Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)

Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)
Ch. 53


__ADS_3

Seluruh kekuatan di kerahkan pada lengan kanannya. Saat itu, dia melemparkan kapaknya sekuat tenaga yang dimilikinya. Sehingga, dengan kekuatan besar yang dimiliki, mengakibatkan kapak tersebut terlempar, dan melayang dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Semua orang begitu terkejut melihat kekuatan yang mengerikan itu. Bahkan, mata mereka tidak dapat melihat kecepatannya.


Dalam hatiny, Tota bergumam. ‘Mengerikan! Jika itu di arahkan kepadaku... Mungkin, tidak! Tubuhku pasti sudah terbelah menjadi dua... Mustahil bagiku dapat menghindarinya... Xi, bagaimana caramu akan mengatasi ini?’ pada satu sisi. Tota sangat khawatir, takut Xi tidak dapat menghentikannya ataupun menghindarinya. Namun, disisi lainnya, Tota juga penasaran, bagaimana Xi akan menghentikan kapak yang melaju itu.


Xi yang melihat sebuah kapak terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi mengarah kepadanya. Dia masih dengan tenang menanggapinya. Inderanya begitu tajam, sehingga, dia dapat dengan jelas melihat seberapa cepat kapak tersebut.


Dengan mudahnya, Xi mengelak. Tepat saat dia menundukkan kepalanya, kapak tersebut melintas di atasnya. Sungguh waktu yang sangat tepat dan respon yang luar biasa. Bahkan, sehelai rambut pun tidak terpotong sedikitpun.


‘Dia dapat menghindarinya?’ Hobgoblin itu cukup terkejut. Bahkan dengan kekuatan yang telah di kerahkannya. Kapak itu masih tidak membelah kepalanya. Hobgoblin sangat kagum dengan kehebatan Xi namun... (Tersenyum tipis). ‘Tapi tidak berakhir begitu saja.’


Kapak yang dengan jelas di lihat dan di saksikan oleh semua orang telah meleset dari targetnya. Itu merubah arah lintasnya. Selayaknya bumerang, saat di lemparkan, itu dapat berputar balik dan terbang ke pemiliknya. Itulah kapak tersebut, setelah di lemparkan, entah sejauh apa kapak itu terpisah dari Pemiliknya. Kapak tersebut akan kembali kepada pemiliknya melewati lintasan udara.


Dan sekarang itu terbang lebih rendah dari sebelumnya.


Tentu, Xi menyadari hal tersebut. Karena, ia tidak menganggap kapak tersebut sebagai senjata biasa. Itu, adalah senjata sihir yang luar biasa.


Dengan kecepatan yang sama, namun dengan ketinggian yang berbeda. Xi menghindari kapak itu lagi. Namun, kali ini dia melompat sambil berputar di udara. Jika tidak di hindarinya, kapak tersebut akan menghancurkan kedua kakinya.


Di waktu yang bersamaan, saat Xi melompat menghindari serangan kejutan tersebut. Xi sempat memberikan serangan balasan dengan menembakkan beberapa anak panahnya ketika masih mengudara, bahkan saat itu dia sedang berputar-putar di udara.


Hobgoblin sungguh terkejut dengan serangan balasan tersebut. Kecepatan dari anak panah yang di tembakkan setara dengan kecepatan kapaknya saat kembali. Mustahil untuk menangkap dan menghindarinya di waktu yang sama. Oleh karena itu, dia mengambil sebuah keputusan yang tepat untuk dirinya sendiri. Yaitu, melompat dan melakukan roll samping untuk menghindarinya.


Meski selamat dari serangan balasan tersebut. Namun, tidak semua anak panah dapat dengan tepat di hindarinya. Salah satu anak panah menancap di kaki kirinya, bagian betis.


“Kueghh... Sialan... Racun lagi...” Hobgoblin sudah merapat aneh dengan anak panah tersebut. Dari anak panah yang pertama kali di tembakkan, hingga sekarang... Semua anak panahnya, terdapat racun.


