Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)

Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)
Ch. 43


__ADS_3

Pada lantai Lima. Sesama anggota VIP tidak menyangka seseorang akan di permalukan di hadapan banyak orang yang menonton.


Kedua orang yang tersungkur di lantai babak belur. Kewalahan menghadapi Touta yang ahli dalam pertarungan jarak dekat. Bahkan tanpa menggunakan wujud binatang buasnya, Touta sudahlah sangat kuat.


Seseorang yang memiliki Job sebagai petarung tipe binatang buas. Ketika mereka menggunakan kemampuan perubahan Likantropi nya. Statistik mereka akan di tingkatkan sesuai dengan karakteristik hewan tersebut.


Seperti halnya Touta. Dia mendapatkan peningkatan kekuatan yang drastis akan powernya ketika berada dalam wujud Likantropi. Tidak hanya kekuatan, namun kecepatan dan sensenya juga meningkat tajam selayaknya harimau sejati.


Itulah yang membuat kedua likantropi ini kalah melawan Touta meski Touta hanya sendirian.


Sala satu berdiri dengan kaki yang gemetar. Dia menahan rasa sakitnya dari luka yang Touta berikan.


Sangat wajar untuk anak muda saling bertarung untuk menunjukkan kekuatan mereka.


Anak-anak muda sanggar bangga dengan kekuatan mereka. Tentu, menjadi yang terkuat dan tak terkalahkan adalah impian dari mereka semua.


Sambil menahan rasa sakitnya, pemuda itu membuka mulutnya dan berbicara dengan suara pelan.


“Kau memang kuat, aku akui itu. Kekuatanku tidak dapat di bandingkan dengamu. Kami kalah, dan kami akan mundur kali ini...” Sambil berbalik dan membantu kekasihnya berdiri. Berjalan meninggalkan, sambil melanjutkan kata-katanya “Tetapi, lain kali kami akan menang, dan menempatkan dirimu di bawah kaki kami.”


“Heh, kau pikir kau dapat melakukan itu? Terserah saja! Meladeni kalian hanya membuang-buang waktuku.”


Keadaan sementara menjadi hening. Karena pertarungan telah selesai, semua orang yang menonton kembali keruangan mereka masing-masing.


Sepasang kekasih itu tiba di ruangannya. Ketika mereka membuka pintu dan masuk kedalam, sikap mereka berubah.


“Sialan. Sangat memalukan untuk melakukan sandiwara ini di depan banyak orang.”


“(Tertawa kecil) Lihat dirimu yang sedang kesal itu... Kau terlihat lebih jelek lagi.”


Sambil memegangi wajahnya, ia berkata “Benarkah? Tidak seharusnya seperti itu. Aku ini masih sangat tampan... (Menatap kedepan, dimana disana terdapat beberapa orang yang sedang nyantai) Sepertinya kalian begitu santai, lalu bagaimana? Apa kalian mendapatkannya?”


Dari lima orang yang sejak dari tadi menunggu kedatangan mereka di ruangan. Seorang wanita dengan manis tersenyum sambil memainkan rambutnya “(tersenyum kecil) tentu saja, kami mendapatkan apa yang kita butuhkan... Kali ini, kita akan panen besar.”


Setelah kata-kata itu di ucapkan. Ruangan sementara menjadi hening. Tidak ada banyak angin yang berlalu, namun sangat dingin. Semua orang tersenyum dengan senyuman jahat mereka di masing-masing terlukis di wajah.


Dari semua sandiwara yang telah lama mereka lakukan sejak mereka datang di kota ini. Banyak informasi yang telah mereka kumpulan mengenai banyak hal, dan tentu salah satu dari informasi penting tersebut adalah mengenai kemampuan Touta, dan anggota partynya.


Tidak ada yang istimewa dalam di tiga hari ini. Semuanya berjalan dengan normal-normal saja.

__ADS_1


Yang mengesankan adalah, jumlah petualang yang berdatangan terus meningkat setiap harinya.


Sekitar ada dua ribu lebih petualang berkumpul di Kota Jisa. Dan semuanya datang untuk mengikuti festival ini.


