
“Selanjutnya! Ini adalah item kedua kami! [Armor Sisik Iblis]. Sebuah armor yang terbuat dari sisik monster terkuat di hutan Asgar, Demon Snake!”
“Armor ini di buat oleh seorang pengrajin handal di Kota. Dia telah mendapat sisik Demon Snake berkualitas tinggi dari seseorang pemuda misterius di pasar gelap dua hari yang lalu.”
“Tidak seperti armor besi pada umumnya, armor ini sangat ringan dan mudah digunakan. Anda akan tetap dapat bergerak dengan leluasa karena ke fleksibelan sisik Demon Snake.”
“Selain fleksibel, armor ini juga memberikan penggunanya ketahanan sihir, serta pengurangan kerusakan akibat serangan fisik!”
Bisik-bisik!
Semua tamu lelang mulai membicarakannya.
“Siapa yang begitu gila sampai-sampai mengalahkan Demon Snake sang Apex predator? Bahkan tim terbaik dari Kota ini akan kesulitan untuk menangani mereka.”
“Pemuda misterius itu pastinya bukan dari Kota ini. Mungkin dia berada dari luar kota, Kota yang lebih besar seperti Kota Jisa.”
“Demon Snake sangat terkenal akan kekejamannya dan kelicikan nya, bahkan jika level ku lebih tinggi dari Demon Snake, aku tidak mau menghadapi makhluk itu. Itu menyeramkan!”
Di Kota Aiter, setiap orang di kota ini memiliki pandangan buruk pada monster predator puncak di hutan Asgar.
Semua orang memandang buruk Demon Snake, bukan tanpa alasan. Dua tahun lalu, ketika terjadi invasi monster besar-besaran di kota.
Kota Aiter mengalami kerusakan parah, dan kerugian yang sangat besar. Korban jiwa sangat banyak, dan orang-orang yang terluka tidak terhitung jumlahnya. Mau itu orang-orang yang asli dari Kota Aiter, atau bahkan mereka yang berasal dari luar kota, seperti kota lainnya atau orang-orang yang datang dari desa.
Dua tahun lalu, ada Demon Snake yang berukuran sangat besar, dan di anggap oleh semua orang sebagai pemimpin dari para monster yang menginvasi.
Setidaknya, saat itu hutan Asgar masih di cap sebagai hutan yang berbahaya karena jumlah monster yang tinggal di dalam hutan sangat banyak.
Demon Snake itu memimpin lebih dari enam ribu monster untuk menyerang Kota Aiter. Pada masa dua tahun lalu, Kota Aiter masih dalam tahapan pengembangan. Dan orang-orang tidak memiliki persiapan untuk menghadapi invasi para monster.
Hingga invasi itu telah berlangsung selama sepuluh hari, seseorang dari Kerajaan memimpin pasukan yang kuat yang terdiri dari pasukan Kerajaan, dan para petualang-petualang hebat dari Kerajaan.
Bendera biru berlambang burung merpati yang terbang bebas di langit di angkat oleh beberapa prajurit berisan terdepan dan paling belakang.
Sepanjang jalan itu, orang-orang melihatnya. Pasukan dari Kerajaan datang untuk mengatasi invasi monster besar yang di nyatakan sangat membahayakan.
Semua orang mengharapkan kedatangan mereka sejak lama, namun mereka baru dapat sampai saat ini.
Seorang bangsawan memimpin ribuan pasukan tersebut untuk menghadapi para monster yang masih berada di dalam Kota. Dan Kota berhasil di bersihkan dan di amankan.
Namun, kabar kematian para monster sampai ke telinga pemimpin para monster Demon Snake. Itu membuatnya murka. Sebagai makhluk rendahan, bagaimana bisa mereka, manusia mengalahkan pasukannya yang menjajah Kota tersebut.
Sebagai pemimpin dari para monster, Demon Snake langsung mengerahkan seluruh pasukannya untuk menyerang Kota Aiter lagi dan membasmi pasukan manusia yang telah memukul mundur pasukannya.
Kala itu, perang hebat terjadi di kedua belah pihak. Namun, Pinak monster tidak dapat menghentikan pasukan Manusia yang terlatih. Kemampuan dari prajurit Kerajaan sangat luar biasa, dalam perang tersebut hanya sedikit dari mereka yang tumbang. Meski banyak yang terluka, namun itu tidak sampai mengancam nyawa.
Sadar bahwa dirinya sudah tidak dapat melanjutkannya lagi. Demon Snake yang terluka mundur bersama pasukannya yang tersisa. Dari sekitar enam ribu pasukan monster, hanya sekitar ratusan dari mereka yang selamat.
