
Dia terhimpit oleh pepohonan yang ada disekitar. Dan membuat dirinya sendiri tidak dapat melarikan diri atau pun menghindarinya.
Demon Snake menerima serangan tersebut dengan putus asa, karena benar-benar dia tidak dapat ke mana-mana.
BOOM!!! 5X
Suara keledakan terdengar keras, hingga membuat burung-burung yang tinggal di sekitar menjadi panik dan pergi menjauh meninggalkan sarang mereka.
Xi maju, dan melompat. Kembali memegang pedangnya dengan erat, dan langsung menebaskannya dengan skill[Strike].
SRING!
Demon Snake mengerang kesakitan, tebasan Xi menembus sisiknya yang tebal. Itu sejatinya melemah, karena api. Pada dasarnya, Demon Snake lemah terhadap api.
Element api, dapat membuat pertahan yang dimiliki oleh Demon Snake menurun, hingga sampai ke titik dimana itu akan runtuh jika terus-menerus terkena api.
Setelah tebasan itu, Xi tidak langsung berhenti, dia kembali menembakkan beberapa [FireBall] lagi. Setelah bola api mengenai Demon Snake, Xi kembali melakukan serangan yang sama seperti sebelumnya. Hanya saja, sekarang dia melapisi pedangnya dengan api.
Tebasan itu memberikan luka besar pada tubuh Demon Snake. Dan yang lebih membuatnya sangat menyakitkan adalah, api yang membakar luka tersebut membuat lukanya semakin parah. Bukan semakin menutupi lukanya, api tersebut melebarkan luka yang di deritanya.
[Anda telah mengalahkan Demon Snake mendapatkan 5000 exp dan 1200 Gold]
"Satu sudah beres, sekarang hanya tinggal satu lagi..." Hendak pergi, dan membantu mengalahkan Demon Snake yang tersisa. Namun, dia berhenti sejenak, dan melihat ke arah mayat Demon Snake yang di kalahkannya."Benar juga, aku bisa membangkitkannya."
Xi membangkitkan Demon Snake tersebut. Sama seperti Demon Snake sebelumnya, karena level Xi ada di bawahnya, jadi level makhluk yang di panggil nya menyesuaikan levelnya, yaitu level 16.
[Anda berhasil memanggil]
"Sekarang jauh lebih baik. Dengan ini tidak akan sulit untuk berurusan dengan Demon Snake itu."
Membawa Demon Snake yang telah di bangkitkan bersamanya. Dia menuju ke tempat dimana Demon Snake yang lainnya berada.
Tidak perlu waktu lama untuk sampai disana, karena lokasi mereka tidak lah jauh.
Tetapi, betapa mengejutkannya, bahkan hanya di tinggal sebentar saja. Ketika Xi sampai, dia mendapatkan sebuah notifikasi dari system.
__ADS_1
[Anda telah mengalahkan Demon Snake mendapatkan 5000 exp dan 1200 Gold]
[Anda naik level]
"Ha? Apakah dia berhasil mengalahkannya? Bukankah levelnya terpaut 4 level?" Xi kebingungan dan bertanya-tanya kepada sistem. Namun tidak ada jawaban.
Melihat itu, Xi pun menghiraukannya. Dari pada menunggu jawaban dari sistem, Xi lebih memilih melihatnya secara langsung.
Secara mengejutkan, dia melihat Demon Snake yang di summon nya itu dalam keadaan yang memprihatinkan. Kondisinya benar-benar mengerikan, terdapat banyak sekali luka yang terdapat pada tubuhnya.
Kegelapan yang terpancar keluar dari bekas-bekas luka itu terlihat seperti darah. Namun nyatanya itu bukanlah darah sungguhan.
Seperti yang Xi ketahui, separah apa pun luka yang di derita oleh makhluk yang di summonnya semuanya akan Beregenrasi. Akan sembuh kembali seperti semula seperti sedia kalah.
Tentu, itu akan mengkonsumsi beberapa mananya. Walau itu tidak banyak.
'Karena Demon Snake terbentuk dari kumpulan Mana dan kegelapan, jadi racun yang diberikan oleh lawannya tidak akan berguna. Pada dasarnya racunnya akan langsung di netral kan. Namun, sebaliknya, Demon Snake ku dapat memberikan racun permanen pada lawannya, meski dia terbuat dari kegelapan. Pada dasarnya, mereka tidaklah kehilangan kemampuan mereka yang sebenarnya meski di bangkitkan kembali menjadi sesuatu yang lain.'
Sesuatu yang lain itu adalah kebangkitan dari makhluk yang mengerikan. Sepenuhnya hanya terbuat dari kegelapan. Mereka tidak dapat mati, dan tidak dapat di hancurkan. Tidak memiliki rasa takut, dan menebar ketakutan. Tidak dapat merasakan rasa sakit, dan dapat memberikan rasa sakit kepada mereka yang hidup baik secara fisik, dan spiritual.
Mereka tidak memiliki kelemahan, bahkan jika setiap kali mereka di hancurkan, mereka akan bangkit kembali. Tidak ada satu pun element di dunia ini yang dapat menghilang kegelapan sejati. Tidak ada, dan tidak akan pernah ada.
Mendekat, dan mengelus kepala Demon Snake itu. Itu adalah hadiah untuknya karena sudah bekerja keras.
Hal tersebut membuatnya bahagia, karena mendapatkan perhatian dari tuannya. Bagi Darkness Army, melayani sang raja adalah kebahagiaan dan kebanggaan mereka seumur hidup.
