
Elder Demon Snake melihat ke arah Xi yang berjalan kaluar dari tempat persembunyiannya dengan membawa tiga Demon Snake. Disaat itu, dia belum menyadari bahwa ketiga Demon Snake tersebut bukanlah rekannya lagi.
Menyipitkan matanya, dia merasakan sesuatu yang aneh. Ada yang salah dalam situasi ini, entah mengapa Elder Demon Snake merasa tidak di untungkan. Melihat ketiga Demon Snake itu dengan jelas, Sang Elder menyadari kalau tiganya telah mengkhianati dirinya.
Dia bepikir keras, bagaimana bisa mereka mengkhianati dirinya? Apakah selama ini dia sudah terlalu keras kepada mereka? Sehingga membuat mereka merasa tidak nyaman, dan akhirnya berpindah kubu.
Tanpa dia ketahui, memang tidak salah mengatakan kalau ketiga Demon Snake mengkhianati Sang Elder. Namun, kebenaran sejatinya tidak di ketahui Sang Elder.
SIIISS!!
Mendesis kepada ketiganya. Seperti bertanya “Kenapa kalian mengkhianati ku?” Seperti itulah.
Namun, tidak ada jawaban, atau respon apapun dari ketiga Demon Snake. Terlihat mereka seperti mengabaikannya, atau lebih tepatnya tidak mendengarkan.
“Percuma saja, mereka bukan lagi bawahanmu. Dan sekarang mereka hanya mendengarkan perintahku.” Seolah mengerti apa yang di pikirkan oleh Sang Elder. Xi meresponnya dengan santai.
Itu membuatnya menjadi marah, tidak mengira jika sesuatu seperti situasi kali ini akan datang pada dirinya.
Sang Elder mulai bergerak dengan gerakan melatanya. Itu sangat cepat, meski tubuhnya besar sama sekali tidak menghambatnya.
Dengan tenang Xi menanggapinya. Dia tahu, jika serangan Elder Demon Snake sangat mematikan, jika tidak menghindarinya, bisa membuat semua tulang di seluruh tubuhnya hancur seperti Demon Snake yang sebelumnya di makan oleh Elder Demon Snake.
Dengan sigap, Xi langsung mengkasting sihirnya, dan menembakkan [Fireball] dengan jumlah yang banyak.
Semua itu langsung mengarah pada Elder Demon Snake yang terlihat marah kepada dirinya.
BOOM!! BOOM!! 5X
Serangannya tepat mengenai sasaran.
Dalam asap yang tebal, dalam beberapa waktu menjadi hening, Elder Demon Snake muncul dan menerkam Xi.
Xi melompat tinggi ke langit menghindari serangan tersebut. Bersamaan, dia memberikan perintahnya.
BOOM!! Ledakan bola api sebelum perintahkan di keluarkan. Dan sekarang dia mengeluarkan perintah.
“Serang Dia!”
Ketiga Demon Snake maju dari setiap sisi yang berbeda-beda. Tanpa ragu dan tanpa rasa takut mereka langsung menyerang, dengan mengigit tubuh Elder Demon Snake dan mencoba memasukkan racun kedalam tubuhnya.
Tetapi, sisiknya yang keras dan tebal sama sekali bukan tandingan dari ketiga Demon Snake tersebut. Bahkan setelah di gigitnya dengan sangat kuat, itu masih tidak membuatnya terluka. Dan sebaliknya, taring mereka hancur karena mencoba menghancurkan sisik tebal Elder Demon Snake.
Menubruk dengan sangan kuat dengan tubuhnya. Menghempaskan ketiga Demon Snake yang menyerangnya, sehingga dia terbebas dari kepungan tiga Demon Snake yang mengelilingi.
Melihat itu, Xi memperkuat dirinya dengan sihir, dan menggunakan salah satu skillnya [Claw of Darkness]. Cakar kegelapan berada di tangan kanannya di kombinasi kan dengan Sihir penguatan [Strong] yang semakin memperkuat kekuatan serangannya.
__ADS_1
Turun, dan langsung memyerangnya dengan sangat kuat tepat di kepala Elder Demon Snake. SRINGG!! Sisik yang amat keras seketika itu di tembus oleh cakarnya yang amat tajam. Namun, itu belum memberikannya luka yang berarti bang Sang Elder.
