
Draco bergerak memutar mengayunkan ekornya. Dengan gerakannya yang cepat, ekornya dapat memblokir semua bola api yang mengarah pada dirinya.
Dia meledakkan semua bola api yang Xi gunakan untuk menyerangnya ketika semua bola api masih melayang di udara.
Setelah ledakan itu, Draco kembali memandang Xi. Kali ini sorot matanya lebih tajam, terlihat memandang rendah.
Xi yang melihat itu hanya diam saja sambil menanggapinya dengan sebuah senyuman tipis.
SRINGG!
Tebasan pedang yang sangat cepat. Pedang yang di lapisi dengan Mana di tambah dengan sebuah skill yang di gunakan saat menyerang, hal tersebut memutuskan ekor Draco yang keras.
“Kerja bagus Airis, memang tidak salah mempercayakan tugas ini kepadamu.”
Airis menyarungkan pedangnya kembali setelah sesaat dia memotong ekor Draco.
Mana yang melapisi pedangnya seraya menghilang meninggalkan pedang yang mulai memasuki sarungnya.
“Terimakasih tuan karena sudah mempercayaiku.”
Ini merupakan bagian rencana yang di susun oleh Xi sebelum menghadapi bos dungeon.
Walau tidak ada informasi tentang bos dungeon sebelumnya, sebelum mereka menasuki dungeon, tetapi berkat pengamatan dan penelusuran area sekitar di lantai kedua, Xi menemukan sebuah jejak kaki di lantai.
Sebuah jejak kaki berukuran besar yang dapat di simpulkan itu adalah jejak kaki bos dungeon.
Hal tersebut di perkuat dengan tidak adanya monster lain di lantai dua selain bos dungeon.
Monster-monster yang ada di lantai pertama tidak dapat naik ke lantai kedua bagaimanapun caranya, walau pun bisa, tidak ada alasan untuk mereka(Frocs) menaiki lantai.
Untuk apa? Tentu saja tidak ada. Frocs yang kecerdasannya rendah, tidak mungkin memiliki pemikiran untuk menaiki lantai.
Jika mereka naik, saat itu pula mereka akan langsung mati. Karena, Draco tidak menyukai adanya makhluk lain di area kekuasaannya.
Dari pada itu, terdapat alasan mengapa Airis dapat memotong ekor Draco yang sekeras baja.
Pertama, itu di sebabkan oleh mana yang melapisi pedangnya. Yang mana itu akan memperkuat dan mempertajam pedangnya.
Kedua, itu karena skill yang digunakan memberikan kemampuan penetrasi yang mengabaikan pertahanan musuh.
Dan yang terakhir adalah, pedang yang Airis gunakan bukan pedang biasa. Melainkan sebuah item 'Rare tier' yang Xi berikan kepada Airis.
Pedang tersebut Xi dapatkan dari sistem ghaca yang tersedia pada sistem sistem.
Memang memerlukan banyak usaha dan gold sistem yang Xi gunakan untuk mendapatkannya.
Tetapi, seberapa banyak gold yang Xi habiskan untuk mendapatkannya, hasilnya sepadan karena pedang tersebut sangat tajam. Saking tajamnya pedang tersebut, itu mampu memotong setebal 4 centimeter dengan diameter sempurna.
“Sekarang kadal itu sudah tidak memiliki ekor lagi untuk menyerang, tetapi jangan lengah aku tidak tahu apakah dia masih memiliki kemampuan lain atau tidak... Mengingat dia adalah bos dungeon, seharusnya dia memiliki kartu truf untuk menyelamatkan hidupnya.”
“Dipahami! Saya akan mengingatnya!”
Sebagai bos dungeon kemampuan yang dimiliki oleh Draco tentu tidak dapat di tebak. Terlebih lagi, dari semua catatan yang ada, baru mereka berdua lah yang sampai ke lantai dua dan masih hidup sampai sekarang.
Bahkan para petualang sebelum mereka yang sampai ke lantai dua, semuanya telah mati. Sehingga tidak ada informasi apapun mengenai lantai dua dungeon.
Belum banyak sihir yang Xi pelajari, dan Xi kuasai. Pada levelnya sekarang, level 24. Xi telah dapat menggunakan sihir tier tiga yang seharusnya dapat membantunya dalam pertarungan ini.
Namun, ia belum sempat untuk mempelajarinya karena prosesnya yang cukup lama. Tidak hanya sekedar membaca, namun Xi juga perlu memahami cara kerja sihir tingkat lanjutnya.
Setelah menerima serangan Airis, Draco yang telah menyembuhkan lukanya dengan skill [Regenerasi] telah menyembuhkan ekornya yang terputus.
__ADS_1
Namun, ekornya yang terpisah tidak dapat terhubung kembali, bahkan dengan regenerasi, ekornya tidak tumbuh lagi.
