Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower

Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower
Episode 11


__ADS_3

Langit sedikit cerah dibandingkan hari sebelumnya. Matahari yang biasanya tertutup kabut tebal musim dingin, kini telah berkurang. Pagi itu, manager, pegawai ArtD yang bekerja di kantor pusat, trainee, artis ArtD yang memiliki jadwal latihan atau urusan lainnya, sudah mulai berdatangan ke gedung ArtD Entertainment.


Disaat orang berlalu lalang memasuki kantor, Jung Soo hanya berdiri di teras kantor ArtD Entertainment. Ia sedang menunggu Hyun Jae datang. Ia harus mengatur jadwal konser di Yongsan-gu.


Dari kejauhan Jung Soo dapat melihat wanita berambut pirang sebahu mengenakan celana jeans diatas lutut, kaus merah ketat, topi hitam dan kaca mata hitam.


Wanita itu tinggi sekitar 170 cm, tinggi diatas rata-rata bila dibandingkan dengan wanita Korea pada umum nya. Wanita itu berkulit sangat putih, ramping dan memiliki wajah yang cantik. Jung Soo mengenali wanita itu, ia adalah Lee Seung Yun.


Seung Yun melambaikan tangan pada Jung Soo, ia berjalan mendekati Jung Soo.


"Hai Heo Jung Soo, senang bertemu dengan mu lagi. Aku baru pulang dari Beijing. Kontrak Girl group ku di Beijing sudah berakhir dan mulai hari ini aku berkarier lagi di Korea." Seung Yun terus berbicara tanpa menunggu tanggapan dari Jung Soo.


"Aku sangat terkejut ketika mendengar kau menjadi artis papan atas di Korea dan menjadi artis ArtD Entertainment yang paling top. Padahal dulu kau member boygroup yang polos dan...maaf ya, boygroup yang gagal," lanjut Seung Yun.


Jung Soo sama sekali tidak menanggapi, tapi Seung Yun terus berbicara.


"Aku tidak menyangka kini kau menjadi bintang Kpop yang mendunia, cool, berkarisma, dan menjadi pujaan setiap wanita. Aku sebenarnya dari dulu ingin bertemu dengan mu ketika mendengar kau menjadi sukses, ya untuk memberikan semangat dan selamat, tapi aku sangat sibuk," kata Seung Yun lagi.


Di parkiran yang tidak begitu jauh dari Jung Soo, Hyun Jae baru memarkirkan mobilnya, kemudian keluar dari mobil dan berjalan menghampiri Jung Soo.


Hyun Jae terkejut melihat Seung Yun yang berdiri di hadapan Jung Soo. Seung Yun sendiri juga terkejut melihat kedatangan Hyun Jae.


"Hyun Jae Oppa, apa kabar? Apakah kau road managernya Jung Soo sekarang?" tanya Seung Yun ramah.


Hyun Jae menganggukan kepala sambil tersenyum.


"Owh..pantas saja Jung Soo menjadi semakin sukses dan jadwalnya selalu teratur dan rapi, ternyata Oppa yang menjadi managernya," puji Seung Yun pada Hyun Jae.


"Tapi jangan sampai pada akhirnya kau menghancurkan jadwalnya seperti artis yang dulu ya," tambah Seung Yun.


Hyun Jae menghela nafas karena menahan emosinya.


"Kau tidak berubah ya, terlalu banyak bicara," kata Hyun Jae sambil mengeluarkan senyum yang terkesan dibuat-buat.

__ADS_1


"Jung Soo mari masuk, kita tidak punya banyak waktu."


Hyun Jae menarik tangan Jung Soo untuk masuk ke dalam. Seung Yun hanya tersenyum lalu ia pun masuk kedalam gedung.


* * * *


Ayli Hoon memakai jaket musim dingin yang tebal, syal abu-abu yang lembut, rambutnya digerai, dan tangan kanannya membawa tas kesayangannya. Ia memakai makeup tipis yang membuat nya semakin imut. Pagi itu ia terlihat sangat cantik bak Idol Kpop.


Ayli Hoon berlari terburu-buru memasuki kantor ArtD Entertainment karena hampir terlambat. Memalukan sekali jika ia terlambat di hari pertama bekerja. Sesampainya dilantai tiga, Ayli Hoon segera menuju ke pintu yang di atasnya bertulisan Park Shin.


Dengan perasaan gugup, Ayli Hoon mengetuk pintu lalu membukanya.


"Selamat pagi."


Ayli Hoon berdiri di depan meja. Tidak lupa ia memberi hormat dengan membungkukan badan. Park Shin mempersilahkan Ayli Hoon untuk duduk.


"Kau sudah datang, kau tepat waktu sekali." Park Shin menyapa dengan ramah. Pria itu sudah berusia 50 tahun.


Ayli Hoon tersenyum sambil mengangguk sopan.


"Ini hari pertama kau bekerja, tentu saja tidak mungkin langsung meng-handle semuanya. Hari ini hanya perkenalan gedung kantor ArtD Entertainment."


"Nanti akan datang Chung Ara, dia adalah penata busana sekaligus penata rias di sini. Dia yang akan mengantar mu keruang kerja dan berkeliling ArtD Entertainment," sambung Park Shin.


"Terima kasih Pak." Ayli Hoon tidak tahu harus berkata apa, ia hanya bisa tersenyum dan menganggukan kepala.