Untuk Sang Elder, luka sekecil ini bukanlah apa-apa. Meski tidak dapat di sembuhkan, namun tidak mengancam nyawanya.
Elder Demon Snake menyedang dengan menghantamkan kepalanya yang keras kepada Xi.
Akan tetapi, sebelum itu terjadi, Xi memanfaatkan bagian tubuh lainnya dari Elder Demon Snake untuk menghindari serangannya. Ia melompat mundur kebelakang, dan menjaga jarak darinya.
“luka seperti itu tidak akan membunuhnya, tapi setidaknya ada peluang untuk dapat mengalahkannya sekarang. Untuk saat ini, semuanya berjalan sesuai rencana... Sekarang, hanya perlu melakukan tahap selanjutnya.”
Xi menyalahkan api di tangannya, dan membakar area sekitarnya. Api merambat dengan sangat cepat, mengelilingi Elder Demon Snake dan mengurungnya didalam.
Melihat ke kanan, kiri, dan terus di ulangi nya. Elder Demon Snake terlihat panik karena di sekelilingnya terdapat api yang tinggi.
Tampak dia bergegas untuk keluar dari lingkaran api ini, tetapi saat melihat pohonnya baik-baik saja, Elder Demon Snake merasa tenang. Karena, yang terpenting bagi dirinya adalah pohon besar tersebut. Lebih tepatnya, adalah buah dari pohon besar itu.
Karena ular mendeteksi mangsanya dengan suhu panas tubuh mangsanya. Membakar area sekitar Elder Demon Snake dengan api adalah pilihan terbaik, karena dengan itu dapat membutakan pandangan dari Elder Demon Snake terhadapnya.
Meski Elder Demon Snake tidak terpengaruh oleh api. Tetapi, tetap tidak menghilangkan fakta bahwa pandangannya sangat buruk sekarang.
“Karena menggunakan pedang tidak akan ada gunanya, aku akan menggunakan tombak.” Mengambil dari dalam inventory nya, dan di sana masih terdapat banyak tombak lainnya.
“Aku sudah mengetahui seberapa keras kulitnya, jika menggunakan pedang biasa pasti akan langsung patah. Tetapi, berbeda dengan tombak, aku bisa menembus sisiknya yang keras itu dengan tombak ini. Dan...”
“Kalian masuk kedalam sekarang, dan alihkan pandangannya!” Itu perintah untuk tiga Demon Snake bawahannya. Sekarang, ketiganya masuk kedalam kobaran api itu dan bertarung melawan Elder Demon Snake.
“Dan kini, adalah saatnya untukku masuk kedalam pertempuran.”
Kecepatan penuh dia menerobos masuk kedalam. Dan saat berada di dalam, dia langsung mengambil jalan memutar membelakangi Elder Demon Snake. Di saat yang sama, Xi mendapatkan beberapa notifikasi dari sistem yang memberitahukannya sesuatu.
[Elder Demon Snake terkena racun pelumpuhan]
[Efek Racun menghilang karena stat yang tidak tinggi]
[Elder Demon Snake terkena racun pelumpuhan]
[Efek Racun menghilang karena stat yang tidak tinggi]
[Elder Demon Snake terkena racun pelumpuhan]
[Efek Racun menghilang karena stat yang tidak tinggi]
‘Karena stat nya tinggi, jadi efeknya tidak bekerja ya? Tapi... KRASSS!!’Melompat, dan menusukkan tombaknya tepat di tubuh Elder Demon Snake. Itu benar-benar menembus kulitnya yang keras, dan membuat tombaknya tertancap di tubuh Elder Demon Snake.’Bagaimana Dengan yang ini!!!’ Teriaknya dalam hati.
[Elder Demon Snake terkena Racun]
__ADS_1
[Efek Racun Mulai menyebar perlahan didalam tubuh Elder Demon Snake!]
