Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)

Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)
Ch. 25


__ADS_3

Penginapan Bintang.


Seperti biasa bahkan setelah Xi menempati tempat ini, penginapan ini masih saja sepih. Bahkan tidak ada orang lain selain dirinya yang menginap di penginapan ini.


Tidak tahu kenapa, tetapi ini aneh karena tempat yang begitu bersih dan rapi seperti ini malah sepi pengunjung. Apakah sudah waktunya untuk penginapan ini tutup? Jika itu terjadi, lalu bagaimana nasib Mina jika penginapan ini tutup? Apa dia akan menjadi orang-orang yang ada di pinggir jalan seperti itu? Hmmm aku rasa itu tidak.


“Kau rajin seperti biasanya. Bahkan ini sudah malam hari, dan kau masih bekerja.”


“Hehehe, habisnya tidak ada yang bisa aku lakukan selain mengurus tempat ini. Aku ingin menjadi petualang, tapi aku sadar akan kemampuanku, dan aku tidak punya bakat untuk itu.”


“Begitu kah?”


Mina mengangguk pelan membenarkannya. Lagi pula memang pada dasarnya Mina bukanlah orang yang terbiasa berada dalam pertarungan. Orang sepertinya, hanya akan menjadi beban didalam tim meski dia bisa memasak makanan yang enak. Itu mungkin membantu, tetapi berbeda cerita jika memasuki pertarungan.


Karena hal tersebut, Mina tetap teguh pada posisinya dan menjalani hidupnya sebagai pengurus sekaligus pemilik penginapan Bintang. Ini adalah satu-satunya sumber mata uang atau sumber pencarian untuknya tetap bertahan hidup.


“Oh, iya. Aku dengar anda pergi ke hutan tadi siang. Apakah Kamu baik-baik saja?”


“Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja.”


“Hmmm.”


“Kenapa wajahmu mengerut seperti itu? Apa ada sesuatu?” Xi bertanya kepada Mina. Dari ekspresi wajah yang Mina tunjukkan, terlihat dia seperti orang yang penasaran, dan ingin menanyakan sesuatu.


“Selama ini aku hanya mendengar kabar angin saja, tetapi belum pernah merasakannya sekaligus melihatnya.” Jawab Mina. “Xi, karena kamu seorang petualang, anda pernah berhadapan dengan monster kan?”


Menjawabnya dengan anggukan pelan. Xi penasaran apa yang ingin Mina tanyakan kepada dirinya.


“Apakah Monster itu menyeramkan?” Mina bertanya karena penasaran.


Betapa polosnya dia tidak mengetahui itu. Tidak... Seharusnya dia sudah tahu jelas tentang hal tersebut. Bahkan jika dia warga biasa, dia pasti tahu jika monster itu berbahaya sekaligus menyeramkan.


Mana mungkin ada orang yang tidak mengetahui itu. Bahkan mereka yang tinggal di sebuah desa terpencil, tahu seberapa berbahaya dan seberapa menyeramkan nya monster.


‘Bukankah sudah jelas? Apakah dia menanyakan itu karena belum pernah bertemu monster secara langsung?’ Xi bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Namun, apa yang bisa dia lakukan? Bahkan jika dia mencoba untuk mengelak itu sangat lucu.


Menarik nafas dalam. “Bahkan jika aku tidak menjawabnya, anda pasti sudah mengetahuinya dengan jelas kan?”


Dengan wajah polos dan terlihat seperti seorang wanita manis yang tidak ternodai oleh dunia luar dia membalas. “Ohw, jadi seperti itu ya? Hehe, maafkan aku, aku pikir monster itu lucu dan menggemaskan.” Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Benar, tidak semua monster berpenampilan menyeramkan. Tetapi, bukan berarti mereka yang berpenampilan manis dan lucu itu tidak berbahaya. Malahan, monster dengan ciri-ciri tersebut dapat di katakan monster yang sangat berbahaya.


Kenapa di sebut dengan monster yang sangat berbahaya?


Itu karena, monster yang berpenampilan manis, imut, dan lucu adalah monster-monster yang sangat rawan dan tidak terprediksi. Jika mereka benar-benar monster yang berbahaya, mereka dapat mematikan manusia dengan penampilan manis mereka. Dengan membuat seseorang petualang lengah, sehingga mendekati mereka tanpa kewaspadaan. Petualang semacam itu adalah mangsa empuk bagi monster dengan ciri-ciri tersebut.

__ADS_1


Monster yang manis, imut, dan menggemaskan mungkin tidak begitu baik dalam pertarungan. Tetapi, mereka sangat bagus dalam berkamuflase, dan menipu, serangan tiba-tiba atau suprise adalah keahliannya. Menyembunyikan sifat sejati mereka di penampilan mereka yang menggemaskan.


Penampilan palsu dibalik sifatnya yang palsu. Mereka adalah jenis monster yang mengerikan. Petualang pemula wajib mewaspadai mereka.


“Haha, benarkah? Tetapi, aku rasa monster seperti itu juga ada...”


