
Sisi lain hutan. Terdapat banyak party yang berkumpul mengerumini sebuah pohon dengan melingkar. Terlihat, Masing-masing dari party-an tersebut saling bertarung memperebutkan sesuatu. Tidak tahu apa yang mereka perebutkan, namun dengan mereka yang bertarung habis-habisan, tampaknya mereka memperebutkan sesuatu yang berharga.
Apakah itu memang se berharga itu? Sampai-sampai nyawa sendiri tidak di perdulikan. Apakah pengorbanan yang mereka lakukan ini benar-benar layak dengan hasil yang mereka dapatkan? Tidak ada yang tahu akan hal tersebut.
Tanah di sekitar pohon besar yang tepat berada di tengah lingkaran kerumunan orang. Seluruh akarnya telah terlumuri oleh darah-darah segar dari setiap orang yang gugur.
BUUK! Sebuah pukulan keras. Satu pukulan itu menerbangkan seseorang hingga menabrak pohon dan tidak sadarkan diri.
Lalu, dengan suara keras dan lantangnya, pria itu berkata “Kalian orang-orang lemah! Huh, sebaiknya kalian menyerah saja dan serahkan semua buah ini kepada kami! Jika tidak, konsekuensinya adalah mati!” Begitu arogan. Namun, tidak ada yang berani membantahnya. Melihat pria berbadan besar nan kekar itu menerbangkan seseorang dengan mudahnya, membuat mereka menjadi takut dan merenungkan sejenak.
Seseorang yang merasa kesal. Tidak Terima di rendahkan oleh pria tersebut. Dia maju sambil membawa perisainya di tangan. Dia juga memiliki tubuh yang besar, pria gemuk ini ketika berdiri sembari memegang sebuah perisai, dia terlihat seperti sebuah batu yang tak tergoyahkan.
“Sungguh Arogan nya dirimu! Merendahkan kami semua, apa kamu pikir dirimu itu layak untuk memerintah kami?” Suara keras.
Sontak, pria gemuk tersebut menjadi pusat perhatian semua orang.
“How, sepertinya kau tidak Terima dengan usulanku?” Menatap tajam dan suara rendah itu dingin.
Meludah. “Kamu pikir kamu itu benar-benar layak untuk itu? Mengamcam untuk membunuh kami semua? Kau pasti sedang mimpi di siang bolongkan?” Mencibir. Tentu, siapa yang akan percaya seseorang dapat mengalahkan semua orang yang ada di tempat ini.
Satu lawan semuanya? Haha, itu bahkan terdengar sangat lucu. Sekuat apapun dirimu, mana mungkin dapat mengalahkan kami. Lihat dirimu... Bahkan hanya dengan sindiran kecil, kau sudah terdiam. Betapa besar kau ingin menipu dengan kemampuan payahmu? Menyedihkan.
“Ha? Kenapa kau hanya diam saja? Apa perkataanku tadi itu benar? Sepertinya kau hanya bermulut besar saja...!!! ;;;” Saat dia berbicara semua orang mendukungnya. Dan bahkan mereka menertawakan pria kekar tersebut dengan suara keras. Namun, saat pria itu mengangkat wajahnya, terlihat dengan jelas tatapan matanya yang tajam membuat semua orang gemetar.
Sontak seketika bahu semua orang terasa berat dan dingin.
Pria gemuk itu terkejut melihat ekspresinya yang menyeramkan. Wajah gelap tampak berbayang, mata menyala terang dan selalu di selimuti oleh niat membunuh yang kuat. Hal itu, membuatnya menjadi gugup, bahkan takut.
Ekspresi aneh dengan wajah penuh keringat. Ini adalah wajah dari seseorang yang ketakutan. Bahkan, dia tidak bisa dengan benar memegang perisai yang di bangga-banggakan.
Dia bersiap dengan gugup memasang kuda-kuda. Hawa berbahaya yang dia rasakan memberikan pikirannya sebuah intuisi siaga.
Meski begitu, itu tidak menghilangkan rasa takut sepenuhnya. Namun, itu jauh lebih baik ketika dia kembali memegang perisai di kuda-kuda.
__ADS_1
‘Aura yang mengerikan... Sepertinya dia tidak sedang bercanda, aku harus waspada dengan serangan kejutannya.’ Saat itu dia berbicara dalam pikiran. Mengenai seberapa mengerikannya pria tersebut. Dia melihat dengan mata kepala, bahwa tubuh pria kekar di hadapannya perlahan-lahan sedikit dan sedikit lebih membesar.
Itu seperti seluruh tubuh di paksakan untuk mengeluarkan semua kekuatan yang dimiliki. Otot yang kuat, dan urat otot yang bahkan tampak mengerikan dan menjijikan itu terlihat di sekujur tubuhnya. Tidak hanya di lengan, tetapi benar-benar di seluruh tubuhnya.
Seperti setelah menyelesaikan persiapannya. Pria berbadan kekar itu mulai merubah postur tubuhnya. Dan meletakkan satu kakinya ke belakang.
‘Ini dia. dia akan segera datang' ;;;
Saat mata fokus tertuju padanya. Tiba-tiba pria bertubuh kekar itu menghilang dari hadapannya. Membuatnya sangat terkejut dengan apa yang terjadi.
‘Apa? Kemana perginya?’ Terkejut, dan panik. Melihat sekeliling dan tidak ada orang yang di carinya. Hanya ada para penonton yang menonton pertarungan tersebut dengan serius.
