Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)

Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)
Ch. 59


__ADS_3

Dalam keheningan waktu yang terus berjalan, hingga akhirnya Xi merasakan bahwa dirinya semakin dekat dengan tujuannya. Pohon Akkarta.


Sambil berlari, Xi sesekali melihat sekelilingnya, kiri dan kanan, dan tak jarang dia melihat ke langit-langit. Itu semua dia lakukan untuk memeriksa situasi sekitarnya. Bahwa dirinya, saat ini sedang di perhatian oleh makhluk-makhluk yang menghuni hutan di area ini.


Untuk mengurangi rasa penasaran mereka, Xi menurunkan kecepatannya, yang menurutnya, itu cukup membuat makhluk-makhluk yang tinggal di sekitar tertarik dengan gerakan. Hingga, sampai pada titik dimana dia telah menemukan kecepatan yang sesuai, Xi melanjutkan perjalanan dengan kecepatan tersebut. Meski menjadi lebih lambat, namun jauh lebih baik daripada harus terus di perhatiankan, dan di ikuti oleh para monster.


‘Baiklah... Sebentar lagi, aku akan sampai.’ Xi dapat melihatnya. Dalam map kecil yang di tampilkan oleh sistem di samping wajah. Dalam beberapa puluh kilometer lagi, setidaknya 22 kilometer, Xi akan tiba di lokasi. Dimana, tempat tersebut terdapat Pohon Akkarta yang di carinya.


Berada di antara bayangan pohon sekitarnya. Xi, mengamiti area geografi sekitar dengan seksama. Area yang datang, dan di penuhi oleh tumbuhan hijau yang lebat. Bagaikan taman yang berbunga indah, tempat ini sangat indah seperti wisata alam.


Namun, dibalik keindahan alam tersebut. Terdapat sesuatu yang menyeramkan bersembunyi didalamnya. Kau tidak lagi dapat melihatnya sebagai pandangan yang indah, melainkan... Pemandangan yang mengerikan.


Dimana, genangan darah terdapat di mana-mana, membasahi dataran rumput hijau dengan darah yang mengalir selayaknya air mengalir di sungai yang tenang. Mewarnai warna rambut dengan warna darah yang menggelegar.


Sesuatu, terlihat seperti sebuah tanaman/tumbuhan bergerak. Berjalan, dengan beberapa tentakel yang keluar dari tanah, itu adalah akar.


Ketidak normalan lainnya, juga dapat di temukan pada tumbuhan tersebut. Yaitu, selain dapat berjalan, tumbuhan tersebut juga memiliki dua mata mengerikan, serta mulut besar nan lebar, disertai gigi-gigi tajam layaknya seekor ikan hiu.


[Monster Pohon. Level 27. Pelindung Pohon Akkarta]


Jumlah monster pohon, yang bertugas untuk melindungi pohon Akkarta berjumlah empat pohon. Dan masing-masingnya melindungi pohon Akkarta sesuai dengan arah mata angin, dan menjadikannya, pohon Akkarta sebagai pusat dari keempat titik mata angin tersebut. Dari masing-masing arahnya, keempat pelindung memiliki warna daun yang berbeda-beda, mengartikan keempatnya memiliki kemampuan khusus yang berbeda-beda pula.


Namun, para petualang itu masih bersih keras untuk menerobos, dan mengambil buah dari pohon Akkarta. Walau mereka tahu, seberapa sulit dan seberapa tinggi tingkat bahaya yang mereka hadapi demi buah tersebut.


“Mereka masih berusaha keras untuk tetap maju, padahal mereka sudah menyadari, bahwa mereka sangat tidak di untungkan saat ini.” Melihatnya, Xi hanya bisa berdiam diri, tampa berniat untuk membantu mereka sedikitpun. Hmmm, itu mungkin di karenakan, mereka bukanlah rekannya dan mereka adalah lawannya. Namun, melihat pertarungan yang berat sebelah ini, membuatnya merasa prihatin terhadap para petualang. Karena, meski jumlah mereka banyak, namun mereka tidak dapat menghasilkan apapun. Yang ada... Hanya kematian dari mereka setiap menitnya. Satu persatu, dari puluhan petualang itu jatuh dan mati.


“Padahal, jumlah mereka lebih banyak dari pada monster tumbuhan yang menjaga pohon Akkarta. Tetapi, mereka di pojokan sampai sedemikian rupa sampai-sampai mereka sulit untuk melawan balik.” Hal tersebut dapat terjadi, karena buruknya kerjasama yang mereka miliki. Bukan hanya itu, bahkan sesama anggota, mereka tidak saling mempercayai kemampuan dari anggota lainnya. Sehingga, mereka dengan besar kepala bertarung masing-masing seorang diri. “Sudah jelas kelompok ini akan dimusnahkan cepat atau lambat. Selain kerjasama mereka yang buruk, komunikasi mereka juga sama buruknya. Yang satu hanya tahu berteriak, dan satu hanya tahu mengoceh. Terlebih lagi, orang itu... *Xi melihat seorang penyihir yang mengenakan jubah mewah. Dari motif, dan bahan yang digunakan untuk membuat jubah tersebut, itu terlihat mahal dan mewah. Xi dapat mengambil kesimpulan dalam sekalis. Bahwa yang memimpin kelompok ini adalah anak dari keluarga bangsawan.

