
"Hallo Hyeong, apa kau melihat Ayli Hoon? ...sejak tadi siang dia tidak kembali lagi ke kantor... baik Hyeong, tolong kabari aku jika Hyeong mendapat kabar dari mereka."
Kim Joon menutup teleponnya dan kembali berbicara pada Chung Ara.
"Managerku akan menanyakan ini pada Jung Soo dan Hyun Jae selaku orang yang sering bertemu Ayli Hoon. Dia juga akan bertanya pada security, jadi kau tenang saja ya." Kim Joon menenangkan Chung Ara, sementara ia sendiri merasa cemas hingga tangannya dingin dan gemetar.
* * * *
Jung Soo dan Hyun Jae berlari ke pos security di gerbang masuk gedung ArtD. Di sana sudah ada Kim Joon, Chung Ara, dan Gyeong Hi. Mereka semua sudah meminta izin pada pihak agensi untuk mencari Ayli Hoon.
Jung Soo menanyakan kepada security. "Pak, apakah ada staf Artd yang keluar dari sini atas nama Ayli Hoon?"
"Di sini tidak ada daftar Staf ArtD yang keluar atas nama Ayli Hoon. Yang ada hanya Ahn Liyoung Hoon dari staf stylish," jawab security itu polos.
Jung Soo menarik nafas. Ia kesal karena security itu tidak tahu maksudnya tadi.
"Itu sama saja, Ahn Liyoung Hoon adalah Ayli Hoon." Jung Soo geram lalu menarik lengan jasnya, mengambil ancang-ancang untuk bertarung dengan security itu.
Kim Joon dan yang lainnya menahan tawa atas tingkah Jung Soo. Di saat seperti ini Jung Soo masih sedikit konyol.
"Sabar Jung Soo, wajar dia tidak tahu, Ayli Hoon adalah nama panggilan." Hyun Jae memegangi bahu Jung Soo.
"Jam berapa dia keluar? Dan apakah dia kembali lagi?" tanya Hyun Jae.
"Pada pukul 12.34, seingatku dia pergi bersama seorang trainee ArtD, tapi aku tidak tahu namanya. Sejak itu, Ayli Hoon yang kalian bicarakan tidak ada memasukan kode ID card masuk," jawab security itu.
__ADS_1
Jung Soo segera berlari ke parkiran. Mobil silver dengan cepat berhasil keluar dari parkiran yang padat oleh mobil lain.
Sebelum melewati Hyun Jae, Jung Soo menurunkan kaca mobil. "Aku akan mencari ke apartemen nya." Setelah itu, Jung Soo pergi meninggalkan ArtD.
* * * *
Di tengah perjalanan, Jung Soo menyetir mobil dengan tegang, tangannya dingin, nafasnya serasa sesak, matanya tajam melihat ke depan. Kecepatan mobilnya sangat tinggi untuk di jalan yang padat kendaraan. Jung Soo memarahi dirinya dalam hati, ia menyesal telah menjauhi Ayli Hoon setelah kejadian waktu itu.
Jung Soo sudah tiba di seoky apartment, dengan cepat ia berlari ke lantai tiga. Ia mengetuk pintu dengan keras, namun tidak ada jawaban apapun dari dalam, pintunya terkunci. Jung Soo berbalik ke pintu nomor 005. Ia mengetuk pintu beberapa kali dan pintu pun dibuka.
Mi Cha hampir melompat ke belakang ketika melihat idol terkenal berdiri di depan pintu apartemennya. Mi Cha butuh waktu untuk bernafas normal dan mengembalikan ruhnya.
"Oppa! Jung Soo Oppa!" Dengan sekali lompatan, Mi Cha memeluk Jung Soo.
Jung Soo tidak merasa terkejut dengan reaksi fansnya seperti ini, ia membiarkan Mi Cha memeluknya terlebih dahulu sebelum ia bertanya. Setelah Mi Cha cukup lama memeluk Jung Soo, ia pun melepaskan pelukannya.
Melihat keramahan fansnya, Jung Soo memaksakan sebuah senyuman walaupun hatinya sedang sangat khawatir.
