Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)

Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)
Ch.24


__ADS_3

Melihatnya di bawa pergi dan semakin menjauh. Xi berpikir, kalau ini adalah kesempatan untuknya mendapatkan sesuatu yang baik. Xi berniat untuk membelinya, namun dia tidak tahu dimana budak-budak itu di jual.


‘hmmm.’ Bingung.


Melihat sekelilingnya, dan tanpa sadar dia melihat beberapa lembaran kertas bergeletakkan di lantai.


‘Sepertinya ini jatuh dari kereta kuda itu?’ Mengambil satu dan melihat apa isinya.


Saat membaca isi yang tertulis di atas kertas tersebut. Xi cukup terkejut. Ini adalah keberuntungannya, bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi begitu saja ketika dirinya kebingungan.


Apa yang tertulis di atas kertas tersebut adalah sebuah pesan dari sebuah tempat yang terkenal di kota Aiter.


Yang mana isinya berisi ‘Pelelangan Akan Di adakan dalam dua hari.’


Selain waktu pelelangan yang tertera di atas kertas, juga ada beberapa barang dan material yang akan hadir di pelelangan. Dari semua item yang tertulis, yang menjadi pusat perhatian dari semua orang adalah Item Sihir, dan Magic Steel.


Item Sihir adalah item yang memiliki kemampuan khusus didalamnya. Seperti menciptakan sebuah ruang kecil, memiliki kemampuan dari job lain, dapat meningkatkan kekuatan sesuai dengan job yang dimiliki, dan masih banyak lagi.


Yang jelasnya, item Sihir sangat di perhatikan oleh orang-orang. Khususnya para Petualang, dan Bangsawan. Mereka tidak akan segan untuk menghabiskan uang mereka demi mendapatkan satu item Sihir.


Item Sihir, adalah barang yang sangat berguna sekaligus sangat langkah. Khususnya seperti di Kota Kecil seperti Kota Aiter. Sangat jarang ada barang Sihir muncul bahkan di pelelangan.


Bagaimana item Sihir semacam itu dapat muncul di pelelangan?


Jawabannya simpel. Itu karena adanya pedagang dari luar yang membawa item Sihir tersebut dari kota ke kota lainnya. Kau dapat menyebutkannya orang-orang tersebut sebagai pedagang keliling.


Pedagang keliling akan pergi ke kota dan kota lainnya untuk berdagang dan menghasilkan uang untuk diri mereka sendiri. Pedagang keliling tidak hanya menjual barang mereka pada konsumen, mereka juga membeli beberapa barang yang menurut mereka bagus dari konsumennya yang mana barang-barang yang mereka dapat nantinya akan di jual di kota lainnya.


Untuk mendapatkan barang atau item yang di butuhkan dari pedagang keliling, anda tidak harus menukarnya dengan uang. Namun dengan sebuah barang yang nilainya sama dengan barang atau item yang ingin anda dapatkan. Itu bukanlah hal yang sulit, namun nyatanya memang berat.


Karena item Sihir bisa muncul di pelelangan kali ini, maka dapat di pastikan pedagang yang menawarkan barangnya untuk di lelang tidak hanya satu. Magic Steel contohnya. Orang yang menepatkannya dalam pelelangan, pastilah orang yang sama.


‘Untuk barang lainnya aku tidak peduli, karena kertas ini berasal dari kereta kuda itu, maka dapat aku simpulkan budak yang di bawa itu juga akan muncul di pelelangan. Rumah Lelang Mawar Hitam ya? Hmmm... Sepertinya aku akan menghabiskan uangku disana.’


Setelah mendapat semua informasi tersebut, Xi pun pergi.


Dalam perjalanan pulangnya, aroma dari makanan yang di jual di pinggir jalan dapat tercium oleh hidungnya. Aromanya terasa sangat lezat, menggambarkan seberapa enak rasa makanan tersebut jika masuk kedalam mulut.

__ADS_1


Xi memampirkan dirinya di beberapa warung-warung kecil itu dan membelinya. Makanan seperti daging sapi panggang, sayur panggang, dan beberapa jenis makanan lainnya.


Setiap gigitan dari makanan yang dimakannya sangat di nikmat. Melihat hal tersebut, membuat abang-abang penjaga warung itu terlihat senang karena pelanggan-nya begitu menikmati masakannya.


“Kau terlihat senang, syukurlah karena kau menyukainya.”


“Ini enak, rasanya bumbunya dan tingkat kematangannya juga pas.” Xi menilai makanan tersebut. Tentu itu berdampak baik pada si penjaga warung, setiap pujian dan penilaian dari pembelinya akan di jadikan nya semangat. Entah itu dalam artian baik, atau kritikan.” Paman! Aku pesan dua daging sapi lagi!”


Xi yang kelaparan benar-benar tidak dapat menahan dirinya untuk tambah, tambah, dan tambah lagi.


Entah itu menang rasa makanannya yang enak dan lezat, atau memang karena nafsu makan nya yang besar, dan lambungnya yang lebar sehingga dia tidak dapat berhenti makan.


Dalam pandangan manusia biasa, kau dapat menyebutkan-nya sebagai seorang yang rakus.


“Baik, tunggu sebentar!” Kemudian menyiapkan pesanan yang Xi pesan.


Ketika sedang asiknya makan dan menikmati makanannya. Tiba-tiba terdengar suara perut keroncongan, meski dalam keramaian dan suaranya cukup samar. Karena indera Xi yang tajam sebagai seorang Naga, dia dapat mendengarnya.


‘Hmm? Aku sudah makan sebanyak ini tetapi kenapa perutku masih menimbulkan suara bising?’ Suara perut keroncongan.


