
“Apa Kalian Siap!!”
“Pada Lelang hari ini, akan ada Delapan barang berharga. Siapa yang berhasil membelinya? Ayo kita mulai dan lihat!”
“Baiklah... Tuan-tuan dan nona-nona Sekarang kita mulai dengan item pertamanya!”
Seorang pelayan dengan pakaian rapi ala-ala restoran mewah muncul dari kegelapan ruangan dengan membawa sebuah Jubah biru bersamanya.
Bahkan sebelum item tersebut di sebutkan namanya, mereka, para penyihir. Mereka yang sangat sensitif dengan energi sihir dapat merasakan adanya kehebatan dalam Jubah Biru tersebut. Kira-kira, apa ke istimewaan Jubah tersebut?
“Item Pertama. Di temukan didalam sebuah labirin oleh sekelompok petualang. Jubah ini memiliki kemampuan untuk meregenerasi Mana yang hilang sebanyak 4%. Dan, memiliki kekebalan terhadap api. Yang artinya, jika seseorang mengenakan jubah ini mereka akan kebal dengan sihir api!”
“Penawaran Petama Jubah Penyihir Biru dimulai Sekarang! Harga Awal adalah 200 Koin Emas, dan setiap harga kenaikan tidak boleh kurang dari 100 Koin Emas!”
Tentu itu mengejutkan semua orang. Jubah tersebut adalah salah satu jenis dari item sihir. Dan lagi, itu memiliki kemampuan untuk meregenerasikan 4% Mana yang hilang dengan menyerap Mana alam di sekitarnya.
Para penyihir Terpelongo melihatnya. Bagaimana bisa item tersebut ada? Dan, dan bagaimana item tersebut bisa muncul? Padahal, item tersebut tidak termasuk ke dalam daftar pelelangan.
Tentunya, ini sangat mengejutkan semua orang.
Sebelum pelelangan dimulai, seharusnya akan ada dua belas barang yang akan di lelang. Karena adanya barang-barang berkualitas muncul secara tiba-tiba dari para petualang dari luar kota. Membuat pemilik rumah lelang memikirkannya, dan itu tidak perlu waktu lama untuknya mengubah daftar lelangnya. Yang awalnya ada dua belas daftar barang yang di lelang, dan sekarang hanya menjadi delapan. Dan itu semua telah termasuk kedalam daftar item-item sihir yang akan di lelang hari ini.
“Apa-apaan ini? Mereka mengeluarkan barang seperti ini di awal?”
“Mu mungkinkah? Ada item yang lebih bagus lagi selanjutnya?”
__ADS_1
“Jubah Penyihir Biru itu sangat cocok untukku! Aku menginginkannya!”
“Aku Menawar 300 Koin Emas!”
“500 Koin Emas! Aku menginginkannya!”
Semua orang khususnya para penyihir mulai saling menawar demi memenangkan Jubah Penyihir Biru. Dan suara-suara itu tidak terdengar dari bangku belakang, tetapi dari barisan bangku depan. Barisan Zona Merah.
Seisi ruangan di penuhi oleh suara berisik dari orang-orang yang terus menawar dan menaikan harganya tanpa henti.
Mina melirik Xi, dengan wajah gugup di balik topeng dia melihat mata Xi yang tenang. Seperti yang di lihat di depan matanya, terlihat Xi tidak tertarik dengan item tersebut meski itu adalah item sihir.
Mina bingung kenapa Xi tidak tertarik dengan jubah tersebut. Apakah karena dia bukan seorang penyihir? Tetapi itu tidaklah benar, bahkan jika yang memakai bukan seorang penyihir, efek dari itemnya masih bisa dapat aktif.
Walau namanya Jubah Penyihir Biru, namun itu tidak terbatas oleh Penyihir saja. Seseorang seperti Assassin, Archer, Petarung dan lainnya juga dapat menggunakannya. Dan efek yang mereka dapatkan pun sama.
Xi adalah Naga. Dan Naga sangat serakah, dan sangat tertarik dengan sesuatu yang dapat di sebut dengan kekayaan. Apa pun jenis benda itu, selama itu berhubungan dengan kekayaan duniawi, Naga akan mengumpulkannya dan menumpuknya untuk di jadikan sebuah tahta.