Racun yang Xi gunakan di setiap anak panahnya bukanlah racun yang mematikan. Efek dari racun yang terdapat di anak panahnya adalah, membuat seseorang menjadi lemah dari setiap statistiknya. Mulai dari stat yang menurun, peredaran darah yang melambat, dan penurunan stamina.


Dengan stat yang menurun, kemampuan fisik dari Hobgoblin juga akan menurun. Entah stat nya akan jatuh sebesar besar. Yang pastinya, sekarang stat nya tidak lagi di stat di level 30.


Peredaran darah yang melambat akan mengurangi akan mengurangi distribusi oksigen kedalam tubuh. Sehingga, hal tersebut dapat memicu menurunnya fungsi tubuh.


Stamina yang hilang juga tidak dapat di pulihkan dengan cepat. Bahkan jika Hobgoblin menggunakan sebuah skill yang dapat meningkatkan staminanya, itu tidak akan bekerja secara maksimal.

__ADS_1


Melihat Hobgoblin yang terdiam, Yu mulai lagi dengan sihirnya. Setelah nyanyian mantra-mantra nya, Yu menembakkan sihirnya.


[Tombak es]


Di tembakkan.


Satu tombak es bergerak dengan cepat ke arah Hobgoblin. Dan itu, di arahkan tepat di kepala. Jika tidak di hindari, tombak es tersebut dapat menembus kepalanya.


Dengan raut yang kesal. Hobgoblin menghentikan giginya rapat. Bangun kembali, dan mengambil kapaknya tepat di samping. Dia memblokir tombak es tersebut dengan satu ayunan.


“Jangan meremehkanku manusia! Kau pikir aku ini makhluk yang lemah?”


Pada saat dia selesai berbicara. Tiba-tiba muncul seseorang di hadapannya dengan postur siap menyerangnya.


“Meski kau tidak lemah, tetapi kau bodoh! Rasakan ini, Cakar Harimau Biru!” Tota dengan cepat menyerangnya.


Dan tanpa sempat menghindar. Hobgoblin terkena serangan Tota sepenuhnya, hingga memaksanya mundur dua langkah.


Teriak keras. Sangat kesal karena di permainan oleh manusia, dan sangat marah, karena tidak satupun serangannya dapat mengenai lawan.


Menyerang Tota dengan menebaskan kapaknya. Akan tetapi, Tota dapat menghindari serangannya dengan mudah.


Tota mundur beberapa langkah, menjaga jaraknya dari jangkauan serangan Hobgoblin. Meski monster itu sudah di lemahkan, bos monster tetaplah bos monster. Dia tidak boleh lengah ataupun meremehkannya. Karena, sedikit saja kesalahan yang di lakukan, dapat meregangkan nyawanya.


Hobgoblin menyerang Tota. Dia terus mengejarnya tanpa henti.


Tota berlari, menghindari kejaran Hobgoblin yang menyeramnya. Tidak ada peluang untuknya menang jika bertarung satu lawan satu dalam hal kekuatan. Jelas, Hobgoblin lebih di unggulkan dengan senjatanya yang mematikan.


Semakin lama dia berlari, sesuai dengan apa yang Xi pikirkan. Geraknya semakin melambat. Itu menandakan, racunnya telah menyebar ke seluruh tubuh, dan membuatnya kehilangan banyak stamin.


Dapat di dengar suara nafas yang terengah-engah dari Hobgoblin tersebut. Betapa lelahnya dia, dan paru-paru tidak mensupport sedikitpun. Bahkan, dia kesulitan untuk mengambil nafas, terlihat jelas betapa lemahnya dirinya yang sekarang.


Memenuhi perannya. Saat Hobgoblin berhenti berlari, Katashi mulai berlari dengan meletakkan perisainya di depan. Sepertinya, dia bersiap untuk menabrakkan diri untuk menjatuhkan Hobgoblin tersebut.


Mengetahui niat Katashi yang ingin menumbangkannya dengan mendorongnya. Hobgoblin mengangkat kapaknya dan berancang-ancang untuk melemparkan kapaknya lagi.

