
Matahari mulai terbenam, para karyawan, trainee dan artis ArtD mulai meninggalkan gedung ArtD. Di depan teras, Ayli Hoon berjalan santai sambil memandangi pohon sakura dan bunga sakura yang mulai mekar dan terpapar sinar mentari sore.
Setelah seharian bekerja, Ayli Hoon merasa sangat lelah. Biasanya ia merasa semangat selama bekerja karena bisa melihat senyum Jung Soo. Tapi hari ini, hari pertama ia kembali bekerja, pria tampan itu tidak terlihat di gedung ArtD karena sedang mengisi variety show di KN tv.
Ayli Hoon terus berjalan sampai ke tepi jalan lalu menunggu taksi. Lama menunggu tapi ia tidak melihat ada taksi yang lewat. Ia pun merasa kesal. "Apakah sopir taksi sedang mogok menyetir? Satu pun tidak ada yang lewat," gerutunya.
"Karena mereka tahu aku akan menjemput bidadari."
Suara Jung Soo di telinga Ayli Hoon membuat gadis itu terlompat kaget. Entah dari mana munculnya, Jung Soo sudah berdiri tepat di belakangnya. Jung Soo berjalan dan menghadap Ayli Hoon.
"Aku sengaja datang untuk menjemput mu," kata Jung Soo dengan senyum lebar.
"Hanya untuk menjemput ku?" Ayli Hoon tidak yakin.
"Tentu saja. Aku ingin mengajak mu berkeliling kota Seoul," jawab Jung Soo.
"Tapi ...."
"Ayolah, jangan buat aku memaksa mu masuk ke dalam mobil."
Jung Soo mendorong Ayli Hoon untuk berjalan ke kanan, ke arah mobil silver. Dengan terpaksa Ayli Hoon masuk ke dalam mobil itu. Dalam hatinya ia merasa sangat bahagia dengan perlakuan Jung Soo terhadapnya. Pria itu memperlakukan nya seperti seorang kekasih. Setelah mereka sudah masuk ke dalam mobil. Mobil silver itu pun melaju meninggalkan jalan di depan gedung ArtD.
Mobil silver melaju di jalan yang cukup padat. Matahari telah terbenam sempurna. Ayli Hoon dan Jung Soo menikmati perjalanan mereka sambil bercerita tentang banyak hal. Mereka terus melaju melewati Namsan Tower. Ayli Hoon tidak berhenti memandangi bangunan itu, matanya berbinar-binar bahagia dan juga kagum. Jung Soo menghentikan mobilnya karena sepertinya Ayli Hoon ingin melihat Namsan tower lebih lama.
"Kenapa kau memandang seperti itu?" pertanyaan Jung Soo membuat Ayli Hoon merasa ingin bercerita tentang hatinya. Ayli Hoon tersenyum pada Jung Soo lalu memalingkan wajah pada Namsan tower.
"Aku ingin sekali masuk ke Namsan Tower dan naik sampai puncaknya." Ayli Hoon tersenyum semakin lebar.
"Kalau begitu, kau bisa ke sana sekarang." Jung Soo menanggapi dengan ringan.
"Aku tidak mau sekarang," jawab Ayli Hoon tanpa menoleh pada Jung Soo.
"Kenapa?"
"Karena aku ingin kesana bersama seseorang yang aku cintai dan mencintai ku."
__ADS_1
Jung Soo menoleh pada Ayli Hoon yang duduk di sebelah nya. Apakah ia tidak salah dengar? Orang yang dicintai Ayli Hoon? apakah Ayli Hoon sudah mencintai seseorang? Jantung Jung Soo berdegup kencang. Ia berharap jawaban Ayli Hoon tidak akan mengecewakan dirinya.
"Apakah kau sudah memiliki seseorang yang kau cintai? Atau kekasih?" tanya Jung Soo.
"Tidak, aku belum pernah mencintai siapapun," jawab Ayli Hoon santai.
Kenapa Ayli Hoon sesantai itu sedangkan Jung Soo sangat serius dan hampir tidak bisa bernafas. Ingin sekali Jung Soo berteriak kesal pada Ayli Hoon karena telah membuatnya hampir gagal jantung. Tapi ia tahu, gadis itu tidak akan mengerti maksudnya.
"Pada masa SMP, aku pernah melewati tempat ini. Temanku memberitahu bahwa banyak pasangan yang mengabadikan cinta mereka di sini. Mulai saat itulah aku memimpikan suatu saat dilamar oleh seorang pria yang benar-benar mencintai ku di puncak Namsan tower." Ayli Hoon tersenyum.
Mendengar itu, ingin sekali Jung Soo mewujudkan impian Ayli Hoon. Ia berpikir sejenak sebelum melanjutkan perjalanan mereka. Setelah mobil kembali melaju, Jung Soo masih terdiam. Mobil silver itu berbelok di setiap persimpangan jalan, kemudian berhenti di sebuah bangunan besar.
"Kenapa berhenti di sini? Ini kan SMA Chang Cheo." Ayli Hoon kebingungan. Matanya memperhatikan gedung sekolah yang sepi. Jung Soo tidak langsung menjawab, ia tertunduk. Tak lama kemudian ia menatap wajah Ayli Hoon dalam-dalam.
"Lihatlah gerbang sekolah itu." Jung Soo menunjuk arah yang dimaksud.
Ayli Hoon melihat apa yang ditunjuk oleh Jung Soo, tapi ia sama sekali tidak mengerti apa maksud pria itu. Ayli Hoon kembali menoleh pada Jung Soo lalu menggelengkan kepala.
"Tidak ingatkah kau, di sana pernah berdiri seorang anak SMA yang membuang tasnya karena kesal?" Jung Soo berusaha membuat Ayli Hoon ingat masa itu, tapi sepertinya Ayli Hoon sama sekali tidak ingat.
