Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)

Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)
Ch. 35


__ADS_3

Pasukan Kegelapan begitu hebat. Mereka tidak hanya kuat, namun mampu mengalahkan banyak Frocs sekaligus.


Khususnya adalah Demon Snake yang memiliki level yang paling tinggi di antara lainnya.


Dan untuk Ratu Laron, masih tidak terlalu banyak membantu. Ratu Laron benar-benar tidak memiliki kemampuan untuk bertarung.


Xi benar, kemampuan sebenarnya dari Ratu Laron hanyalah reproduksi.


Walau begitu, Xi tidak membuatnya tiada. Dia membiarkannya.


Level Ratu Laron juga sudah meningkat. Alasan pastinya, kenapa Xi tidak mengembalikan Ratu Laron ke ketiadaan adalah, karena Xi terlalu melas untuk menggantinya.


Dia ingat dulunya, Ratu Laron ini adalah salah satu pasukan kegelapan yang pertama kali dia panggil.


Itu adalah moment yang berharga.


Melirik Ratu Laron yang melayang di langit bersama dua laron penjaganya.


“Kemampuan bertarung mu memang buruk meski kau telah bertambah kuat, namun itu tidak cukup. Tapi aku senang, saya melihatmu memiliki kemampuan lainnya yang berguna dan dapat menutupi kekuranganmu.”


Ya, itu benar. Meski Ratu Laron lemah dalam pertarungan, tetapi dia memiliki kemampuan lain yang berguna untuk melindungi dirinya sendiri.


Dulu Xi cukup di buat repot dengan kemampuan tersebut. Meski tidak berbahaya, namun jika efeknya dapat mempengaruhinya dalam pertempuran nyata, itu sangat berbahaya.


Saat terbang, serbuk yang jatuh dari sayapnya akan bertebaran ke mana-mana.


Lawan yang menghirup serbuk tersebut yang bertebaran di udara akan mengalami atau mendapatkan negatif efek [Kebingungan].


Ini bukanlah negatif efek yang dapat membahayakan nyawa seseorang. Oleh sebab itu, negatif efek [Kebingungan] selalu di pandang sebelah mata oleh orang-orang.


Namun, jika itu di gunakan di waktu dan tempat yang tepat, itu akan sangat berguna.


Seperti saat ini, ketika mereka bertarung melawan ratusan Frocs. Ratu Laron terbang dan berputar-putar di atas mereka sembari menaburkan serbuk yang dapat menyebabkan efek [Kebingungan].


Itu sangat membantu membuat para Frocs kehilangan fokus mereka, serta level Frocs yang rendah, membuat mereka mudah terkena efek negatif tersebut.


Itulah yang menyebabkan pertarungan ini bukan menjadi pertarungan lagi, melainkan pembatainyan sepihak.


“Tuan, semua Frocs telah di kalahkan” Wanita itu datang dan menyarungkan pedangnya.


Terlihat jelas seberapa keras dirinya berusaha dalam pertempuran ini. Sepatu yang dia kenakan, serta baju dan sarung tangannya berlumuran dengan darah Frocs yang telah di kalahkan nya.


Airis. Level : 9. Hanya memerlukan sedikit exp lagi untuk membuatnya meningkatkan levelnya menjadi level 10.


Sementara itu, di tempat dimana banyaknya jasad Frocs yang bertumpuk. Disana Xi berada dan menatap ke arahnya.


“Kerja bagus. Tetapi jangan senang dulu...” Xi. Level 20. Itu terdengar serius, namun ekspresinya tetap tenang. Xi melihat ke arah depan, disana terdapat sebuah kebut atau badai. “Pertarungan sebenarnya baru saja akan di mulai.”


Sesuatu yang terlihat seperti badai yang tebal bergerak ke maju menuju ke arah mereka, tidak cepat, itu lambat. Namun, itu memberikan perasaan yang tidak nyaman untuk Airis.


Mereka telah melalui pertempuran yang melelahkan, dan mereka tidak di berikan sekempatan oleh para monster ini untuk beristirahat.


“Bisa sampai seperti itu pasti jumlah mereka sangat banyak. Apakah ini Wave monster? Tidak aku sangka akan datang secepat ini.”


“Tapi, bukankah ini berlebihan? Bahkan kita tidak di berikan kesempatan untuk beristirahat.”


“Jangan mengeluh seperti itu, ini hanyalah awal dari perjalanan kita. Kedepannya, mungkin kita akan menemukan hal-hal semacam ini lagi atau bahkan lebih buruk” Xi menenangkan Airis yang mengeluh karena tidak di berikan kesempatan untuk beristirahat.


