
Sangat senang, karena mendapatkan seseorang teman baru yang tampan. Memegang gagang pintunya, dia menutup pintunya sambil lari kegirangan di lorong.
Dia berteriak dengan sangat keras di lorong sambil berlari "Yey, aku mendapatkan teman baru!" Suaranya sangat keras, hingga terdengat jelas sampai keluar penginapan.
Orang-orang yang melintas di depan jalan penginapan bahkan sampai terkejut mendengar itu. Mereka sangat bingung, dan juga penasaran apa yang sebenarnya terjadi didalam sana.
Xi yang berada di dalam ruangan itu hanya bisa diam saat melihat Mina berlari seperti anak-anak. Menghelakan nafasnya pelan, duduk di kursi sambil menggelengkan kepalanya.
Betapa malunya saat dia mendengar teriakan Mina yang begitu keras, bahkan gema suaranya sampai masuk melalui cela-cela pintu yang menjadi penghalang sekaligus pemisa di ruangnya.
Meski begitu, dia tidak mempermasalahkan masalah sepele seperti itu. Biarkanlah itu berlalu dengan damai, maka kau akan dapat menerimanya dengan mudah seiring berjalannya waktu.
"Dia wanita yang baik..."
Setelah itu, dia mengambil garpu dan sendok yang telah di sediakan oleh Mina. Mengambil potongan daging yang sudah di potong-potong dengan sangat rapi oleh Mina dengan garpu yang ada di tangannya.
Satu gigitan, dan Xi dapat merasakan cita rasa yang fantastik dari rasa masakan Mina. Sangat luar biasa, bahkan Xi tidak berhenti untuk bisa memakannya.
Aroma rempa-rempa yang ada pada daging itu tidak menghilang meski telah masuk kedalam mulut. Rasa dari bumbu, dan rempa-rempa meresap kedalam serat-serat daging. Ini adalah kualitas terbaik yang pernah dia rasakan.
"Sangat enak, jika aku ingin mendirikan sebuah restoran, aku akan merekomendasikannya sebagai kepala Chef di restoran ku. Berapa pun harga yang ingin dia minta sebagai gajinya, aku pasti memenuhinya. Ini benar-benar sangat layak. "
Dalam kehidupan nya, yang satu ini adalah yang terbaik dari yang terbaik yang pernah dia rasakan.
Dulu, saat dia masih di dunia manusia. Meski makanan nya hanya secukupnya, tetapi itu sudahlah suatu kenikmatan yang dapat dia syukuri dan nikmati. Tidak ada yang istimewa, semua makanan yang dia makan sebelumnya sebelum terjun sebagai seorang prajurit sangatlah nikmat. Tetapi, jika ingin di bandingkan dengan yang sekarang sedang dia santap, itu jauh berbeda levelnya.
__ADS_1
Rasanya sudah seperti makanan dari masakan koki profesional di restoran bintang lima. Sangat enak, dan luar biasa.
Apakah semua penginapan atau restoran di kota ini memiliki cita rasa yang sama dengan masakan yang Mina masak? Jika ya, maka semua orang di dunia ini pastinya adalah seorang koki profesional.
Xi memakan makanannya dengan lahap, tanpa sadar semua yang ada di atas mejanya saat ini sudah habis hingga bersih. Tidak ada sedikit pun noda yang tertinggi di piringnya, itu sudah seperti piring yang baru selesai di cuci.
"Aa, aku kenyang tapi... Rasanya aku masih ingin makan lagi. Ini terlalu enak."
Sambil bersandar di kursinya, Xi memikirkan apakah dia harus tambah. Walau mulut terasa masih terus ingin mengunyah, tetapi perutnya sudah tidak mendukungnya lagi. Antara mulut dan perut memiliki ke inginan yang berlawanan. Bahkan otaknya sampai tidak tahu keinginan mana yang harus dia penuhi.
Tetapi Xi merespon nya, dan dia memilih cukup. Meski enak, tetapi jika berlebihan itu juga tidak baik untuk kesehatannya. Meski dirinya seorang naga, tetapi dalam hal ini dia mengambil bentuk manusia, sehingga longgar perutnya berkurang sangat drastis, dan hanya sebatas perut manusia saja.
