
"Terima kasih sudah mengantarku pulang. Maaf aku tidak banyak bicara," kata Ayli Hoon pada Jung Soo yang ada di dalam mobil.
"Kau tinggal di apartemen nomor berapa?" tanya Jung Soo.
Mendengar pertanyaan Jung Soo, Ayli Hoon berpikir sejenak. Mengingat Jung Soo adalah orang terpercaya, idola yang terkenal, maka Ayli Hoon memutuskan untuk memberitahukannya.
"Aku tinggal di apartemen nomor 006, lantai tiga," jawab Ayli Hoon singkat.
Tak lama kemudian Jung Soo pamit pulang, Ayli Hoon tersenyum kemudian mobil Jung Soo melesat dari depan apartemen Ayli Hoon.
Ayli Hoon menarik nafas dan menghembuskannya lagi. Ketika ia berbalik badan, Man Shik sudah memperhatikannya sambil berdiri di depan ambang pintu.
"Sudah dari tadi kau berdiri di sana?" tanya Ayli Hoon.
"Lumayan, ketika mobil silver itu datang," jawab Man Shik singkat.
"Lalu kenapa kau melihat ku seperti itu?" tanya Ayli Hoon lagi.
"Ini sudah hampir larut malam," jawab Man Shik.
"Sudahlah, aku ingin istirahat," kata Ayli Hoon sambil melihat ke lantai atas.
Ayli Hoon berjalan mendekati pintu lalu melewati Man Shik, kemudian Man Shik mengikuti nya dari belakang.
"Siapa dia? Pria atau wanita?" tanya Man Shik sambil terus membuntuti Ayli Hoon.
"Pria, dia hanya sekedar teman. Lagi pula kalau pun lebih dari teman, tidak masalah, kan?" jawab Ayli Hoon dengan santai.
Man Shik hanya tersenyum. "Aku ini sahabatmu, aku khawatir jika dia orang jahat."
Ketika mereka telah sampai di depan tangga, Man Shik mengulurkan tangan untuk memberikan bantuan pada Ayli Hoon. Lift apartement mereka sudah lima bulan tidak berfungsi. Terpaksa semua orang yang tinggal di atas harus bersedia turun naik tangga.
Ayli Hoon menerima bantuan itu karena merasa sangat lelah dan tidak sanggup harus menaiki tangga dengan kaki pincang ke lantai tiga tanpa bantuan. Wajah Ayli Hoon semakin pucat dan jalannya mulai terhuyung. Akan tetapi Ayli Hoon terus berjalan menaiki anak tangga satu-persatu.
Man Shik dan Ayli Hoon sudah hampir sampai di depan apartemennya. Tinggal menaiki satu anak tangga lagi, tiba-tiba Ayli Hoon jatuh pingsan dan Man Shik langsung menyangga nya. Man Shik duduk di lantai sambil menopang badan dan kepala Ayli Hoon.
"Ayli Hoon, apa yang terjadi? Bangunlah, bangun, Ayli Hoon?" Man Shik sangat kawatir.
Mi Cha baru tiba di apartemen. Ia baru pulang dari tempat les. Mi Cha sangat terkejut melihat Ayli Hoon yang tak sadarkan diri. Dengan segera Mi Cha menaiki tangga.
__ADS_1
"Oppa, Ayli Hoon kenapa?"
Man Shik menoleh ke belakang, ke arah Mi Cha.
"Cepat panggil ambulans," pinta Man Shik pada adiknya sambil berusaha menyadarkan Ayli Hoon.
* * * *
Jung Soo mengendarai mobilnya dengan santai. Ia mengingat bagaimana Ayli Hoon bersikap kepadanya. Ia yakin bahwa Ayli Hoon memang benar-benar tidak pernah melihatnya di media apapun, dan tidak mengenalinya sebagai artis.
Jarang sekali Jung Soo menjumpai orang yang tidak mengenal nya, kecuali orang yang sudah lanjut usia, yang tidak suka dengan Kpop.
Dering ponsel berbunyi, dengan cepat Jung Soo mengambil ponsel dari dalam saku celana lalu menjawab panggilan.
"Hallo Hyeong." Jung Soo menyapa. Orang yang meneleponnya adalah Hyun Jae.
"Hallo Jung Soo, apakah kau sudah sampai rumah? Atau kau sedang berkeliling mencari gadis itu?"
"Aku masih di perjalanan. Tidak Hyeong, itu tidak perlu lagi," jawab Jung Soo.
"Lalu kenapa kau belum sampai di rumah?" tanya Hyun Jae.
"Oh, pantas saja kau mengantar ku pulang, seharusnya aku yang mengantar mu. Tapi, ada apa? Kenapa kau mau mengantar orang yang baru kau kenal?"
"Ah Hyeong, jangan berpikir yang aneh."
