Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)

Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)
Ch. 23


__ADS_3

Di Serikat Petualang.


Banyak sekali petualang disana yang sedang mencari beberapa Quest untuk mengisi waktu senggang. Para Resepsionis juga bekerja dengan giat, tampak senyuman indah mereka yang penuh dengan semangat. Mereka sangat menyukai pekerjaan ini.


Walau terkadang ada beberapa petualang yang bandel, namun itu tidak menganggu perform mereka dalam bekerja. Mereka tetap menjalankannya dengan niat dan tulus.


Setibanya didalam, Xi langsung ke meja Resepsionis dan melaporkan Quest nya.


Meletakkan Kertas Quest nya di atas meja, serta barang bukti berupa telinga Goblin yang diminta.


Xi langsung menunjukkan semua itu tampa ragu.


Sang Resepsionis yang melayani Xi jelas dia terkejut. Belum lama ini dia melihat Xi mengambil Quest nya, dan sekarang bertepatan waktu telah Sore Xi sudah kembali menyelesaikan Quest nya dan melapor.


“Ka-kau sudah menyelesaikan pencarian untuk telinga Goblin?!”Teriak terkejut. Itu menarik beberapa perhatian petualang dan Resepsionis lainnya. “A-apakah semudah itu mendapatkannya?”Bertanya.


Xi menjawab dengan anggukan pelan dan berkata.”Ya, Seperti yang kau lihat. Ini ada sepuluh pasang sesuai permintaan.”


Tentu, dia percaya. Karena barang buktinya juga ada di depan mata. Itu terbungkus didalam sebuah tes kulit kecil.


Tetapi, Resepsionis merasa tidak yakin. Bagaimana bisa petualang pemula dapat melakukan itu? Padahal, dia baru saja daftar kemarin. Itulah yang dia pikirkan, Resepsionis.


“Ba-baiklah. Aku akan mengkonfirmasi jumlahnya...”


Xi mengangguk pelan. Xi setuju.


Mengambil sebuah papan persegi yang tipis. Tebalnya adalah 4 centimeter. Dia letakkan di atas meja, kemudian membalasnya dengan sebuah kain hitam.


Mengambil Tas itu, kemudian dia hitung jumlah telinga Goblinnya. Memang benar yang Xi katakan, ada sepuluh pasang telinga Goblin. Sesuai dengan permintaan yang ada di Quest yang di ambilnya.


Sekarang, Quest tersebut telah terkonfirmasi. Lalu menyampaikan nya.


“Semuanya telah terkonfirmasi, ini hadiahmu tuan.” Resepsionis memberikan hadiahnya sesuai dengan yang di terakan didalam Quest tersebut.” Anda sangat hebat, bahkan petualang veteran memerlukan waktu yang lebih lama. Bagaimana cara Anda melakukannya?” Bertanya.


Memang benar. Bahkan petualang yang lebih senior darinya masih akan kesulitan untuk menyelesaikannya dalam waktu kurang dari satu hari.

__ADS_1


Bukan karena mereka kesulitan berhadapan dengan Goblin, tetapi karena sulitnya mencari Goblin di dalam hutan. Dan lagi, jika hanya mencarinya di pinggir hutan, atau jalan setapak kau hanya akan menemukan beberapa saja.


Beberapa dari Goblin lebih memilih menghindari manusia dari pada menyerang mereka. Kecuali, jika manusia ada di wilayah kekuasaan mereka, para Goblin tidak akan segan. Tetapi, jika berada di luar, Goblin lebih memilih menghindari pertarungan yang tidak perlu.


Beberapa Goblin yang ada di pinggiran hutan, dan jalan setapak adalah Goblin yang tidak dalam kelompok besar. Bisa di sebutkan sebagai Goblin yang hidup sendiri-sendiri, atau dalam bagian kelompok kecil yang terdiri dari tiga Goblin saja.


Secara umum, akademi petualang telah mengkonfirmasikan Goblin itu adalah makhluk atau Monster yang hidup secara berkelompok. Mau itu kelompok besar, atau pun kelompok kecil.


Selayaknya serigala, Goblin juga bergerak atau berburu mangsa secara berkelompok dengan mengenakan satu strategi. Yaitu dengan memutari mangsa mereka agar tidak kabur. Sebagai Goblin akan bertugas untuk menyerang dan melumpuhkan mangsa, sementara sisanya akan berjaga di berbagai titik pelarian agar mangsa mereka tidak kabur.


Para petualang pemula tidak di sarankan untuk mengusik sarang Goblin. Sudah jelas apa yang akan terjadi jika mereka mengusiknya bukan? Ya, mereka hanya akan mati dan menjadi santapan bagi para Goblin.


“Tentu saja dengan caraku sendiri. Aku tidak bisa memberitahukannta kepadamu. Anggap saja, kalau itu teknik rahasia.” Jawabnya dengan tenang sembari mengambil hadiahnya.


“Uhmmm... Baiklah.” Menghela nafas, sedikit kecewa dengan jawabannya.


Bahkan jika Xi memberitahukan bagaimana caranya memburu para Goblin itu, mereka tidak akan percaya. Lagi pula, setiap orang memiliki cara berburu mereka masing-masing. Cara siapa yang lebih efektif, itu tergantung dengan bagaimana cara mereka melakukannya, dan bagaimana cara mereka menerapkannya.


Jika hanya mendengarkan dan meniru cara berburu seseorang, mungkin memang bisa. Tetapi apakah itu akan jauh lebih efektif? Itu bukanlah taktik yang mereka buat sendiri. Tentu menjalankannya akan sedikit lebih sulit, bahkan sialnya dapat berbeda dari rencana awalnya.