Hari itu menjadi hari kekalahan telak bagi para monster. Dari sepuluh hari invasi yang mereka lakukan, ini adalah kekalahan pertama sekaligus yang terakhir. Karena sejak saat itu hingga sekarang belum ada Invasi monster lagi yang melanda kota Aiter.
Sebagai hadiah karena telah berani memimpin pasukan dan menyelesaikan masalah di Kota Aiter. Bangsawan yang saat itu ikut serta dalam pembasmian para monster di hadiah Kota Aiter untuknya.
Yang mana Kota Aiter menjadi wilayah kekuasaannya. Dan hingga saat ini, Kota Aiter masih berada di bawah pimpinan bangsawan tersebut.
Saat ini, semua pandangan tertuju langsung pada armor sisik Demon Snake. Terlihat semua orang sangat menginginkannya. Ini adalah barang yang sangat langkah, dan mungkin tidak akan muncul lagi di pelelangan selanjutnya.
“Harga Awal adalah 1000 Koin emas, dan setiap kenaikan adalah 400 Koin emas!”
Setelah itu di ucapkan. Semua orang langsung mengangkat tangan mereka Tinggi-tinggi dan mulai menawar. Semuanya terlihat sangat antusias untuk memilikinya.
Harga terus dan terus naik. Dari yang awalnya hanya 1000 Koin emas menjadi 7000 koin emas. Itu dapat di nilai sebesar besar, dan seberapa berharga item tersebut di mata mereka semua.
Di saat semuanya menawar dengan gila-gilaan. Tamu bagian belakang sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menawar. Karena, mereka tidak memiliki cukup uang untuk menawar. Bahkan untuk harga awalnya saja sudah sangat sulit untuk mereka. Akan lebih baik jika uangnya mereka simpan dan untuk di belikan sesuatu yang lebih berguna namun lebih murah.
__ADS_1
Jumlah uang mereka yang sedikit, dan nominal jumlah yang kecil itu tidak akan dapat bersaing pada lelang ini. Semua orang yang ada di tempat ini adalah orang-orang yang memiliki banyak uang. Anda dapat menyebutannya sebagai kaum orang kaya.
“Apa kau juga tidak akan menawar?” Mina bertanya kepada Xi. Barang kali ini lebih baik daripada sebelumnya. Jelas ini sangat berguna untuk Xi karena dia adalah seorang petualang.
Xi menghelakan nafasnya, bagaimana mungkin dia ingin membelinya? Item tersebut berasal dari sisik monster yang telah di kalahkan nya, tentu Xi sendiri tahu kelemahan dari armor tersebut.
“Meski berharga, tetapi orang-orang itu tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkannya.”
“Ha? Kenapa?” Mina menekuk bingung.
“Lihat Tamu Nomor tiga di Zona Hitam. Hingga saat ini dia belum membuka suaranya.”
“Lalu?”
“Yang artinya dia akan menawar di saat-saat terakhir. Dia memaksa semua orang yang ada di Zona merah untuk mengeluarkan uangnya, hingga dia mengetahui sebanyak apa yang yang bisa mereka keluarkan, di saat itulah dia akan menawar lebih tinggi, dan setelahnya tidak akan ada lagi orang yang dapat bersaing.”
Mina mulai mengerti jalannya pikiran Xi. Ini bukan tentang sebagus apa barang yang di tawarkan, melainkan saat ini Xi sedang mengamati setiap lawannya di tempat ini. Jika sekarang dia mulai menawar, dan memprovokasi orang-orang itu, maka Xi akan kesulitan untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan di tempat ini.
Saat ini, Xi membiarkan semua orang bersaing untuk mengetahui berapa nominal uang yang dapat mereka keluarkan, dan memaksa orang-orang di Zona hitam untuk menghabiskan uangnya.
Jika seseorang dari Zona Biru sepertinya mulai menawar, maka itu akan menarik perhatian dari setiap orang yang ada di ruangan ini. Semua mata pasti akan tertuju pada dirinya, dan itu bukanlah pandangan yang baik.
“Selamat kepada Tamu terhormat Zona Hitam No 3! Anda telah mendapatkan Armor sisik Demon!”
Cukup mengejutkan orang itu masih dapat mengeluarkan banyak uang. Dia menawar dengan harga 12.000 Koin emas, dan membuat semua orang yang ada di setiap Zona tidak dapat menyaingi nya lagi.