Jung Soo kembali menyalakan mesin mobil lalu menginjak pedal gas. Mobil silver itu melaju dengan pasti. Beberapa ratus meter kemudian, Jung Soo berbelok ke kiri dan kembali lurus.
Akhirnya mereka berhenti di depan gedung SMP YangGong. Mata Ayli Hoon menunjukkan bahwa ia sangat kebingungan. Sebelum ia sempat bertanya, Jung Soo sudah mulai berbicara.
"Apakah kau ingat, di belakang gedung ini seseorang hampir melecehkan mu? Di saat itu datang seorang anak SMA yang menghajar pria itu. Kemudian anak SMA itu dibawa ke kantor kepala sekolah. Apakah kau ingat itu?" Kali ini Jung Soo sedikit memaksa Ayli Hoon untuk mengingat kejadian itu.
Ayli Hoon mulai mengingat sesuatu, kejadian mengerikan yang pertama kali ia alami dan tak akan terlupakan. Jung Soo menghadap pada Ayli Hoon, memegang pundaknya dengan kedua tangan dan menatap lurus pada mata gadis itu.
"Lihat mataku, lihat dalam-dalam," pinta Jung Soo. Ayli Hoon mengikuti apa yang dikatakan oleh nya.
"Aku lah anak SMA itu, aku lah yang menghajar anak SMP brengsek itu, aku lah pria yang membuang tas di depan gerbang SMA Chang Cheo waktu itu, aku lah pria yang jatuh cinta pada mu ketika pertama kali kau menyapa ku, kau lah cinta pertama ku." Jung Soo menjeda perkataannya sejenak.
"Dan aku masih mencintai mu sampai detik ini."
Mata Jung Soo memerah, kali ini bukan karena marah, tapi karena hatinya tersentuh. Ia merasa bahagia karena berhasil menceritakan masa lalunya, berhasil menyatakan cintanya. Tapi ia juga takut Ayli Hoon tidak mencintai nya dan menolak perasaan nya.
__ADS_1
Ayli Hoon berhasil mengingat semua masa lalu yang diceritakan oleh Jung Soo. Ia termangu tidak percaya. Ternyata pada saat itu Jung Soo telah jatuh cinta padanya dan sampai saat ini masih mencintai nya.
"Bagaimana mungkin?" Kata-kata itu mengalir begitu saja dari mulut Ayli Hoon.
"Tentu saja itu mungkin, karena cintaku untuk mu akan selalu ada untuk selamanya. Setiap hari, ketika jam istirahat aku selalu mengamati mu diam-diam dari luar pagar."
"Ketika kau pergi dari SMP YangGong, aku mencari mu. Dari aku lulus sekolah hingga hari sebelum kita bertemu kembali, aku selalu menyempatkan diri untuk berkeliling kota Seoul dengan harapan bisa bertemu dengan mu."
"Setiap hari aku merasakan rindu, takut kehilangan, penuh harapan, dan semua itu menyakitkan untuk ku." Jung Soo tertunduk kemudian melepaskan tangannya dari pundak Ayli Hoon.
Mendengar itu, Ayli Hoon merasa hatinya diperas dan dihancurkan. Pria dihadapannya itu merasa hancur setiap hari karena kehilangan cintanya, dan semua itu tidak pernah ia ketahui. Ayli Hoon melihat setetes air mata jatuh dari pipi Jung Soo.
Pria itu menangis, seorang Heo Jung Soo menangis karena cinta? Ayli Hoon tidak tahan lagi melihat tangisan dan derita hati yang dialami oleh Jung Soo. Ia pun meraih pundak Jung Soo dan memeluknya.
"Aku mohon jangan menangis. Aku tidak sanggup melihat mu begini." Ayli Hoon ikut meneteskan air mata.
"Aku tidak tahu kau mencari ku selama bertahun-tahun, aku tidak tahu penderitaan mu selama ini, maafkan aku. Mulai sekarang aku tidak akan membiarkan kau mencari ku lagi, kehilangan ku lagi, dan merindukan ku lagi. Aku akan selalu bersama mu. Aku juga mencintai mu Jung Soo." Ayli Hoon memeluk Jung Soo dengan sangat erat.
Jung Soo melepaskan pelukan Ayli Hoon. Matanya menatap dengan tidak percaya.
"Apa aku tidak salah dengar?" tanyanya tidak percaya.
"Ya, aku mencintai mu. Walaupun aku tidak mencintai mu dari dulu. Tapi aku telah mencintai mu dan kau lah cinta pertamaku," jawab Ayli Hoon.
"Tolong katakan sekali lagi," pinta Jung Soo masih tidak percaya.
"Aku mencintai mu Jung Soo, aku mencintai Heo Jung Soo."
"Terima kasih Ayli Hoon, terima kasih Tuhan." Jung Soo langsung memeluk Ayli Hoon dengan erat. Ia tersenyum bahagia dan merasa sangat bahagia. Akhirnya ia bisa bersama orang yang dicintainya selama ini. Perjuangannya dalam mencari dan menunggu cintanya sama sekali tidak sia-sia.
Masih memeluk Ayli Hoon, Jung Soo berkata sambil memejamkan mata.
"Berjanjilah, kau tidak akan meninggalkan ku dan jadilah kekasihku."
Ayli Hoon terdiam sejenak lalu mengangguk. "Ya aku janji."
__ADS_1
Malam itu ,semua menjadi indah. Kisah itu akan di tulis dalam memori mereka berdua. Selamanya akan mereka ingat dan tidak akan pernah terlupakan. Dan kisah cinta mereka pun dimulai pada malam itu.