Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)

Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)
Ch. 51


__ADS_3

Waktu berlalu. Saat semua orang di sibukan dengan pengumpulan telinga Goblin. Xi secara diam-diam menyerap sisa mana yang sebelumnya menjadi sumber kehidupan dari Goblin ini. Dengan begitu, dia dapat membuat kloningan dari Goblin yang sudah mati.


Karena jumlah Goblin yang di kalahkan itu sangat banyak, jadi mengumpulkan semua telinga Goblin itu memerlukan waktu beberapa jam. Selain telinga, dan kristal mana yang ada di dalam tubuh Goblin, yang lainnya tidak berguna. Namun, tak jarang beberapa orang biasanya mengambil kulit Goblin untuk di jadikan sebagai pelapisan armor mereka.


Di karenakan mereka tidak membutuhkan kulit Goblin. Dan jika mengambilnya, hanya menambahkan beban yang tidak di perlukan. Jadi, mereka memutuskan untuk meninggalkannya.


Mengingat mereka masih berada di wilayah Goblin. Selesai mereka mengumpulkan yang mereka butuhkan. Semua orang hendak pergi meninggalkan wilayah ini. Karena, jika terjadi hal yang serupa, akan sangat berbahaya.


“Apa semuanya sudah selesai?” Tanya Tota kepada yang lainnya. Dia telah menyelesaikan bagiannya dan itu cukup banyak.


Tidak lama setelah Tota bertanya, mereka semua menjawab. “Ya, kami sudah selesai.”


Tota mengangguk. Mengatakan itu bagus. “Karena semuanya sudah selesai, mari pergi dari sini. Akan berbahaya jika hanya diam di tempat saja. Aku yakin, masih ada banyak Goblin di dalam hutan ini.”


Semua mengangguk setuju dengan keputusan Tota.


Namun, berbeda dengan Xi. Dia yang memiliki sebuah Quest untuk mengalahkan bos Goblin, dan mendapatkan Peta. Xi tidak berniat untuk pergi. Karena, jika dia pergi, dan menghindari misi ini, Quest akan di anggap gagal, dan Xi bisa mati karena pinalti nya.


“Kalian pergilah terlebih dahulu...” “Apa?!” Serempak. “Aku akan pergi ke markas Goblin yang ada di dekat sini.”


“Apa kau berniat melawan Bos nya?” Tanya Tota.


Xi mengangguk dan membenarkan mengenai apa yang Tota tanyakan. “Iya, aku berniat menghadapi bosnya.”


“Tidak! Tidak Boleh!!!”


“??” Xi mengangkat alisnya. Menatap bingung. Dan Xi tahu alasan Tota melarangnya. Tentu, menghadapi bos monster sendirian sangat berbahaya.

__ADS_1


“Kau sudah gila ya? Menghadapi bos monster sendirian itu sama saja cari mati. Apa kau berniat membuang nyawamu demi kepuasan mu sendiri?”


Dalam hati Xi bergumam ‘Sayangnya bahkan jika aku mundur, aku mati. Dan lebih baik aku mati dalam pertarungan, dari pada mati karena pinalti.’


Xi mencoba untuk menjelaskan. “Aku memiliki beberapa keadaan khusus yang tidak dapat aku jelaskan. Dan menghadapi bos monster ini, tentunya tidak aku lakukan dengan sembarangan. Aku sudah memiliki rencana ku sendiri untuk menghadapinya.”


Dari ingatan yang aku lihat dari Goblin yang ku bangkitkan. Seharusnya sekarang markas Goblin sudah tidak memiliki penjaga lagi, karena semua yang ada di sana sudah mati di tempat ini. Dan yang tersisa, hanyalah satu Goblin. Goblin yang menjadi pemimpin untuk Goblin lainnya, biasa, Orang-orang menyebutkannya dengan nama Kepala Suku Goblin. Dia adalah Hobgoblin.


Walau Xi sudah mengatakannya. Tetap Tota tidak setuju. Mengingat betapa berbahaya bos monster itu, levelnya pasti ada di atas mereka semua. Satu lawan satu akan mustahil untuk mengalahkannya.


Namun, hal yang tidak di ketahui oleh mereka adalah. Xi, tidak pernah bertarung sendirian. Ada pasukan kegelapan yang selalu ada bersamanya yang selalu menemaninya setiap waktu. Dan, kekuatan dari pasukan kegelapan juga luar biasa, seharusnya hanya menghadapi Hobgoblin tidak akan jadi masalah.