"Baiklah, besok kau antar mobilku, aku ada temu janji dengan Kim Park Lee."
"Baik Hyeong, selamat malam."
Telepon ditutup.
Jung Soo menarik nafas dalam. Hari ini ia merasa sesuatu yang berbeda. Di tengah ia memikirkan hal itu, Jung Soo merasa haus. Ia mengambil botol air mineral di samping bangkunya. Kemudian matanya tertuju pada tas tangan ukuran sedang berwarna biru bermotif bunga dan kupu-kupu.
Jung Soo yakin itu pasti tas Ayli Hoon yang tertinggal. Jung Soo memutar arah kembali lagi ke apartemen Ayli Hoon.
Jung Soo sudah tiba di sana, dan di sana ada ambulans yang baru sampai di halaman gedung apartemen. Tidak lama kemudian ia melihat gadis yang digendong oleh seorang pria. Ia tidak dapat melihat wajah gadis itu dengan jelas karena di halaman itu hanya diterangi lampu taman yang kira-kira hanya 5 atau 10 watt.
Ia berusaha melihat dengan lebih jelas, setelah itu Jung Soo yakin itu adalah Ayli Hoon. Pria itu menggendong Ayli Hoon kedalam ambulans dan dia juga ikut kedalam ambulans. Jung Soo segera mengikuti ambulans itu ke rumah sakit.
__ADS_1
Ayli Hoo masuk keruang UGD. Man Shik mondar mandir di luar pintu dengan gelisah. Beberapa detik kemudian Jung Soo berlari menghampiri Man Shik. Melihat siapa yang datang menghampiri nya, Man Shik sedikit terkejut.
"Maaf, kalau tidak salah Anda Heo Jung Soo, kan?" tanya Man Shik.
"Ya benar, saya Jung Soo," jawab Jung Soo.
"Apakah Anda yang mengantar Ayli Hoon pulang?" tanya Man Shik lagi.
"Iya benar, saya ingin mengembalikan ini," jawab Jung Soo sambil memberikan tas Ayli Hoon.
Man Shik menerima tas yang diberikan oleh Jung Soo.
Jung Soo berdiri sesaat sambil memandang pintu ruang UGD, setelah itu Jung Soo pergi meninggalkan rumah sakit.
* * * *
Keesokan harinya, pagi itu Ayli Hoon mulai tersadar dan membuka matanya. Yang pertama ia lihat adalah langit-langit ruangan yang berwarna putih, lalu infus dan oksigen yang tersambung dengan tubuhnya. Ayli Hoon sudah bisa memastikan bahwa sekarang ia terbaring di rumah sakit.
Ia hanya ingat terakhir kali saat ia hampir sampai ke apartemennya, kepalanya pusing, kakinya tidak sanggup untuk melangkah, keseimbangannya hilang, suara di gedung itu hampa, tubuhnya lemas dan penglihatannya remang-remang, setelah itu semua menjadi gelap dan ia tidak ingat lagi.
Man Shik, Mi Cha, Young Hee dan Young Jin masuk kedalam ruang rawat Ayli Hoon. Young Hee langsung memeluk sahabatnya yang terbaring lemah. Young Jin meletakkan buah di atas meja, sedangkan Mi Cha dan Man Shik berdiri di belakang Young Hee.
"Paman, Young Hee, kalian ada di sini?" kata Ayli Hoon sambil melihat ke sekitar.
"Man Shik Oppa yang memberitahu ku jam enam pagi tadi, jadi aku dan ayah langsung berangkat ke rumah sakit," jawab Young Hee lalu menatap Man Shik yang sedang tersenyum padanya.
Young Jin mengelus kepala Ayli Hoon yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.
"Paman sudah memberitahu kedua orang tua mu, dan mulai sekarang mereka melarang mu untuk bekerja terlalu keras. Berhentilah dari Nicefood dan cari pekerjaan yang lebih ringan." Young Jin menjelaskan pesan dari orang tua Ayli Hoon.
"Yang dikatan paman Young Jin dan orang tuamu itu benar Ayli Hoon. Kau bekerja terlalu keras hingga jatuh sakit seperti ini. Padahal kau ini orang kaya, kenapa harus bekerja seperti ini?" kata Mi Cha menanggapi.
Ayli Hoon tersenyum pada Mi Cha.
"Aku ingin hidup mandiri. Aku ingin seperti eonniku, Ahn Yeora yang bisa mandiri, mendirikan perusahaan sendiri di Paris," kata Ayli Hoon sambil membayangkan wajah kakaknya.
"Baiklah jika kau ingin tetap bekerja, tapi carilah pekerjaan yang ringan," kata Young Jin pasrah.
"Aku akan mengabari orang tuamu lagi," lanjutnya.
__ADS_1