
Bulan Februari telah datang. Tidak terasa kehamilan Seung Yun sudah masuk ke lima bulan. Perut Seung Yun yang dulu rata dan langsing, kini sudah mulai membuncit. ArtD Entertainment sengaja tidak memberikan Seung Yun job karena akhir-akhir ini ia sering muntah dan kondisi tubuhnya tidak baik.
Lagi pula Seung Yun malu menampakan diri ke publik dengan perut buncitnya sedangkan suami ia belum punya. Sejak terakhir syuting MV Jung Soo di bulan September, Seung Yun sudah tidak menampakkan diri di media. Ia juga mendapat tekanan dari hinaan para netizen. Tapi apa boleh buat, semuanya sudah terjadi.
Di ruangan Park Shin, Ayli Hoon dan Kim Park Lee duduk berhadapan dengan Park Shin. Mereka sedang membahas suatu hal yang penting. Ayli Hoon hanya menunduk untuk menyembunyikan kesedihannya.
"Kami sudah membahas ini. Kami memutuskan untuk menerima pemutusan kontrak mu. Kami juga tidak akan meminta kau membayar kompensasi. Kami merasa bersalah atas Jung Soo. Kami juga yakin jika kau terus di ArtD Entertainment, maka itu hanya menambah luka hatimu terus menerus," kata Kim Park Lee.
"Lagi pula, kami khawatir suatu saat akan terbongkar identitas dirimu sebagai mantan kekasih Jung Soo, dan itu tidak baik untuk kau, Jung Soo dan Seung Yun dan juga untuk agensi," kata Kim Park Lee lagi.
"Terima kasih atas semuanya, saya tidak bisa membalas kebaikan agensi atas saya," kata Ayli Hoon sambil tersenyum.
"Baiklah, besok surat resmi pemutusan kontrakmu dengan agensi akan keluar. Sebelum kau ambil, silahkan hubungi aku terlebih dahulu karena besok kemungkinan aku akan sibuk," kata Park Shin.
Ayli Hoon mengangguk. Setelah berbincang-bincang sebentar, Ayli Hoon pun pamit pergi. Ia menjabat tangan Park Shin dan Kim Park Lee.
"Semoga sukses, dan teruslah semangat Ayli Hoon," kata Kim Park Lee dengan sejuta senyum agar Ayli Hoon kuat menghadapi kenyataan.
Sebenarnya ArtD Entertainment tidak ingin menerima gugatan kontrak yang diajukan Ayli Hoon karena kinerja Ayli Hoon yang sangat bagus, namun mereka merasa kasihan padanya, sudah banyak yang Ayli Hoon hadapi selama bekerja di ArtD Entertainment. Dan mereka juga khawatir akan terjadi masalah jika keberadaan mantan kekasih Jung Soo di ArtD diketahui oleh publik.
* * * *
"Ayli Hoon kau benar-benar keluar dari ArtD Entertainment?" tanya Young Hee sambil mengusap bahu Ayli Hoon yang sedang terduduk di sofa apartemennya.
"Ya, aku sudah sangat lelah dan merasa tertekan jika harus terus-menerus menyembunyikan rasa sakit hati dan kesedihanku," jawab Ayli Hoon dengan genangan air di matanya.
"Kau gadis yang kuat Ayli Hoon. Kau pasti bisa menghadapi ini semua." Young Hee memberikan semangat.
"Ya, aku akan bersabar."
__ADS_1
"Jadi setelah ini, apakah kau punya rencana?" tanya Young Hee.
"Tanggal 10 nanti, aku akan pulang ke Indonesia terlebih dahulu untuk menghadiri pernikahan kakakku," jawab Ayli Hoon.
"Hmm, ternyata Yeora eonni tidak mengundang ku dan ayah." Young Hee berpura-pura marah.
"Tentu saja diundang, nanti ayahku yang akan menelpon langsung pada paman Young Jin," kata Ayli Hoon sambil mendorong badan Young Hee.
Ayli Hoon termenung lagi. Walau ia berusaha melupakan semua masalah dan kenangannya bersama Jung Soo, tapi pada kenyataannya itu tidaklah mudah. Setiap detik wajah Jung Soo selalu terbayang. Senyumnya, tawanya, tatapannya, kasih sayangnya, perhatiannya, semua itu sulit untuk dilupakan.
