Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower

Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower
Episode 19


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap, Jung Soo mengantar Ayli Hoon pulang, sedangkan Hyun Jae tidak langsung pulang karena harus ke kantor terlebih dahulu. Sebenarnya Jung Soo ingin mengajak Ayli Hoon makan malam terlebih dahulu, tapi Ayli Hoon menolak.


"Mengapa harus pulang sekarang? Besokkan bisa."


Jung Soo memandang Ayli Hoon yang duduk di sampingnya. Ia menyetir mobil di jalan yang padat dengan sesekali memandang wajah Ayli Hoon.


"Aku hanya ingin istirahat di rumah saja." Ayli Hoon menjawab tanpa memandang Jung Soo.


Ia memandang keluar lewat kaca mobil di sampingnya. Mobil mereka melintasi jalan yang tidak terlalu padat kendaraan dan juga bangunan. Hanya ada pohon yang menghiasi pinggir jalan.


Jung Soo melakukan mobilnya dengan kecepatan standar. Ia menatap gadis cantik di sampingnya itu dengan cukup lama. Ia mengagumi Ayli Hoon, cinta pertama yang ia cari dan ditunggu selama bertahun-tahun. Memikirkan itu, Jung Soo mengingat masa lalunya.


Bel sekolah berbunyi, siswa dan siswi SMA Chang Cheo keluar dari sekolah. Sebagian di jemput oleh orang tua dan sebagian lainnya naik bus.


Seorang siswa sedang berdiri di luar pagar, siswa itu tak lain adalah Heo Jung Soo. Ia tidak memakai topi ditengah panas yang cukup terik. Matanya memandangi setiap anak yang dijemput oleh orang tuanya.


Dengan tiba-tiba ia membuang tas sekolah yang ia bawa ditangannya dengan kesal. Beberapa detik kemudian, tas yang baru saja dibuang itu diambil oleh seorang gadis imut dan mungil. Kemudian gadis itu memberikan nya pada Jung Soo.


"Jika kau kesal, jangan buang tasmu. Di dalam nya ada buku sumber ilmu."


Gadis itu tersenyum dengan sangat manis. Matanya bulat dengan bola mata yang hitam, rambutnya hitam panjang, ia mengenakan seragam SMP. Tiba-tiba saja Jung Soo merasa menyukai gadis cantik dan imut di hadapannya itu.


"Kau ramah sekali. Siapa namamu?" tanya Jung Soo.


" Namaku Ahn Liyoung Hoon, panggil saja Ayli Hoon," jawab gadis itu ramah.


"Kau bukan orang Korea ya?" tanya Jung Soo lagi ketika menyadari wajah gadis itu kontras dengan wajah gadis Korea


"Iya, ibuku Indonesia dan ayahku Korea."


"Kau besar di sini?" tanya Jung Soo lagi.


"Tidak, dari kecil aku di Indonesia, baru tahun kemarin aku pindah ke Korea."

__ADS_1


Jung Soo terdiam sejenak, ia masih terkagum-kagum dengan Ayli Hoon yang memiliki paras sangat cantik dan ramah. Ia yakin bahwa Ayli Hoon adalah gadis yang baik. Ia juga merasa nyaman begitu berbicara padanya.


Ayli Hoon mulai berbicara lagi. "Kenapa kau membuang tasmu?"


"Aku hanya kesal, karena orang lain merasakan bagaimana rasanya diperhatikan oleh orang tua mereka, bahkan sampai dijemput saat pulang sekolah. Sedangkan aku, orang tuaku terlalu sibuk mengurusi pekerjaan mereka," jawab Jung Soo.


"Ah, hanya karena itu. Kau kan sudah besar, kenapa harus dijemput?" Ayli Hoon balik bertanya.


"Bukan sekarang, tapi dulu. Kalau sekarang aku juga tidak mempermasalahkannya karena aku sudah besar. Mereka merasakan perhatian orang tua, sedangkan aku, sedari TK aku tidak pernah dijemput orang tuaku," jawab Jung Soo.


"*Mereka bekerja keras untuk mu, agar kau bisa hidup dengan layak. Jangan terlalu diambil pusing. Aku sekolah di sini juga tiggal bersama nenekku," kata Ayli Hoon sambil menepuk bahu Jung Soo.


Tentu saja Jung Soo terkejut, gadis itu terlihat begitu santai terhadap orang yang baru ia kenal*.


"Kau sekolah di mana?" tanya Jung Soo.


"Di SMP YangGong," jawab Ayli Hoon


Sejak saat itu, setiap jam istirahat Jung Soo selalu pergi ke SMP YangGong. Diam-diam ia memerintahkan Ayli Hoon. Semakin hari ia semakin menyukai Ayli Hoon.