"Sekarang, bertambah satu lagi. Aku perintahkan dirimu untuk bangkit!" Xi menyalurkan Mananya dalam jumlah besar pada mayat itu, dan Demon Snake yang ke tiga berhasil di bangkitkan.
"Sekarang aku sudah siap untuk yang terakhir." Ucap Xi dengan tatapan percaya diri dan menyeramkan. Karena, saat itu mata merahnya menyala terang di balik kegelapan. Itu terlihat seperti tatapan seorang iblis. Senyum jahatnya terkesan dingin, seperti tidak memperdulikan apapun apa yang akan dia buru.
Selama itu dapat menghasilkan sesuatu yang baik untuknya, dan menguntungkan. Bahkan jika harus memusnahkan atau membantai sebuah kota atau negara, Xi tidak akan segan. Karena dirinya, bukanlah Pahlawan, atau pun Raja Iblis, melainkan Raja Kematian yang datang kembali ke dunia untuk menuntut balas.
Menuntut balas, kepada orang-orang yang telah memerangi keluarganya dulu, jauh di masa lalu. Tepatnya, dua puluh ribu tahun yang lalu.
Hutan Asgar adalah hutan yang cukup luas, tentu kau tidak akan mudah menemukan apa yang ingin kau cari di dalam hutan. Terlebih, jika kau tidak mengenali hutan ini dengan baik, maka yang terjadi hanyalah akan tersesat. Berputar-putar, dan terus kembali ke tempat asalmu sebelumnya berada.
__ADS_1
Terlebih lagi, bagian berbahaya dari hutan ini adalah jumlah monster yang sangat banyak di malam hari. Sangat berbahaya, dan sebaiknya kau mencari tempat untuk berlindung.
Xi yang telah mendapat tiga Demon Snake sebagai bawahan setianya. Telah memimpin mereka untuk menemukan Demon Snake terakhir yang terlibat bersama mereka sebelumnya.
Karena Demon Snake adalah monster yang cerdas, jadi mereka pasti memiliki ingatan yang kuat tentang wilayah kekuasaan mereka sendiri meski mereka pernah mati.
Berpikir itu mudah, tetapi kenyataan tetap sulit. Telah cukup lama mengelilingi hutan, namun mereka tidak menemukannya.
"Sudah dua jam, dan kita masih belum menemukannya... Mereka memang pandai bersembunyi." Menghela nafas, sudah betapa lelahnya mencari keseluruhan hutan namun tidak menemukannya.
Siapa yang tidak akan lelah menelusuri sebagai besar hutan meskipun kau memiliki kekuatan. Bahkan di dunia dengan adanya bantuan teknologi canggih sekali pun, kau tetap akan merasa lelah bukan?
Inilah yang Xi rasakan. Meski dia memiliki Demon Snake di sisinya. Mencari tempat persembunyian itu sangatlah sulit, tetapi tidak sulit untuk mereka menemukan markas mereka.
Itu mudah. Saat ini, Demon Snake yang telah menjadi bawahannya sedang membawanya menuju tempat mantan pemimpinnya berada. Yaitu, di sebuah pohon besar yang tersembunyi di pedalaman hutan Asgar.
Disana adalah tempat/rumah terbaik bagi para Demon Snake. Tidak hanya memiliki banyak sumber daya makanan yang melimpah, tetapi memiliki jumlah kemurnian Mana yang melimpah. Sehingga, monster-monster kuat seperti Demon Snake mendudukinya.
Sementara itu, salah satu Demon Snake yang kabur dari misinya kembali ke markasnya, dan menemui pemimpinnya. Dia, melaporkan kejadian yang terjadi di hutan kepada pemimpin Demon Snake.
Meski mereka tidak berbicara, namun penyampaian tepat. Semua kejadian yang mereka alami di dalam hutan, serta terbunuhnya rekan-rekannya secara misterius, dan melihat kembali kebangkitan dari rekannya yang mati membuatnya menjadi takut.
Tidak ada yang bisa di lakukan, hanya pergi dan kembali melapor yang bisa di lakukannya.
Ular besar yang melingkar di batang pohon besar itu memandang sinis. Seolah, dia memandang rendah Demon Snake yang ada di depannya.
Sebagai monster terkuat yang menguasai hutan Asgar, bagaimana bisa dia lari ketakutan? Itu benar-benar membuat wajahnya terluka. Bagaimana bisa aku memiliki bawahan seperti pecundang ini?
Merasa kalau dia sudah tidak berguna, terlebih lagi mentalnya seperti terganggu. Sang pemimpin mulai mengambil tindakan, dan mengangkat tinggi kepalanya.
Apa yang dia lakukan? Mungkin itu yang di tanyakannya.
BRUAK! KRUAK!
Dia membunuhnya. Dengan menghancurkan seluruh tulangnya, lalu memakannya bulat-bulat tampa ekspresi. Sungguh, matanya terlihat sangat dingin, dan tidak menyimpan perasaan apapun setelah membunuh sesamanya.
__ADS_1
Inilah kengerian dari Bos Monster. Dan inilah kenyataan dari dunia ini. Siapa yang kuat dia lah yang memegang kuasa. Yang lemah hanya akan mati. Itu sepenuhnya, di tunjukkan olehnya.
Tidak perlu menyimpan sesuatu yang tidak berguna. Lebih baik membuangnya dari pada menyimpannya seperti sampah.