Ketika mengingat kenangan indah bersama pria itu, maka bayangan yang menyakitkan pun akan ikut serta melintas. Itu sebabnya Ayli Hoon selalu merasa perih di hatinya.
"Jangan melamun lagi. Aku mohon jangan terlalu bersedih, aku tidak mau kau mengalami depresi," kata Young Hee sambil memeluk sahabatnya.
"Kau pikir aku akan depresi lalu bunuh diri? Tidak Young Hee, aku tidak berpikiran pendek seperti itu. Masih banyak yang menyayangi ku dan membutuhkan kehadiran ku," kata Ayli Hoon dengan tawanya.
Young Hee memutuskan untuk menemani Ayli Hoon di apartemen. Ia takut Ayli Hoon akan bunuh diri seperti di film-film. Walau ia berpikiran ngawur dan bodoh, tapi tidak menutup kemungkinan itu akan terjadi. Ia berpikir seperti itu karena teman SMP nya dulu mati gantung diri karena dikhianati kekasihnya.
"Hallo Man Shik," sapa Ayli Hoon ketika telepon telah tersambung.
"Hallo juga, apa kabar Ayli Hoon?" tanya Man Shik dari seberang telepon.
"Aku baik-baik saja," jawab Ayli Hoon tersenyum.
Walau tersenyum, air matanya mengalir. Di dalam hati ia mengatakan hanya raganya yang baik-baik saja, tapi hatinya dan pedasaannya sangat terluka dan sakit. Suara isak tangis Ayli Hoon terdengar oleh telinga Man Shik.
"Jangan menangis, kau harus kuat Ayli Hoon. Kau adalah sahabatku yang sangat tegar." Man Shik berusaha menghibur.
"Semua orang mengatakan aku harus kuat karena aku orang yang tegar, tapi Man Shik, pada kenyataannya aku tidak sekuat dan setegar itu. Hatiku sakit, teriris-iris, dan sungguh aku tidak sanggup menahan kesedihan ini," kata Ayli Hoon yang semakin tersedu-sedu.
__ADS_1
Man Shik tidak dapat berbicara, yang dikatakan oleh Ayli Hoon benar. Semua orang dengan mudahnya mengatakan kuat dan tegar, tapi jika mereka ada di posisi Ayli Hoon, maka mereka akan menangis setiap hari dan setiap saat.
"Hallo Oppa!" Young Hee berteriak menyapa Man Shik.
"Ayli Hoon, kau tega tidak memberitahu ku kalau oppa sedang menelepon mu." Young Hee cemberut.
"Kau sedang mandi tadi. Apakah aku harus masuk ke kamar mandi dan memberikan ponselku pada mu?" kata Ayli Hoon yang sudah mengelap air matanya.
"Hahah, Young Hee, apakah kau merindukanku?" tanya Man Shik.
"Tentu saja. Kau tidak pernah kembali ke Korea," kata Young Hee menggerutu.
"Tenang saja, sebelum Seung Yun menikah, kami semua akan kembali ke Korea. Mi Cha dinyatakan sembuh," kata Man Shik dengan gembira.
"Apa? Aku tidak salah dengar. Mi Cha sembuh total?" tanya Ayli Hoon dengan gembira juga.
"Ya, 100 persen sembuh," jawab Man Shik.
"Young Hee, Mi Cha sembuh, Mi Cha sembuh!" Ayli Hoon berteriak gembira sambil memeluk Young Hee. Bahkan pelukan itu sampai membuat Young Hee sesak.
"Hahaha Ayli Hoon, teriakanmu sampai membuat telingaku sakit," kata Young Hee tak kalah gembiranya.
"Syutt...di Amerika sudah tengah malam. Kalian jangan seberisik itu," canda Man Shik.
"Oh ya? Maaf aku sudah mengganggu tidurmu, silahkan kembali ke mimpimu," kata Ayli Hoon diiringi tawa.
"Ya, aku juga sangat mengantuk. Maaf ya, aku akan menutup telepon," kata Man Shik.
"Baiklah Oppa, jangan lupa mimpikan aku," kata Young Hee dengan senyum malunya.
__ADS_1
Setelah menutup telepon, Ayli Hoon mengajak Young Hee makan, lalu merekapun pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan.