
Di luar Dungeon.
Mereka, para penjaga gerbang dungeon saling berbincang dan membahas sesuatu.
Tentunya, membahas tentang orang-orang, atau para petualang yang memasuki dungeon.
”Menurutmu bagaimana?”
Bingung ”Bagaimana? Apanya?” Ia tidak tahu apa yang di maksudnya.
Menghela nafas, sedikit kecewa. Namun tidak apa, lagian rekannya ini baru ditugaskan di tempat ini.
”Haaa, maksudku… tentang orang-orang yang memasuki dungeon.”
”How, apa maksudmu kedua orang tadi?”
Mengangguk pelan membenarkan.
Catatan : Waktu di dalam dungeon berbeda dengan dunia nyata. Waktu di dalam dungeon berjalan lebih cepat. Meski telah menghabiskan waktu berhari-hari di dalam dungeon, namun hanya menghabiskan sebagian kecil waktu di dunia nyata.
Memegang dagunya dan mengangkat kepalanya ke langit. Dia menutup matanya, karena sinar matahari terlalu terang dan sangat menyilaukan.
Ia berpikir.
”Hmmm, bagaimana ya? Dari apa yang aku dengar, bahkan petualang peringkat Silver dalam satu party yang terdiri dari empat atau lima orang lebih, biasanya mereka dapat keluar… Tapi, aku tidak yakin, apakah kedua orang itu…”
”Haaa, benarkan? Bahkan mereka yang bergerak dalam satu party selalu keluar dalam kondisi yang buruk, dan bagian terburuknya ada beberapa atau salah satu dari anggotanya yang mati.”
”;; wah, bukankah itu buruk.”
Mengangguk membenarkan.
”Monster di dalam dungeon itu aneh dan tidak dapat di prediksi. Bahkan jika Tuan mengirimkan kelompok pasukan untuk melakukan raid, nyawa akan menjadi taruhannya. Dan mereka yang tidak kembali saat Raid, mereka tidak beruntung. Menyerang dungeon, keberuntungan itu sangat di perlukan.”
Berbalik dan melihat kedalam goa itu. Sangat gelap, dan hanya ada kegelapan yang ada di dalamnya.
Keduanya merasa kasihan kepada dua orang itu yang memaksa melakukan Raid di dungeon ini hanya dengan dua orang saja.
”Aku tidak tahu apa yang terjadi di dalam dungeon, tetapi aku berharap mereka berdua baik-baik saja;;” Meski tidak yakin. Namun, ia tetap berharap kalau mereka dapat kembali.
”Aku sarankan sih untuk tidak usah terlalu berharap. Mereka yang bergerak berkelompok saja biasanya ada yang tidak kembali, dan sekarang mereka hanya mengandalkan dua orang saja? Benar-benar lucu!” bersandar di mulut goa. ”Jika mereka berdua dapat keluar dengan baik… tidak jika mereka berdua dapat keluar saja, aku akan berlutut dan menanggulangi diriku sendiri sebagai orang bodoh.”
Sempat terdiam sesaat.
”Eeee, teman…”
”Ya?” Melirik sambil mengangkat satu alisnya.
”Sepertinya kau harus berlutut sekarang.”
”Hah? Ya? Apa maksudmu?”
Menunjuk. Arahnya adalah belakang.
Melihat itu, tepatnya melihat wajah temannya yang tidak dapat di percaya, dan terlihat seperti wajah orang bodoh. Ia pun menoleh untuk memastikan, kenapa dirinya harus berlutut?
Mata terbuka lebar dan rahang jatuh ke tanah. Dia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
”Permisi, bisakah dirimu menggiring sedikit? Kamu menghalangi jalan kami.”
Suara itu terdengar sangat tenang. Dengan ekspresi wajah yang tenang, dan mata merah yang terlihat indah seperti permata.
Namun, entah apa yang membuatnya merasa takut hingga membuat bahunya terasa dingin.
”Ah? Iya iya… Silahkan!” Segerah ketepi setelah kata-kata itu jatuh. Dan dia membiarkan kedua orang itu lewat.
Menelan ludah sendiri dengan beratnya, dia masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
__ADS_1
Kedua orang itu membawa kulit monster dari dalam dungeon yang telah di kuliti. Melihat dari bentuk dan ukurannya, itu seperti banyak dan berat.
Biasanya, orang-orang tidak akan membawa kulit monster sebanyak itu ketika mereka keluar.
”Itu menyeramkan, aku sampai merinding… Hanya dengan menatap matanya saja, sudah membuatku terasa akan di makan hidup-hidup olehnya.”
Itu hanya dari penglihatannya saja. Bahkan temannya tidak merasakan apapun ketika kedua orang itu lewat.
”Aku rasa tidak seperti itu tapi… Bukannya kau harus menepati kata-katamu?”
;;;; Sambil menangis dan menyesali ucapannya barusan. Dia berlutut dan menanggil dirinya sendiri sebagai orang bodoh.