Itu hal yang wajar kenapa Airis bisa mengeluh. Itu normal. Siapa yang tidak akan kesal melihat Wave monster setelah mereka bertarung dan kelelahan.


“Cepat atau lambat situasi seperti ini akan kita hadapi di masa depan. Jadi, kita akan menggunakan pengalaman hari ini untuk menghadapi hal yang sama di masa depan” Melemparkan sesuatu kepada Airis.

__ADS_1


Airis menangkapnya dengan satu tangan, tangan kanan.


Dia melihat. Itu adalah sebuah potion. Namun, dirinya tidak tahu potion apa itu. Dirinya tidak pernah melihat sebuah potion yang berwarna hijau muda seperti ini.


Kira-kira potion jenis apa itu?


Airis terus memandangi nya, dia tidak ragu untuk menimunnya, karena Potion ini di berikan oleh tuannya sendiri. Itu pasti adalah sesuatu yang sangat baik dan berguna.


Tetapi, sampai sekarang ia belum meminumnya karena penasaran Potion jenis apa yang di pegangnya.


‘Untuk mengetahui ini potion jenis apa, aku harus meminumnya, dan merasakannya sendiri...’ Gumam Airis dan membuka penutup botolnya. Itu tertutup sangat rapat, sehingga kasiat dari potion nya tidak berkurang.


Ada berbagai ragam jenis potion di dunia ini, dan tentu memiliki efek, dan kasiat yang berbeda-beda pula.


Kualitas Potion, juga akan mempengaruhi jumlah efek dan kasiat yang di dapatkan.


Potion yang umum di ketahui oleh semua orang di dunia ini adalah Mana Potion dan Healing Potion. Keduanya adalah potion yang umum dan sering di jumpai.


Penjualan potion tersebut juga sangat luas, ada di seluruh belahan dunia. Walau itu tidak dapat di temui di toko-toko kecil, namun itu dapat di beli di tempat penjualan khusus potion.


Dimana setiap potion di jual, dan segala jenis kualitasnya ada disana.


Usaha ini juga merupakan salah satu usaha yang paling menguntungkan. Mengingat petualang sangat membutuhkan bantuan sebuah potion. Bukan hanya petualang, namun juga orang biasa membutuhkannya.


Dapat di katakan semua orang di dunia ini membutuhkan potion.


Namun, khusus untuk orang biasa, mereka lebih memerlukan Healing Potion dari pada potion jenis lainnya.


Aroma harum dari potion saat membuka tutupnya tercium sampai ke hidung. Airis tidak percaya ini, ‘Apakah Potion memang seharum ini?’ aroma harumnya menggugat selera, seseorang seperti tidak akan menghindarinya.


Airis dapat memikirkan rasa dari potion ini, itu terdengar enak.


Anda juga dapat memikirkannya sebagai aroma makanan yang Anda sukai.


Ketika itu di tuangkan, seluruhnya membasahi mulut, lidah dan semacamnya. Ketika itu, indera perasanya dapat merasakan rasa dari potion tersebut yang cukup manis.


Tidak begitu hambar, seperti potion pada umumnya.


Ini seperti menaburkan gula kedalam minuman teh.


Beberapa tegukan dan potion telah masuk kedalam tubuh. Saat itu, efeknya mulai aktif.


Mata terbuka lebar seolah tidak percaya. Rasa lelah pada tubuhnya di hilangkan begitu saja oleh potion ini, bahkan staminanya juga di pulihkan.


Potion tersebut bernama {Power Potion} memiliki efek untuk memulihkan tenaga, menghilang rasa lelah, dan mengembalikan stamina yang hilang secara penuh.


Ketikan seseorang meminumnya, {Power Potion} akan membuatnya berada dalam kondisi paling prima seseorang.


Meski begitu, potion ini tidak memulihkan mana yang hilang. Bisa di katakan, kalau ini tidak berguna untuk para penyihir.


“Tuan... Ini...”


“Ya?”


Airis tidak melanjutkannya, karena dirinya bingung harus mengatakan apa.


Begitu pula dengan Xi, ketika Airis diam, ia juga tidak mengatakan apapun.


Xi mengambil tindakan yang berada di luar nalar lagi di hadapan Airis.


Dari kakinya, menebar kegelapan dalam skala yang luas. Menutupi semua jasad Frocs yang bertebaran disana.

__ADS_1


Airis kebingungan, dan gugup. ‘Kemampuan apa ini?’ sambil melihat kiri kanan.


Airis benar-benar tidak tahu kemampuan macam apa yang dimiliki oleh tuannya.


Bahkan sampai sekarang, dia belum dalam memahaminya.


