
"Kau jangan terus menangis, Mi Cha pasti akan baik-baik saja." Jung Soo memeluk Ayli Hoon yang terus menangis. Ayli Hoon, Jung Soo dan Man Shik sedang duduk di ruang tunggu rumah sakit.
Tadi pagi Man Shik menelepon Ayli Hoon dan memberitahu Mi Cha jatuh pingsan saat di kampus dan telah dibawa kerumah sakit.
"Aku khawatir." Ayli Hoon masih menangis.
Tak lama kemudian, dokter keluar dari ruang UGD. Man Shik berdiri dan bertanya dengan penuh kekhawatiran.
"Maaf Tuan, kami belum bisa memastikan kondisi pasien. Kami akan melakukan medial check-up." Dokter itu menjelaskan pada Man Shik. "Kami akan melakukan medial check-up secepat nya. Besok hasilnya akan keluar," lanjut Dokter itu lagi.
Setelah dokter pergi, Jung Soo mengajak Ayli Hoon untuk pulang karena hari sudah malam. Man Shik juga memerintahkan Ayli Hoon untuk pulang karena kesehatan Ayli Hoon juga penting. Karena dua pria itu memintanya pulang, akhirnya Ayli Hoon pun setuju pulang ke apartemen.
* * * *
Sepanjang perjalanan Ayli Hoon terus melamun. Ia hanya berbicara pada Jung Soo sesekali saja. Jung Soo sudah berusaha menghiburnya tetapi Ayli Hoon tetap saja bersedih. Sepertinya Ayli Hoon sangat memikirkan kondisi sahabat nya itu.
"Kau masih bersedih?" tanya Jung Soo. Ayli Hoon tidak menjawab.
Jung Soo menghela nafas. "Apakah kau mau makan es krim?" tanya Jung Soo mencoba untuk menghibur.
"Malam seperti ini? Apakah tidak dingin?" Ayli Hoon balik bertanya.
"Tentu saja tidak, karena ada dirimu yang bisa menghangatkan ku." Jung Soo tertawa.
__ADS_1
"Jung Soo! Kau coba merayu ku?" Ayli Hoon tertawa terbahak-bahak.
"Aku hanya mencoba untuk 'Gombal' seperti yang kau ceritakan. Memangnya hanya orang Indonesia saja yang bisa merayu atau gombal itu," kata Jung Soo dengan mengucapkan kata gombal dalam bahasa Indonesia, ia masih tertawa.
"Tapi kau tidak cocok." Ayli Hoon terus tertawa.
Akhirnya Jung Soo berhasil membuat gadis yang dicintainya itu kembali ceria. Bagaimana pun caranya, Jung Soo tidak akan pernah membiarkan Ayli Hoon bersedih. Ponsel Ayli Hoon berdering, Young Hee menelepon nya. Ayli Hoon menggeser layar lalu menjawab telepon nya.
"Halo Young Hee, aku sedang berada di perjalanan pulang ... iya, Mi Cha masuk rumah sakit ... besok aku akan ke rumah sakit lagi. Baiklah, besok aku akan menjemput mu."
Sambungan telepon ditutup. Ayli Hoon menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya. Tak terasa Ayli Hoon dan Jung Soo sudah sampai di depan gedung Seoky apartment. Ayli Hoon turun dari mobil Jung Soo. Ia memberikan ucapan selamat malam pada kekasihnya itu.
"Kenapa hanya ucapan selamat malam? Apakah tidak ada kecupan selamat malam?" tanya Jung Soo merayu tanpa maksud serius.
Ayli Hoon memasukan kepalanya ke dalam mobil lalu mengecup pipi Jung Soo. Jung Soo membelalakkan matanya. Karena begitu senang dan malu, pipi Jung Soo sampai merah merona.
"Jika hilang aku akan mengecupnya lagi." Ayli Hoon tersenyum dan pipinya merona.
"Baiklah, aku akan mandi setiap menit," kata Jung Soo dengan semangat.
"Nanti kulit mu akan rontok," canda Ayli Hoon.
Setelah mereka berbincang-bincang sebentar, Jung Soo pun pamit pulang. Dengan membawa kenangan manis di pipinya, Jung Soo menyetir mobil meninggalkan Seoky apartment dengan sejuta senyum bahagia. Walaupun dia pernah beradu akting dan pastinya sebuah ciuman sudah biasa, entah mengapa hanya dengan Ayli Hoon mengecup pipinya, hati Jung Soo sudah melayang ke angkasa. Ia hanya berdoa semoga Ayli Hoon akan menjadi miliknya seutuhnya dan untuk selamanya.
__ADS_1
* * * *
Ayli Hoon, Young Hee dan Man Shik sedang duduk di ruang dokter. Jung Soo tidak bisa datang karena harus tampil di acara musik.
Man Shik memegang selembar kertas, matanya mulai tergenang air mata dan seluruh tubuhnya seperti tidak ada daya sedikit pun. Hasil Check-up menyatakan bahwa Mi Cha mengidap kanker otak. Ayli Hoon tidak dapat mempercayai itu. Sebelumnya Mi Cha tidak menunjukkan gejala apa pun. Bahkan Mi Cha adalah sosok yang ceria. Tapi kenapa tiba-tiba ini terjadi.
Man Shik masuk ke dalam ruang rawat Mi Cha. Ia berusaha keras untuk menutupi air mata dan kesedihannya.
"Oppa, bagaimana hasilnya?" tanya Mi Cha yang tidak tahu apa apa.
"Hasilnya salah. Hasil yang benar masih diproses," jawab Man Shik berbohong.
Ayli Hoon dan Young Hee baru masuk ke dalam menyusul Man Shik setelah sebelumnya mereka mengelap air mata terlebih dahulu.
"Kau akan segera pulang secepatnya setelah hasil yang akurat telah keluar," kata Ayli Hoon sambil tersenyum.
"Mi Cha, apa impianmu selama ini?" tanya Man Shik.
"Kenapa tiba-tiba bertanya tentang itu?" Mi Cha kebingungan.
"Tidak ada apa-apa. Kau ini sudah dewasa, suatu saat kau akan menikah dan kau tinggal bersama suamimu. Aku ingin mengabulkan impianmu terlebih dahulu," jawab Man Shik mencari alasan.
"Impianku sejak kecil adalah bertemu ibuku dan tinggal bersama oppa dan ibu. Aku sampai hampir lupa bagaimana wajahnya karena ibu meninggalkan ku saat usiaku lima tahun." Mi Cha terlihat sedih mengatakan impiannya itu.
__ADS_1
"Aku ingin mengatakan impianku selama ini pada mu. Tapi, setiap kali aku bertanya keluarga di Gyeonggi, kau selalu mengalihkan topik pembicaraan," lanjut Mi Cha.
Air mata Man Shik akhirnya tidak dapat ditahan lagi. Ia merasa bersalah selama ini selalu merahasiakan keberadaan ibu kandung Mi Cha. Ia mengatakan pada Mi Cha bahwa ibunya tidak lagi berada di Korea. Namun pada kenyataannya, ia tahu bahwa ibu nya bahkan masih ada di sekitar Seoul walau ia tidak tahu pasti di mana tempat tinggalnya.