Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower

Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower
Episode 45


__ADS_3

Man Shik duduk di samping ranjang Mi Cha. Ia terus tersenyum pada adiknya. Mi Cha merasa aneh dengan sikap kakaknya itu. "Kau baik-baik saja Oppa?" tanya Mi Cha.


"Aku punya kejutan untuk mu," kata Man Shik.


Man Shik menunjuk ke arah pintu lalu masuklah Chung Kwon dengan air matanya. Chung Kwon berusaha keras untuk menahan tangis. Tapi rasa haru, bahagia dan rindu membuatnya tidak bisa menahan tangis. Ia pun menangis dan memeluk Mi Cha yang duduk di ranjang nya.


"Maaf kan ibu, Nak." Chung Kwon menangis dengan tersedu-sedu.


Mi Cha baru sadar bahwa wanita yang sedang memeluknya itu adalah ibu kandung yang selama ini ia nantikan.


"Ibu, ini benar benar Ibu?" Mi Cha menangis bahagia.


Man Shik menceritakan semuanya. Ia juga meminta maaf pada Mi Cha karena selalu menutupi keberadaan ibu kandung nya.


"Oppa, aku sangat berterima kasih. Kau sudah menjagaku dan menyayangi ku dengan sepenuh hati. Kau adalah kakak terbaik di dunia." Mi Cha juga meminta Man Shik memeluk nya.


"Tapi, aku merasa masih ada yang kau rahasiakan dari ku." Mi Cha mencurigai.


"Man Shik, ada baiknya kau memberitahukan sekarang," kata Chung Kwon.


"Baiklah," kata Man Shik.


Man Shik menarik nafas dalam sebelum mengatakan apa yang akan ia katakan.


"Mi Cha, kau mengidap kanker otak."


"Apa!" Mi Cha sangat terkejut, ia tidak dapat percaya. "Tidak mungkin, bagaimana mungkin ini terjadi?" Mi Cha mulai menangis.


"Mi Cha, kau sering mengeluh sakit kepala pada ku. Tapi saat aku ingin membawa kau ke rumah sakit, kau selalu menolak," kata Man Shik.


Chung Kwon duduk di samping putrinya dan membelai kepala Mi Cha. "Sayang, tidak apa-apa. Kau akan segera menjalani terapi dan ibu akan menemani mu," kata Chung Kwon memberi semangat.


Walau sudah disemangati oleh ibu dan kakaknya, tapi Mi Cha tetap merasa bersedih. Ia membayangkan bagaimana jika kankernya semakin memburuk lalu ia meninggal dunia dan meninggalkan orang-orang yang ia cintai.

__ADS_1


"Ibu akan mengabari kakakmu dulu," kata Chung Kwon setelah Mi Cha tidak menangis lagi.


"Kakak? Apakah aku memiliki kakak selain Man Shik?" tanya Mi Cha.


"Ya, namanya adalah Lee Seung Yun," jawab Chung Kwon.


"Lee Seung Yun? Seperti nama member grup Dazzle-G," kata Mi Cha.


"Memang benar, dia idol tersebut," jawab Chung Kwon tersenyum.


"Apa? Seung Yun Dazzle-G!" Mi Cha tidak percaya. "Kakakku seorang Idol?" Ada sebuah rasa bangga dan bahagia di pertanyaan Mi Cha.


Mi Cha bahagia memiliki kakak seorang Seung Yun dan memiliki kakak yang sangat baik seperti Man Shik. Ia hampir melupakan bahwa ia sedang terkena kanker. Ia terus bertanya bagaimana bisa kakaknya itu menjadi seorang idol.


"Nama aslinya adalah Lee Mi Soon, tapi karena dia lebih populer menggunakan nama Lee Seung Yun, maka namanya pun diubah menjadi Lee Seung Yun."


"Dia masuk agensi ArtD Entertainment sejak SMP. Lima tahun menjadi trainee, akhirnya dia pun berhasil debut dengan grup itu. Aku sama sekali tidak menyangka dia akan berhasil debut dan langsung populer."


"Dua tahun debut dia berpacaran dengan Jung Soo. Seung Yun 19 tahun dan Jung Soo 21 tahun. Itu usia yang muda bagi Idol Kpop berpacaran. Satu tahun berpacaran, mereka pun putus karena perbuatan memalukan yang dilakukan oleh Seung Yun." Chung Kwon menjeda ceritanya. Ia merasa malu mengingat kelakuan putri pertamanya waktu itu.


"Aku ingin bertemu dengan eonni. Bisakah aku bertemu dengan nya?" tanya Mi Cha.