Dan saat ini, semua orang telah berkumpul di halaman Ancient Monument di pusat kota. Semua orang datang bersama party. Dan di setiap party memiliki jumlah anggota yang berbeda-beda, bahkan ada yang sampai berjumlah lebih dari sepuluh orang. Perty tersebut bisa di sebutkan juga sebagai kelompok.


Tidak semua orang datang dengan party, ada juga banyak orang yang datang sendiri. Dan akhirnya mencari beberapa orang yang dapat di ajak kerjasama, dan membuat sebuah party sendiri.


Meski sulit, karena tidak semua orang dapat di percaya. Tetapi, beberapa orang yang hambel dapat di ajak dengan mudah, bahkan tanpa godaan.


Cukup berbahaya, jika harus menambahkan seseorang yang tidak di kenal kedalam party, atau membuat party dadakan.


Mereka yang telah memiliki party, biasanya tidak menerima orang lain lagi karena mereka takut, bisa di katakan juga curiga akan mata-mata yang di kirimkan oleh party lainnya untuk menganggu.


‘Saya tidak mengerikan akan seramai ini... Kabar angin memang pernah ku dengar tetapi... Aku tidak memyangka akan ada ribuan orang yang ikut.’ Sulit untuk mempercayainya, tetapi inilah kenyataannya. Air is terkejut, karena jumlah petualang yang berkumpul dalam lomba memburu ini sangat banyak.


Dari apa yang di lihatnya, semua orang yang ada di sini memiliki party mereka masing-masing.


Tentu Airis memahaminya, tetapi apakah hanya mereka berdua saja yang tidak memiliki party dalam lomba ini? Meski jumlah dua orang masih di sebut party, namun tampak perbedaan yang mencolok dengan party lainnya yang memiliki jumlah anggota rata-rata lima orang.


Dalam kebisingan lapangan. Seseorang menepuk pundak Xi dengan pelan dan saat yang sama sebuah sapaan terdengar.


Xi moleh kebelakang tepatnya pada sumber suara itu. Dia melihat adanya seorang pria yang usianya tidak jauh berbeda dengan dirinya. Pria yang tinggi, tampan dan warna rambutnya berwarna biru. Dengan pakaian jas rapi ala bangsawan. Dapat di tebak oleh Xi dalam sekali pandang orang yang menyapanya ini adalah seorang bangsawan.


[Nama : Kurisina Tota. Level 27. Ras : Manusia. MP : 17534. Job : Beast Fighter-Blue Tiger. Statistik \= STR : 39 VIT : 36 AGI : 37 SEN : 42 INT : 30.] [Seorang Bangsawan]


‘Sudah ku duga. Dia seorang bangsawan. Bisa ku tebak dari pakaian yang dia kenakan...’ Xi menunjukan ekpresi yang tenang, ketika melihat rata-rata stat yang orang itu miliki, Xi cukup terkejut. Karena semua stat nya tinggi, tidak bisa di bandingkan dengan orang+orang yang berkumpul berkerumun di depan sana. ‘Semua statnya rata-rata di atas tiga puluh poin. Orang ini bukanlah orang biasa... Sepertinya kekuatan yang aku rasakan kemarin di lantai atas adalah kekuatan miliknya.’


“A, iya... Kami datang berdua.”


“Datang berdua? Berarti kalian dari luar kota?”


“(Mengangguk membenarkan) Ya, kami baru di sini belum lama ini... Sekitar tiga hari. Lalu, bagaimana denganmu?”


Tota cukup terkejut karena ada orang yang begitu tenang sampai-sampai ia mengajukan pertanyaan kepada dirinya. Setahu yang ia tahu, tidak ada orang yang mau mengajaknya berbicara karena dirinya adalah seorang bangsawan.


Hanya sesama bangsawan lah yang bisa berbicara dengan setara dan saling memandang dengan mata tinggi. Karena, kebanyakan bangsawan selalu memandang rendah orang-orang biasa yang bukan dari keluarga bangsawan. Bahkan di bandingkan dengan mengajak mereka berbicara, para bangsawan lebih suka menekan dan merundung.


