xi. Itu karena jebakan yang di pasang sebelumnya bukanlah untuk membunuh Demon Snake. Melainkan agar dirinya dapat terjaga dari serangan diam-diam Demon Snake.
"Ular Berengs*k ini benar-benar padai mengendap-endap! Jika aku tidak meletakkannya disana, saat ini taringnya pasti sudah menembus tubuhku!"
Demon Snake menggeliat kesakitan. Dua anak panah yang Xi tembakan tadi tepat mengenai mulutnya. Bagian yang sangat lunak dan mudah untuk di lukai.
Karena kulit Demon Snake itu keras, sehingga anak panah biasa tidak sulit menembusnya. Ini menjadikan ke untungan untuk Xi karena berhasil melukai Demon Snake tanpa membuang-buang amunisinya.
Setelah dua serangan tersebut. Xi melompat, mendekati Demon Snake lalu menyerangnya dengan skill [Strike] tanpa menggunakan pedangnya.
"Kau seharusnya tidak naik ke atas sini! Jatuh lah! BOOM!" Xi memukul kepala Demon Snake dengan sangat kuat, hingga pegangan dari Demon Snake pada batang pohon mengendur dan membuatnya terjatuh.
Mendarat jatuh dengan cukup keras, hingga membuatnya tergeletak tidak berdaya di tanah. Terlihat sebuah bekas pukulan berada di wajah kirinya. Kulitnya hancur, seperti batu yang di hancurkan menggunakan palu.
Tanpa pikir panjang lagi Xi langsung menjatuhkan dirinya, mengambil pedang lalu menusukkan nya tepat di leher Demon Snake hingga menembus tenggorokannya.
Tentu itu membuat Demon Snake ke sakitan, dan memberontak berusaha menghempaskan Xi dari tubuhnya, dan melepaskan pedang yang menancap.
Tetapi, Xi tidak membiarkan hal itu berlalu dengan mudah. "Kau masih punya tenaga untuk melawan? Tunduklah sialan!" Menusuknya lebih dalam lagi.
[Anda telah mengalahkan Demon Snake mendapatkan 5000 exp dan 1200 Gold]
[Item lain juga didapatkan, semuanya telah tersimpan di dalam inventory.]
"Bagus, sekarang sudah waktunya menghabisi mereka." Bahkan Xi sama sekali tidak menghiraukan pesan yang di kirimkan oleh system. Dia tetap fokus pada tujuannya yaitu mengalahkan lima Demon Snake.
Dua Demon Snake lainnya datang, tampa membawa pasukan. Itu karena, pasukan yang mereka miliki sepenuhnya telah di musnahkan oleh Xi sebelumnya.
Oleh sebab itu, mereka hanya bisa berkeliaran, mencari Xi hanya dengan mengandalkan kemampuan mereka sendiri.
Melihat rekannya di bunuh, tampak keduanya mendesis kencang. Itu mengisyaratkan mereka marah.
Senyum kecil, dan sedikit meledek."Owh, kalian marah? Ternyata monster seperti kalian juga punya perasaan ya?"
Entah bagaimana, apa yang Xi katakan kepada mereka dapat mereka mengerti. Meski Xi berbicara layaknya manusia, tetapi saat berbicara dengan kedua Demon Snake itu, keduanya tampan memahami apa yang Xi katakan.
Itu terdengar seperti bahasa monster.
Keduanya bersiap-siap untuk menyerang. Menunjukkan taring mereka yang tajam, dan bahkan racunnya sampai menetes membasahi tanah.
__ADS_1
"Tidak apa, lagi pula taring kalian pada akhirnya akan menjadi milikku. Akan aku gunakan itu dengan baik." Ucapnya, tangannya menyentuh mayat Demon Snake yang dia kalahkan. Kegelapan muncul dari sihirnya, menyelimuti seluruh tubuh Demon Snake itu, dan membangkitkan nya kembali.
[Peringatan! Level anda berada di bawah level Demon Snake! Jika anda meneruskannya akan ada kemungkinan terjadi kegagalan, atau menurunkan level monster yang disummon]