
Jung Soo melihat jari tangan Ayli Hoon mulai bergerak, alis matanya mulai berkerut mencoba untuk membuka mata. Ketika itu, Jung Soo merasakan kelegaan yang luar biasa di dalam hatinya. Air mata kesedihan itu berganti dengan air mata bahagia. Jung Soo langsung menekan tombol untuk memanggil suster.
Tak lama kemudian suster itu menghubungi dokter. Jung Soo menggenggam tangan Ayli Hoon erat, tanpa sadar ia mencium kening Ayli Hoon dan menciumi telapak tangan itu berkali-kali.
Dokter bersama suster datang untuk memeriksa. Jung Soo diminta untuk duduk tenang karena mereka akan menjalankan pemeriksaan. Mata Ayli Hoon yang mulai terbuka mencari sosok seseorang. Bibirnya seperti ingin berbicara, namun ia terlalu lemah untuk mengeluarkan suara. Dokter memeriksa mata Ayli Hoon, detak jantung, dan pemeriksaan lainnya.
"Aku dimana?" Akhirnya suara itu bisa keluar dengan pelan.
"Sekarang Anda aman, Anda berada di rumah sakit," jawab Suster lembut.
"Ayah, ibu. Di mana mereka?" Mata Ayli Hoon mencari-cari.
Dokter dan suster hanya terdiam. Mereka tidak bisa memberikan jawaban karena yang mereka tau, Jung Soo, Hyun Jae dan pihak agensi yang membawa Ayli Hoon ke rumah sakit. Dokter memerintahkan suster untuk memeriksa selang infus agar berfungsi dengan baik.
"Jung Soo." Hanya nama itu yang pertama kali Ayli Hoon ingat.
Suster menoleh kebelakang di mana Hyun Jae dan Jung Soo sedang duduk dengan gelisah.
"Tuan Jung Soo, pasien memanggil nama Anda," kata suster itu.
Dengan cepat Jung Soo berjalan menghampiri Ayli Hoon dan duduk di kursi. Ia kembali menggenggam tangan Ayli Hoon. Ia tersenyum bahagia melihat Ayli Hoon telah sadar dan memanggil namanya.
"Aku di sini Ayli Hoon," kata Jung Soo pelan, air matanya menetes.
"Aku takut." Ayli Hoon memandangi wajah Jung Soo. Mata itu mencari perlindungan dan rasa aman.
__ADS_1
"Kau aman, aku tidak akan meninggalkan mu." Jung Soo membelai kepala Ayli Hoon.
"Jangan takut, tidak akan ada yang menyakiti mu lagi," kata Jung Soo lagi.
"Jangan pergi." Ayli Hoon menitikan air mata.
Dengan lembut Jung Soo mengusap air mata Ayli Hoon. Ia tidak bisa berbicara apapun karena begitu bahagia. Kelegaan melihat Ayli Hoon membuka mata sudah sangat cukup untuk menyinari kehidupannya lagi.
Sebelumnya ia merasa hidupnya akan hancur jika gadis yang ia cintai itu tidak membuka matanya. Tapi ternyata takdir masih berpihak padanya. Ayli Hoon selamat dan sudah sadarkan diri. Dokter meminta Hyun Jae ikut ke ruangan nya.
Di dalam ruangan dokter, Hyun Jae duduk dengan tenang sambil mendengarkan penjelasan dari dokter yang menangani Ayli Hoon.
"Kondisi pasien sudah mulai kembali normal dengan sangat cepat. Dan suatu keajaiban, kami sudah memeriksa pasien, dan hasilnya pasien tidak mengalami trauma serius. Ketakutan yang pasien katakan tadi adalah normal." Dokter itu menjelaskan.
"Jadi apa yang harus kami lakukan?" tanya Hyun Jae.