Party an Suota. Melihat, Xi kembali dengan kesuksesan besar, bahkan dia tidak terluka sgerah setelah dia kembali membuat keempatnya tentu terkejut dan tercengang. Mereka bertanya-tanya bagaimana dia bisa melakukan hal semacam itu? Bahkan kami yang berburu dengan empat orang yang saling bekerjasama tidak dapat melakukannya lebih baik darinya yang bergerak sendiri.


“Seperti yang di harapkan, dia pasti akan kembali. Ta-tapi... Aku tidak mengira akan secepat ini.” Suota menghela nafasnya, seolah tidak percaya. Orang ini terasa melakukan cara yang curang/Cheat.


“Seorang bintang baru baru saja terlahir. Dan tidak lama lagi sepertinya dia akan menjadi terkenal dikota ini.”


“HUH! Itu pasti hanya kebetulan. Dia hanya beruntung saja!”


“Touya... Keberuntungan juga merupakan salah satu kekuatan loh. Aku tidak yakin, tetapi mungkin yang di katakan Irina Benar.”


“Cih!”


‘Karena Misiku sukses benar hari ini. Haruskan aku membeli beberapa makanan di jalan pulang untuk merayakannya? Hmmm, aku juga lapar.’ Di luar Serikat Petualang. Dia telah berjalan, berjalan pulang menuju penginapan Bintang.


Xi berpikir kalau dia harus pulang sekarang dan beristirahat sejenak memulihkan tenaganya. Memakan-makanan yang enak tampaknya akan lebih baik untuk menghilangkan stress. Jujur, Xi sudah sangat pusing karena hari ini lawannya benar-benar sangat luar biasa kuat dan berbahaya.

__ADS_1


Satu saja kesalahan dalam pengambilan langkahnya, Nyawa akan melayang. Xi bersyukur, karena semua berjalan sesuai rencana.


TAK! TAK! TAK! 8x. Itu suara hentakan kaki kuda. Suara tersebut berasal dari dua ekor kuda yang menarik sebuah kotak besar. Itu adalah sebuah kereta kuda. Namun, tidak terlihat seperti kereta kuda yang digunakan untuk transportasi biasa.


Diatasnya terdapat sebuah sel besar yang seukuran dengan kotaknya. Sekitar lebar 2,3 meter, panjang 3 meter, dan tinggi 3,1 meter. Mereka terang-terangan membawa sesuatu tanpa menutupinya, yang mereka bawa bukanlah barang, tetapi orang.


Terdapat sekitar empat orang berpakaian lusuh didalamnya. Duduk diam dan terlihat kusam seperti pasrah pada kehidupan mereka. Masing-masing dari mereka mengenakan sebuah kalung di leher mereka yang mirip seperti kalung anjing, namun itu terbuat dari besi yang di padat kan, dan cukup berat. Serta rantai yang terikat pada kalung tersebut sepertinya diberikan supaya mereka tidak kabur.


Ketika kereta kuda tersebut lewat, semua orang yang ada di jalan menepi memberikan jalan. Dan semua mata tertuju kepada kereta kuda tersebut. Tentu, bukan karena kereta kudanya, mereka tatapan mereka di tujukan ke arah, para budak didalam sel.


“Sepertinya mereka budak baru?”


“Aku kasihan pada mereka, tapi apa yang bisa aku lakukan? Aku hanya orang biasa.”


“Di antara mereka, tadi aku melihat yang menarik. Sepertinya dia akan berguna untuk ku.”


“Bos, apa kau akan membelinya?”


“Ya. Dia cukup menawan.”


Itu reaksi dari orang-orang yang melihat ketika seseorang membawa budak untuk di jual.


Beberapa merasa kasihan dan prihatin kepada para budak itu. Terlebih, budak-budak baru yang di bawa terlihat masih muda. Tampaknya para budak itu di jual oleh orang tua mereka. Dan itu bukanlah hal yang jarang terjadi.


Beberapa orang juga bereaksi berbeda. Tampak mereka berminat untuk membeli beberapa budak yang segar. Tujuannya tentu bukan untuk membebaskan para budak yang mereka beli, melainkan untuk mereka gunakan untuk mereka pribadi. Seperti, untuk memuaskan rasa kebutuhan s*xual mereka. Bukan hanya pria saja, namun juga wanita.


Para budak wanita biasa di banyak di beli untuk di tempat di rumah bordir. Tentu tujuannya tidak jauh berbeda, dan terkesan sama. Atau harus aku bilang sama saja.


Saat kereta kuda tersebut lewat tepat di sampingnya. Tatapan Xi berpas-pasan dengan seorang wanita Demi-Human. Tidak ada yang spesial dari tatapan mereka berdua, tetapi sesaat Xi di buat terkejut ketika sistem menampilkan informasi dari ke empat budak tersebut.


Tiga dari empat tidak ada yang spesial, dan biasa saja. Namun, berbeda dengan wanita Demi-Human itu. Dia memiliki Job yang bagus, dan stat yang tinggi di levelnya yang rendah.


“Ha? Barusan?” Xi terkejut dan terheran-heran. Bisakah seorang budak memiliki stat yang tinggi seperti itu?. Yang pasti, dengan stat yang segitu tingginya di levelnya yang rendah, dia pasti bukan budak biasa.


Latar belakangnya mungkin tidak seperti budak yang lainnya. Dia luar biasa!

__ADS_1


__ADS_2