Naluri ini secara alami telah ada ketika para Naga lahir kedunia. Meski setiap jenis Naga memiliki tujuan yang berbeda-beda, namun yang menyamankan mereka adalah mereka menyukai kekayaan. Ada beberapa Naga yang tidak tertarik dengan kekayaan, itu bukan masalah, karena para Naga lain juga tidak akan memikirkannya.
Naga yang tidak tertarik pada kekayaan tetap saja di sebut Naga, hanya saja sifat mereka berbeda dari kebanyakan Naga pada umumnya, dan itu jarang.
Meski Xi adalah Naga, sekarang darah yang terbangkit dalam dirinya sangatlah tipis dan samar. Dan secara alamin itu menekan Naluri sejatinya sebagai seekor Naga. Sekarang Xi hanya dapat berpikiran rasional, melakukan apa yang di perlukan, dan membuang semua pemikiran yang tidak perlu keluar. Itu lah yang Xi lakukan saat ini. Karena dia tidak tertarik dengan Jubah Penyihir Biru, maka Xi tidak perlu repot-repot memikirkannya.
“Apa anda tidak akan mengambilnya?”
__ADS_1
Menggelengkan kepalanya pelan. “Aku tidak membutuhkannya, jadi tidak perlu bersaing.” ‘Akan percuma jika aku menghabiskan uangku hanya untuk Jubah lusuh itu.’ Xi sama sekali tidak memandang item tersebut sebagai item yang berharga.
Mina kembali menatap Xi dengan ragu. Terlintas dalam pikirannya, apakah itu benar-benar tidak apa?
Tetapi, melihat orang-orang ini begitu antusias untuk mendapatkannya, Mina mengerti. Mengapa Xi tidak menawar untuk barang tersebut.
“3000 Koin Emas!”
Saat suaranya pecah, seisi ruangan langsung hening. Siapa yang begitu gila sampai-sampai mengeluarkan begitu banyak uang untuk Item sihir itu? Apakah itu benar-benar layak? Jika memang itu layak di hargai dengan harga 3000 koin emas, maka standar orang tersebut sangat rendah.
“Seseorang dari Zona Hitam Menawar dengan harga 3000 koin emas. Apakah ada yang bisa menawar lebih tinggi?”
Tentu tidak ada yang bisa. Hanya seorang idiot yang suka berkhayal jika menawar lebih tinggi lagi. Selain itu, orang bodoh mana yang ingin menyinggung tamu Zona Hitam? Tidak ada satu pun yang berani untuk melakukannya.
Meski berat, karena item tersebut cukup bagus untuk mereka. Tetapi, kalian harus tahu bagaimana cara merelakan sesuatu. Dari pada menyinggung sesuatu yang tidak bisa kalian atasi kedepannya, lebih baik membiarkan orang itu mengambilnya.
Setelah tiga kali ketukan dan tidak ada yang menawar lebih tinggi lagi. Item sihir itu pun terjual kepada seseorang yang berada di Zona Hitam/Zona VIP.
“Terjual! Selamat Kepada Tamu Terhormat di Zona Hitam nomor 3 karena telah memperoleh Jubah Penyihir Biru!”
Setelah Jubah itu terjual. Pelayan yang memegang jubah itu mundur kebelakang dan berganti posisi dengan peserta lainnya.
Ketika satu barang terjual, maka barang lainnya juga akan di jual. Tidak perlu menunggu lama, karena semua ini telah di persiapkan sejak lama.
Xi melirik ke arah Zona Hitam No. 3. Dengan ekspresinya yang tenang, Xi menganggap kalau Tamu Zona Hitam No. 3 itu adalah halangan. Tetapi, meski itu adalah halangan dari sebuah tembok yang besar, Xi gugup dan tetap pada pendiriannya. Tidak ada alasan untuknya mencari masalah dengan Tamu tersebut.
__ADS_1
Sekarang hanya perlu duduk manis sambil melihat pertunjukan lelang yang sempurna didapan mata ini. Hanya perlu duduk dan menunggu hingga sampai sesuatu yang di inginkan muncul.