Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)

Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)
Ch. 7 Penginapan Bintang


__ADS_3

Penginapan Bintang. Seorang wanita muda nan cantik tengah membersihkan ruangan penginapan. Hari ini, tidak ada banyak pengunjung yang datang, mungkin karena orang-orang sudah mulai merasa nyaman, dan tinggal di kota ini dengan membeli beberapa rumah di pinggiran.


Mereka yang sebelumnya tinggal, kini telah keluar dari penginapan. Pindah kerumah baru mereka yang telah mereka beli dengan hasil jari payah mereka.


Tidak banyak orang yang bisa melakukannya dalam waktu singkat. Sulit untuk membeli sebuah rumah jika hanya melakukan pekerjaan sederhana.


Satu-satunya pekerjaan yang menghasilkan banyak uang, namun dengan risiko yang tinggi adalah dengan menjadi petualang.


Meski risiko nya tinggi, namun uang yang di dapat sangat banyak. Itu tidak berlaku pada petualang tingkat rendah, namun berbeda dengan petualang tingkat tinggi.


Petualang tingkat tinggi, dapat menghasilkan sejumlah koin emas hanya dalam beberapa hari. Itu jumlah yang banyak, bahkan kau sudah dapat membeli sebuh rumah kecil dengan jumlah itu.


Berpikir hari ini tidak ada orang yang datang untuk menginap. Wanita itu hendak menutup tempatnya hari ini, dan mulai buka kembali besok. Namun, sesuatu yang tidak dia duga terjadi.


Pintu penginapan terbuka, suara lonceng terdengar sampai telinganya. Spontan dia langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu, disana dia melihat seorang pemuda tampan yang sekira-kira seumuran dengan dirinya.


Pemuda itu masuk kedalam ruangan, melihat sekitarnya. Mulai dari meja-meja, kursi, dinding dan langit-langit. Semuanya terlihat bersih, dan meja kursi tersusun rapi.


Melepas penutup kepala yang dia kenakan, rambut hitam legam yang berkilau sampai ke pinggang. Dia menghampiri pelanggan nya yang datang dengan ceria, dan senyum ramah.


"Selamat Datang di Penginapan Bintang, apakah tuan ingin memesan kamar?" Memberi sambutan yang hangat. Ia memerhatikan pelanggan nya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Terlihat dalam pakaiannya yang cukup bagus, terdapat beberapa otot lengan yang terlihat sempurna. Sangat terkagum melihatnya, dia belum pernah melihat otot lengan sebagus itu. Terlebih, itu sangat cocok dengan tubuhnya yang ramping.'Dia sangat tampan... Apakah dia su... Tidak! Tidak! Tidak! Apa yang sebenarnya aku pikirkan?!!'


'????'


Xi heran lantas melihat wanita cantik itu tiba-tiba menggelengkan kepalanya. Terlebih lagi, yang aneh adalah, kenapa wajahnya memerah seperti itu? Xi benar-benar bingung.


Tidak ingin berpikiran yang aneh-aneh dan tidak-tidak, Xi menyampaikan tujuannya datang ke tempat ini.


"Aku ingin memesan sebuah kamar untuk beberapa hari."


"Ya, ya, tentu. Harganya 1 koin perak."


Wajah wanita itu masih memerah, tetapi Xi tidak memikirkannya. Ia mengambil satu koin perak dari sakunya, mungkin akan terlihat aneh jika dia mengambilnya dari dalam inventory.


Xi membayarnya, dan lalu wanita itu memintanya menunggu sebenar. Dia segerah kembali setelah mengambil kunci ruangan yang Xi pesan.


"Ini kunci ruangan anda tuan. Ruangan anda ada di lantai atas ruangan No. 3" Sambil memberikan kuncinya kepada Xi.


"Baik, aku mengerti." Menerimanya.


"Bisakah aku juga memesan makanan? Dan tolong, antar ke ruanganku." Pinta Xi sambil bertanya.


"Tentu. Anda ingin memesan yang mana?" Bertanya kepada Xi sambil menunjukkan menu yang ada.


Tidak mau pusing dalam memilih, Xi langung menjawab. "Aku pesan rekomendasi saja."


"Dipahami. Mohon tunggu sebentar tuan, makanannya akan saya antar ke ruangan anda."


"Baik."

__ADS_1


Setelah percakapan itu, dan wanita itu masuk ruangan dapur. Xi kemudian naik ke lantai atas. Tangganya ada di ujung, di dekat dinding penginapan. Tidak ada yang istimewa, namun sangat baik. Lantainya sangat bersih, dan hanya ada sedikit debu yang tertinggal.