Xi merasa suara perut keroncongan itu bukan berasal dari dirinya. Dia pun mencoba mencari sumber bunyi suara tersebut. Karena dia dapat mendengarnya, seharusnya itu tidaklah jauh.


“Waaa....”


Xi melihat kebawah. Sedikit menundukkan kepalanya.


Tepat di depannya terdapat tiga anak kecil yang sedang memandangi nya makan. Xi bingung bagaimana bisa ada anak kecil di depannya, bahkan dirinya tidak menyadarinya.


Namun, melihat dari mata ke mata, tampak ketiga anak kecil itu menginginkan makanan. Xi pun heran kenapa anak kecil seperti mereka di biarkan main keluar di sore-sore hari seperti ini. Bahkan sebentar hari akan malam. Apa yang di lakukan orang tua mereka? Kenapa mereka begitu ceroboh? Itulah yang Xi pikirkan di dalam kepalanya.


Tetapi, setelah melihatnya lebih jelas. Wajah yang kotor karena debu, baju yang lusuh dan kusam. Xi menyadari kalau mereka adalah anak-anak yang di telantarkan oleh orang tua mereka. Dan sekarang mereka kelaparan, dan kesulitan untuk mencari makan. Pada dasarnya anak kecil seperti mereka memang tidak mungkin untuk memikirkan sesuatu seperti itu layaknya orang dewasa.


‘Betapa malangnya diri kalian... Di telantarkan oleh orang tua kalian?’ Melihat ketiga anak kecil itu terlihat menginginkan makanannya Xi pun tak kuasa untuk tidak memberikan mereka.


“Apa kalian mau?” Xi mengulurkan tangannya dan mendekatkan makanan yang di pegangnya ke ketiga wajah anak itu.


Saat itu, mereka bertiga diam sejenak dan tampak bingung. Mereka cukup ragu untuk mengambilnya meski di berikan oleh Xi langsung walau pun mereka lapar.

__ADS_1


“Ta tapi kami budak... Apa boleh?” Satu dari mereka bertanya. Nyatanya mereka adalah budak yang di telantarkan oleh tuannya, dan tidak di urus lagi. Anda dapat menyebutnya sebagai budak liar/tanpa pemilik.


“Tidak apa, tidak akan ada yang memarahi kalian.” Xi menyakinkan mereka dengan sedikit senyuman. Xi merasa jika dia bersikap seperti tadi, sampai kapanpun mereka tidak akan mengambilnya. Dalam pandangan ketiga anak-anak itu mungkin Xi terlihat menyeramkan dengan mata merahnya yang selalu menyalah. Karena tatapan mata itu terkadang selalu membuat orang salah paham dan menganggapnya sebagai tatapan binatang buas.


Mendengarnya, tentu mereka merasa senang. Ini kali pertamanya mereka dapat makan makanan yang enak. Setidaknya itu cukup berasa dan tidak hambar, seperti makanan yang selalu mereka makan.


Masing-masing dari mereka mengambil satu daging itu, dan memegang tangkainya dengan erat di tangan kecil mereka. Aroma harum dari bumbunya dapat tercium dengan baik, dan itu sangat menggiurkan.


“Terimakasih!” Serempak sambil menundukkan kepalanya. Dan setelah mengucapkan rasa terimakasih mereka, mereka lalu pergi dengan gembira.


Xi tidak mengatakan apapun, dan membalasnya hanya dengan lambaian tangan pelan.


Tindakannya tersebut tentu menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Setiap mata yang di arahkan kepada dirinya seperti merayakan. “Kenapa dia memberikan makanan kepada budak itu?” pertanyaan seperti itu muncul secara tersendiri dalam benak semua orang. Dan sama halnya dengan Xi, dia bertanya-tanya kepada dirinya sendiri “Apa yang terjadi? Dan apa yang baru saja aku lakukan?” Tindakannya tadi itu seakan seluruh tubuhnya bergerak sendiri tanpa perintah darinya. Namun, anehnya dia tidak terlihat kesal sedikit pun, malahan dia merasa senang.


“Anak muda, kau sangat baiknya? Sampai-sampai kau berbagi makananmu dengan mereka. “


“???”


Xi menolah. Dan melihat abang-abang penjaga warung. Terlihat pesanannya sudah siap.


“Aku tidak tahu kenapa kau membantu mereka tapi, aku rasa itu menarik perhatian beberapa orang sekitar.”


Menghela nafas. “Tidak ada alasan apapun.”


“Hmmm. Anda benar-benar menarik.”


Pria itu tahu persis. Meski dia melihat Xi terlihat bingung. Dia tahu Xi bingung bukan kerena orang-orang yang menatapinya, dia bahkan tidak memperdulikan mereka. Tetapi, Xi hanya bingung alasan kenapa dia membantu anak-anak itu tanpa sadar.


Dalam hal ini, ini adalah kali pertamanya dia melakukan hal tersebut.


Tidak mau berlama-lama lagi, kalanya dia sudah merasa tidak nyaman di tatapi seperti itu oleh orang-orang. Xi bergegas mengambil pesanannya, dan membayarnya dengan 10 Koin Perak.


“Aku pergi dulu.” Xi pergi setelah membayar makanannya.


“Datang lagi ya!”


Terus berjalan menjauh dan tidak menanggapinya. Setelah semua itu berakhir, aktivitas semua orang kembali normal.

__ADS_1


Tampaknya membantu seorang budak adalah hal yang aneh bagi mereka. Mungkin karena mereka menganggap budak itu lebih rendah, sehingga tidak layak untuk di pandang.


Mau apa pun itu, semua orang di dunia ini memang menganggap budak lebih rendah dan lebih rendah.


__ADS_2