Sambil tersenyum lebar, dan percaya dengan dirinya sendiri. Tota membuka mulutnya dan mulai bersuara memperkenalkan dirinya kepada Xi yang hanya orang biasa.

__ADS_1


“Ingat ini baik-baik ya, namaku Tota. Aku adalah seorang petarung hebat yang tak terkalahkan. Kurisina Tota! Ingat itulah namaku.”


Meski begitu, Xi ekspresi wajah lemas bingung. Bagaimana dia bisa berbicara keras seperti itu. Dan, apa-apa itu petarung yang tak terkalahkan? Dia tidak sedang bercanda kan?


Namun, melihat dari ekspresi wajahnya. Emmm sepertinya dia tidak bercanda...


Tapi... “Bukan itu yang aku tanyakan...”


“Ha?”


“Ah... Lupakan saja... (Memegangi kepalanya dengan satu tangan) Ya, apapun itu senang berkenalan denganmu. Aku Xi, dan ini rekanku Airis.”


Meski merasa malu, namun Tota tepat mempertahankan ekspresi percaya dirinya. Jika tidak, ia akan semakin malu apalagi ada banyak orang yang melihat.


“Lalu bagaimana denganmu? Ah, maksudku party mu? Untuk seseorang seperti dirimu, seharusnya kau tidak datang sendirian kan?”


“Kau benar. Aku tidak sendirian, tidak lama lagi, seharusnya mereka tiba...” Sambil menunggu teman-temannya datang, Tota berbincang dengan Xi untuk mengisi waktu kosongnya. Sangat membosankan jikan hanya duduk diam dan menunggu. “Lomba pemburuan ini akan sangat berbahaya, tidak hanya monster yang akan kita hadapi nantinya, tetapi mungkin bagian buruknya kita bisa tiba-tiba bertarung melawan mereka.” Sambil melirik ribuan petualang yang ada di barisan depan.


“Ya, aku rasa itu juga tidak bisa di hindarkan...”


“Lalu, bagaimana kau akan menghadapinya?”Tota bertanya. Apa yang akan Xi lakukan jika berhadapan dengan salah satu party atau kelompok petualang itu.


Dengan pemikiran yang tenang, dan nada suara yang pelan. Xi menjawabnya dengan cepat tanpa perlu memikirkannya lama-lama seperti orang yang kebingungan.


“Jika itu memang terjadi, maka tidak ada pilihan lain selain menghadapi mereka. Kabur pun rasanya percuma. Aku lebih baik menghadapi mereka daripada melakukan hal yang sia-sia.”


Sebenarnya tidak perlu bertarung untuk menghindari konflik antar petualang. Melarikan diri atau menghindari kelompok petualang adalah satu-satunya cara.


Namun, cara itu tidaklah begitu efektif. Meski bisa kabur dari satu kelompok petualang, ada kemungkinan dapat bertemu kelompok petualang lainnya. Entah kelompok yang di temui lebih lemah atau lebih kuat, Xi tidak akan tahu bila dia belum menghadapinya, atau melihatnya secara langsung.


Untuk Xi, bila hanya menghadapi satu atau dua kelompok petualang sekaligus, itu tidak akan jadi masalah untuknya. Xi masih bisa menang bahkan tanpa bantuan dari pasukan kegelapan.


Tetapi, jika harus menghadapi ribuan petualang ini sekaligus. Bahkan dengan bantuan pasukan kegelapan itu sangat sulit... Atau lebih tepatnya mustahil.


Manusia jelas berbeda dengan monster. Bila monster menyerang hanya menggunakan insting mereka, maka manusia menyerang dengan pikiran mereka.


“Jadi, kau lebih baik bertarung menghadapi mereka dari pada melarikan diri?”


“Benar. Dan aku tidak punya kebiasaan melarikan diri dari pertarungan. Aku akan menghadapi mereka dengan segala yang aku miliki.” Xi serius, bahkan dia tidak ragu mengucapkannya. Mungkin ucapannya dapat menarik perhatian orang-orang, tetapi, Xi tidak takut dengan orang-orang itu.

__ADS_1


__ADS_2