Dapat di wajar kan untuknya. Merawat sebuah tempat yang besar ini sendirian pasti sangat menyulitkan. Apa lagi, setelah melihat statusnya, Xi mengetahui wanita itu tinggal sendirian di tempat ini. Dan lagi, levelnya tidak tinggi, serta tidak memiliki job apa pun.


Wanita itu hanya orang biasa berlevel 1. Dan, keahlian memasaknya dia dapatkan dari mendiang orang tuanya yang telah meninggal setahun yang lalu di karenakan penyakit.


Sungguh menyedihkan, seorang wanita cantik sepertinya harus tinggal dan mengurus tempat ini sendirian. Tetapi beruntung, karena tidak ada orang yang mengacau di tempatnya tinggal sekaligus kerja.


Berjalan melewati lorong, terdapat banyak ruangan. Di setiap pintu terdapat angka-angka yang menjadi kode ruangan.


Di berikan hal seperti itu bukan hanya untuk memudahkan pemilik penginapan, tetapi juga pengunjung yang menginap agar tidak salah masuk ruangan, dan juga tidak kebingungan mencari ruangannya.


Sangat bagus, dan cerdik. Ini sangat membantu, sehingga orang-orang tidak akan bisa beralasan lagi jika salah masuk kamar seseorang. Karena, di setiap pintu dan kunci memiliki kode angka yang berbeda-beda.


Satu kunci, untuk satu ruangan. Dan ruangan lainnya memiki kunci yang berbeda. Ini sangat jarang, hampir di setiap penginapan di Kota Aiter setiap ruangan yang mereka miliki kunci yang di gunakan sama. Sehingga, terjadinya sebuah kasus pencurian, dan yang lainnya sering terjadi.


Penginapan Bintang mungkin bukan penginapan besar dan tidak terlalu terkenal, namun penginapan yang satu ini adalah salah satu penginapan yang layak, dan sangat di rekomendasi kan.


"Ini ruanganku."


Xi membuka pintu ruangannya. Masuk dan memeriksa.


Sangat normal, terdapat sebuah kasur yang terlihat nyaman, bantal dan selimut (tidak ada guling). Ada sebuah meja makan kecil, dan sebuah kursi, lemari kecil untuk menyimpan peralatan, dan lemari besar untuk menyimpan pakaian atau peralatan lainnya yang dapat di masukkan kedalamnya.


Jendela kacanya terawat dengan baik. Sangat bersih, dan tidak berlumutan. Kualitas nya sungguh yang terbaik walau penginapan ini bukan penginapan yang terkenal.


Di samping itu, terdapat dua pintu lainnya di sebelah kiri pintu masuk. Pada pintu pertama, terdapat kamar mandi yang bisa di gunakan untuk mandi dan membersihkan tubuh, itu juga sangat bersih, dan tertata rapi. Airnya jernih seperti air hujan. Di pintu lainnya adalah toilet, di sana terdapat toilet duduk yang telah di sediakan, dan dapat di gunakan.


Alasan mengapa toilet duduk bisa ada di dunia ini, itu karena terdapat banyak sekali protes dari para warga mengenai hal-hal ini. Sehingga, beberapa ahli dari Kerajaan mencoba banyak penelitian dalam waktu lama untuk memecahkan masalah ini.


Dalam dua tahun lamanya, mulai di kenalkan toilet duduk yang dapat di gunakan para warga untuk membuang BAB dan BAK. Setiap toilet semuanya tersalurkan ke sebuah Got besar yang ada di bawah kota.


Semua orang di dunia ini telah memakainya, dan semua sangat puas karena tidak ada lagi bau kotoran di jalanan. Atau di gang-gang sempit. Satu masalah keberhasilan telah berhasil mereka atasi.


"Tidak terlalu buruk, ini sangat layak untuk di tempati. Sangat bersih, dan nyaman untuk di lihat. Tapi, aku heran kenapa tidak ada lagi orang yang menginap di tempat ini."


Penginapan ini sangat membuatnya puas, tapi yang membuatnya heran hanyalah tempat ini sepi pelanggan. Dia tidak tahu kenapa, tetapi dia tidak ingin memikirkannya. Ini bukanlah masalahnya, jadi tidak perlu repot-repot memikirkannya.


Setelah selesai melihat-lihat dan memeriksa ruangannya, Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang lemah lembut yang membuatnya sedikit terkejut.


"Apakah anda merasa nyaman dengan ruangan anda, tuan?"


Wanita pemilik penginapan itu muncul tiba-tiba di depan pintu sambil membawakan makanan rekomendasi yang Xi pesan. Terlihat di talenan yang di bawanya, terdapat dua piring, satu mangkuk, dan sebuah gelas di atasnya.


Salah satu piringnya terdapat sebuah daging sapi panggang yang terlihat enak, armor kelezatan dari daging sapi yang baru matang sangatlah harum. Bumbum, atau rempah-remapah yang di gunakan untuk meningkatkan cita rasa dari daging sapi panggang itu seperti bukan kualitas rendah.


