Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower

Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower
Episode 10


__ADS_3

Di tepi jalan Ayli Hoon berdiri. Tak lama kemudian taksi akan lewat dan Ayli Hoon memberhentikan taksi itu. Ketika ia akan naik, ia menghentikan langkah kakinya. Ia mengingat sesuatu.


"Ya ampun, tasku!"


Ayli Hoon mengingat-ingat kembali. Ia ingat saat di ruangan Hyun Jae, ia duduk dan meletakkan tasnya di atas meja, kemudian saat pulang ia tidak mengambil tasnya lagi.


"Ya ampun, kenapa aku lupa?" Ayli Hoon meminta maaf pada sopir taksi dan berlari kembali ke dalam gedung.


Pintu ruangan Hyun Jae dibuka dengan kasar hingga menimbulkan suara yang keras membuat Hyun Jae terkejut. Ayli Hoon berdiri di pintu sambil mengatur nafas.


"Kau? Kenapa kau kembali lagi? Apa ada yang bisa ku bantu?" tanya Hyun Jae.


"Maaf masuk tidak mengetuk pintu, aku kemari untuk mengabil tas," jawab Ayli Hoon.


Hyun Jae melihat ke mejanya, lalu melihat bangku yang tadi Ayli Hoon duduki. Di sana ia melihat tas yang tergeletak di atas nya. Hyun Jae mengangguk dan memberikan pada Ayli Hoon.


"Lain kali lebih hati-hati, untung tertinggal di sini, bagaimana kalau tertinggal di tempat lain," nasehat Hyun Jae.


Ayli Hoon mengangguk dan permisi keluar.


* * * *


Ayli Hoon berjalan dengan cepat, dalam hati ia mengomeli dirinya sendiri. Ia sampai tak sadar bahwa lift nya berhenti di lantai empat, bukan lantai dasar. Ayli Hoon berjalan di koridor tanpa melihat ke depan.


Tak sadar dari lawan arahnya ada Jung Soo yang tengah berjalan sambil memperbaiki kerah kemeja yang ia kenakan. Pada akhirnya mereka bertabrakan. Karena Ayli Hoon memiliki tubuh yang lebih kecil dibanding Jung Soo, tentu saja Ayli Hoon lah yang terjatuh.


"Ya ampun, padahal kakiku belum pulih total, sekarang terjatuh lagi," keluh Ayli Hoon.


Jung Soo mengulurkan tangan memberi bantuan, tapi Ayli Hoon tidak menerima bantun Jung Soo. Ia pun berdiri sendiri walau sedikit kesusahan


Jung Soo menghela nafas sebelum mulai bicara.


"Kau lagi. Apa takdirmu ketika bertemu dengan ku itu harus selalu terjatuh?" Jung Soo bicara dengan datar.


Ayli Hoon berusaha menahan mulutnya agar tidak mengomel.


"Aku tidak punya waktu. Aku kesini mengambil tasku yang--"


"Yang tertinggal?" potong Jung Soo. "Kau memang hobi meninggalkan tas," lanjut Jung Soo.

__ADS_1


"Kapan?" Ayli Hoon kebingungan.


"Malam saat kau ku antar pulang, kau meninggalkan tasmu di mobilku. Akhirnya aku memberikan tasmu pada pria yang membawa mu ke rumah sakit." Jung Soo menjelaskan pada Ayli Hoon.


Ayli Hoon mengerutkan alisnya, ia masih kebingungan.


"Jadi kau tahu aku dibawa kerumah sakit? Kau ikut ke rumah sakit?" tanya Ayli Hoon.


"Ya, karena aku ingin mengembalikan tasmu," jawab Jung Soo.


Mereka berdua terdiam sejenak sebelum Jung Soo bertanya pada Ayli Hoon.


"Kenapa kau ada di sini?"


"Aku? Aku bekerja di sini," jawab Ayli Hoon singkat.


Jung Soo terkejut. "Apa? Bukan kah kau bekerja di Nicefood?"


"Aku sudah berhenti," jawab Ayli Hoon.


Ketika mereka sedang berbicara, Ayli Hoon melihat ada pintu ruang latihan yang terbuka dan beberapa trainee mulai keluar satu persatu.


"Maaf aku harus pergi sekarang."


* * * *


Waktu sudah tengah hari. Di Seoky apartment, Mi Cha berdiri di depan teras gedung menunggu Man Shik. Tadi pagi Man Shik menelepon bahwa ia akan tiba di apartemen pada siang hari.