Mirip seperti bunglon. Yang ketika ekornya putus karena merasa terancam atau semacamnya. Maka sampai kapanpun ekornya tidak akan tumbuh lagi.
Inilah yang di alami Draco saat ini. Dan ini yang membuatnya marah karena seseorang telah memotong ekornya yang berharga.
Draco hendak terbang ke Langit-langit, namun ia mengurungkan niatnya. Karena tempatnya yang sempit, dan lagi Langit-langit yang rendah, bahkan jika dia terbang dengan bebas, orang-orang itu masih dapat menggapainya.
Hal ini sangat membingungkan untuknya. Dia benar-benar telah terpojok.
Melihat Xi yang maju selangkah demi selangkah, dan setiap langkahnya di iringi dengan kemunculan kegelapan membuatnya tampak seperti kematian yang hendak mencabut jiwanya.
Draco yang merasa dalam bahaya sangat takut. Jalan keluar telah di blokir. Dan tidak ada ruang untuknya dapat melarikan diri.
Satu-satunya cara untuk selamat dan bertahan hidup adalah dengan membunuh Xi dan Airis yang menjadi ancamannya.
Dengan putus asa, Draco menggerakan seluruh tubuhnya dan melesat cepat menuju Xi.
Saat ini ia benar-benar tidak tahu lagi apa yang harus di lakukan, Draco hanya dapat menyerang Xi dengan putus asa.
Tangan berubah keperakan dan Xi mengangkat tangannya.
Ini adalah satu-satunya seni beladiri yang dia pelajari saat ini. Tentunya bukan dari sebuah buku, namun melihatnya langsung dari seorang petualang veteran.
[Iron Skin] kemampuan yang meningkat kekuatan dan pertahanan seseorang secara drastis.
Kemampuan seni beladiri ini adalah kemampuan dasar yang biasanya di miliki oleh para petualang, khususnya mereka yang berperan sebagai Fighter, Warrior,dan Tank.
Menanggapi serangan Draco, Xi pun mencoba menahannya dengan [Iron Skin].
“Kecepatannya melambat? Sepertinya racun yang telah menyebar dan menurunkan ability nya, dengan kecepatan ini, seharusnya ini sudah cukup untuk menahannya.”
Sejak awal saat menghadapi Draco, bagian yang paling merepotkan dari Draco adalah kemampuan terbangnya yang dapat terbang bebas.
Dan kemampuan lainnya yang sangat merepotkan adalah kecepatan Draco yang sangat cepat sehingga mata biasa tidak sanggup untuk mengikuti pergerakannya.
Draco yang terpengaruh oleh racun Demon Snake yang menyebar ke seluruh tubuhnya, racun tersebut telah melemahkan saraf-saraf tubuh Draco, sehingga dengan itu membuat semua ability murni miliknya menurun.
Menyambut kedatangan Draco, Xi menahan tabrakan Draco yang kencang dengan kedua tangannya yang berlapisan [Iron Skin]. Sementara menahan dorongan Draco dengan kedua kakinya.
Bahkan setelah dirinya menggunakan [Iron Skin], Draco masih dapat mendorongnya mundur beberapa centimeter dari tempatnya berdiri.
‘Bahkan setelah sel-sel saraf di tubuhnya di lemahkan oleh racun, dia masih memiliki kekuatan sebesar ini.’ Xi sampai berkeringat menahannya. ‘Jika dia dalam kondisi normal, aku pastinya sudah jatuh bahkan terhempas olehnya... Dan bagian terburuknya, aku akan mengalami cidera tulang yang parah... Tapi-
“Sekarang adalah saat mengakhiri dirimu!” Matanya terbuka lebar dengan cahaya merah menyala. Xi menggenggam, meremas kulit keras wajah Draco hingga membuat Draco tidak dapat bergerak lagi dan dengan Xi yang menahan pergerakannya, mustahil untuknya dapat melarikan diri.
Airis melompat tinggi, di udara dia berputar dengan halus tanpa kesalahan, mendarat di atas kepala Draco dengan mulus, dan bersamaan dia menamcapkan pedangnya.
[Berhasil mengalahkan Bos Dungeon, Draco]
[Anda mendapatkan 30.000 Gold dan 30.000 Exp]
[Anda Naik level]
[Xi, Level : 25]
[Airis, Level : 20]
[Hadiah dari penyelesaian Dungeon telah di kirim ke inventory Anda]
[Hadiah penyelesaian Dungeon, semua Stat meningkat 2]
__ADS_1
“Cukup mengesankan. Aku naik satu level... Tidak hanya itu, bagian terpentingnya adalah semua Stat kami meningkat dua poin. Ini sangat bagus.”
Setelah pesan itu muncul, Xi segera membuka inventorynya untuk melihat hadiah apa yang di dapatkannya.