__ADS_1


“Corak Bunga? *Sebuah simbol bunga mawar yang terlukis dengan warna emas di jubahnya. Dia seorang bangsawan. Tapi... Kepemimpinannya benar-benar buruk. Dia menyia-nyiakan pion-pion dengan mudah untuk mati di tangan musuh.”


“Artinya, anak ini hanyalah seorang anak yang dimanjakan, dan tidak tahu apa-apa soal dasar-dasar bertarung. Meski dia membawa beberapa kesatria bersamanya, itu tidak akan berguna. Dengan kecerobohannya itu, dia hanya akan membuat semua bawahannya mati sia-sia... Aku merasa kasihan kepada mereka yang mati karena kebodohan bocah ini, tapi, aku juga harus berterimakasih kepada bocah ini karena sudah mau dengan baik hati membantuku mengumpulkan informasi yang aku butuhkan untuk menghadapi para penjaga Pohon Akkarta.”


“Akan menjadi sulit jika aku turun sekarang, dan mengalahkan mereka. Itu hanya akan membuatku mengotori tanganku saja. Untungnya, para monster ini akan membantuku mengalahkan mereka, jadi aku tidak perlu repot-repot bertarung dan mengotori tanganku untuk mengalahkan mereka.”


Siapapun pasti tidak akan Terima, jika seseorang yang tidak diketahui datang dan mengambil barang yang mereka inginkan. Dalam situasi tersebut, pertarungan pasti tidak dapat di hindarkan.


“Apa yang kalian lakukan dasar bodoh? Kenapa kalian masih belum mengalahkan mereka?” Anak itu berteriak dengan keras, memarahi mereka karena bekerja sangat lambat.


Orang-orang yang berada di garis depan sangat kerepotan karena monster-monster ini terus menyerang, dan memojokkan mereka tanpa henti.


“Tapi tuan muda... Mereka terlalu banyak!”


Dia tidak mau tahu tentang hal tersebut. Yang dia tahu, hanyalah, mereka harus menang dan mengalahkan monster-monster itu segera. Tidak peduli bagaimana pun caranya, mereka harus dapat mengalahkan mereka tanpa alasan.


“Hei, bodoh! Apa yang sedang kalian lakukan? Apa aku membayar kalian hanya untuk menonton saja? Cepat berikan buff kepada mereka!”


“Baik tuan muda!” Jawab dengan serempak.


Kemudian, dia kembali melihat kedepan. Hatinya masih di penuhi dengan kekesalan, karena orang-orang yang dia kerjakan tidak begitu berguna... Tidak, malahan mereka sama sekali tidak berguna.


Para penyihir bernyanyi, merapalkan mantra mereka dengan sangat cepat sesuai dengan kemampuan yang mereka kuasi. Sanggat di untung, karena sihir buff tidak sesulit dan serumit sihir serangan ataupun sihir pertahanan.


“Peningkatan kekuatan!”


“Peningkatan Serangan!”

__ADS_1


“Peningkatan Pertahanan!”


“Peningkatan Kecepatan!”


“Penyembuham!”


Setelah spell digunakan, semua orang pada garis depan mendapatkan tambahan kekuatan. Luka yang mereka derita, telah di sembuhkan dan sedikit stamina di pulihkan oleh mantra penyembuhan.


Setiap buff yang mereka dapatkan dari para Penyihir, masing-masingnya, meningkat hingga 20%. Tidak dapat di bandingkan dengan penyihir pemula, yang hanya dapat memberikan buff sebesar 5%-10%.


Tetapi, ada hal unik. Jika seorang penyihir yang berspesialis dalam sihir buff, efek dari buff yang diberikan kepada rekannya akan jauh lebih baik, lebih bervariasi, dan lebih kuat, serta lebih tanah lama.


Buff normal pada umumnya hanya dapat bertahan 5-10 menit saja. Hal tersebut juga tergantung kepada ke ahlian penyihir dalam menggunakan sihir buff. Serta, seberapa banyak mana yang mereka gunakan. Namun, mereka yang telah terbiasa, atau berpengalaman dapat memberikan durasi waktu yang lebih lama. Setidaknya, dua kali lipat.


“Lukaku sembuh...


“Aku di penuhi oleh kekuatan...


“Ayo serang mereka!”


Setelah mendapat buff. Orang-orang ini menjadi jauh lebih bersemangat. Dan bahkan, kemampuan mereka meningkatkan secara drastis.


Sebelumnya, mereka begitu kesulitan untuk mengalahkan bahkan hanya satu monster. Namun, sekarang mereka dapat mengalahkan beberapa monster, serta memojokan mereka.


“Maju! Jangan biarkan mereka lari dan memulihkan diri!”


“Yaaaa!!!”

__ADS_1


__ADS_2