Dari kejauhan Mi Cha melihat Ayli Hoon yang berjalan memasuki halaman Seoky apartment. Tak lama kemudian Ayli Hoon sudah berdiri di hadapan Mi Cha.


"Kau terlihat khawatir?" tanya Ayli Hoon.


"Oppa mengatakan bahwa ia akan tiba di rumah pada tengah hari, jadi aku menunggu nya," jawab Mi Cha.


Sambil tersenyum Ayli Hoon mengelus bahu Mi Cha. " Lebih baik kau tunggu di dalam saja, di sini dingin."


Mi Cha pun menuruti perintah Ayli Hoon. Mereka berdua berjalan masuk.


* * * *

__ADS_1


Waktu sudah hampir gelap, Ayli Hoon baru saja selesai mandi, ia sudah memakai baju tidur favoritnya. Baju itu ia desain sendiri. Di bagian ujung kaki dan tangan diberi kain berbulu tebal dan dibagian leher diberi kain yang bisa dijadikan syal.


Pada musim dingin Ayli Hoon memang tidak bisa memakai baju tidur biasa karena itu sama saja bunuh diri.


Ayli Hoon merasa haus, ia pun pergi ke dapur untuk mengabil air putih. Ia berjalan santai ke dapur sambil bersenandung kecil. Besok adalah hari pertamanya bekerja di salah satu agensi ternama di Korea Selatan.


Tentu saja itu adalah impian besar seorang Kpopers, tapi bagi Ayli Hoon tidak begitu menjadi impiannya. Karena impian seumur hidupnya adalah dilamar oleh pria yang dicintai dan mencintai nya di Namsan Seoul Tower. Membayangkan hal itu, Ayli Hoon menjadi tidak sabar menemukan pasangan hidupnya.


Selesai minum, Ayli Hoon berniat untuk kembali bersantai di kamarnya. Baru berjalan sampai di ruang tengah, ia mendengar derap langkah kaki di koridor apartemen. Karena merasa penasaran, ia pun memutuskan keluar untuk melihat.


Ternyata di depan apartemen, Mi Cha tengah mondar-mandir tanpa henti. Ayli Hoon berjalan menghampiri nya lalu menepuk bahu Mi Cha. Mi Cha berbalik badan menghadap Ayli Hoon


"Ayli Hoon, kenapa oppa belum pulang juga? aku khawatir," kata Mi Cha.


Ayli Hoon sendiri sebenarnya khawatir dan tak tau harus berbuat apa. Sedari sore ia sudah berusaha menghubungi Man Shik tapi teleponnya tidak diangkat.


"Tenanglah Mi Cha, mungkin Man Shik sedang ada urusan," Ayli Hoon berusaha menenangkan.


Tak lama kemudian, ada suara langkah kaki menaiki tangga. Mi Cha berjalan mendekati tangga untuk memeriksa siapa yang datang. Betapa senangnya ketika Mi Cha melihat yang datang adalah Man Shik.


"Oppa!!" seru Mi Cha sambil berlari lalu memeluk kakaknya dengan erat.


Man Shik memeluk adiknya dengan kebingungan.


"Kenapa kau begini? Aku sudah pulang," kataMan Shik.


"Aku yang seharusnya bertanya, kenapa kau lama sekali Oppa?" Mi Cha terlihat cemberut.


"Ya aku minta maaf, tadi ayah mengajak ku ke rumah kakek," jawab Man Shik.


Mi Cha mencubit perut Man Shik dengan cukup keras hingga Man Shik meringis kesakitan.


Ayli Hoon hanya tersenyum melihat kakak beradik dihadapan nya itu. Man Shik baru sadar bahwa Ayli Hoon berdiri di belakang adiknya.


"Ayli Hoon, aku kira kau adalah Young Hee. Apakah dia tidak ada disini?" tanya Man Shik.


Mi Cha langsung memeriksa kening kakaknya itu. "Kau tidak demam, tapi kenapa otakmu terbalik?" kata Mi Cha tanpa niat serius.


"Bukannya menanyakan kabar adiknya malah menanyakan pujaan hatinya," ejek Mi Cha.

__ADS_1


"Karena Man Shik sudah tiba dengan selamat, aku akan masuk ke apartemenku. Selamat berperang ria," kata Ayli Hoon lalu masuk kedalam apartemen nya.


Beberapa saat kemudian, Mi Cha mengajak Man Shik masuk kedalam apartemen.


__ADS_2