Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)

Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam(Remake)
Ch. 56


__ADS_3

Sebuah pernyataan bodoh dari seseorang yang tidak tahu tempatnya. Dia telah membuatnya kelas, habislah dia! Sungguh orang-orang yang tidak mencintai nyawanya sendiri.


Ekspresi kesal dan geram tersebut terlukis di wajahnya. Betapa bodohnya seseorang membuat orang ini marah.


Menggenggam erat dan mengepalkan tangannya. Dia menahan emosinya sesaat, melihat pria di hadapannya terus berjalan tanpa memperdulikan peringatannya, membuatnya naik darah.


“Kau ingin tahu apa yang terjadikan?” Suara berat dan tubuh mulai membesar. Seperti sebelumnya, tubuhnya berubah kemerahan, dan seseorang mengeluarkan sesuatu seperti asap. Apakah keringat orang ini menguap?


Seperti yang di harapkan. Dia melompat ke arahnya. Gerakan yang cepat itu akan sulit untuk di lihat oleh mata biasa, mata biasa tidak akan bisa mengikuti pergerakannya.


“Akan aku tunjukkan apa yang terjadi jika kau mengabaikan peringatan kami! Marilah!!!” Dalam sekejap mata dia muncul tepat di sampingnya. Melayangkan tinjunya sambil berteriak *Matilah! Dengan keras. ‘Jangan salahkan aku. Kaulah yang membuat nyawamu sendiri terancam!’


Dalam mata. Mereka melihat pria berambut putih itu berhenti melangkah. Hanya diam di tempatnya setelah melihat rekannya bergerak dengan cepat menyerang dirinya.


Mereka semua melihat dengan mata terbuka. Orang tersebut hanya berdiri mematung di tempatnya. Apakah mungkin dia ketakutan sampai tidak bisa bergerak sedikitpun? Bukankah suatu hal yang bodoh menantang seseorang tanpa mengetahui batasnya sendiri.


“Selesai sudah...*Mata melotot seakan akan keluar dari kepala.


*Senyum, HUP!


Cukup mengejutkan... Tidak, itu sangat mengejutkan. Tinju yang di layangkan dengan sekuat tenaga, itu di hentikan hanya dengan satu tangan.


“Dia menghentikannya?” Tidak percaya.


“Tidak mungkin! Pasti tulangnya sudah hancur sekarang!” dia tahu kekuatan serangan temannya yang satu ini adalah yang paling kuat di antara mereka. Dan, menghentikan serangan terkuatnya hanya dengan satu tangan itu terlihat sangat mustahil. Ia tidak bisa percaya bahwa pria berambut putih itu baik-baik saja, dia berpikir, pasti saat ini semua tulang di lengannya sudah hancur karena serangan Guma.


Guma terkejut. Karena, pria di hadapannya saat ini dapat menghentikan tinjunya dengan mudah. Dan bahkan, pria ini sama sekali tidak bergeser dari tempatnya berada.


‘Semudah itukah menghentikan seranganku?’ ungkapnya dalam hati. Guma masih tidak dapat mempercayainya.

__ADS_1


“Ada apa pria besar? Hanya seginikah kekuatanmu?” *Ka kau... * “Bukannya dirimu tadi begitu sombongnya, mengusir semua orang? Lalu, kemana semua kesombongan itu pergi sekarang? Aku tidak tahu apa yang di pikiran oleh orang-orang itu, sampai takut dengan dirimu. Padahal, kemampuanmu biasa-biasa saja.”


Mereka sama sekali bukan orang-orang yang memiliki keberanian tinggi sepertinya. Tidak hanya mereka takut, tetapi mereka juga ragu pada kemampuan mereka sendiri. Ditambah lagi, dengan melihat Guma yang menghancurkan seorang tanker dalam satu serangan. Menambahkan rasa takut didalam hati setiap orang.


“Aku tidak percaya kau bisa menghentikan seranganku hanya dengan satu tangan? Kau pasti sedang memainkan sebuah trik! Terima ini!” merasa tidak Terima ketika di rendahkan, dan demi membuktikan bahwa yang dimainkan oleh Xi saat ini adalah hanya sebuah trik. Guma menyerangnya sekali lagi untuk membuktikan. Apakah yang Xi lakukan itu hanyalah sebuah trik, atau memang benar kekuatan yang di miliki nya.


Saat Guma melayangkan tinjunya lagi pada dirinya. Xi, dengan cepat menepis dengan satu tangan lainnya, membuang kekuatan yang terkumpul di tangan Guma, lalu dia menangkap tangannya dan mencengkram erat.