Tak lama kemudian, seorang gadis berambut sebahu membuka pintu dan masuk. Gadis itu terlihat seusia dengan Ayli Hoon. Ia memiliki kulit yang tidak terlalu putih dan mata yang sipit.


Ternyata ia lah Chung Ara yang dibicarakan oleh Park Shin tadi. Ia datang dan mengajak Ayli Hoon untuk memberi tahu sekeliling gedung ArtD Entertainment. Ayli Hoon pun pergi mengikuti rekan kerjanya yang sangat ramah itu.


Mereka memulai dari halaman, Chung Ara memberitahu Ayli Hoon sambil menunjuk arah yang ia bicarakan.


"Di sebelah kiri gedung ada parkiran biasa dan parkiran bawah tanah. Semua artis dan Staf ArtD Entertainment mendapat gratis parkir."

__ADS_1


"Sedangkan di sebelah kanan ada kafe ArtD Entertainment. Kafe itu adalah tempat biasanya para artis, sutradara, produser, dan bos-bos ArtD Entertainment beristirahat dan menikmati makanan dan minuman ringan. Khusus untuk mereka gratis, tapi untuk karyawan biasa atau pengunjung lain, ya harus bayar. Enak bukan menjadi idol?" Jelas Chung Ara.


Selesai melihat bagian depan, kiri dan kanan, kini Ayli Hoon diajak ke belakang gedung. Di sana ada kolam renang yang besar dan indah, lapangan yang luas dan di belakang lapangan itu ada sebuah bangunan lagi yang disebut sebagai asrama bagi para trainee yang berasal dari jauh.


"Asrama itu terdiri dari dua bangunan, yang masing-masing terdiri dari lima tingkat. Di dalam masing-masing bangunan terdapat sepuluh rumah, ya bisa dibilang apartemen. Bangunan pertama adalah asrama untuk wanita dan yang kedua adalah asrama untuk pria." Chung Ara menjelaskan penuh semangat.


"Tapi itu khusus untuk trainee, sedangkan untuk para idol yang sudah debut, disediakan dorm di apartemen yang mewah. Dan yang menariknya untuk artis papan atas ArtD, mereka disediakan sebuah Vila," lanjut Chung Ara lagi.


Ayli Hoon memikirkan betapa besarnya bisnis KPop ArtD Entertainment hingga bisa membuat bangunan yang luas. Chung Ara mengatakan bahwa masih ada lagi fasilitas ArtD Entertainment, tetapi sebagian berada di kantor cabang yang ada di distrik Itaewon karena luas tanah yang tidak memungkinkan lagi.


Chung Ara mengajak Ayli Hoon untuk masuk kedalam gedung. Ia memberitahu satu persatu, dimulai dari lantai dasar. Disana ada tempat Resepsionis, lobby yang luas, dan di ujung sebelah kiri ada toilet pria dan wanita.


Di sebelah kanan ada restoran yang dihalangi oleh dinding kaca. Restoran itu sangat besar, di dalam sana tidak terlihat orang yang duduk karena ini sudah jam kerja.


Setelah selesai dari lantai dasar, mereka naik ke lantai kedua. Di sana ada tempat berbagai macam aksesoris artis ArtD Entertainment yang dijual. Ada rak Album, tempat berfoto, dan lain-lain yang diperuntukan untuk tamu dan fans yang beruntung.


"Ini bisanya dijadikan tempat untuk kunjungan fans. Tapi di sini tidak begitu lengkap. Yang lengkap itu di gedung ArtD Town di Jongno-Gu," jelas Chung Ara.


Ayli Hoon sangat terkesan dengan tataan yang rapi, semuanya disusun dengan rapi. Album-album disusun berdasarkan Grup atau solo.


Mereka naik ke lantai tiga.


"Ini lantai tempat kerja karyawan ArtD Entertainment, dan di ujung sana ada ruang audisi dan casting." Chung Ara terus menjelaskan.


Setelah itu mereka naik ke lantai empat. Di sana ada enam ruangan untuk para trainee berlatih. Mereka berlanjut ke lantai lima. Di sana ada ruangan untuk para artis ArtD Entertainment berlatih dan ada ruangan untuk para artis beristirahat serta berkumpul santai.


Di lantai enam ada tiga ruang rekaman dan lima ruangan digunakan sebagai studio syuting video musik. Di lantai tujuh ada ruangan seluruh manager artis ArtD Entertainment. Di lantai delapan ada ruang makeup dan kostum.


Di lantai sembilan ada ruang rapat, ruangan CEO, direktur dan pemilik ArtD Entertainment. Di lantai tertinggi adalah tempat untuk merayakan pesta.


Hari mulai siang, Ayli Hoon merasa cukup lelah menelusuri gedung ArtD Entertainment yang memiliki sepuluh lantai. Chung Ara pun sudah lelah karena mulutnya terus berbicara untuk menjelaskan pada Ayli Hoon.


"Ayli Hoon, bibirku serasa akan lepas dan tenggorokanku sangat kering." Chung Ara tertawa yang diikuti tawa Ayli Hoon juga.

__ADS_1


"Ayo kita ke kafe ArtD, aku ingin membeli bubble tea," ajak Chung Ara.


Ayli Hoon pun setuju karena ia juga sudah lelah.


__ADS_2