Cukup mengejutkan untuk semua orang. Bahkan dengan tubuh sebesar itu, dia masih dapat bergerak dengan begitu cepatnya, sampai-sampai orang-orang tidak dapat melihatnya dengan mata telanjang.
‘Dimana? Kenapa... Kenapa aku tidak bisa menemukannya?’ Pria gemuk ini terus mencari tanpa sedikitpun mengedur. Dia tahu situasinya. Dia tahu situasi ini berbahaya, dan tidak menguntungkan dirinya.
Muncul.
Dibelakang! BANG! BOOOM!
Tak sempat untuk berbalik dan menghentikan serangan itu. Pria gemuk terkena pukulan tepat di punggungnya yang besar. Tulang yang di tutupi oleh daging dan lemak yang tebal bahkan sampai hancur.
Suara hancurnya tulang itu dapat terdengar dengan jelas di telinga sebelum terjadinya beturan di tanah yang menghasilkan suara keras.
Di tanah yang hancur akibat hantaman sesuatu yang sangat kuat. Tepat di atasnya terlihat pria gemuk itu tergeletak tidak berdaya. Kedua tangannya patah, tulang rusuk dan tulang pipihnya dapat di pastikan hancur.
“Gila! Kuat sekali... Bahkan pria gemuk itu sampai di hancurkan seperti itu.”
“Jika aku ada di posisinya, mungkin nyawaku sudah tidak tertolong lagi... Dia beruntung masih dapat selamat dari serangan sekuat itu.”
Dalam keadaan itu. Kecil kemungkinan dapat selamat. Bahkan, jika dia berhasil bertahan hidup, dengan luka yang begitu parah, dia akan kembali dengan kecacatan fisik. Mustahil untuk tulang yang hancur dapat sembuh sepenuhnya, bahkan dengan sihir penyembuhan dari seorang healer sekalipun.
Jika dia benar-benar ingin kembali dengan normal. Maka dia harus meminta bantuan kepada seorang healer peringkat atas. Minimal, adalah seorang healer yang berlevel di atas level 100.
__ADS_1
Tapi. Aku rasa itu mustahil. Bahkan jika dia memiliki banyak uang tabungan didalam rekeningnya. Mencari seorang Healer di tempat seperti ini? Itu mustahil.
Saat orang-orang membicarakan kondisi pria gemuk tersebut. Bahkan, sampai anggota partynya terdiam di tempat dan membeku seperti patung.
Setelah mengalahkan pria gemuk itu. Dia menoleh dengan ekspresi wajah yang menyeramkan. Wajah merah bahkan dengan banyak sekali urat kepala yang timbul membuatnya lebih menyeramkan lagi. Dia sudah tidak terlihat seperti manusia, melainkan terlihat seperti seorang iblis.
“Jadi? Bagaimana dengan usulanku tadi? Apakah masih ada yang menentang?” Pria itu bertanya dengan nada yang berat sembari memancarkan aura yang menyeramkan. Hal tersebut dia lakukan sebagai ancamab untuk orang-orang itu agar mereka segan terhadapnya.
“Tidak, tidak... Kami menyerah... Kau dapat mengambilnya.”
“Ya, ya, ya... Kau dapat mengambil semuanya, kami tidak akan menghalangi.”
“Aku juga merasa untuk orang sekuat dirimu, buah itu pasti akan sangat berguna untukmu. Kamu pasti akan mendapatkan banyak manfaat.”
Huh, lihatlah bertapa pengecut nya kalian. Hehe, tapi tidak apa, setidaknya kalian sadar diri. Orang-orang seperti kalian jika memakan buah itu hanya sebuah kesian saja. #Sombong dan merendahkan. Namun, tidak ada dari mereka yang membanta. Sepertinya mereka mengakui apa yang di katakan nya. Atau mereka begitu takut untuk membantah?
Semua hanya tertawa canggung dan beberapa memasang wajah masam tuk menanggapinya. Dan tetap saja, tidak ada yang berani untuk membela.
“Karena kalian sudah menyerah cepat pergi sana! Tidak ada gunanya kalian para sampah tetap di sini!”
Setelah kata-kata itu jatuh. Semua orang pergi dengan hati yang kesal, ekspresi cemberut, dan bahkan mencibir nya dalam hati.
Namun, saat semua orang berpergian. Tiba-tiba, seseorang dari arah yang berlawanan datang mendekat. Orang itu tampak tenang saat berjalan, bahkan ketika dia melihat orang-orang itu pergi.
“Hei, kau! Apa yang ingin kau lakukan di tempat ini? Tempat ini adalah wilayah kami, pergilah!”
Temannya meminta kepada orang itu untuk pergi. Alih-alih mendengarkan dan pergi, namun orang tersebut tidak menghiraukan nya dan tetap berjalan dengan santai.
“B*jingan ini... *gerutu kesal* Hei, B*jingan! Apa kau tidak dengar apa yang di katakan nya? Apa kau tuli? Cepat pergi dari sini, selagi aku baik hati mengingatkanmu!” Teriak dengan keras. Mustahil dengan suara sekencang soun tersebut tidak di dengar dalam jarak ini. Jika orang itu tidak mendengarnya, maka dia benar-benar orang tuli.
Dan, kali ini mereka mendapatkan respon darinya. Namun, itu bukanlah respon yang mereka inginkan.
“Lalu? Jika aku tidak ingin, apa yang akan kalian lakukan padaku? Apakah kalian akan membunuhku seperti orang itu?”
__ADS_1