*Kuegh... Sialan...


Xi menarik tubuh besar Guma kebawah. Saat menjatuhkannya, dia memberikan sebuah balasan karena sudah menyerangnya dua kali dengan sebuah serangan sikut kaki tepat di wajah.


*kuagh... Haaa... *Hidung patah dan darah keluar ber cipratan dari hidungnya. Dan hanya dalam satu serangan balasan tersebut, Guma kehilangan kesadarannya, dan pingsan di tempat.


Rekan-rekan satu partynya tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Ini kali pertamanya, Guma di jatuhkan semudah itu, apalagi hanya dalam satu serangan oleh orang yang tidak di kenal.


“Gu guma kalah?”


“Ta tapi... Nyatanya Guma dikalahkan dalam sekali serang...”


“Bodoh! Bagaimana kau bisa mempercayai itu? Orang itu dapat mengalahkan Guma pasti karena efek dari sebuah artifak! Ya, itu pasti sebuah artifak! Mana mungkin Guma di kalahkan hanya dalam sekali serangan!”


Memikirkan bahwa orang ini memiliki sebuah artifak. Bukannya takut, namun mereka malah berencana untuk merebutnya.


‘Mungkin dia bisa mengalahkan Guma, tapi bagaimana dengan kami? Bahkan jika dia bisa mengalahkan Guma semudah itu, tidak mungkin dia bisa menang melawan empat orang sekaligus...’


*Kepung dia!


Semua bergerak saat seorang pria memberikan arahan kepada mereka. Keempatnya mengepung Xi didalam sebuah lingkaran. Tidak ada tempat untuknya dapat keburu jika dalam situasi seperti ini.

__ADS_1


*Hmmm, apa yang kalian lakukan?”


“Hah? Apa kau bodoh? Tentu saja kami akan menghajarmu, dan merebut artifak yang kau miliki untuk diri kami sendiri.”


Memang tidak salah jika menyebutkan Xi memiliki sebuah artifak. Tetapi, bagaimana cara mereka akan mengambilnya, meski mereka menang melawan Xi.


Terlebih lagi, artifak yang Xi miliki itu, tersimpan didalam inventory miliknya. Dan selain Xi, orang lain tidak dapat membukanya. Jadi, buka usaha mereka hanyalah kesia-sia an yang tidak berarti apapun.


Mengangkat satu alisnya dan berkata “Ha? Merebut artifak? Dariku? Kalian sedang bercanda bukan?” Sedikit mengejek mereka. Tentu, bahkan jika orang-orang ini datang bersama untuk menyerangnya, tidak satupun dari mereka yang dapat melukai dirinya.


Menghilang, dan muncul kembali di hadapan salah satu dari keempat orang yang mengepungnya.


Dan dengan mata yang bersinar, serta nada suara yang mengejek dan merendahkan. Dia kembali berkata “Lalu bagaimana caranya kalian mengambilnya dariku?”


Tanpa sempat beraksi apapun. Penyihir di party ini ketakutan saat melihatnya. Niat membunuh yang terdapat di matanya terasa lebih nyata, dan lebih menyeramkan dari pada apa yang Guma tunjukkan sebelumnya.


*A to... *Bang!


Xi menangkapnya. Dan dengan cepat menghantamkan wajahnya ke tanah dengan keras, hingga kepala pria tersebut terbenam di tanah.


“Satu beres, dan hanya tersisa tiga lagi... *Berbalik, dan mulai melihat ketiganya dengan tatapan merendahkan. Lalu, di antara kalian bertiga, siapa dulu yang ingin di habisi?”


Sontak hal tersebut membuat ketiganya ketakutan.


Bagaimana tidak? Xi telah mengalahkan dua anggota, dan masing-masingnya di kalahkan dalam sekali serangan.


Tanker dan Penyihir sudah di kalahkan. dan sekarang, yang tersisa hanyalah beberapa Warrior kecil yang tidak memiliki pengalaman. Bukan hanya tidak memiliki pengalaman, bahkan cara mereka memegang pedang dengan kuda-kuda itu bahkan belum benar.


"Sepertinya kalian datang kemari hanya karena niat saja, tetapi kalian sebenarnya belum memiliki apapun untuk dapat hidup mandiri di alam liar... Sayangnya, kalian bertemu denganku, jika kalian bertemu dengan kelompok lainnya mungkin kalian masih dapat selamat tapi, denganku. Jangankan selamat, bahkan kalian tidak akan aku berikan kesempatan untuk memikirkan, bagaimana cara kematian kalian!"

__ADS_1


Dan bersiaplah untuk mati!


__ADS_2