Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)

Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)
Ch. 46


__ADS_3

Semua orang berbondong-bondong untuk masuk kedalam [gerbang]. Sesuai yang di harapkan dari [gerbang] sihir, itu langsung mengirimkan setiap party yang melewatinya masuk kedalam Hidden World.


Ketika memasuki gerbang. Setiap orang memiliki ekpresi yang berbeda-beda. Ada yang senang, bersemangat, percaya diri, tenang, gugup bahkan sampai ada seseorang yang takut.


Hal yang wajar jika seseorang merasa gugup atau pun takut. Mengingat, tempat yang akan mereka tuju sebagai tempat berburu adalah sebuah tempat yang tidak mereka ketahui.


Benar-benar tidak ada yang mengetahuinya, kecuali mereka yang telah berulangkali masuk dan keluar dari Hidden World. Meski begitu, tidak ada untuk mereka memandang remeh Hidden World.


Sebuah dunia misterius, yang bahkan tidak dapat di taklukkan sepenuhnya, bahkan setelah beberapa kali percobaan penaklukkan oleh Count Singten. Tidak... Bahkan setengahnya saja itu belum di taklukan.


Penaklukan yang dilakukan berulang kali namun dengan hasil yang sama setiap harinya. Membuat Count Singten sangat frustasi, dan akhirnya menyerah untuk menaklukkan Hidden World tersebut.


Karena mustahil untuk menaklukan Hidden World. Oleh karena itu, Count Singten, membuat sebuah acara sebagai budaya baru di Kotanya, kota Jisa. Yaitu Kompetisi Pemburuan di Hidden World.


Berharap dengan adanya Kompetisi Berburu ini, dapat memberinya informasi lebih banyak mengenai Hidden World. Namun, setelah lima belas tahun Acara ini berjalan tidak ada hasil yang memuaskan.


Akan tetapi, hal positif lainnya di dapatkan dari ketidak puasan dan kegagalan yang berkali-kali di rasakan. Yaitu, perekonomian Kota Jisa meledak sangat pesat. Bahkan berkat Kompetisi ini, Count Singten dapat merenovasi Kotanya menjadi lebih baik, dan tidak perlu pusing memikirkan anggaran kota miliknya lagi. Karena semuanya dapat tertutupi oleh, event ini.


Setibanya kelompok mereka hendak memasuki [Gerbang]. Yu berhenti sejenak, dan menghampiri penjaga yang menjaga [Gerbang].


Penjaga terkejut dengan kedatangan Yu yang menghampirinya. Dia gugup, ia tidak tahu apa yang akan Yu lakukan. Namun, kala itu yang ada dalam pikirannya adalah, Yu yang terlihat sangat cantik baginya, bagaikan seorang dewi yang turun dari langit.


“Perimisi, aku ingin anda melakukan sesuatu...”


“;;; Ah, ya, ya... Apa yang Anda ingin saya lakukan?”


“Tolong kamu tambahkan nama mereka dalam daftar party kami (Menunjuk Xi dan Airis). Mareka berdua adalah teman-temanku, hanya saja mereka baru datang dan tidak sempat mendaftarkan diri.”


“Ah, baik... Akan saya lakukan.”.


Mengangguk “Baiklah, terimakasih atas kerjasamanya.”


“Baik.”


Cukup beruntung dirinya dapat berbicara dengan seorang gadis cantik bagaikan bidadari. Bahkan rekan-rekannya yang ada di dekatnya sangat iri melihatnya berbicara dengan Yu.


Yu kembali pada kelompoknya, lalu setelah berkumpul kembali, Yu berkata “Baiklah. Sudah selesai. Ayo kita masuk.”


Semua orang mengangguk mendengar Yu. Meski bukan Yu pemimpin dari party ini, namun tampak semua orang menghormatinya, dan mendengarkannya dengan baik.


Karena semuanya sudah sepakat untuk masuk, tidak ada alasan lagi untuk menunda.

__ADS_1


Kemudian mereka masuk ke [Gerbang].


Layaknya masuk melewati pintu rumah. Ketika Anda melangkahkan kaki Anda masuk kedalam gerbang, tidak ada perasaan aneh yang mereka rasakan. Benar-benar hanya seperti melewati sebuah pintu yang telah di buka lebar-lebar.


Ketika mereka melewati [Gerbang]. Saat itulah pemandangan di sekitar mereka berubah sangat drastis.


Apa yang mereka lihat saat ini berbeda dengan apa yang mereka lihat di Kota Jisa.


Di balik gerbang tidak terdapat sebuah kota yang indah seperti kota Jisa, melainkan hanya sebuah hutan hijau yang lebat. Bahkan mereka dapat menyimpulkan sekarang, mereka sedang berada tengah-tengah hutan.


[Selamat Datang Di Hidden World]


Itu adalah sambutan pada sebuah layar yang muncul masing-masing tepat di hadapan mereka.


Hutan lebat terlihat seperti alam liar sesungguhnya. Namun, pemandangan ini terlalu indah untuk membuat seseorang merasakan rasa takut. Orang-orang pasti akan sangat nyaman melihat pemandangan yang indah ini.


Akan tetapi, satu hal yang perlu di ketahui. Tidak semuanya, tempat yang terlihat indah dan tenang, itu adalah tempat yang aman.


“Kita baru saja masuk... Dan kita sudah di sambut oleh penduduk hutan ini...” Beberapa Monster bermunculan setelah Xi menyelesaikan kata-katanya. Dari balik pepohonan, dan juga semak-semak ada berbagai jenis monster.


BUK! Total bersemangat. Tidak sabaran dan langsung berkata “Baiklah, ayo kita hajar mereka!! Akan ku cabik-cabik tubuh mereka semua!”


