Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)

Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)
Ch. 62


__ADS_3

Dalam ke adaan yang rumit. Dimana, semua orang yang di bawanya telah di bunuh oleh para monster sampai tak bersisa. Tidak ada yang hidup, kecuali dirinya saat ini.


Aku melihat monster kera besar yang ada di depanku. Aku melihatnya dengan penuh ketakutan, dan aku mulai berpikir dalam pikiranku, apakah aku tuan muda dari keluarga Wind, Wind Van Ceral akan mati di tempat ini? Oleh monster ini?


Aku yang tidak berdaya, hanya terduduk diam di tempatku dengan penuh rasa takut, mau itu di hati, bahkan jiwa dan tubuhku. Seluruh tubuhku telah gemetaran selama ini, dan membuat kakiku mati rasa. Sulit untukku untuk berdiri, dalam situasi ini, apakah aku hanya bisa pasrah?


HIKKK! *Saat itu, aku semakin ketakutan. Ketika, melihat kera besar itu memakan mayat manusia. Suara tulang yang remut atau hancur karena di kunyah dapat terdengar dengan jelas. Bau, dari darah dan jeroan aku dapat mencium.


Lagi lagi dan lagi, keras keras dan keras aku berpikir dan terus berpikir tanpa henti. Satu-satunya yang aku pikirkan saat ini adalah lari... Lari!


Perlahan aku bangun. Aku berdiri dengan kedua kakiku, meski kedua kakiku gemetaran, namun aku memaksakan nya untuk tetap kuat. Agar, itu dapat menopang tubuhku untuk berdiri.


*Aku lari... Dengan sekuat tenaga, aku lari Sekencang-kencang tanpa melihat kebelakang. Apapun yang terjadi di belakang, aku harus mengabaikannya, dan aku hanya perlu fokus pada tujuanku. Yaitu lari menyelamatkan diri.


Tak kalah ketika aku berlari menjauh, bahkan tanpa aku melihat kebelakang sekalipun, aku tahu bahwa beberapa monster sedang mengejarku tepat di belakang.


Aku memusatkan mana pada satu tanganku, dan aku mulai membentuk sebuah bola api. Saat itu terbentuk, aku menembakkannya ke arah mereka, supaya, mereka dapat berhenti mengejar diriku.


“Pergi, pergilah, jangan kejar aku!” *Bola api di tembakkan.


Itu di tembakkan tepat ke arah para monster yang sedang mengejarnya.


Namun, itu tidaklah cukup untuk menghentikan mereka, kera petir. Kera petir cukup pintar, meski serangan itu cukup kuat, namun itu tidak akan membunuhnya bahkan jika mereka terkena langsung. Bagian buruknya, mungkin mereka akan mendapatkan luka, meski itu tidaklah fatal.


Akan tetapi, para kera petir ini cukup pintar, hingga mereka dapat berpikir untuk mengatasi masalah tersebut. Ketimbang menerima serangan itu, mereka memilih untuk menghindarinya dengan melompat dan memanjat pohon. Dengan kelincahan mereka, itu bukanlah menjadi hal yang sulit untuk di lakukan. Tidak hanya sekadar menghindari serangan, bahkan salah satunya dapat melancarkan serangan balik ketika ia mendapat pijakan di sebuah dahan pohon.

__ADS_1


Itu tidak mengejutkan bila mereka dapat menyerang balik dengan menggunakan peluru listrik. Namun, yang membuat seseorang tidak dapat menayangkan nya adalah, bahwa akurasi dari tembakkan nya sangat sempurna, hingga itu dapat mengenai Ceral tepat di kaki kanannya.


Membuatnya terjatuh, dan menderita luka serta efek [kelumpuhan] pada kaki kanannya.


“Arghh... *Suara tawa dari para kera petir dapat terdengar. Ceral melihat, bahwa mereka, kera petir itu sedang berjalan perlahan mendekatinya dengan senyuman dan tawa yang mengerikan untuknya. Senyuman, serta tawaan para kera petir itu merupakan sebuah ejekan untuk Ceral. “HIKK! Jangan... Jangan mendekat! [Bola Api]”


Dalam keputusasaan, Ceral menyerang asal menggunakan sihirnya. Berharap, bahwa akan ada sebuah harapan untuknya melarikan diri. Atau memukul mundur mereka. Namun, serangan yang ia lancarkan itu, bahkan tidak mengenai mereka sedikitpun. Akurasinya yang buruk, bahkan itu dapat di tertawakan.


Semakin, dan semakin ketakutan. Aku telah kehilangan harapanku untuk bertahan hidup. Sesuatu hal yang tidak aku duga ini, bahwa aku akan mati di tempat ini, didalam Hidden World.


Tidak ada harapan untuknya, tidak ada harapan untukku bertahan hidup. Dan aku, telah pasrah pada hidupku, bahwa aku akan mati oleh monster-monster ini.


“Haha, seharusnya aku tidak datang kemari... Ayah telah memperingati ku bagaimana kengerian dari Hidden World ini...” Seketika, ketika aku semakin dan semakin dekat dengan kematian. Aku, mulai menangis, dan menyesali keputusan diriku yang bersikeras untuk datang. Namun, tanpa perhitungan yang matang, aku dengan ceroboh nya masuk kedalam. Kecerobohan ini datang, karena aku terlalu angkuh, sehingga aku lupa... Tidak, tepatnya aku sama sekali tidak mendengarkan saran mereka, saran dari orang-orang yang telah berpengalaman.