[Mana Stone-High, Draco Eye's 2, Rune Stone]
[Mana Stone-High : Sebuah batu yang berasal dari tubuh monster yang menyimpan banyak Mana murni didalamnya. Semakin tinggi tingkatnya, semakin banyak Mana yang terkandung didalamnya.]
[Draco Eye's : Sepasang mata Draco, memiliki kemampuan [Night Vision] yang dapat membantu indera penglihatan untuk melihat lebih jelas di malam hari atau di tempat yang gelap]
[Rune Stone : Sebuah batu yang bertulisan sebuah huruf Rune di atasnya yang menyimpan skill milik makhluk yang mati atau di kalahkan.
Hancurkan Rune Stone untuk mendapatkan salah satu skill acak]
“Salah satu Skill Draco ya? Hmmm...” Xi memikirkannya. Apakah dia harus menggunakannya sekarang.
Tidak banyak yang dia ketahui mengenai skill Draco kecuali skill yang dapat membuat lawan membeku karena [Fear].
Xi melirik Airis yang berada di dekat mayat Draco. Terlihat dia sedang mengamati Draco yang sudah mati.
Entah apa tujuannya, tetapi melihatnya terus memegang kulit Draco yang kasar, sepertinya dia tertarik dengan kulit Draco yang tebal dan tidak mudah di rusak.
Memang tidak sekeras kulit Demon Snake, tetapi kulit Draco itu sungguh sangat tebal. Sebuah tebasan pedang atau dagger mungkin tidak dapat menembusnya.
Dan jika kulit Draco di gunakan untuk melapisi armor, itu pastinya akan menambahkan ketahan armor sehingga armor tidak mudah di rusak.
Xi memanggil Airis dan memintanya untuk mendekat. “Airis, kemarilah...” Airis menoleh dan mengangguk. Seterah datang ketika tuannya memanggilnya. “Ini untukmu.” Xi memberikan Rune Stone yang di dapatnya kepada Airis.
“Waaa... Apa ini tuan?” Airis terlihat bingung dan tidak mengetahui apa itu. Itu terlihat seperti batu biasa, namun dengan huruf aneh yang tidak dia ketahui.
“Kau tidak mengetahuinya?”
“Tidak... Ini pertama kalinya aku melihat ini. Apa ini sesuatu yang bagus?”
Xi tidak bisa mempercayainya. Bagaimana mungkin Airis tidak mengetahuinya? Bukankah Rune Stone itu hal yang umum?
Naik level, dan mendapatkan skill saat berburu itu adalah hal umum di dunia ini. Tetapi kenapa dia tidak mengetahuinya?
Xi sungguh bingung. Airis yang sedari awal sudah mencapai level 5 ketika dia membelinya, dan skill yang dimilikinya adalah skill bawaan.
Wajar kenapa dia tidak mengetahui apa itu Rune Stone. Meski ini bukan kali pertamanya dia berburu monster, tetapi ini adalah kali pertamanya dia mendapatkan Rune Stone.
“Ya... Itu sesuatu yang bagus tidak... Itu sesuatu yang sangat berharga. Bahkan mungkin orang-orang akan memperebutkan nya ketika melihatnya.”
Mengangkat satu alisnya “Sampai di perebutkan orang-orang?” bukan kah jelas itu adalah sesuatu yang sangat berharga. Semua orang jelas sangat menginginkannya.
“Ya, aku tidak ingin menjelaskan panjang lebar, yang jelas baru itu menyimpan salah satu skill dari monster ini.”
“Hah? Skill bos monster? Bukankah itu terlalu berharga tuan? Bagaimana kalau- |Xi menyela.
“Berhenti berbicara dan hancurkan saja. Aku tidak membutuhkannya, aku masih bisa mendapatkan skill lainnya di tempat lain. Dan untuk saat ini kau memerlukan itu, kau harus bertambah kuat sehingga kau bisa membantuku di masa depan.”
Setelah mendengarkan penjelasan Xi, Airis pun mengerti.
Dirinya yang sekarang belum cukup kuat untuk mencapai tujuan yang Xi inginkan. Tidak... Kami berdua belum cukup kuat! Oleh karena itu kami harus bertambah kuat lagi untuk mencapai tujuan kami.
Muka Xi mengkerut masam. Terlihat dia seperti tidak senang saat mengingatnya.
Namun, Xi masih dapat mengendalikan emosinya, dan menekan amarah yang ada di dalam hatinya.
Untuk saat ini tidak ada yang bisa kami lakukan selain terus maju dan memperkuat diri dengan meningkatnya masing-masing level dari kami.
__ADS_1
Aku juga membutuhkan rekan yang hebat, yang dapat di percaya untuk menjaga punggungku.
Hanya mengandalkan pasukan kegelapan, ku rasa itu belum cukup untuk mencapai tujuanku.