Eh? Semua orang terkejut dengan ucapan Xi. Tentu saja itu sangat berbahaya menyuruh seseorang maju menghadapi banyak monster sendirian.


Melihat raut wajah mereka yang keheranan. Xi kemudian berkata untuk memenangkan mereka agar tidak salah paham dengan niatannya.


Dengan apa yang ku katakan tadi, mereka pasti berpikir kalau aku berniat membuatnya dalam bahaya...


“Kalian tenang saja. Monster-monster itu bukanlah monster yang kuat. Dan lagi, jumlah mereka tidak terlalu banyak, hanya sekitar dua puluh saja.”


“Du dua puluh? Bukankah itu jumlah yang banyak? ;;;” Katashi ragu Tota dapat mengatasi monster sebanyak itu. Meski dia tahu Tota kuat, namun bertarung sendirian melawan monster bukanlah hal yang baik.


“Apa kau yakin?” Tanya Xi pada Katashi. Kemudian ia melihat ke arah Tota yang ada di depan sana. “Lihat dia. Dia bahkan tidak ragu maju sendirian.”


Meski begitu, Katashi tidak dapat berhenti khawatir tentang ini.


“Tapi...”


Tiba-tiba suara yang keras terdengar. Itu adalah suara Tota. “Oi, Katashi! Jangan khawatir, monster semacam ini...” Dia berubah kedalam bentuk manusia binatangnya. Transportasi manusia harimau biru. “Bukanlah apa-apa untukku!” Melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi dan langsung mendaratkan pukulannya tepat di wajah salah satu monster tersebut.


Monster yang terkena pukulannya terhempas dua meter dari tempatnya. Dan itu langsung membuatnya tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Dari hal itu, sudah dapat di ketahui, seberapa banyak peningkatan yang dia dapatkan ketika dalam wujud manusia binatangnya.


“Kalian tetap di tempat! Jangan menganggu pertarunganku!”


Itu membuat mereka yang hendak membantu Tota menghadapi monster-monster itu diam di tempat. Dan mengurungkan niatnya untuk membantu karena Tota memerintahkan mereka untuk tidak ikut campur.


Setelah memasuki Hidden World ini, aku menyadari sesuatu. Bahwa setiap party yang masuk melalui [Gerbang] akan di kirimkan acak kedalam Hidden World. Sehingga kecil kemungkinan untuk bertemu dengan kelompok satu dan yang lainnya.


Dan bahkan jika mereka di kirimkan di tempat yang sama, itu tidak akan terjadi di waktu yang sama.


Itu artinya, ada waktu untuk kami berburu sebelum kami bertemu dengan kelompok lainnya.


Tangan memegang dagu. Dan Xi berpikir dengan serius. Apa yang harus dia lakukan sekarang ini? Dan bagaimana caranya bisa mendapatkan banyak monster di hutan ini?


Untuk orang-orang ini mungkin tidak terbiasa berhadapan dengan monster yang jumlahnya sangat banyak. Tetapi, jika kita hanya menunggu, dan mencari kelompok kecil monster, maka poin yang di dapat sangat sedikit. Dan lagi, exp yang nantinya di dapat juga tidak banyak.


Aku memerlukan sebuah cara yang efisien untuk memenuhi kedua kebutuhan tersebut. Mencari poin dalam jumlah banyak, dan mencari exp yang melimpah.


Hanya saja, aku belum mengetahui bagaimana caraku harus melakukannya...


Di pikir-pikir itu memang sulit. Mereka baru tiba di Hidden World, dan tidak tahu bagaimana struktur wilayah ini. Untuk mengetahuinya, tentu mereka harus mengeksplor wilayah ini terlebih dahulu.


Selain mengenali medan wilayah dan rute-rute terbaik dan terburuknya. Mengenali monster yang tinggal pada wilayah ini juga sangat penting.


Karena minimnya informasi mengenai hutan di Hidden World ini, maka satu-satunya cara untuk mengenal dan mengumpulkan informasi segalanya tentang hutan ini adalah menelusuri dan mengamatinya.


∆∆∆∆∆


Nama : Xi Arcadia. Level : 25. Ras : Black Dragon-Young. MP : 23110. Job : Prince of Darkness dan Prince of Death. Statistik : STR : 65 (+2) AGI : 54 (+2) VIT : 59 (+2) INT : 64 (+2) SEN : 54 (+2). Poin Statistik : 7.


Nama : Airis. Level : 20. Ras : Rubah Emas. MP : 15672. Job : Swordman. Statistik -- STR : 41 AGI : 44 VIT : 28 INT : 25 SEN : 40.


[Nama : Kurisina Tota. Level 27. Ras : Manusia. MP : 17534. Job : Beast Fighter-Blue Tiger. Statistik \= STR : 39 VIT : 36 AGI : 37 SEN : 42 INT : 30.] [Seorang Bangsawan]


[Nama : Ayumi Aiko. Level 21. Ras : Manusia. MP : 13544. Job : Healer. Statistik \= STR : 10 VIT : 16 AGI : 21 SEN : 14 INT : 42.] [Seorang Bangsawan]


[Nama : Yu Hiroshi. Level 23. Ras : Manusia. MP : 17000. Job : Penyihir Es. Statistik \= STR : 10 VIT : 18 AGI : 22 SEN : 20 INT : 47.] [Seorang Bangsawan]


[Nama : Katashi. Level 22. Ras : Manusia. MP : 12056. Job : Tanker. Statistik \= STR : 30 VIT : 46 AGI : 16 SEN : 20 INT : 20.] [Bangsawan Lengser]


[Nama : Annya. Level 23. Ras : Manusia. MP : 15534. Job : Assassin. Statistik \= STR : 37 VIT : 23 AGI : 42 SEN : 42 INT : 30.] [Organisasi Assassin]

__ADS_1


__ADS_2