“Bahkan jika anda memiliki rencana sendiri. Saya sebagai ketua party tidak mengizinkannya, untuk anda pergi sendirian. Jika anda tetap ingin pergi, maka tidak ada pilihan lain selain anda harus mengajak kami bersama... Tujuh lebih baik dari pada satu, iya kan?”


Mereka bersih keras untuk ikut. Jika tidak, mereka tidak akan membiarkan Xi pergi sendirian. Semuanya memaksa untuk ikut karena khawatir.


Melihat mereka begitu bersih keras untuk ikut. Tidak ada pilihan lain selain membiarkan mereka ikut. Akan tetapi...


Semua orang mengangguk. Mereka setuju dengan saran itu.


“Kemarilah, aku akan menjelaskannya...”


Mereka semua mulai mendekat, dan berkumpul membentuk lingkaran. Di saat itu, Xi menjelaskan rencananya, rencana yang akan di gunakan untuk menghadapi Bos Goblin.


Tentunya, itu telah berubah sepenuhnya ketika mereka memaksa ikut. Namun, bagian utamanya tetap sama.


Melihat dari kekuatan dan jumlah Goblin sebelumnya, Xi memperkirakan kekuatan dari Bos Goblin itu berada di atas level 25... Bagian terburuknya, bisa jadi Bos Goblin berada di atas level 30.

__ADS_1


Namun, setinggi apapun level yang di miliki seorang Goblin. Resistensi yang dimiliki pasti terbatas.


“Apa? Kita akan menggunakan racun?” Tota terkejut sambil bertanya. Tentu saja itu bukan hal yang aneh lagi jika menghadapi monster menggunakan racun. Akan tetapi, itu juga sangat berbahaya untuk diri sendiri. Terlebih lagi, tidak ada dari mereka yang ahli dalam menggunakan racun kecuali Annya. Karena dirinya seorang Assassin.


Seorang Assassin, pastinya telah kenal dekat dengan beberapa jenis racun. Dan Annya adalah salah satu dari murid organisasi Assassin, pastinya dia sudah tidak asing lagi dengan racun. Malahan, mungkin dia telah menerima ajaran-ajaran bagaimana cara menggunakan racun dengan benar.


Namun, Annya tampaknya cukup gugup karena yang di hadapinya nanti adalah Bos Goblin. Salah satu jenis Bos monster.


“Jangan khawatir, kau hanya perlu fokus. Lagi pula, bukan hanya kau saja yang akan maju. Saya juga akan membantu anda.”


Annya mengangguk mengerti. Meski dia masih gugup karena ini adalah pertama kalinya dirinya menghadapi Bos Monster.


∆∆∆∆∆


Dengan membagi penglihatannya dengan Goblin yang di bangkitkan. Mudah untuk mereka dapat menemukan keberadaan Bos Goblin.


Pada saat itu, mereka semua tiba di sebuah tempat yang terlihat seperti sebuah desa kecil. Dan, desa tersebut sangat sepi dan sunyi, sepertinya, apa yang di lihatnya pada ingatan Goblin yang dia bangkitkan menang benar. Semua Goblin yang ada di desa di kerahkan untuk mencari mangsa untuk persembahan kepada Bos Goblin.


Perlahan-lahan mereka mulai memasuki desa. Tidak ada yang istimewa di desa Goblin ini, hanya ada bangunan-bangunan sederhana yang bahkan terlihat sangat jelek dari bangunan sederhana yang semestinya. Beberapa atap bahkan belubang besar, sepertinya para Goblin ini tidak cukup pintar untuk membangun sebuah tempat tinggal.


Akan tetapi, sebuah hal yang mengejutkan ada di depan mata. Yang mana, di tengah-tengah desa terdapat sesuatu seperti singgah sana.


Berbeda dari yang lainnya, pada tempat ini terlihat sangat bersih dan rapi. Obor-obor tersusun dengan rapi, melingkar menutupi singgah sana didalamnya. Tampak seperti sebuah arena.


Di sebuah singgah sana di depan. Sesosok Goblin yang perkasa duduk disana dengan tatapan mata yang menyeramkan.


Bahkan hanya dengan melihat matanya, mereka terasa terintimidasi.

__ADS_1


“Itu dia... Bos dari para Goblin...”


Hobgoblin. Level : 30.


__ADS_2