BUKK! “Benarkah itu?!!” Saut Mina setelah ketika Xi selesai berbicara. Dengan spontan dia juga memukul meja dengan cukup kuat hingga suara pukulannya terdengar jelas.


Xi yang terkejut bahkan sampai berkeringat tidak percaya.


“ A ah... Ya... Mungkin... Ya... “ Xi tampak ragu-ragu menjawabnya. Apa yang akan terjadi jika Xi memberikan wajaban yang pasti. ‘Ku takut dia akan melompat dan pergi keluar mencari mereka. Pada saat itu, mungkin dia tidak akan kembali lagi.’


“Jika memang itu benar, aku ingin memiliki satu. Kau tahu, menghabiskan waktu di tempat ini sendiri itu sangat membosankan. Setidaknya aku ingin ada teman atau tempat untukku berbicara saat aku kesepian.” Mina benar-benar mengharapkan itu. Karena dia tidak dapat bertarung, jadi dia tidak berencana untuk mencarinya di luar karena itu sangat berbahaya. “Aku harap aku bisa mendapatkannya...”


Xi memikirkannya, mungkin memiliki teman seperti itu tidaklah sepenuhnya buruk. Xi memegang dagunya, dan berpikir.


Saat ini dia tidak memiliki monster-monster semacam itu. Hanya saja, dia memiliki beberapa... Tidak banyak telur laron di dalam inventory nya.


‘Jika aku memberikannya beberapa... Tidak...’ Itu memerlukan beberapa pertimbangan yang matang. Mengingat sebelumnya, Laron adalah monster tipe/jenis Insecta yang cukup berbahaya. Serangan terhadap manusia mungkin juga tidak akan terhindarkan.


Melihat Xi yang tampak aneh seperti memikirkan sesuatu. Mina menekuk kepalanya sambil bertanya. “Apa yang sedang kau pikirkan? Apa ada masalah?”


Mendengar pertanyaan itu membuatnya tersadar dari lamunannya. Kini dia tahu bahwa dia baru saja mengkhawatirkan seseorang. Kenapa bisa seperti itu? Padahal, Xi mau pun Mina belum lama ini baru mengenal.


“??, Pelelangan? Maksudmu pelelangan yang di adakan Rumah Lelang Mawar Hitam?”


“Ya. Sepertinya kau mengetahui itu?”


“Hmmm. Aku rasa semua orang juga tahu.” Mina terlihat tidak terlalu suka membicarakan ini. Entah apa alasannya. “Memangnya apa yang akan kau lakukan disana?” Tanya Mina.


“Aku?”


“Iya.”


“Aku menemukan sesuatu yang menarik disana, dan aku berniat untuk mendapatkannya.”


Mendengar itu, Mina terlihat ragu. Entah apa yang Xi inginkan, dan apa yang dia butuhkan. Bahkan jika barang atau apapun itu ada disana, tidak akan mudah untuk mendapatkannya.


Itu karena, yang mengikuti pelelangan ini bukanlah satu dua orang saja. Ada banyak orang yang ikut serta dalam pelelangan kali ini, apalagi, item sihir juga akan di lelang dua hari lagi.


Tentu itu menarik perhatian berbagai pihak. Mungkin bukan hanya petualang biasa aja yang ikut serta. Namun, beberapa orang kaya, dan berstatus. Khususnya adalah anak-anak keluarga bangsawan, serta beberapa anggota petualang dari Guild terkenal di Kota Aiter. Atau bahkan mungkin Guild Master sendiri akan turun andil dalam hal ini.


Jelas persaingan ini tidak akan menguntungkan. Apalagi Xi hanyalah orang biasa, tentu uang yang dimiliki tidak sebanyak orang-orang yang berstatus tinggi.


Ditambah dengan fakta bahwa Xi adalah petualang peringkat tembaga, yang mana itu adalah peringkat terendah dari semua peringkat yang ada. Jelas itu membuat Mina pesimis. Mina takut Xi akan kehilangan minatnya saat mengetahui seberapa besarnya dan luasnya dunia ini.

__ADS_1


Orang-orang kecil seperti mereka, tidak akan bisa melihat ujung dunia tersebut.


[Nama : Xi Arcadia. Level : 18]


Ras : Black Dragon-Young


MP: 17881


Job : Prince of Darkness


Prince of Death


∆∆∆


Inventory[•••]


Shop[•••]


Gold[34440]


¶¶¶


Statistik :


Strength : 58 Vitality : 52


Agility : 47 Intelligence : 57


Sense : 47


Poin Statistik : 2


¶¶¶


Skill :


Summon Army of Darkness, Claw of Darkness, Dragon Claw, Death Touch, Seducing Death, Strike, Blink, Heat Sensor, Sense.


¶¶¶


Gelar


(Eradicate Insect) (Monster Hunter)


“Dengan Gold Sistem sebanyak ini, bahkan jika mereka adalah keluarga bangsawan. Itu tidak akan cukup untuk mengalahkan aku.”

__ADS_1


__ADS_2