Memakan makanan sebanyak ini, sudah cukup untuk membuatnya kenyang, dan merasa puas.
Meratapi langit-langit, saat ini dia kebingungan apa yang harusnya di lakukan di waktu yang senggang ini. Tidak ada hal bagus atau menarik yang di lakukan.
Saat memikirkannya, dia telah memutuskan untuk beristirahat. Dan dia teringat satu hal. Tiga buku sihir yang di belinya dari shop sistem. Dia ingat itu belum dia pelajari, dan di dunia ini untuk menggunakan sihir, anda harus mempelajari nya terlebih dahulu.
Didunia ini, tidak ada sesuatu yang instan. Bahkan dengan sihir terendah sekalipun, kau masih harus mempelajari nya. Agar dapat menggunakan spell-spell tersebut.
Namun, ada beberapa pengecualian. Terkadang, ada beberapa orang jenius atau berbakat yang kemampuannya adalah bawaan dari lahir. Mereka adalah orang-orang yang dapat mengakses sebuah spell peringkat rendah hanya dengan sebuah keinginan yang mereka inginkan, atau sebuah pemikiran yang mereka pikirkan.
Meski tidak banyak, tetapi itu ada. Walau begitu, bukan berarti mereka lebih kuat dari pada penyihir-penyihir yang lebih berpengalaman dari mereka yang berbakat.
Mereka yang berpengalaman, dan memiliki pengetahuan yang luas, lebih menyeramkan dari pada mereka yang hanya sekedar berbakat atau jenius saja.
__ADS_1
Dapat aku katakan seperti itu, karena orang-orang yang memiliki bakat lebih. Akan lebih mudah di butakan oleh kesombongan. Sehingga, mereka akan memandang sekitar mereka dengan pandangan rendah, dan merasa pandangan mereka jauh lebih tinggi dari yang lainnya.
Kesombongan adalah salah satu kelemahan yang dimiliki oleh orang-orang berbakat. Karena semua akan mengabaikan segalanya tentang musuh, sehingga terlalu percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki jauh lebih baik dari pada musuh mereka sendiri.
Orang yang berpengalaman, pasti akan memanfaatkan kesombongan nya itu menjadi sebuah kesempatan kemenangan yang besar. Dengan memprovokasi, dan memaksa mereka untuk membuka sebuah celah secara tidak sadar.
"Buka Inventory."
Sebuah Papan Transparan muncul di hadapannya, menampilkan sebuah inventory yang sangat luas seperti di dalam sebuah Game.
Di dalam inventory tersebut, terdapat banyak sekali Material-material yang di dapatkannya di Hutan Asgar.
Semua itu berasal dari para Monster yang telah dia kalahkan.
kebanyakan dari para Monster yang di kalahkan nya adalah Monster tipe serangga, yaitu Rayap dan Laron. Jadi di dalam inventory nya terdapat banyak sekali Kaki Rayap, Daging Raya, Sayap Laron, bahkan banyak Telur Rayap. Yang Mana, puluhan telur yang di dapatkannya semuanya dalam kondisi hidup.
Jika Xi berniat untuk merawat dan Menetaskan nya, dia bisa saja mendapatkan War Pet yang sangat banyak sekarang. Tetapi, Xi tidak mau melakukannya karena menurut nya mengurus peliharaan pada saat ini sangatlah menyulitkan.
meski persyaratan untuk menetaskan telur-telurnya tidak sulit, itu tidak membuatnya mengubah pikirannya.
"Saat ini yang aku butuhkan bukan hewan peliharaan, tetapi kemampuan sihir. Jika aku sudah cukup kuat, mungkin aku akan melakukannya."
Walau tidak berniat untuk menetaskan nya sekarang. Xi tidak membuang telur-telurnya tersebut. Melainkan tetap menyimpannya di dalam inventory.
dari beberapa petualang dia mendengar informasi kalau telur Monster itu sangat mahal, dan sangat sulit di dapatkan.
__ADS_1
Bahkan, telur dari Monster yang levelnya rendah, di hargai hingga puluhan koin emas. Meski tidak berguna dalam pertarungan, setidaknya dapat membantu dalam beberapa hal sederhana. itulah yang para petualang butuhkan