
Dua hari berlalu. Mereka telah melewati lantai pertama penuh perjuangan.
Selama dua hari itu, Wave monster terus bermunculan tanpa henti. Bagian terburuknya dari Wave monster ini adalah tidak adanya tempat untuk bersembunyi atau pun tempat untuk berlindung.
Dua hari itu, mereka hanya bisa berdiri dan bertarung tanpa henti.
Keringat kerja keras membahas tubuh. Seluruh tubuh serasa mati rasa, benar-benar tidak ada waktu untuk mereka beristirahat.
Syukurnya, saat mereka menemukan scroll untuk pindah ke lantai kedua setelah bertahan selama tiga hari di lantai pertama.
Tanpa pikir panjang Xi langsung menggunakan scroll tersebut untuk menaiki lantai.
BRUKK! Menjatuhkan diri, duduk di lantai dan nafas terengah-engah. Keringat tidak hanya membasahi wajah, namun juga seluruh tubuh.
Bahkan darah menodai bajunya yang indah dan bersih sebelumnya.
“Haaa, aku lelah sekali...” Airis level 18. Itu adalah level yang dia dapatkan selama tiga hari di dalam dungeon.
Dalam perkembangan level, perkembangan Airis bisa di katakan sangat cepat. Untuk meningkatkan 13 level dalam tiga hari itu rasanya sangat mustahil... Tidak, itu memang mustahil.
Bahkan, mereka yang di bimbing langsung oleh party petualang profesional sekali pun tidak akan dapat melakukannya.
Sejak awal, hal tersebut memang lah mustahil.
“Bagaimana bisa ada Frocs sebanyak itu? Bahkan mereka tidak berhenti bermunculan...”
“Itu memang hal yang sulit, aku pun tidak bisa percaya itu. Dalam dua hari terjadi empat kali Wave monster itu sangat tidak terduga.” Sambil mengusap keringat di wajahnya dengan tangan. Xi level 23. “Kekuatan mereka tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah jumlah mereka yang banyak.” Meski senang dengan jumlah Frocs yang banyak dapat membantunya meningkatkan levelnya, namun dengan jumlah sebanyak itu yang bahkan lebih dari seribu Frocs di setiap Wave nya membuatnya khawatir.
Jika salah mengambil langkah, dan panik itu akan sangat berbahaya. Sikap panik adalah sumber paling berbahaya yang dapat mengancam nyawa dalam pertarungan ataupun pertempuran.
“Mari istirahat sebentar memulihkan tenaga kita. Aku tidak yakin, apakah bos dungeon nya berada di tingkat yang sama atau tidak.”
Xi melihat ke arah sebuah pintu batu berukuran besar yang terletak disana.
Di balik pintu gerbang itu, terdapat sosok bos monster yang menghuni nya. Penguasa dari dungeon ini sekaligus penguasa lantai dua dungeon.
Selain mengalahkan bos dungeon, tidak ada cara lainnya untuk keluar dari lantai dua ini selain mengalahkan bos dungeon.
Terkecuali untuk lantai pertama. Anda dapat keluar dari dungeon di lantai pertama dengan menggunakan sebuah scroll yang di drop atau di bawah oleh Frocs.
Tentu, untuk mendapatkan scroll nya, anda hanya dapat mengandalkan keberuntungan.
“Baik tuan.” Airis setuju dan mengerti. Yang akan mereka hadapi selanjutnya adalah bos dungeon.
Airis sudah memiliki gambaran di kepalanya, bos dungeon ini akan berbeda dengan para Frocs yang ada lantai bawah.
Kekuatannya pastinya berkali-kali lipat lebih kuat dari pada sekumpulan Frocs.
Xi juga tidak tahu pasti sekuat apa bos dungeonnya. Apakah itu lebih kuat dari Elder Demon Snake? Atau malah lebih lemah?
__ADS_1
Tidak ada yang bisa menjawab gumamnya. Sebuah dungeon ini misterius, tidak ada yang tahu monster jenis apa yang tinggal didalamnya. Bahkan, tidak ada yang bisa menebak rasa monster apa yang akan menjadi bos dungeonnya.
Namun, satu hal yang Xi ketahui. Menyerang bos monster tanpa persiapan dan rencana sama halnya dengan bunuh diri.
Jadi, Xi memanfaatkan waktu istirahatnya untuk menyusun sebuah rencana untuk menghadapi bos dungeon ini.
Sementara itu, di Kota. Tepatnya adalah penginapan bintang.
Disana terlihat sedang ramai pengunjung, tidak seperti biasanya.
Ada banyak orang di lantai pertama, mereka duduk santai sambil menikmati hidangan masakan Mina yang lezat dan sangat nikmat.
Sambil makan, terlihat salah satu kelompok yang duduk di satu mereka membicarakan sesuatu.
“Apa kau ingat? Apa yang kita lihat di dalam hutan?”
“Maksudmu hutan Asgar? Ya, aku mengingatnya, itu mengerikan. Ada banyak bangkai monster dimana-mana.”
“Di lihat dari lukanya, sepertinya itu di sebabkan oleh seseorang. Ada beberapa bekas luka anak panah, dan tebasan pedang.”
“Dari pada itu, aku penasaran siapa yang melakukan hal tersebut. Aku tidak bisa menyebutnya itu sebagai pertarungan melainkan... Pembantaian.”
“Aku setuju. Itu sangat mengerikan, bahkan aku tidak sanggup untuk membayangkan seberapa kuatnya orang yang melakukan itu.”
Tidak ada kecurigaan untuk mereka mencurigai penguasa kota.