Beruntung sekali saat itu Jung Soo sedang memperhatikan Ayli Hoon. Jung Soo yang melihat kejadian itu tidak tinggal diam. Ia berlari mendekat lalu memukul pria itu dari belakang. Perkelahian pun tidak dapat terelakan, sampai datang oknum guru yang melerai meraka.


Karena perkelahian itu, Jung Soo di skors selama seminggu dan dirawat karena ia mendapat pukulan yang keras di beberapa tempat. Saat ia kembali masuk sekolah. Jung Soo kembali mampir di SMP YangGong, tapi ia tidak melihat keberadaan Ayli Hoon.


Setiap hari, saat jam istirahat Jung Soo selalu menunggu dan mencari sosok Ayli Hoon. Suatu hari ia sangat penasaran di mana Ayli Hoon. Ia pun bertanya pada seorang gadis yang biasanya bersama Ayli Hoon. Gadis itu pun menjawab bahwa Ayli Hoon sudah tidak bersekolah di SMP YangGong sejak tragedi itu.


Jung Soo merasa kehilangan, hari-harinya menjadi membosankan dan tidak ada tujuan. Setiap hari, sepulang sekolah, Jung Soo akan berkeliling ke setiap SMP di Seoul untuk mencari Ayli Hoon. Tapi, sampai ia lulus sekolah dan berkuliah pun, ia tidak dapat menemukan Ayli Hoon.


Ia terus menunggu dan berharap akan bertemu dengan Ayli Hoon lagi, walau ia berpikir mungkin Ayli Hoon sudah pulang ke Indonesia dan ia tidak akan pernah bertemu dengan nya lagi.


"Jung Soo awas!!" teriak Ayli Hoon.


Dari arah berlawanan truk besar melaju dengan cepat. Ternyata Jung Soo keluar dari jalurnya. Dengan sigap Jung Soo memutar setir ke kanan dan mengerem laju mobilnya lalu menghentikan mobil di pinggir jalan.

__ADS_1


Ia sangat terkejut, nafas dan jantungnya beriringan dengan sangat cepat. Begitu juga dengan Ayli Hoon, ia berpikir jika Jung Soo terlambat memutar setir, maka habislah riwayat hidup mereka.


"Apa yang kau pikirkan, Jung Soo?" Ayli Hoon masih terkejut.


Jung Soo menarik Ayli Hoon dalam pelukannya. Ia memeluk Ayli Hoon dengan sangat erat. Ayli Hoon dapat mendengar detak jantung Jung Soo yang berdetak cepat. Jung Soo memejamkan mata nya, rasa takut menyelimuti dirinya.


"Kau baik-baik saja, kan? Tidak ada yang terluka kan? Maafkan aku, aku hampir saja membuat mu celaka." Jung Soo masik memeluk erat Ayli Hoon. Nafasnya cepat akibat rasa takutnya.


Entah mengapa Ayli Hoon merasa sangat nyaman berada dalam pelukan Jung Soo. Ia ingin menghentikan waktu agar bisa dalam pelukan Jung Soo selamanya.


Setelah tenang, Jung Soo kembali menyetir mobil dengan hati-hati.


* * * *


Mobil Jung Soo sudah parkir di depan Seoky Apartement. Ayli Hoon tidak langsung keluar dari mobil. Ia masih merapikan kopernya yang berisi pakaian. Jung Soo memperhatikan Ayli Hoon, dan senyum terukir di wajah yang tampan itu.


"Beristirahatlah, besok aku akan menjemput dan mengantar mu ke kantor."


"Tapi bukan kah kau tidak ada jadwal latihan?"


"Benar, tapi aku ingin memastikan kau sampai ke kantor dengan selamat."


Ayli hoon sudah selesai merapikan isi kopernya, lalu ia keluar dari mobil. Jung Soo melambaikan tangan begitu juga dengan Ayli Hoon. Tak lama kemudian, mobil silver itu meninggal kan halaman Seoky Apartment.


Ayli hoon berbalik badan, ternyata Mi Cha sudah berdiri di depan pintu masuk. Ayli hoon menarik nafas dalam sembari menghampiri Mi Cha.


"Kau seperti kakakmu, setiap aku terlambat pulang, pasti dia sudah berdiri di depan pintu tanpa diduga."


"Tentu saja, siapa lagi yang akan mengkhawatirkan mu selain kami. Kami adalah keluarga mu di Korea." Mi Cha merangkul Ayli Hoon.


Mereka naik kelantai tiga lalu berhenti di depan pintu masing-masing. Ayli Hoon tersenyum pada Mi Cha.


"Terimakasih sudah menjadi keluargaku."

__ADS_1


"Tidak perlu berterima kasih. Sudah, istirahatlah," kata Mi Cha dengan senyum yang tulus.


__ADS_2