Saat kegelapan itu mulai menyusut dan kembali kepada Xi. Area di sekitarnya menjadi bersih, dan tidak ada apapun lagi disana.


Xi telah menelan mereka semua dengan menggunakan skill [Gluttony]. Kemampuannya tidak hanya melahap, juga dapat menganalisis sesuatu yang di telannya, memulihkan mana penggunanya.


Selain itu, skill [Gluttony] juga dapat di gunakan untuk menyerang, dengan langsung melahap lawan yang ingin di serang nya.


Xi kembali mengumpulkan kegelapan di dalam dirinya, mulai memusatkan semua kegelapan di tangan.


Dia mengangkat tangannya, dan mengarahkannya pada Wave Frocs di depan.


“Lahap mereka! [Gluttony]”


Seketika saat kata-kata itu jatuh. Kegelapan langsung menyebar kembali dalam jangkauan yang luas.


Dari sisi Frocs itu terlihat seperti sebuah ombak air yang tinggi, namun sepenuhnya itu adalah kegelapan.


Semua makhluk akan takut ketika melihat ombak yang tinggi, namun Frocs ini berbeda. Bahkan mereka tidak memperdulikan hal tersebut dan memaksa untuk menerobos.


Itu tidak mengejutkan untuk Xi, melihat Frocs yang terus maju. Meski tahu ada bahaya di depan, mereka tetap menerobos.


Pada dasarnya, suatu makhluk yang tidak memiliki akal bahkan seperti Goblin sekalipun akan merasakan rasa takut akan kematian.


Hal yang berbeda dengan Frocs ini, walau mereka lemah, dan menghadapi musuh yang lebih kuat dari mereka. Para Frocs sama sekali tidak gentar sedikit pun.


Entah mereka terlalu bodoh, tidak memiliki rasa takut, atau memang pada dasarnya Frocs ini gila.


Frocs yang tersedot masuk kedalam kegelapan, saat itu mereka langsung lenyap tanpa sisa.


Didalam kegelapan, tubuh mereka dan jiwa mereka di hancurkan dengan begitu cepat. Saking cepatnya, itu tidak menimbulkan rasa sakit sedikit pun saat di hancurkan.


Banyak Frocs yang terbunuh saat itu, dan melihat jumlahnya yang terus bertambah dan semakin banyak Frocs yang berjatuhan.


Membuat Xi dan Airis mendapatkan banyak jumlah exp yang membuat mereka naik level.


Dengan semua Frocs yang jatuh, dan exp yang didapatkan. Level Xi meningkat dua level, dan levelnya sekarang adalah 22. Sementara itu, Airis yang hanya dia menyaksikan kebodohan Frocs mengantarkan nyawa mereka pada kematian, mendapatkan kenaikan level yang lebih banyak dari Xi. Empat level di dapatkannya, dan levelnya sekarang 13.


[Gluttony] dapat melahap apapun tanpa batas. Dan dapat terus melahap apapun dan menyedot apapun yang ada di sekitarnya layaknya blackhole.


Namun, levelnya yang rendah sulit buatnya untuk menggunakan skill [Gluttony] terus-menerus.


Semakin lama di gunakan, [Gluttony] menjadi semakin membesar, dan menelan Frocs dalam jumlah yang tidak masuk akan.


Xi tidak ingin mengambil risiko yang lebih jauh. Sulitnya mengendalikan [Gluttony] sekarang membuat perasaan takut dalam hatinya [Gluttony] akan lepas kendali dan menelan apapun yang ada tanpa kendali.


“Baiklah, cukup sampai disini...” Xi menarik semua kegelapan yang telah ia keluarkan. Saat itulah skill [Gluttony] berhenti melahap dan semua kegelapan kembali kedalam dirinya sendiri.


Tubuhnya berasa terbebani. Di level yang sekarang, menggunakan kemampuan besar [Gluttony] sangat menyulitkan, itu bahkan terasa mustahil untuknya.


“Masih ada dua hari lagi sebelum kita pindah ke lantai dua. Tidak perlu takut, dan tidak perlu ragu, kita akan menghadapi mereka bersama.”


Airis mengangguk pelan setuju. Entah apa yang membuatnya setuju, menghadapi Wave monster bukanlah pilihan yang baik bahkan jika mereka membawa kelompok pasukan.


Mungkin Airis telah mendapat beberapa kesan terhadap Xi, bahkan belum lama dia mengikutinya, namun dia telah mendapat banyak manfaat.


Airis menarik pedangnya, dan mulai memberikan tatapan yang tajam.

__ADS_1


Mereka bersiap menunggu kedatangan Wave Frocs yang datang ke arah mereka.


__ADS_2