
Hotel yang telah di sewa oleh ArtD Entertainment itu terlihat sangat sepi. Hanya ada Jung Soo yang sedang duduk di restoran hotel itu sambil melamun. Semua orang pergi untuk merayakan keberhasilan syuting MVnya sedangkan ia sendiri malah duduk melamun sendirian.
Entah apa yang ia pikirkan, hanya saja ia merasa sangat lelah hari ini. Padahal pikiran nya tidak kacau, tapi ia merasa ada sesuatu yang kacau. Memang seminggu ini ia tidak menghabiskan waktu bersama Ayli Hoon, mungkin itulah yang membuat pikiran dan perasaannya tidak enak.
Jung Soo merasa haus, ia memanggil pramusaji untuk memesan minuman.
"Pesan apa, Tuan?" tanya pramusaji pria itu dengan ramah.
"Saya pesan minuman, terserah minuman apa saja yang penting bisa membuat pikiran saya tenang," kata Jung Soo berbicara seenaknya tanpa ia pikirkan.
Pramusaji itu mengangguk lalu melenggang pergi. Jung Soo berkali-kali menarik nafas dalam dan menghembuskannya. Tapi perasaannya tetap tidak membaik. Tak lama kemudian, pramusaji tadi membawakan minumannya. Jung Soo hanya mengangguk tanpa melihat ke arah pramusaji itu. Ia sibuk memandang ke arah lain tanpa tau apa yang ia sedang perhatikan.
Tanpa melihat, Jung Soo meraih gelasnya lalu meneguknya dengan cepat. Setelah minuman itu habis satu gelas, Jung Soo langsung membelalakkan matanya.
"Apa ini? Bir?" Jung Soo melotot ke arah gelas yang ia pegang. Gelas itu telah kosong.
Setelah beberapa saat, Jung Soo merasakan panas di dadanya. Terasa jantungnya tengah terbakar. Ia mulai pusing dan ketika melihat ke atas, ia merasa hotel itu akan runtuh.
Wajah putih Jung Soo berubah menjadi merah. Ia sempat berpikir, kurang ajar sekali pramusaji tadi. Tapi setelah ia renungkan ia juga merasa bodoh, kenapa ia memesan seperti itu pada pramusaji tadi. Tentu saja pramusaji pikir ia memesan bir yang dapat menenangkan pikiran dan melepaskan masalah.
"Sial!" Jung Soo mengumpat ketika pikirannya tidak bisa berpikir lagi.
Seorang gadis yang memakai dress selutut berwarna merah berlari menghampirinya.
__ADS_1
"Jung Soo, apa yang terjadi? Kenapa wajahmu merah begini?" tanya gadis itu.
Jung Soo menengadah untuk melihat siapa gadis itu. " Ayli Hoon ...." Jung Soo langsung memeluk gadis itu.
"Dasar bodoh, kau ini sedang mabuk. Aku Seung Yun. Ya ampun apa yang akan aku lakukan. Badan mu berat sekali. Apakah aku harus menelepon Hyun Jae? Ayli Hoon?" tanya Seung Yun pada Jung Soo.
"Pusing, kau telepon saja hantu," jawab Jung Soo ngawur.
"Untuk apa? Hantu tidak punya ponsel," geruru Seung Yun yang sedari tadi menahan tubuh Jung Soo agar tidak terjatuh le lantai.
"Pinta dia menjadikan ku temannya di kuburan," jawab Jung Soo yang dalam keadaan mabuk.
"Dasar gila." Seung Yun melihat pada meja.
Jung Soo mengambil botol birnya lalu mengangkat ke udara. "Bir sialan!" makinya.
* * * *
Jung Soo membuka matanya, kepalanya terasa sangat pusing dan sakit. Yang pertama kali dapat ia lihat adalah langit-langit ruangan yang putih, meja dan lampu hias meja. Kemudian ia merasakan sedang berbaring di tempat yang empuk. Dimana ia berada sekarang? sepertinya ia sedang berada di kamar hotel.
Jung Soo memiringkan badan ke kanan. Bertapa terkejutnya ia melihat siapa yang sedang tertidur disamping nya. Seung Yun? Kenapa Seung Yun ada di sini? Jung Soo melihat pada tubuhnya sendiri yang ditutupi selimut.
"Astaga! Apa yang telah aku lakukan?" Jung Soo kebingungan, kaget, dan ia merasa kalut. Tak tahu apa yang terjadi dan tak tahu apa yang harus dilakukan.
__ADS_1
Seung Yun bergerak, matanya mulai terbuka. Begitu melihat Jung Soo, Seung Yun langsung berteriak.
"Aaa! Apa yang sudah kau perbuat?!" Seung Yun berteriak, matanya mulai berkaca-kaca.
"Aku tidak tahu Seung Yun, aku benar-benar tidak tahu."
"Bohong!!"
"Aku tidak berbohong, aku tidak tahu kenapa aku ada di sini."
Seseorang mengetuk pintu kamar, Jung Soo khawatir dan ketakutan. Ia mendengar suara Hyun Jae memanggil namanya. Jung Soo tidak menjawab karena ia sedang kalut.
Seung Yun menangis, dan di luar Hyun Jae mengetuk pintu. Sepertinya Hyun Jae sudah bosan mengetuk pintu, ia pun mendobrak pintu kamar hotel.
Jung Soo membelalakan matanya ketika melihat Hyun Jae dan Kim Joon berdiri diambang pintu tidak bergerak. Namun yang paling mengejutkan lagi adalah munculnya sosok Ayli Hoon.
Ayli Hoon memantung, tidak bergerak dan tidak mengatakan apa pun. Ia begitu kaget dan terpukul. Tak lama kemudian Ayli Hoon berbalik dan pergi.
"Ayli Hoon!!" Jung Soo berteriak memanggil nama Ayli Hoon.
Hyun Jae masuk lalu menutup pintu, khawatir akan ada orang yang melihat mereka. Ekspresi Hyun Jae tidak bersahabat, walaupun ia diam, tapi sebenarnya ia menahan amarah yang meluap-luap. Diambilnya pakaian Jung Soo dan Seung Yun, kemudian melemparkannya pada kedua orang itu.
"Pakailah, setelah itu kita akan pergi dan membahas hal ini di rumahku. Jika kita tetap di sini, aku khawatir media akan mencium keberadaan kita." kata Hyun Jae. Sedangkan Kim Joon hanya menundukan kepala.
__ADS_1