Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)

Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)
Ch. 15


__ADS_3

Setelah meningkatkan Stat Intelegent nya mencapai 50, Xi dapat merasakan dengan jelas jumlah mana yang terkandung di dalam tubuhnya cukup banyak, dan semua itu masih dapat di tingkatkan lagi olehnya.


Yang artinya, Xi dapat meningkatkan jumlah Mana yang dia miliki.


Perasaan derasnya aliran spiritual di dalam tubuhnya mulai memasuki jantung.


Xi duduk, lalu melakukan meditasi. Menarik nafas dalam-dalam, dan mulai fokus dalam pengumpulan Mana nya.


Karena semua Mana yang ada di tubuh Xi berpusat kan di jantungnya. Jadi, Xi harus memaksimalkannya, sehingga Mana yang ter konsumsi, atau tersimpan dalam jantungnya tidak terbuang sia-sia.


Dalam sekejap mata, Xi telah menjatuhkan pikirannya dalam ketenangan, serta dalam tingkat kefokusan yang sangat tinggi. Di saat yang sama, dia masih bisa memberikan beberapa arahan kepada sistem untuk membuatkannya barier penghalang, sehingga tidak ada orang yang dapat menganggunya.


Tentu ini dia lakukan demi ke amanan, dan keselamatan diri. Sangat berbahaya melakukan meditasi di dalam hutan, terlebih lagi jika itu dalam hal pengendalian Mana. Jika terganggu, bisa saja semua usaha ini akan menjadi sia-sia.


[Perintah di Terima! Barier Penghalang di aktifkan!]


Sebuah kuba tak terlihat yang tercipta dari kumpulan Mana yang ada di sekitarnya. Meski tidak menghilangkan hawa keberadaan nya, apa lagi menyembunyikan dirinya, tetapi Kuba tak terlihat itu dapat menahan serangan monster kuat.


Sistem sangat percaya diri dengan pertahanan nya ini, bahkan jika itu adalah Demon Snake, Sistem yakin mereka tidak akan mampu menghancurkannya.


Sementara itu, hembusan angin yang kencang telah berputar dan mengelilingi dirinya bagaikan topan.


Itu bukanlah pusaran angin biasa, melainkan kumpulan Mana dalam jumlah besar yang mereferensikan dirinya seperti badai.


Dari kumpulan Mana itu, Xi perlahan-lahan menyerap masuk kedalam tubuh, dan mengumpulkan semuanya ke jantung.

__ADS_1


Catatan: Naga adalah makhluk mistik yang dapat menampung banyak sekali Mana di dalam tubuhnya, terutama adalah jantung. Jantung Naga selataknya sebuah kantung yang elastis, dan dapat menampung Mana dalam jumlah yang banyak melebihi makhluk apapun. Itu sebabnya, jantung para naga di sebutkan oleh semua orang sebagai pusatnya sihir.


Bahkan jantung dari seekor Naga yang masih muda, atau bahkan baru menetas dari telurnya sangatlah berharga. Satu buahnya bisa di hargai berkisar puluhan juta koin emas, atau jutaan koin platinum. Dan tentu, harganya akan semakin melonjak tinggi sesuai dengan seberapa bagus kualitasnya, dan seberapa tua Naga tersebut. Semakin tua seekor Naga, maka harga dari jantung nya bisa di tukarkan dengan sebuah Naga besar.


Jika manusia melakukan tranfusi jantung, dan mengubah jantungnya menjadi jantung Naga. Maka, orang tersebut akan jauh lebih kuat dari orang-orang yang ada di sekitarnya, dan bahkan jumlah Mananya akan juah lebih murni, dan lebih banyak.


Mengingat Naga adalah makhluk yang sangat dekat dengan keberadaan mistik, sehingga kemurnian Mana yang mereka miliki juah melampaui rata-rata kemurnian Mana yang ada.


Hasilnya akan luar biasa, apa lagi jika itu di tranfusi kan ke seorang penyihir. Seorang penyihir, dapat menjadi penyihir terhebat di dunia, dan berdiri di puncak dunia hanya dengan mengandalkan jantung Naga saja.


Meski sangat luar biasa, dan menggiurkan. Namun, tidak ada satu orang pun di dunia ini yang berani untuk melakukan tindakan tersebut.


Tentu bukan tanpa alasan. Jantung Naga tidak seperti jantung Manusia, memerlukan tubuh yang kuat dan luar biasa agar dapat menampung kehebatan dan kemampuan jantung seekor naga. Dan itu, tidak ada banyak orang. Bahkan para pahlawan, tidak layak untuk di Sebutkan.


Dan, untuk alasan yang kedua. Mereka takut akan balas dendam dari Ras Naga, yang mereka sendiri ketahui, Ras Naga adalah yang terkuat di dunia ini.


Ras lainnya, lebih memilih untuk berselisih dengan Ras yang lainnya pula. Tetapi, tidak pernah sekali pun mereka akan berselisih dengan Ras Naga yang sangat kuat dan gemar sekali membuat kehancuran. Dalam pertarungan atau pun perang, Ras Naga adalah satu-satunya Ras yang tidak akan menahan kekuatan mereka dalam setiap serangannya.


