Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower

Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower
Episode 47


__ADS_3

"Aku lolos casting itu? Aku tidak percaya!"


Seung Yun penuh semangat. Akhirnya ia bisa menjadi model di MV Jung Soo yang sebentar lagi akan comeback. Banyak artis wanita terkenal dari beberapa agensi besar yang jago berakting ikut casting pembuatan MV comeback Jung Soo, tapi mereka tidak beruntung.


"Ya, kau lolos. Tolong jangan kecewakan ArtD lagi. Jika MV lagu ini bisa memenangkan penghargaan, maka agensi akan berusaha menaikkan namamu lagi," kata manager barunya.


"Tentu saja tidak. Aku tidak menyangka bisa terpilih. Tapi kau yakin tidak ada motif tersembunyi di balik ini, kan? Kau tahu bahwa agensi ArtD Entertainment pintar sekali membuat suatu konspirasi," kata Seung Yun menuduh.


"Tidak, kau jangan berburuk sangka. Jika mereka tahu kau akan langsung dikeluarkan dari agensi," nasehat Yin Xiejie. "Aku akan pergi ke ruangan Hyun Jae. Ingat, jangan membuat hal aneh lagi. Jika tidak, aku jamin tidak akan ada yang mau menjadi managermu lagi," kata managernya itu.


Setelah managernya pergi meninggalkan restoran ArtD, Seung Yun menendang kaki meja. Manager barunya ini sangat galak dan tegas sekaligus menyebalkan. Tidak seperti manager Dazzle-G dulu yang selalu mengalah demi dirinya. Tapi bagaimana lagi, ArtD telah menetapkan wanita galak itu menjadi managernya.


"Dasar Yin Xiejie sialan. Jika bukan managerku, sudah ku tendang kau dan ku kembalikan ke China."


Setelah puas menggerutu, Seung Yun kembali menyantap sarapannya.


* * * *


Hyun Jae duduk berhadapan dengan Yin Xiejie di meja kerjanya. Sepertinya Yin Xiejie malu-malu berbicara dengan manager Jung Soo itu.


"Jung Soo adalah orang yang profesional, walau dia tidak menyukai Seung Yun, pasti dia akan menyetujuinya," kata Hyun Jae dengan santai.


"Baguslah jika memang begitu," timpal Yin Xiejie gugup.


"Kenapa kau gugup begitu?" tegur Hyun Jae dengan tawa ketika ia tahu wanita dihadapannya itu tengah gugup dan gemetaran.


"Kau teman kecilku. Dulu ketika aku tinggal dua tahun di China, kita sering main bersama," lanjut Hyun Jae.

__ADS_1


"Itu dulu, kita tidak membedakan mana teman pria dan wanita. Tapi sekarang, kau sudah dewasa dan....begitu tampan," celetuk Yin Xiejie.


Seketika pipi Hyun Jae memerah. Kapan ada wanita yang berani mengatakan itu padanya? Jika adapun yang mengakatan ia tampan, maka orang itu akan melanjutkan bahwa Jung Soo tetap lebih tampan karena ia berjalan mendampingi Jung Soo.


"Kau jangan membuat ku malu. Kita ini teman, dan setampan apa pun aku, aku tetap temanmu walau hanya teman masa kecil," kata Hyun Jae sambil menahan tawa bahagia nya.


"Aku sangat bangga pada mu, kau menjadi manager Jung Soo. Apakah kau sudah memiliki kekasih?" Sekarang Yin Xiejie bertanya terus terang.


Tentu saja Hyun Jae menahan nafas ketika ada yang bertanya seperti itu. Baru kali ini ada gadis yang bertanya tentang hal itu.


"Aku belum berniat memiliki kekasih. Aku sedang fokus dengan pekerjaanku," jawab Hyun Jae.


"Benarkah? Apakah kau tidak pernah jatuh cinta?" tanya Yin Xiejie.


Pertanyaan macam apa ini? Kenapa Yin Xiejie terus bertanya tentang cinta? "Pernah, tapi aku tetap memilih fokus pada pekerjaanku," jawab Hyun Jae santai, ia tetap menunjukkan sikap profesionalnya sebagai manager Jung Soo, artis papan atas.


"Kau sendiri bagaimana?" Hyun Jae bertanya agar wanita itu tidak terus bertanya soal asmara padanya.


"Apa?" Hyun Jae terkejut. " Berarti kau bertunangan dengan Zhao Xi?" tanya Hyun Jae.


"Kau mengenalnya?" tanya Yin Xiejie.


"Tentu saja. Dia teman kuliahku. Setelah lulus kuliah, dia kembali ke China dan menjadi manager nya Jing Wei. Dan terakhir kali, dia mengundangku ke pernikahan nya dengan Jing Wei," jawab Hyun Jae.


"Oh tuhan..dunia ini memang sempit ya," kata Yin Xiejie tertawa canggung.


"Hmm kau haus? Aku bisa memesankan minuman," tawar Hyun Jae mengalihkan pembicaraan ketika menyadari ketidak nyamanan Yin Xiejie.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak hau--"


Pintu terbuka membuat Yin Xiejie tidak meneruskan perkataannya.


"Selamat pagi Hyeo--" Jung Soo melihat Yin Xiejie. "Ah..maaf, apakah aku mengganggu kencan kalian?" canda Jung Soo sambil mengedipkan mata pada Hyun Jae.


"Jung Soo, sopanlah sedikit. Ini di kantor dan kami sedang membahas hal yang formal," kata Hyun Jae tanpa maksud menegur serius.


"Masuklah," Hyun Jae mempersilahkan.


"Oh..maaf, aku tidak bermaksud kurang ajar, hanya saja baru kali ini aku melihat Hyun Jae berbicara dengan seorang wanita," kata Jung Soo pada Yin Xiejie.


"Jadi kekasihmu bukan wanita? Aku sering berbicara dengan nya." Hyun Jae berkata malas jika digoda oleh Jung Soo.


"Itu beda lagi, kekasihku milik ku, dan Nona ini seperti nya masih melajang," kata Jung Soo pada Yin Xiejie setengah bertanya untuk mengetahui apakah yang diucapkannya itu benar.


"Sudahlah Jung Soo, jangan bercanda terus. Ini ada kabar penting mengenai MV comebackmu nanti," kata Hyun Jae menyela agar candaan tidak terus berlanjut yang membuat nya menjadi malu.


"MV? Aku saja belum rekaman untuk comeback, kenapa MV nya duluan?" tanya Jung Soo pura-pura tidak mengerti.


Hyun Jae mengerutkan keningnya lalu memukul kepala Jung Soo dengan pena yang ia pegang. "Kau ini kenapa? Kau tidak bisa serius sebentar saja. Hmm, kurasa kau sedang bahagia. Apakah kau baru selesai berkencan dengan kekasihmu?"


"Baiklah, aku akan serius," kata Jung Soo dengan wajah malas.


"Seung Yun terpilih. Dia lolos casting."


"Apa? Seung Yun?" Jung Soo membelalakkan matanya.

__ADS_1


"Iya, apakah kau keberatan?" tanya Hyun Jae.


Jung Soo terdiam sejenak. "Tidak, aku tidak keberatan. Ini sudah tuntutan, jadi suka atau tidak suka aku harus menerimanya," jawab Jung Soo.


__ADS_2