"Aku datang untuk mencari Ayli Hoon. Apakah dia sudah pulang?" tanya Jung Soo.
"Apa? Ayli Hoon kan satu gedung dengan mu, Oppa. Kenapa kau malah mencarinya kemari? Dia belum pulang," jawab Mi Cha.
Jung Soo membungkukan badan lalu berlari pergi menuruni lantai tiga dan meninggalkan Mi Cha yang masih berada di alam kebahagiaan.
* * * *
__ADS_1
Air mata menetes dari mata yang indah, jatuh ke pipi putih yang membiru di bagian ujung bibir. Rambut hitam yang acak-acakan ditarik ke belakang secara paksa. Ayli Hoon terduduk tidak berdaya di sudut ruangan yang tidak terawat lagi. Kedua tangannya dipegangi oleh dua orang gadis. Tiga gadis lainnya berdiri dengan tegak di hapan Ayli Hoon.
Gadis yang berambut pirang mendekat lalu memegang rahang Ayli Hoon dengan sangat kuat. Ayli Hoon meringis kesakitan, tapi ia tidak berani berteriak pada gadis itu. Setaiap kali ia berteriak, maka ia akan mendapat tamparan dan pukulan di wajahnya.
"Kau, gadis yang mendekati oppa kami? Jung Soo adalah milik kami, kau tidak bisa mendekati nya!" bentak gadis itu.
Ayli Hoon menangis, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tidak bisa melawan lima gadis yang brutal ini sendirian. Ia sangat yakin kelima gadis itu adalah sasaeng fans Jung Soo. Tapi, dari mana mereka tahu bahwa yang berada di foto itu adalah dirinya?
"Tolong lepaskan aku. Aku tidak tahu apa-apa." Ayli Hoon memohon dengan lirih. Suaranya hampir habis karena kesakitan dan ketakutan.
"Lepaskan? Apa aku tidak salah dengar?" Gadis itu mendekatkan telinganya pada Ayli Hoon.
Ayli Hoon mengangguk pelan.
"Kami akan melepaskan mu, setelah kami yakin kau tidak akan berani menampakan wajahmu di hadapan Jung Soo. Setelah kami yakin kau akan stres selah ini," kata gadis itu.
Ia menginstruksikan kepada temannya untuk mengambilkan sesuatu. Betapa Ayli Hoon terkejut dan ketakutan melihat apa yang mereka bawa. Mereka membawa gunting, sebotol alkohol, dan cairan pemutih pakaian.
"Kau lihat, gunting ini untuk mengoyak pakaian mu, alkohol untuk menyiram mu, dan yang terakhir pemutih pakaian ini. Ya, ini akan membuat kau terbaring di rumah sakit. Aku tidak begitu yakin kau masih bisa dirawat di rumah sakit atau langsung diantar ke neraka setelah meminum ini." Gadis itu tertawa puas.
Ayli Hoon menggelengkan kepala dan berusaha melepaskan diri.
* * * *
Jung Soo sudah berkeliling di sekitar apartemen Ayli Hoon dan gedung ArtD Entertainment, akan tetapi tidak menemukannya. Jung Soo sangat cemas, matanya memerah karena khawatir, ia takut Ayli Hoon mengalami sesuatu.
__ADS_1
Mobil Jung Soo melintasi jalan yang tidak begitu padat. Dengan mendadak ia memberhentikan mobilnya, ia melihat tas yang jatuh di pinggir jalan. Jung Soo ingat Ayli Hoon membawa tas itu ketika ia bertemu dengan nya di parkiran tadi siang. Jung Soo keluar dari mobil dan berlari untuk mengambil tas itu.
Tangan Jung Soo gemetar ketika ia yakin bahwa tas itu memang benar milik Ayli Hoon. Tidak mungkin Ayli Hoon membuang tasnya. Ia memutar badan melihat sekitar, tapi ia tidak melihat Ayli Hoon di mana pun, yang ia lihat hanya beberapa perumahan warga dan sebuah gedung rusak yang sudah lama tidak digunakan. Ia kembali ke mobilnya dan berniat untuk mencari Ayli Hoon lagi.