Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower

Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower
Episode 25


__ADS_3

Ayli Hoon menangis ketika gadis pirang itu menggunting bagian depan kemeja yang ia kenakan. Setiap kali Ayli Hoon berteriak meminta tolong, gadis-gadis itu akan menamparnya dengan sangat keras. Sudut bibir Ayli Hoon sudah mengalir darah, pipi kirinya sudah membiru karna memar.


"Selesai. Lihatlah, kemeja indahmu sudah rusak. Sekarang aku akan memandikan mu."


Gadis itu mengambil botol alkohol lalu menyiramkannya pada tubuh Ayli Hoon. Ayli Hoon menangis keras. Tingkat dan perlakuan gadis itu seperti psikopat yang siap membunuh nya. Pikirannya sudah tidak berfungsi lagi. Ia tahu setelah itu ia akan meminum pemutih pakaian yang bisa membunuhnya.


"Hahaha Daebak, sekarang tahap terakhir." Kelima gadis itu tertawa gembira.


Gadis di hadapan Ayli Hoon membuka tutup botol pemutih pakaian. Dagu Ayli Hoon digenggam oleh kedua gadis yang memegangi tangan Ayli Hoon. Gadis satunya lagi membuka mulut Ayli Hoon secara paksa. Ayli Hoon mencoba menutup mulutnya dan memberontak, tetapi tenanganya tidak cukup kuat. Cairan pemutih pakaian masuk kedalam mulut Ayli Hoon.


"Telanlah, cepat telan!" bentak gadis itu.


Ayli Hoon berusaha mengeluarkan cairan itu, tapi ia tidak bisa. Gadis pirang itu kembali menuangkan pemutih pakaian itu ke dalam mulut Ayli Hoon. Sebelum cairan itu tumpah ke dalam mulut Ayli Hoon tiba-tiba botol itu ditendang dan terlempar jauh.


"Brengs*k!!!" teriak Jung Soo dengan keras.


Jung Soo berdiri dengan penuh amarah, matanya memerah dan tangannya mengepal. Jung Soo melayangkan tamparan keras pada gadis berambut pirang itu. Karena sangat keras, gadis itu pun terjatuh ke belakang.


"Kalian semua memang tidak waras! Apa yang kalian lakukan, hah? Apa perlu ku hajar kalian satu persatu!" Jung Soo berteriak marah pada gadis itu.


Bagai singa yang menyelamatkan anaknya, amarah Jung Soo membuat para gadis itu gemetar. Kelima gadis itu menjauh dari Ayli Hoon dan Jung Soo.


"Kegilaan kalian ini tidak akan ku maafkan, kalian akan menerima akibatnya!"


Jung Soo menunjuk satu-satu kelima gadis itu. Gadis itu terlihat sangat takut atas reaksi amarah Jung Soo. Ketika mereka akan berlari, mereka dihadang oleh Kim Joon, Hyun Jae, Gyeong Hi, Chung Ara dan beberapa bodyguard dan security ArtD.


Jung Soo berbalik badan menghadap Ayli Hoon yang duduk tidak berdaya dan penuh ketakutan. Dengan cepat Jung Soo membuka jasnya lalu menyelimuti Ayli Hoon yang kemejanya sudah disobek-sobek oleh gadis tadi.


Jung Soo langsung memeluk Ayli Hoon. Air matanya ikut jatuh, tak sanggup Jung Soo menahan air matanya melihat kondisi gadis yang ia cintai.


"Maafkan aku Ayli Hoon, seharusnya aku tidak menjauhi mu setelah kejadian itu. Maaf kan aku, maaf kan aku Ayli Hoon." Jung Soo memeluk erat Ayli Hoon.

__ADS_1


"Aku takut." Suara lirih Ayli Hoon terdengar pelan.


"Aku sudah ada di sini, kau aman, jangan takut, aku mohon jangat takut. Aku tidak sanggup melihat mu ketakutan seperti ini," kata Jung Soo menenangkan.


Hyun Jae menghampiri Jung Soo dan Ayli Hoon. Ia mengusap punggung Jung Soo.


"Jung Soo, berdirilah, bawa dia ke dalam mobil. Kita harus mengobati lukanya dan memberi tempat yang nyaman untuk nya," kata Hyun Jae.


Saat Jung Soo melepas pelukannya, Ayli Hoon terkulai lemah lalu ia tidak sadarkan diri. Ternyata Ayli Hoon telah menelan cairan pemutih itu. Cairan itu menetes dari sudut mulut Ayli Hoon. Jung Soo membelalakan matanya ketika melihat Ayli Hoon dalam kondisi seperti itu. Ia mencoba menyadarkan Ayli Hoon.