Dipiring lainnya, terdapat sebuah makanan yang terlihat enak juga. Bercampur dengan beberapa rempah berkualitas, dan sayur-sayuran segar. Sesuatu yang terlihat seperti daging di atas sayur-sayuran itu adalah jantung sapi, dan sepertinya itu sangat enak.


Di mangkuk nya adalah sekumpal nasi matang yang bahkan uapnya masih dapat di lihat dengan jelas. Jelas, semuanya itu baru selesai di masak oleh wanita itu.

__ADS_1


Segelas air yang ada disana hanyalah air biasa. Namun, sebelum dia menyajikan air tersebut, dia merebusnya terlebih dahulu, supaya kuman dan bakteri yang terdapat di air semua mati.


Sangat terampil, dan kebersihannya sangat terjaga. Tidak sembarangan menyajikan makanan, dan semua di perhatian dan di kerjakan dengan sangai baik.


Ini adalah pelayanan sebuah penginapan? Hemm, aku curiga wanita ini adalah mantan dari sebuah restoran terkenal di kota ini, atau dari sebuah negara yang jauh. Ini terlalu sempurna untuk sebuah penginapan kecil.


Itulah yang Xi pikirkan saat melihatnya. Sungguh, dia telah kehabisan kata-kata untuk ini semua.


"Ya, ini bagus. Aku sangat terkejut."


"Hehehe, benarkah seperti itu?"


"Seperti itulah. Tolong letakkan itu di meja."


"Baik."


Tidak ingin melakukan percakapan yang panjang, karena sejatinya dia sudah sangat kelaparan. Makanan yang di bawakan oleh wanita itu terlihat lezat, dia sudah tidak sabar lagi untuk memakannya.


Itu sebabnya ia mengalihkan pembicaraan.


Setelah meletakkan semua pesanan yang Xi minta di atas meja. Pemilik penginapan yang bernama Mina itu berjalan keluar dari ruangan Xi karena sudah tidak ada lagi alasan dia tetap berada di ruangan pelanggannya.


Xi terlihat senang, saat melihat wanita itu berjalan keluar. Dia benar-benar sudah tidak sabaran untuk menyantap makanannya. Tetapi-


"Eee, ano... Aku sungguh minta maaf menganggu waktu makanmu, tapi..."


Berhenti di depan pintu, dia berbicara dengan nada yang pelan. Sambil melirik Xi, dan sedikit menoleh ke belakang untuk melihatnya. Tampak wajahnya memerah terlihat oleh Xi.


Sementara itu, Xi yang sudah tidak dapat menahan rasa laparnya lebih lama lagi merasa sangat lemas dan putus asa. Dia hanya bisa berharap kali ini bukan percakapan yang panjang lagi merepotkan.


"Ya?"


"Ehmmm... Bisakah kita berkenalan? A, aku... Aku sebelumnya tidak pernah melihat seorang pria setampan dirimu..."


'Sungguh? Kau serius hanya karena itu? Apakah pria lain yang menurutnya tidak tampan akan di abaikan olehnya? Mungkinkah penginapan ini sepih karena sikapnya ini?'


Xi tidak habis pikir, seorang wanita cantik dan manis akan mengatakan hal seperti itu pada dirinya. Meski tidak ada salahnya tentang berkenalan, tetapi jika hanya memandang fisik itu... Emmm, sedikit berlebihan, tetapi tidak juga. Semua orang memiliki pendirian mereka masing-masing, dan sudut pandang yang berbeda-beda.


Anda tidak dapat menyamakan sudut pandang dan sifat orang lain dengan sudut pandang dimana anda memandang, dan menyamakan sifatnya dengan sifat anda. Itu tidak bisa disamakan, namun, anda dapat mencontoh nya atau menjadikannya sebuah panutan jika memang itu benar dan baik untuk anda.


Xi tidak mempermasalahkan ini, dan dengan tenang dan enteng dia membalasnya sambil tersenyum kecil.


"Baiklah, aku bersedia. Namaku Xi, kau bisa memanggilku begitu."


Penyebutan namanya tidak di gabung, tetapi di baca terpisah. Akan aku katakan, kalau aku lupa memberikan tanda titik pada namanya menjadi untuk memisahkan kedua hurup itu. X dan I dibacanya terpisah.


Bukan Xi(si, shi) tetapi Xi (X.i).


"Apakah di sebutnya terpisah? Aku tidak menyangka akan ada nama orang sesingkat itu... Tapi, apapun itu senang bisa bekenalan denganmu Xi. Namaku Mina, jika anda butuh bantuan sesuatu jangan sungkan meminta bantuanku."

__ADS_1


__ADS_2