Hyun Jae keluar dari ruangan dokter. Ia berjalan kembali ke ruang rawat Ayli Hoon. Sesuatu mengganjal pikirannya, dan ia tidak tahu harus bagaimana. Alih-alih ingin ke ruangan Ayli Hoon dirawat, ia malah terus berjalan hingga ke ujung koridor rumah sakit. Menyadari dirinya sudah melewati tempat tujuan, Hyun Jae berbalik arah dan tertawa sendiri.
Di kamar rawat, Ayli Hoon sedang berbicara pada Jung Soo. Sekarang Ayli Hoon tidak terlihat takut lagi. Jung Soo berhasil menghibur Ayli Hoon hingga ia tersenyum dan tertawa. Sampai pada akhirnya Ayli Hoon mengingat kejadian itu dan bertanya, "Mengapa kau bisa tahu aku ada di gedung itu?"
Jung Soo terdiam, ia takut Ayli Hoon akan mengalami ketakutan lagi ketika mengingat kejadian itu. Tapi, karena sepertinya Ayli Hoon ingin mengetahui hal itu, ia pun memutuskan untuk menjawab.
"Ketika Kim Joon dan rekan kerjamu mengatakan bahwa kau menghilang dari siang sampai masuk jam kerja. Aku sangat khawatir lalu mencari mu ke apartemen. Di sana ada tetanggamu dan mengatakan bahwa kau tidak ada."
Jung Soo menghentikan sejenak perkataan nya. Ia memastikan bahwa Ayli Hoon tidak merasa ketakutan. Melihat Ayli Hoon tidak bereaksi ketakutan, ia pun meneruskan perkataannya.
__ADS_1
"Aku mencari mu di setiap jalan, kemudian aku menemukan tasmu jatuh di pinggir jalan. Aku mengambilnya dan berniat kembali mencari mu di tempat lain. Tapi, ketika aku akan menjalankan mobil, aku melihat mobil hitam di pinggir gedung tua itu, dan entah kenapa aku mencurigainya. Aku menghampiri mobil itu, di bawah mobil aku juga melihat sebelah sepatumu. Aku langsung menelepon Hyun Jae hyeong dan mereka langsung membawa bodyguard dan security. Aku masuk ke gedung tapi tidak melihat mu. Aku pun naik ke lantai dua dan ternyata kau ada di sana dalam kondisi ...."
Jung Soo tidak sanggup lagi untuk berbicara, hatinya hancur membayangkan kondisi dan perasaannya waktu itu. Ia menunduk, mencoba menyembunyikan air yang menggenang di matanya.
"Terima kasih Jung Soo, jika kau tidak datang tepat waktu maka--"
"Tidak, aku tidak datang tepat waktu. Orang itu telah melukai mu." Jung Soo memotong kata-kata Ayli Hoon.
"Bagaimana pun kau telah berhasil menyelamatkan ku."
"Tapi aku tidak bisa melindungi mu." Akhirnya air mata itu jatuh di pipi Jung Soo.
"Sekarang kau harus beristirahat. Siang nanti dokter akan memeriksa mu lagi," lanjut Jung Soo sambil mengusap kepala Ayli Hoon.
Jung Soo mengusap lembut kepala Ayli Hoon hingga gadis itu tertidur. Melihat mata Ayli Hoon terpejam, dengan perlahan Jung Soo berdiri dari kursinya. Ia berjalan keluar ruangan untuk mencari Hyun Jae yang belum kembali. Begitu Jung Soo menutup pintu, Hyun Jae sudah berdiri di belakang nya.
Jung Soo terkejut. "Ah! Hyeong!" Ia memegangi dadanya. "Hyeong lama sekali," kata Jung Soo.
"Ayli Hoon sudah tidur?" tanya Hyun Jae.
"Ya dia sudah tertidur."
"Aku ingin mengatakan sesuatu pada mu."
"Mengatakan apa?"
__ADS_1
"Ayo kita bicarakan di sudut koridor saja," ajak Hyun Jae. Mereka berdua berjalan menjauh dari kamar rawat.