"Ayli Hoon, sadarlah, tolong bertahanlah." Jung Soo meneteskan air mata lalu memeluk gadis yang berada di pangkuannya.


Hyun Jae memerintahkan agar Jung Soo segera menggendong ke dalam mobil. Jung Soo pun menuruti kata managernya. Dengan kekhawatiran, Jung Soo memangku Ayli Hoon dan membawanya menuruni tangga dan memasukan Ayli Hoon ke dalam mobil. Kim Joon melihat Ayli Hoon seperti itu juga tidak kuasa membendung air matanya. Ketika air matanya jatuh, ia langsung mengelap air mata itu.


"Urus orang gila ini," perintah Gyeong Hi pada bodyguard dan security.


Kelima gadis itu digiring ke kantor polisi, sedangkan yang lainnya pergi mengantar Ayli Hoon ke rumah sakit.


* * * *


"Dokter, bagaimana kondisinya?"


"Cairan pemutih itu melukai lambungnya. Ia juga mendapat luka dalam di bagian perut, mungkin karena mendapat pukulan di bagian itu. Ada memar pada bagian pipi dan luka di sudut bibirnya. Kami juga yakin pasien akan mengalami trauma yang cukup serius."


"Dokter, tolong berikan penanganan yang terbaik." Jung Soo memohon.


"Tentu saja. Seperti permintaan Anda, kami akan memindahkan pasien ke ruang VVIP," jawab Dokter itu.


"Bolehkah kami menjenguk pasien?" tanya Hyun Jae.


"Maaf untuk sekarang tidak bisa. Kondisi pasien belum stabil."

__ADS_1


Setelah dokter itu pergi, Jung Soo menjatuhkan diri ke kursi. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Semua orang kembali duduk, mereka juga merasa kasihan dengan kondisi Ayli Hoon.


"Ini semua salahku. Seandainya aku terus memantau nya, pasti ini tidak akan terjadi." Jung Soo masih menutup wajahnya.


Hyun Jae menepuk bahu Jung Soo. Ia ingin menyampaikan sesuatu akan tetapi ia rasa sekarang bukan waktu yang tepat. Jung Soo masih terpukul dan sedih.


Kim Joon terus memandangi pintu ruang rawat Ayli Hoon, ia tidak tahu harus bagaimana. Ingin sekali ia mengekspresikan perasaannya seperti Jung Soo, tapi ia tidak bisa. Pada akhirnya ia berdiri dan pergi dari tempat itu.


Ternyata Hyun Jae menyadari sikap Kim Joon, ia pun pergi untuk menyusul. Ia berjalan keluar dari rumah sakit. Sesampainya di taman, ia melihat Kim Joon yang sedang duduk melamun di bangku panjang. Dengan santai Hyun Jae berjalan menghampiri dan ikut duduk bersama Kim Joon.


"Ada apa dengan mu? Apa yang kau sembunyikan?" tanya Hyun Jae.


Kim Joon menoleh, lalu memalingkan pandangannya pada langit sore yang hampir gelap. Ia menarik nafas dalam lalu menghembuskan dengan perlahan. Dengan begitu dirinya merasa sedikit tenang.


"Tidak ada yang aku sembunyikan," jawab Kim Joon.


Hyun Jae tentu tahu bagaimana Kim Joon. Ia merasa ada yang disembunyikan oleh pria di sampingnya itu.


Ia menepuk bahu Kim Joon lalu berkata, "Aku pernah menjadi managermu dan telah bersama mu selama lima tahun. Aku sudah menganggap kau sebagai sahabat, jadi aku bisa menjadi tempat untuk berbagi masalah." Hyun Jae berharap Kim Joon mau menceritakan masalahnya.


Beberapa detik mereka terdiam, hening, Kim Joon yang sedang berpikir dan juga Hyun Jae yang tidak berbicara menunggu Kim Joon bercerita.


"Hyeong, aku hanya merindukan seorang gadis yang pernah aku temui dulu. Baru beberapa hari ini aku melihatnya tersenyum dan....sudahlah Hyeong, aku tidak tahu harus mengatakan apa." Kim Joon memandangi kedua telapak tangannya yang berpautan.


"Gadis? Kau mempunyai gadis yang kau sukai?" Hyun Jae terkejut.


"Iya, aku sudah lama menantikannya." Kim Joon terlihat sedih.


"Kenapa kau sedih? Katakanlah pada nya bahwa kau menyukai nya." Hyun Jae menyemangati Kim Joon.


"Itu tidak mungkin."

__ADS_1


"Kenapa tidak mungkin?"


"Karna gadis itu adalah Ayli Hoon."


__ADS_2