__ADS_1


Akan tetapi, niatnya untuk melempar berhenti. Setelah sesuatu yang sangat cepat melintas dari sisi kiri dan kanannya.


Airis dan Annya menyerang dan melukai kedua kakinya. Itu, membuatnya kesulitan bahkan dalam hal berdiri. Kakinya gemetaran, seperti sudah tidak sanggup untuk menopang tubuhnya untuk tetap berdiri tegak.


Melihat jalan yang telah di bukakan dengan perhatian Hobgoblin yang bukan lagi memerhatikannya. Katashi, meningkatkan kecepatannya, dan dengan kuat menandakan dirinya dan mendorong Hobgoblin tersebut sampai jatuh.


“Skill [Hantaman Perisai]! Haaaa!!”


Bang!! Suara dentuman perisai menabrak sesuatu terdengar jelas di telinga masing-masing.


Hobgoblin yang tidak kuat lagi untuk menahannya, dan dengan kakinya yang terluka sudah tidak sanggup untuk tetap berdiri.


“Sialan...”


Hobgoblin jatuh, terbaring di tanah. Sekarang, ia tidak memiliki apapun lagi untuk bergerak. Seluruh kekuatannya telah jatuh sampai pada titik dimana dia tidak dapat menggunakannya lagi.


Di ambang kematiannya. Hobgoblin melihat seseorang berambut putih dengan mata merah menyala berdiri di hadapannya sambil memegang sebuah pedang. Dia, melihat pria itu tersenyum tipis, memandangnya rendah. Dia dapat dengan mengetahui apa yang ingin pria itu katakan kepada dirinya, meski pria itu tidak bersuara.


Bertapa menyedihkan nya bos monster yang satu ini. Tidak hanya tidak dapat mengalahkan satu dari tujuh orang, bahkan melukai salah satunya saja tidak bisa. Apakah gelarnya sebagai pemimpin para goblin ini benar-benar layak? Bahkan anak buahnya, para Goblin rendahan itu dapat melakukan sesuatu hal yang lebih baik daripada dirinya yang mengaku sebagai bos monster.


“Sungguh sialnya diriku karena bertemu orang-orang seperti kalian... Andai saja diriku tidak masuk kedalam jebakan kalian, aku pasti dapat menghabisi kalian dengan mudah...”


Itu benar. Dari segi kekuatan dan level, Hobgoblin jelas lebih unggul. Jika Hobgoblin ini cukup pintar untuk menyadari bahwa itu adalah jebakan, dia pasti tidak akan menyerang dengan asal-asalan.


Akan tetapi, hal tersebut di tepis oleh Xi. Dengan mata merahnya yang menyeramkan, dan ekspresi wajah percaya dirinya bahwa sepenuhnya dia yakin hal ini tidak akan dapat di hindarkan.


“Bahkan jika kau menyadarinya lebih awal, hal tersebut tidak akan merubah situasinya yang sekarang. Yang mana, kau sebagai bos pemimpin para Goblin, lebih bodoh dari pada Goblin yang aku temui di dalam hutan sebelumnya... Kau terlalu sombong dengan kekuatan yang kau miliki, sehingga kau meremehkan musuh-musuhmu, dan tidak mewaspadai mereka. Bahkan jika situasinya tidak berjalan sesuai dengan rencana yang aku rencanakan, aku masih bisa membimbingmu untuk masuk kedalam rencanaku.”


Bertapa terkejutnya setelah dia mendengar semua itu. Meski dia menyesal, situasinya tidak dapat di rubah. Orang yang sombong, dan terlalu percaya diri dengan kekuatannya, pastinya akan menolak untuk memandang yang lainnya dengan setara. Sehingga, situasi seperti ini, tidak mengherankan dapat terjadi.


“Ya, sepertinya itu adalah kata-kata terakhirmu... Selamat tinggal.” Dengan suara rendah dan senyuman dingin.


Xi menusukkan pedangnya. Tepat di jantung.


[Hobgoblin telah dikalahkan]

__ADS_1


__ADS_2