Ia tidak percaya akan ada hari dimana dia merasa sangat malu seperti ini.
Namun, ketika mulut emas sudah terbuka, tidak ada alasan untuk menariknya kembali.
Rumah Lelang Mawar Hitam.
Setelah keluar dari Dungeon, Xi dan Airis langsung pergi kesana dan menjual hasil buruan mereka yang banyak.
Di atas meja bahkan penuh dengan kulit monster Frocs yang telah di kuliti dengan rapi, ada banyak mana stone tingkat rendah. Dan semua itu berasal dari dalam dungeon.
Semua orang melongok melihatnya. Mata mereka terasa mau lepas.
Semua sudah di konfirmasi, dan material-material ini berasal dari monster yang ada di lantai satu.
”Ku tahu monster di lantai satu tidak kuat, namun jumlah mereka yang banyak menjadi masalah… kalian dapat membawa sebanyak ini, artinya kalian telah mengalahkan banyak Frocs didalam sana.”
”Benar.”
”Hanya kalian berdua?”
”Iya”
Berkeringat. Ini tentunya sulit untuk di percaya. Namun, inilah kenyataannya yang tidak akan berubah meski kau mengedipkan matamu berkali-kali sekalipun.
Suara pintu terbuka, terdengar oleh semua orang yang ada di ruangan.
Nona Alixsa Xofeza, bersama dengan dua pengawal pribadinya datang memasuki ruangan.
Seperti biasa, dia selalu berpenampilan anggun, dengan ciri khasnya yang selalu menggunakan syal bulu hewan yang cantik.
”Maaf keterlambatan saya karena tidak menyambut kedatangan anda dengan baik tamu terhormat kami, Tuan Xi.”
”Tidak perlu di pikirkan, dan aku akan langsung ke intinya saja. [Space].”
Xi mengeluarkan mayat Draco bos monster lantai dua dungeon di ruangan ini tepat di hadapan Alixsa.
Tentu itu membuat orang terkejut, bukan hanya terkejut karena monsternya saja, tetapi mereka juga terkejut dengan sihir [Space] milik Xi.
Sihir Ruang / Magic Space adalah sihir yang di kenal sebagai sihir yang dapat menciptakan sebuah ruang kecil di dimensi lain. Dan sihir ini biasanya di gunakan oleh orang-orang untuk menyimpan sesuatu didalamnya, contohnya seperti matrial berharga atau sebuah item langkah yang sangat mahal.
Sihir ini tentu ada batasnya, seseorang biasanya hanya dapat menyimpan satu atau paling banyak dua item didalamnya.
Setiap pengguna sihir [Space] memiliki ukuran yang berbeda-beda. Sesuai dengan Seberapa mampu seseorang memahaminya. Semakin benar ruang yang di ciptakan, semakin banyak pula material yang dapat di simpan didalamnya.
Bahkan, seseorang dapat menyimpan sesuatu seperti mayat monster seperti yang Xi lakukan.
Meski itu yang Xi gunakan bukanlah sihir [Space] yang asli. Dia hanya memanfaatkan kemampuan sistem yang dia miliki.
”Huuuf, anda selalu membuat saya takjub. Baiklah, segerah saya akan memprosesnya. Apa masih ada yang ingin anda tambahkan?”
Xi menggelengkan kepalanya pelan. ”Tidak, tapi… Apa kau tahu tempat atau kota yang memiliki dungeon lainnya?”
’Untuk saat ini, meningkatkan level adalah pilihan terbaik. Dan, hanya di dalam dungeon lah aku bisa naik level dengan cepat.’
Alixsa memikirkannya. Memang ada banyak kota yang memiliki dungeon yang sama persis dengan yang dimiliki oleh kota Aiter. Meski tingkat kesulitannya berbeda-beda, namun untuk beberapa kota kecil lainnya semua dungeon yang Anda hanya dungeon tingkat rendah.
__ADS_1
Jika tujuannya adalah untuk meningkatkan levelnya, maka jika pergi ke dungeon tingkat rendah akan sia-sia dan membuang banyak waktu~hmmm… Ah~ ada satu tempat!
”Ya, ada. Aku ingat sekarang.”
”Lalu, dimana itu?” Xi menanyakan lokasinya. Jika dia hanya diam di kota kecil seperti kota Aiter ini, ia tidak akan bisa berkembang.
Secara perlahan levelnya terus meningkat, dan sekarang monster-monster yang ada di sekitar kota ini sangat lemah dan memiliki exp poin yang sangat sedikit. Itu tidak akan cukup untuk membuatnya naik level sekarang.
Dan cara satu-satunya untuk terus berkembang dan menjadi semakin kuat adalah, keluar dari Zona nyaman. Dengan begitu, Xi bisa dapat berkembang.