Waktu berlalu cepat, dari delapan barang yang di lelang, tujuh item telah terjual, dan semua itu di ambil oleh seseorang dari Zona Hitam No. 3. Tidak dapat di bayangkan berapa banyak uang yang dia miliki sampai-sampai dapat memborong semua item yang di lelang.
Dan sekarang, hanya tersisa satu. Ini adalah yang terakhir.
“Tuan-tuan dan nyonya-nyonya! Tolong perhatiannya!” Dengan suara keras. Membuat semua mata tertuju padanya langsung.
“Dan yang terakhir ini, kami mempunyai gadis cantik dari ras Beastman Golden Fox.”
Ketika itu sampai. Tirai di buka. Semua orang dapat melihatnya dengan jelas dengan mata kepala mereka.
Teling dan ekor rubah berwarna keemasan. Postur tubuh yang ideal sangat di inginkan oleh semua pria. Matanya birunya sangat indah seperti bulan yang bersinar di malam hari, begitu indah dan cantik meski hanya mengenakan pakaian kusam dan lusuh. Itu tidak mengurangi nilainya di hadapan orang-orang itu.
“Gadis ini masih muda dan cantik. Dia adalah primadona di kampung halamannya. Kecantikannya tiada bandingannya dengan gadis-gadis lainnya di desanya-“
“Aku menawar 5000 Koin emas!”
Sebelum penyelenggara selesai menyampaikan. Tiba-tiba seseorang dari Zona merah berteriak dan menawar.
Sang penyelenggara tersenyum tipis, memandang rendah pria tersebut dengan tatapan dingin.
“No, no, no jangan buru-buru seperti itu tuan... Tolong dengankan seseorang yang berbicara sampai selesai dan jangan menyela.” Wajahnya menghantam dengan senyuman dingin terlukis. “Saya belum menyebutkan harganya, dan harga awalnya adalah 10000 Koin emas!”
Ketika harga itu di jatuhkan. Semua orang sangat terkejut. Itu bukanlah jumlah uang yang sedikit, mereka tidak memiliki uang sebanyak itu. Meski pun ada, mereka yang berada di Zona merah tidak mungkin dapat bersaing dengan orang-orang di Zona hitam.
“ Se sepuluh ribu...”
“Secantik ini... Wajar saja...”
Orang-orang tampak kecewa karena mereka tidak mungkin bisa mendapatkannya. Bahkan jika mereka menjual rumah mereka sendiri, itu pun sangat mustahil. Masih sangat jauh dari kata cukup.
Melirik samping kanan dan kiri. Bukan Zona merah yang di lihatnya. Namun, orang-orang dari Zona hitam. Dan belum satu pun dari mereka ada yang menawar hingga sekarang. Xi menyimpulkan, sepertinya harus ada seseorang yang terlebih dahulu menawar baru mereka akan membuka suara.
Xi mengangkat tangannya dan langsung menawar dengan harga yang besar. “30000 Koin emas!”
Saat suara itu bergema, semua orang yang ada di setiap Zona kecuali Zona hitam sangat terkejut. Dan langsung mengarahkan pandangan serta ekpresi terkejut mereka pada Xi.
“Astaga!”
__ADS_1
“Siapa yang menawar sebesar itu?”
Semua orang sangat terkejut. Yang menawar bukan dari Zona hitam, melainkan dari Zona biru. Bahkan si pelayan dan penyelenggara begitu terkejut.
“Apa?!” Si pelayan dan penyelenggara serempak.
Mina menatap ke arah Xi. Ekspresi wajahnya terlihat kecewa.’Xi terlihat sangat serius... Tetapi, memang semua pria sangat menyukai wanita-wanita yang lebih cantik’ walau tidak mau memikirkannya, tetapi hatinya tetap saja sakit. Dia mengira Xi berbeda dari pria-pria lainnya, dan ternyata pikiran nya salah. Dia sama saja dengan pria-pria pada umumnya. Yang sangat gemar memuaskan hawa nafsunya dengan seorang budak. Mina membuang wajahnya dari Xi.
‘Tidak perlu basa-basi lagi, mari lihat seberapa tinggi kalian dapat menawar.’ Xi tanpa keraguan. Dia menantang orang-orang dari Zona hitam untuk menaikkan harganya.
“30000 koin emas ada yang lain?”
Zona Hitam No. 3. Dia adalah seorang pemuda yang terlihat seumuran dengan Xi. Ia berdiri dari kursinya dan memandang Xi dengan tatapan merendahkan dari atas sana.