Inilah yang membuat semua Ras sangat takut kepada Ras Naga. Bahkan seorang Pahlawan harus berpikir dua kali jika ingin menyinggung mereka. Karena, konsekuensinya sangatlah besar.


Dalam Meditasinya, Xi berhasil memurnikan Mana dalam jumlah yang besar, dan lalu dia simpan di dalam jantungnya. Jumlah Mana yang dimiliki berangsur-angsur meningkatkan.


Dari 10.900 menjadi 11.000, kemudian meningkatkan menjadi 11.100, 11.200, 11.300, 11.400... 12.500, dan terus meningkat tanpa henti.


Hingga sampai pada akhirnya semua Mana yang terkumpul di sekitar nya telah habis di serapnya. Dan jumlah Mana yang di miliki nya mencapai 15.921 kemurnian Mana.

__ADS_1


Dalam levelnya, mencapai Mana sebanyak ini seharusnya sangatlah mustahil. Seseorang petualangan entah itu dengan Job apa pun(Kecuali Job Khusus atau Spesial dan lebih tinggi) di bawah level 20 seharusnya hanya memiliki MP(Mana Poin) sekitar 10.000 ke bawah.


Dan apa yang Xi capai saat ini bukanlah di titik maksimal nya. Xi masih dapat mengembangkan, dan meningkatkannya kembali.


Setelah melakukan proses Meditasi yang panjang, dan begitu banyak menguras tenaga. Xi mulai membuka matanya, dan bernafas legah.


Melihat kedua tangannya, dan disana dia dapat merasakan aliran Mana yang sangat banyak mengalir ke seluruh penjuru tubuhnya.


Dan Mana yang berada di jantungnya juga meningkat pesat.


"Jadi ini... Perasaan memiliki Mana yang sangat banyak. Meski kemampuan sihir ku terbatas di sihir peringkat 2 saja, tetapi dengan jumlah Mana sebesar ini, tidak mustahil untukku menggunakan sihir level 3 ke atas. Dan tentu saja, bayarannya akan sangat mahal."


Xi sangat puas dengan hasil yang berhasil dia capai saat ini. Meski masih menginginkan lebih, tetapi dia tidak dapat bersikap begitu serakah. Bahkan meski dirinya seekor Naga, nyatanya dia masih sangat lemah ke timbang Naga lainnya.


Kekuatan Naga sejati yang dia miliki tidaklah dapat dia gunakan. Di levelnya yang sekarang, dia tidak lebih dari batin Naga yang baru terlahir, dan baru melihat berapa luasnya dunia ini.


Untuk sekarang, Xi tidak berniat untuk mempelajari, sihir yang berada di luar kemampuannya. Jangankan sihir, bahkan skill Summon Army of Darkness miliknya, untuk memanggil sejumlah pasukan dari jiwa-jiwa yang telah mati membutuhkan Mana yang sangat banyak. Dan jumlah yang di panggil juga terbatas, meski terdengar luar biasa, pada dasarnya jika di gunakan di waktu yang salah, itu tidaklah berguna.


Karena, skill ini, Summon Army of Darkness setara dengan sihir level 4. Dan sekarang, Summon Army of Darkness yang Xi miliki masih di peringkat terendahnya. Saat mencapai tingkat yang lebih tinggi, tentu Jumlah Mana yang di tubuhkan juga bertambah, dan itu tidak dapat di setara kan lagi dengan sihir level 4.


"Aku ingin tahu, apakah di masa depan aku bisa menggunakan semua skill milikku ini dengan bebas? Khususnya adalah Summon Army of Darkness... Aku rasa, ini adalah skill yang sangat luar biasa." Tidak sabar untuk memaksimalkan kemampuannya dalam menggunakan skill Summon Army of Darkness yang menurutnya adalah skill yang luar biasa. Namun, Xi cukup sadar dengan dirinya. Bahwa dia tahu dengan dirinya yang sekarang itu masih belum cukup, sehingga ia harus berusaha keras untuk dapat mencapai impiannya itu.


Mengangkat tangan kanannya, dan meraih langit biru yang cerah. "Suatu hari, dengan kekuatan yang aku kembangkan ini, aku akan datang dan menyelamatkanmu ibu. Dan untuk mereka yang membuatmu mendengar, akan aku balas berkali-kali lipat!" Menggenggam tangannya, selayaknya dia sedang membayangkan menggenggam langit, dimana semua musuh-musuhnya terbayang di telapak tangannya lalu dia hancurkan dengan meremas nya. Senyum nya percaya diri, dan penuh keyakinan. Terlihat di kedua mata merahnya menyalah terang, dan obsesinya meluap. Namun masih dalam kendali dirinya."Lihat saja, hari dimana aku akan menuntut balas perbuatan kalian pasti akan tiba!" Senyuman di wajahnya tampak sedikit berbeda. Seakan-akan apa yang di katakannya itu adalah kebenaran.


Xi tidak tahu siapa musuhnya, sehingga itu menjadi tugasnya untuk mencari tahu, siapa musuhnya, dan sekuat apakah mereka. Namun, satu hal yang pasti dalam pendiriannya. Ketika dia sudah membulatkan tekatnya, tidak ada kata tidak, dan tidak ada kata takut atau pun mundur. Di dalam jiwanya hanya terukir kata Maju!

__ADS_1


__ADS_2