‘Berhasil! Aku tahu itu akan berhasil! Racun Ular ungu bermata tiga adalah racun alami yang dapat membunuh jenis ular lainnya tidak peduli setinggi apapun stat nya. Walau penyebarannya lambat, tapi itu jauh lebih berguna daripada Racun Demon Snake yang dinetralkan.’
Mengambil tombak lainnya yang telah di olesi dengan racun ular ungu bermata tiga. Dia kembali menusukkan nya lagi di tubuh Elder Demon Snake. Dan itu membuat Elder Demon Snake merasakan rasa sakit.
Elder Demon Snake mengeliat kesakitan sambil mengerang. Menghempaskan tubuhnya berkali-kali mencoba untuk melepaskan Xi.
Situasinya menjadi tidak baik jika dia terus memberontak seperti itu. Xi memutuskan untuk mengambil langkah mundur.
Kembali ambil dalam posisi kuda-kuda. Tombak di ambilnya lagi didalam inventory, dan bersiap untuk melemparkannya.
‘Dalam hal ini, mungkin tidak dapat menembus kulitnya, aku harus mencari bagian yang terbuka, atau sisik yang tipis.’ Dalam posisi itu, Xi jatuh dalam konsentrasinya. Memusatkan semua ketajaman matanya dalam satu titik, mencari bagian yang paling sempurna untuk di jadikan targetnya.
Setelah berhasil menjatuhkan Demon Snake yang mengekangnya. Elder Demon Snake berbalik, menatap ke arah Xi yang ada di sana.
Di saat itu, Xi melemparkan tombaknya sekuat tenaga, serta tombak juga di lapisi oleh energi sihir untuk mempertajam mata tombaknya.
KRAASSS!!
Mengerang kesakitan. Tombak itu menembus satu matanya, membuatnya menjadi buta sebelah. Racun yang terdapat pada ujung tombak tersebut mulai menyebar.
Entah berapa lama lagi, dan perlu berapa tombak lagi yang di butuhkan untuk menjatuhkan Elder Demon Snake.
Yang pastinya, Xi tidak melepaskan pandangannya pada situasi ini. Dia tetap fokus pada musuh yang ada di depan matanya, karena ini belumlah selesai.
Racun yang menyebar ke seluruh tubuh Elder Demon Snake mulai menggerogoti organ dalamnya.
Batuk darah.
Tubuh Elder Demon Snake mulai gemetar. Seperti, tidak sanggup lagi untuk tetap mempertahankan posturnya. Walau racun tersebut tidak langsung membunuhnya, tetapi itu membuat semua stat miliknya menurun perlahan-lahan.
Dalam hal ini tidak berdaya, dan kebingungan. Dia juga tidak dapat melihat dengan jelas dimana Xi berada.
Sementara, tiga Demon Snake bawahannya terbentuk dari kegelapan, sehingga dia tidak dapat merasakan keberadaannya. Elder Demon Snake mampu mendeteksi sumber panas kehidupan, sementara ketiga Demon Snake yang berada di bawah perintah Xi hidup dengan membawa energi kematian. Sehingga itu bertentangan dengan kemampuan yang dimiliki oleh Elder Demon Snake.
“Kau sudah tidak dapat menahan nya kan? Kalau begitu, mari akhiri ini!” Memegang dua tombak. Satu di tangan masing-masing kiri dan kanan.
Xi berlari kencang, sambil membawa kedua tombak tersebut bersamanya. Melompat tinggi, dan menusukkan kedua tombak tersebut di kepala Elder Demon Snake yang tidak berdaya.
Terjangan yang kuat membuat Elder Demon Snake terjatuh, terbaring di lantai tidak berdaya. Sekarang, mimpi untuk mencapai kekuatan yang lebih besar berakhir disini. Sebelum kematiannya, dia melihat dua buah di pohon besar tersebut.
Menyesal karena belum memakannya. Jika Elder Demon Snake memakan dua buah terakhirnya, itu akan membantunya menerobos, dan masuk ke level berikutnya. Level 24.
Tapi sayangnya, kehidupannya telah berakhir sekarang. Tidak ada harapan untuknya tetap hidup lagi, hidupnya berada di ujung tanduk dengan di penuhi oleh keputusasaan.
__ADS_1
[Anda berhasil mengalahkan Elder Demon Snake]