"Tentu saja. Minggu depan dia akan pulang ke Seoul. Sekarang dia sedang promosi di China," jawab Chung Kwon.


Mi Cha kembali memeluk ibu kandungnya yang baru ia temui sekarang. Kebahagiaan yang sangat besar bagi Mi Cha walaupun ia sedang melawan penyakitnya.


* * * *


"Jadi, Mi Cha adalah adik Seung Yun?" Jung Soo memandang tak percaya pada Ayli Hoon.


Sambil melepas sabuk pengaman ia menjawab, "Ya. Aku juga sempat kaget."


Ayli Hoon telah tiba di depan gedung Seoky Apartemen. Tadi Jung Soo menjemput nya ke rumah sakit lalu mengantar nya pulang.

__ADS_1


"Ayli Hoon," panggil Jung Soo. Ayli Hoon menoleh.


"Diam-diam aku menemui dokter. Kami telah mendiskusikan tentang perawatan Mi Cha. Mi Cha akan berobat ke luar negeri, tepatnya di Amerika. Aku yang akan membiayai segala pengobatannya," kata Jung Soo menjelaskan.


"Apa? Amerika? Kau yang membayar semua?" Ayli Hoon tidak percaya.


"Iya, dokter menyarankan Mi Cha berobat ke Amerika. Karena Mi Cha adalah sahabat yang sudah kau anggap sebagai saudara, maka aku ingin melakukan yang terbaik untuk sahabatmu itu," jawab Jung Soo.


"Tapi, kenapa kau yang harus menanggung semua biaya?" Ayli Hoon masih bingung.


"Kau tahu, kan? Berobat ke luar negeri bukan biaya yang sedikit. Man Shik bekerja untuk biaya sekolah Mi Cha, dan ku pikir gajinya tidak akan cukup untuk pengobatan Mi Cha."


"Jika mengandalkan dari bibi Chung Kwon itu sulit karena dia tidak bekerja dan mengandalkan Seung Yun. Sedangkan Seung Yun, kau tahu sendiri wataknya. Belum tentu dia bisa berbaik hati pada adiknya sendiri."


Mendengar semua penjelasan Jung Soo, Ayli Hoon berpikir semua itu masuk akal. Man Shik hanya karyawan perusahaan biasa, tidak mungkin gajinya cukup. Sedangkan Chung Kwon, wanita itu bergantung pada Seung Yun.


"Baiklah jika itu sudah disepakati oleh kau dan dokter. Kita tinggal meminta izin pada Man Shik dan ibunya. Kapan Mi Cha akan berangkat ke Amerika?" tanya Ayli Hoon.


"Lebih cepat lebih baik," jawab Jung Soo.


Mereka berdua berbincang-bincang beberapa saat sebelum akhirnya Ayli Hoon masuk ke dalam gedung apartemen. Jung Soo melambaikan tangan lalu mengendarai mobil keluar dari halaman gedung apartemen.


* * * *


Seung Yun membanting semua barang yang ada di dapur. Ia sedang marah dan kesal. Sekarang dapur sudah berantakan, piring dan gelas pecah, sedangkan Chung Kwon terdiam berdiri di ambang pintu melihat kelakuan anaknya itu.


"Belum selesai masalah Jung Soo dan gadis itu, sekarang ditambah lagi dengan adikku! Sejak kapan aku punya adik? Adik yang berpenyakit kanker, menyusahkan sekali. Hei, jangan pernah berpikir aku akan mengangapnya sebagai adikku. Jangan bermimpi."


Seung Yun berkata dengan penuh kekesalan. Ia menghampiri ibunya, mendekatkan wajahnya, lalu berkata dengan tidak sopan.


"Aku Lee Seung Yun, tidak pernah memiliki adik berpenyakitan. Dan jangan bermimpi aku akan menganggap anakmu itu sebagai adikku. Camkan itu!" Ia menekankan setiap perkataannya lalu pergi ke kamar.


Chung Kwon hanya bisa mengelus dada. Percuma saja memarahinya atau menamparnya. Anak yang satu itu tidak akan pernah berubah.

__ADS_1


Di hatinya sangat sedih, Mi Cha sangat bahagia memiliki Seung Yun sebagai kakaknya walau pun ia tahu sisi gelap kakaknya itu, tapi Seung Yun tidak mau menganggap Mi Cha sebagai adiknya. Perasaan ibu mana yang tidak akan sakit mengetahui hubungan anaknya tidak bisa terjalin dengan normal.


__ADS_2