Dan hanya ada para petualang yang pergi kesana. Namun, yang pergi kesana bukanlah petualang tingkat tinggi, melainkan hanya para petualang atau party petualang tingkat rendah.
Untuk mereka yang berada di peringkat emas, mereka telah meninggal kota Aiter dua hari yang lalu.
Mereka tidak pindah, namun hanya pergi ke sebuah kota besar untuk mengikuti sebuah acara. Atau bisa di sebut juga sebagai sebuah Festival tahunan yang biasanya sering di adakan oleh kota-kota besar.
Dan kali ini, salah satu dari kota besar yaitu Kota ‘Jisa' yang berada di wilayah ini mengadakan sebuah Festival perlombaan pemburuan bagi para petualang di sebuah “Hidden World”.
Kota Jisa selalu mengadakan perlombaan ini setiap tahunnya, dan semua orang menamai Festival ini dengan nama Festival pemburuan.
Akan ada banyak ke untungan yang di dapatkan dengan mengikuti Festival ini, tidak hanya material berharga, namun juga bahan-bahan langkah, dan herbal-herbal langkah. Item sihir, dan semacamnya.
Festival pemburuan di Kota Jisa ini mmenjadi pusat perhatian bagi semua petualang yang ada di kota-kota terdekatnya, bahkan para petualang yang tinggal di Kerajaan selalu datang untuk mengikuti Festival tersebut.
Kota Jisa merupakan kota bawahan dari sebuah negara, yaitu Kerajaan “Blue Sky Bird”. Kota Jisa, secara langsung di lindungi oleh pihak Kerajaan, tentunya dengan berbagai alasan tidak ingin kota Jisa jatuh ke tangan negara lainnya.
Mina yang bekerja, melihat tempatnya begitu ramai ia tidak menyangka nya. Selama dua hari ini, penginapan bintang selalu ramai pengunjung, dan tentu itu membuatnya senang.
“Aku tidak memperkirakan ini, tetapi ini bagus. Dengan begini aku tidak perlu memikirkan lagi tentang ke uanganku.” Sambil tersenyum manis dan bekerja dengan penuh semangat. Di samping itu, ia memikirkan sesuatu. Seseorang yang belum kembali selama tiga hari lamanya. “Omong-omong apa yang sedang Xi lakukannya sekarang? Aku sangat penasaran, tapi aku berharap dia baik-baik saja.”
Rumah lelang Mawar Hitam.
“Nona, apa anda yakin mereka akan baik-baik saja?”
__ADS_1
Tersenyum. Tentu saja dia sangat yakin. “Tentu saja. Meski aku tidak tahu apapun tentang kekuatannya, tapi aku yakin dia dapat melakukannya.”
Sebagai bawahan, ia tidak dapat melakukan apapun lagi mengenai keputusan tuannya.
Akan tetapi, menyerang dungeon hanya dengan dua orang itu...
“Aku sudah menawarinya bantuan, tetapi dia menolaknya. Entah apa alasannya, saya benar-benar tidak mengetahui jalan pikirannya.”
“Jika tujuannya hanya sekedar untuk menaikkan level, maka membawa beberapa orang lagi seharusnya tidak masalahkan? Malahan itu akan menjadi lebih baik.”
“Aku juga berpikiran demikian. Tetapi, sepertinya ia memang tidak berniat membawa lebih banyak.”
Meski mereka telah menjalani kerja sama, namun Xi belum bisa mempercayai mereka sepenuhnya.
Walau ada banyak orang di Rumah Lelang Mawar Hitam yang berbakat, tetapi sulit untuk mempercayainya.
Dalam sebuah tim haruslah memiliki kepercayaan terhadap setiap anggotanya, bisa saling di ajak bekerjasama, dan memiliki Chemistry yang baik dengan kekuatan yang saling melengkapi dan menutupi kekurangan masing-masing anggota.
Bukan sebuah sembarangan party yang di bentuk dengan sehari jadi.
Tidak akan ada Chemistry yang terbentuk, semua orang pasti akan bergerak sendiri-sendiri sesuai keinginan mereka masing-masing tanpa memperdulikan anggota lainnya.
Hal itulah yang membuat Xi tidak ingin menerima bantuan dari Rumah Lelang Mawar Hitam.
Sementara itu, didalam dungeon. Beberapa waktu telah berlalu, dan saat ini keduanya telah berdiri di depan pintu masuk bos dungeon.
“Ini saatnya... Aku tidak tahu monster jenis apa di balik pintu ini. Karena itulah, tetap berhati-hati.”
“Dipahami!”
Pintu gerbang ruangan bos dungeon yang terbuat dari batu tersebut Xi dorong untuk membukanya.
Di dorong nya perlahan, untuk memastikan apakah ada jebakan di balik pintu ini. Atau akan ada serangan dadakan dari bos dungeon ketika pintunya di buka.
Bahkan setelah pintunya di buka setengah, tidak ada gerakan apapun yang mencurigakan dari dalam.
Yakin bahwa tidak adanya jebakan, Xi lalu membukanya lebar dan melihat monster jenis apa yang bersembunyi di balik pintu batu ini.
Saat melihat kedalam, Xi cukup terkejut melihat bos monster tersebut.
Ukurannya besar, sekitar tiga meter lebih. Dengan kulit yang Bergerigi seperti duri.
Harus ku katakan ini cukup mengerikan, sekaligus menggelikan.
[Bos Dungeon (Draco)]
Kepala monster itu seterah berbalik dan melihat di tempat mereka berdiri.
[Draco melihat anda]
__ADS_1