”Salah satu Kota besar yang berada di bawah naungan Kerajaan Blue Sky Bird, Kota ’Jisa'. Kota Komersial terbesar di wilayah kerajaan Blue Sky Bird, menjadi salah satu kota terbaik yang ada di daratan dengan di kenalnya dengan arus ekonomi mereka yang luar biasa.”
Kota Jisa mengelola sebuah Ancient Monument yang muncul secara misterius disana, dan tempat Ancient Monument berada adalah tempat dimana terjadinya pusat perdagangan besar dari seluruh belahan wilayah.
Ancient Monument adalah sebuah Monument yang menyimpan dua misterius didalamnya.
Untuk memasuki dunia misterius yang tersembunyi didalam Ancient Monument, seseorang atau sekelompok orang yang terlatih khususnya dalam hal sihir, harus mengaktifkan Sihir Formasi yang terdapat pada Ancient Monument untuk mengaktifkan Formasi sihir Teleportasi yang dapat mengirimkan orang-orang ke dalam dunia misterius yang tersembunyi didalam Ancient Monument.
”How, itu terdengar bagus.”
”Apa kau akan pergi kesana?” Alixsa bertanya kepada Xi.
”Tentu, aku sudah cukup lama tinggal disini, dan aku tidak berniat untuk menetap. Dan sudah waktunya aku pergi mengelilingi dunia yang luas ini.”
Mendengar penjelasan Xi, Alixsa tak bisa menahan tawannya, walau begitu dia mencoba untuk menahannya sebisa mungkin.
”Pfffth… Maaf, maafkan aku…
Ia tidak ada niatan untuk merendahkan keinginan atau impian Xi ini. Tetapi, dia tertawa mungkin itu karena terdengar lucu.
Apa yang Xi ucapkan tadi, tidak ada bedanya dengan ucapan anak-anak yang selalu memiliki impian atau cita-cita untuk melihat luasnya dunia ini.
Xi yang terlihat seperti orang dewasa, dan memiliki kepribadian yang tenang, tidak menduga akan mengatakan hal tersebut.
”… A aku tidak bermaksud tuk menertawakanmu, aku tertawa karena itu terdengar cukup lucu bagiku. Tetapi, apapun itu jangan pikirkan.” Kemudian dia kembali bersikap anggun setelah puas tertawa. ” Yang jelas, kau akan pergi kesana kan? Kalau begitu, aku akan memberikanmu tumpangan.”
Xi mengangkat alisnya. Tanpa di beri tumpengan pun, Xi dapat pergi kesana sendiri asalkan dia mengetahui tempatnya.
Namun, karena dia tidak mengetahuinya, dan bahkan map sistem yang dia miliki tidak dapat menampilkan map dalam skala yang luas, jadi Xi mau tidak mau menerima tawaran Alixsa.
”Aku Terima bantuanmu tapi… Apa yang kau inginkan? Aku yakin kau tidak akan begitu saja memberikanku tumpangan secara gratis.”
Alixsa tersenyum. Dia telah menduga hal ini.
”Aku tahu anda pasti dapat menebaknya. Kau benar, tidak ada yang gratis di dunia ini, oleh sebab itu, aku akan meminta bantuan kepada Anda juga untuk mengawal kelompok pedagang yang ingin aku kirim ke kota Jisa. Dengan adanya anda bersama kelompok kami, kami yakin kelompok kami akan sampai di tempat tujuan dengan selamat.”
Ini bukan tugas atau permintaan yang ringan.
Meminta ku untuk mengawal para pedagang ya? Hmmm, hal ini terdengar mudah, namun nyatanya tidak semudah yang di pikirkan.
Terlebih lagi, para pedagang itu tidak bisa bertarung, dan jika mereka bertemu dengan monster di perjalanan, mereka pasti akan panik dan ketakutan.
Akan sulit untuk kami menjaga mereka di perjalanan jika seperti ini-
”Tentu saja anda tidak akan mengawal mereka sendirian, saya akan menempatkan beberapa penjaga untuk ikut bersama, dan saya juga akan membayar beberapa tentara bayaran untuk ikut membantu.”
Mendengar itu, Xi mulai berpikir betapa cerdiknya Alixsa ini.
Aku bahkan tidak memikirkannya sejauh itu, tetapi dia sudah memikirkan ini sejak awal? Sial, aku tidak mengira akan ada waktu dimana aku masuk ke perangkap seseorang. Sambil tersenyum. Ini membuatnya cukup senang, karena ini sangatlah menarik untuknya.
”Karena kau sudah memikirkannya sejauh ini, maka aku tidak akan menolaknya. Kami akan ikut bersama rombongan besok.”
Alixsa mengangguk pelan, senang dan bahagia karena rencananya berjalan dengan lancar.
Ia mengulurkan tangannya ”Kalau begitu mohon bantuannya.”
”Aku juga demikian”
__ADS_1
Mereka saling berjabat tangan, dan semuanya telah setuju untuk berpergian besok pagi.