Melihat mangsanya hanya diam dan terlihat telah pasrah. Kera petir langsung menyerangnya, tanpa berpikir panjang lagi. Masing-masing dari mereka, dengan insting tajam, menyadari bahwa mangsa mereka telah tidak berdaya lagi. Sehingga, ini akan lebih mudah untuk mereka.


‘Aku tidak ingin melihatnya...’ Karena takut dengan kematiannya, Ceral menutup matanya, dan berharap bahwa rasa sakit dari kematian ini tidak menyakitkan. ‘.... Aku akan mati...’


Namun, setelah menunggu beberapa saat. Ceral tidak merasakan apapun, apalagi rasa sakit. Dia berpikir, apakah dirinya telah mati. Jika memang benar, Ceral tidak menduga bahwa kematian itu sama sekali tidak menyakitkan.


Tentu itu hanyalah hayalan konyolnya, mana mungkin itu tidak terasa menyakitkan. Hanya saja, dirinya tidak merasakan rasa sakit, karena ia sama sekali tidak di serang oleh kera petir. Malainkan, kera petir itulah yang di serang oleh seseorang, dan suara jeritan dari rasa sakit, terdengar dengan jelas oleh Ceral.


Dari suara jeritan itu, Ceral memberanikan dirinya untuk membuka mata. Ia begitu penasaran, lantas apa yang terjadi pada para monster itu hingga mereka menjerit seperti anak kecil. Dan saat ia membuka matanya, Ceral, dia sangat terkejut melihat pemandangan di depan mata. Yang mana, dia melihat sesosok orang dengan pakaian gelap membantai semua kera petir.


‘A apa yang... Terjadi? Di-dia... Mengalahkan monster-monster itu?’ Aku tidak bisa menahan keterkejutanku. Bagaimana tidak, monster-monster ini adalah monster-monster yang telah melenyapkan semua bawahannya. Bahkan, mereka sama sekali tidak dapat melawan balik pada saat itu. Namun, sekarang itu berbeda. Itu berbanding terbalik dengan yang aku alami.

__ADS_1


Sosok di depannya, dengan santai membunuh Kera petir yang di cengkraman nya, dengan mematahkan leher. Melihat bagaimana sosok tersebut dapat membunuh Kera petir dengan begitu mudah, jelas, sosok itu bukanlah orang biasa.


Pemikiranku berjalan ketika aku beberapa melihatnya. Dia, adalah sosok yang sangat kuat, dan mungkin akan sangat bagus jika aku mencari perlindungan kepadanya untuk saat ini. Mengingat, semua bawahan ku telah terhantar seluruhnya.


“E, ano...


Sosok itu menoleh ke arahnya. Melihat diriku, yang masih terlihat syok dengan kejadian sebelumnya.


“A aku tidak tahu siapa kamu, tapi, terimakasih karena sudah menyelamatkanku-


“Jangan salah paham, aku disini tidak untuk menyelamatkan mu.”


Ceral terdiam sejenak ketika mendengarnya, dengan nada suara berat. Dapat terdengar, itu bukanlah suara aslinya, hanya di buat-buat, agar seseorang tidak mengetahui indentitasnya.


Mau bagaimana seseorang dapat mengkonfirmasi identitasnya, sedangkan, dirinya telah mengenakan penutup wajah untuk menyembunyikan wajahnya. Serta, pakaian hitam gelap itu, siapa juga yang memilikinya, selain dirinya. Aku rasa, bahkan tanpa menekan suaranya sekalipun, seseorang tidak akan tahu siapa indentitas aslinya.


Akan tetapi, Xi tetap melakukan hal tersebut. Bukan tanpa alasan, terkadang, di antara orang-orang biasa terdapat seseorang yang memiliki ingatan yang kuat. Ia tidak mau, seseorang dapat mengungkapkan identitasnya, hanya karena mengingat suaranya saja.


Ceral mengerti, lalu dia kembali berbicara “Ya, aku mengerti. Tapi... Bisakah kamu melindungi ku? Aku lihat kamu adalah orang yang kuat, dan aku membutuhkan seseorang yang kuat untuk melindungiku di tempat ini. Ini adalah kali pertamanya aku di tempat ini, dan aku tidak tahu apapun tentang tempat ini...” Ceral telah berbicara dengan Hati-hati demi untuk tidak menyinggung perasaan dari sosok tersebut. Dalam kepalanya, sudah tertanam sebuah peringatan. Yaitu, jika Ceral menyinggungnya, dia akan mati.


Tanpa Jawaban.


Tampaknya, alasan tersebut masih belum cukup untuk mendapatkan perlindungannya. Oleh karena itu, Ceral menambahkan. “Ten-tentu saja itu tidak gratis, aku akan membayarmu 100... Tidak, 1000 Koin emas... Eh?!”


Xi pergi meninggalkannya, dia menunjukkan ketidak perduliannya. Dimata orang lain, 1000 koin emas adalah jumlah yang banyak. Namun, dimatanya, 1000 koin emas bukanlah apa-apa. Hanya seperti yang jajan untuk anak SD untuknya. Bahkan sebelumnya, ia telah menghabiskan jumlah uang yang lebih banyak dari itu.

__ADS_1


“Tu-tunggu! Kau mau pergi kemana?” Ceral bertanya-tanya, namun tidak ada jawaban apapun dari Xi yang meninggalkannya.


__ADS_2