“Rakyat jelata, kau membuatku muak! Baiklah, aku akan mengikuti alurmu, akan kutunjukkan perbedaan antara bangsawan dan rakyat jelata sepertimu! Aku menawar 45000!”
Xi diam namun dia tersenyum. Karena orang-orang dari Zona hitam lainnya terlihat tidak tertarik dengan budak yang satu ini, namun dia berhasil memancing orang dari Zona Hitam No. 3. Dan orang itu terang-terangan menyebutkan dirinya adalah bangsawan. Dengan itu, Xi tahu yang akan di hadapinya adalah orang dari keluarga bangsawan. Namun, Xi tidak berniat untuk mundur kali ini, dia akan mendapatkannya meski harus menghabiskan Gold Koin system.
Ya, itu tidak mungkin sih.
“Kenapa hanya segitu? Apa kau telah kehabisan uangmu? Seratus ribu koin emas!”
Pemuda Zona hitam terkejut dengan harga yang Xi sebutkan. Itu jelas sangat tidak masuk akal. Untuk rakyat jelata seperti dia, bagaimana bisa mengeluarkan uang sebanyak itu? Apakah uangnya benar-benar ada?
Harga tersebut membuatnya gila. Bahkan keuangan keluarganya tidak sebanyak itu. Ia memegangi kepalanya, itu terlalu sakit.
Uang sebanyak itu bisa di gunakan untuk membeli sebuah kastil besar, atau bahkan sebuah kota kecil. Seratus ribu? Siapa yang bisa menghadapinya saat ini.
Merapatkan giginya dengan kesal, dia bergumam ‘Apakah gadis ini benar-benar layak di hargai seratus ribu koin emas? Dia benar-benar gila!’
“Aaaaa, lupakan saja! Aku menyerah!”
“Apakah masih ada orang yang mau menawar lagi?” Semuanya terdiam. Ruangan besar dengan banyak orang begitu hening.”Seratus ribu, satu... Dua... Tiga... TERJUAL!”
“Selamat kepada tuan muda yang disana! Anda telah mendapatkan bunga yang indah!”
Semua orang tercengang. Benar-benar tidak ada yang berani menawar lebih. Mereka berpikir, apa yang sebenarnya orang-orang Zona Hitam lakukan?
“Selesai ya? Baguslah. Sekarang aku telah mendapat seorang Swodman. Ayo pergi dan ambil.”
Mina terkejut. “Ha? Swordman?”
“Jobnya adalah Swordman. Dia juga memiliki beberapa kemampuan. Itu akan membantuku kedepannya.”
“Ja jadi... Kau membelinya karena dia punya talenta?”
“Tentu, memangnya apa lagi?”
Mina tersenyum canggung. ‘Aku pikir aku mengetahui apa yang dia pikirkan... Ternyata sedari awal aku sama sekali tidak memahaminya. Dan juga, ternyata selama ini aku hanya salah paham.’ Wajahnya memerah hanya karena memikirkannya. Dia malu, untung saja dia tidak mengungkapkannya saat itu. Jika tidak, Mina sudah tidak tahu lagi bagaimana harus menunjukkan wajahnya di depan Xi.
Xi sempat menoleh kebelakang. Saat itu dia melihat Mina yang menundukkan kepalanya karena malu. Namun, Xi tidak mengetahuinya, dan hanya dapat menunjukan ekspresi bingung.
Setibanya mereka di sebuah ruangan. Disana seseorang menunggu kedatangan mereka.
“Tamu terhormat, silahkan duduk.” Pria paruh baya ini berbicara dengan sopan. Dia mempersilahkan tamunya untuk duduk di sofa yang telah di sediakan oleh rumah lelang.
Sofa itu sangat bagus, dan berkualitas. Dan tampaknya itu terbuat dari kulit, anda dapat melihatnya setiap bagian sisi sofa berkilau. Mengartikan sofa ini selalu di bersihkan setiap harinya.
“Terimakasih.” Xi dan Mina duduk di sofa. Seperti yang mereka duga dari tempat yang terkenal di Kota. Sofa ini benar-benar berkualitas. Sangat empuk dan nyaman. Tidak seperti kebanyakan kursi atau sofa pada umumnya.
“Mohon tunggu sebentar Tuan dan Nyonya. Barang anda akan segerah tiba, pemilik rumah lelang sendiri yang akan mengantarkannya kepada anda.”
“Hmm, baiklah.”
__ADS_1
Karena pemilik rumah lelang yang akan datang mengantarkannya sendiri. Maka tidak masalah untuk bersabar menunggu. Setidaknya mereka harus menunjukkan kesan yang baik kepada tuan rumah.