
Jung Soo dan Ayli Hoon berlari dengan cepat keluar dari mall. Mereka berdua masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan parkiran dengan secepat kilat. Setelah mereka sudah melaju jauh dari mall, Jung Soo bernapas dengan lega. Ayli Hoon tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, sepertinya ia melihat hal yang sangat lucu.
"Mengapa kau tertawa seperti itu?" tanya Jung Soo heran.
Ayli Hoon meredakan tawanya terlebih dahulu sebelum berbicara. "Apakah kau terbiasa melakukan hal ini jika dikejar oleh fans atau wartawan?" tanya nya.
"Ya itu adalah cara terampuh yang bisa ku lakukan, dan biasanya itu berhasil," jawab Jung Soo.
"Ternyata menyenangkan ketika harus bersembunyi dan berlari-lari dari kejaran fans, seperti anak kecil yang berlari ketakutan tertangkap oleh temannya." Ayli Hoon tertawa lagi.
Kali ini Jung Soo ikut tertawa. Sebenarnya bukan karena apa yang dikatakan oleh Ayli Hoon, akan tetapi cara Ayli Hoon menanggapi masalah tadi itu sangat santai. Gadis itu tidak memikirkan resiko jika kedua wanita tadi sampai menangkap mereka berdua.
"Kau aneh dan lucu. Kau pikir itu hal yang lucu?" tanya Jung Soo disertai tawanya.
"Karena mereka sudah tidak mengikuti kita, maka aku akan mengantar kau pulang," lanjutnya lagi.
Mobil silver itu melaju tenang di tengah jalan yang diterangi oleh lampu jalan.
* * * * *
Di lantai tujuh, tepatnya di ruangan Hyun Jae, seorang pria berjas hitam duduk berhadapan dengan Hyun Jae. Sepertinya Hyun Jae sedang pusing memikirkan suatu masalah. Ia memijat dahi, matanya melihat layar ponsel yang berada di genggamannya.
"Sekarang Jung Soo kembali menjadi tranding topik," kata Hyun Jae masih tidak mengalihkan matanya dari layar ponsel.
"Aku juga tidak menyangka dia akan selalu jadi tranding topik di setiap bulan," kata Lee Jang Ho. "Apa yang akan kau lakukan dengan ini?" tanya nya lagi.
"Saya tidak tahu Pak, memang menguntungkan jika Jung Soo selalu jadi topik utama. Tapi di samping itu, jika dia salah melangkah dan bertingkah sedikit saja, maka kariernya bisa saja turun drastis," jawab Hyun Jae.
"Sepertinya publik akan segera mengetahui bahwa Jung Soo sudah memiliki kekasih. Lihatlah, sudah banyak yang melontarkan kekecewaan pada nya. Jika kita tidak angkat bicara secepatnya, maka Jung Soo dan ArtD Entertainment juga akan terkena masalah. Mereka akan menganggap Jung Soo dan ArtD Entertainment tidak jujur pada mereka." Lee Jang Ho menimpali.
"Baiklah, semua aku serahkan padamu. Jung Soo ada di bawah managementmu. Jika kau sudah mengambil keputusan, silahkan hubungi aku secepatnya." Lee Jang Ho meninggalkan ruangan.
Hyun Jae menarik nafas panjang, merenggangkan otot tangannya yang sedari tegang akibat berpikir keras. Ia kembali menatap ponselnya, menggeser-gesel layar ponsel lalu menekan layar satu kali.
"Hallo, ya selamat pagi juga ... hari ini kau memang tidak ada jadwal latihan, tapi kau harus datang ke kantor sekarang juga. Ada hal yang ingin aku bicarakan." Kemudian telepon terputus.
__ADS_1
Setengah jam kemudian, Jung Soo sudah duduk di ruangan Hyun Jae. Ia mengenakan sweater warna hitam dan celana hitam. Seperti biasanya, ia tetap terlihat tampan walau tanpa makeup sedikit pun dan dengan penampilan apa pun.
"Semalam ada yang berhasil merekam kau dan Ayli Hoon. Kalian sedang makan malam bersama," kata Hyun Jae yang berdiri di depan dinding kaca gedung ArtD.
Jung Soo terdiam, ia tahu orang itu adalah kedua wanita yang tadi malam.
"Video itu berdurasi setengah jam. Dari mulai kau memesan makanan sampai kamera kehilangan jejakmu dalam kerumunan orang di mall. Video itu jelas memperlihatkan bahwa kau lari menghindari kamera. Itulah yang paling menarik perhatian semua orang," lanjut Hyun Jae.
"Jika kita membuka rahasia ini pada semua orang, bisa saja semua fansmu kecewa dan meninggalkan mu. Tapi, jika ingin tetap merahasiakan ini, maka kau harus menjaga jarak dengan Ayli Hoon sampai waktu yang tepat itu tiba," kata Hyun Jae lagi.
Jung Soo berdiri dari kursi lalu menghampiri managernya. Ia tidak langsung berbicara. Gedung-gedung dan jalanan yang padat dapat dilihat dari ketinggian lantai tujuh itu.
"Jung Soo, ini demi kariermu-"
"Aku sudah pernah melakukannya. Mencari popularitas dengan berpacaran dengan Seung Yun yang tidak aku cintai sama sekali." Jung Soo langsung menyambar perkataan Hyun Jae.
Jung Soo menarik nafas dalam. "Aku sudah berusaha melakukan yang terbaik, Hyeong. Aku juga punya kehidupan pribadi. Ya, aku memang sangat menyayangi semua fansku, tanpa mereka aku bukanlah apa-apa."
"Tapi, tidak mungkin demi karier, aku tidak mempedulikan pasanganku. Jika aku tua nanti, saat aku sudah sakit-sakitan dan tidak berdaya, siapa yang ada di samping ku? Siapa yang membantu ku? Mengobati ku? Peduli pada ku? Orang itu adalah pasanganku, keluargaku, bukan fans, wartawan atau pun yang lainnya." Jung Soo menekankan setiap perkataannya.
"Kalau tidak bisa menerima resiko itu, tidak usah menjadi artis!" bentak Hyun Jae. "Kau tahu kan itu memang resiko di dunia Kpop!" lanjutnya.
Jung Soo menganggukan kepala beberapa kali. "Benar, mulai sekarang aku keluar dari industri K-Pop."
Hyun Jae menoleh cepat pada Jung Soo.
"Soal sisa kontrak, aku akan mengurus nya sendiri," lanjut Jung Soo.
Tanpa berkata apa pun lagi, Jung Soo berbalik dan berjalan meninggalkan ruangan Hyun Jae begitu saja.
"Akh!!" Hyun Jae berteriak kesal sambil menendang bangku yang ada di dekatnya.
* * * *
Hair spray disemprotkan pada rambut berwarna hitam kecoklatan, disusul dengan sisir yang merapikan poni ke samping kanan. Kini penampilan Kim Joon telah sempurna.
__ADS_1
Ia mengenakan jaket kulit berwarna merah dan hitam yang tersobek- sobek di bagian depan, celana berbahan kulit yang sangat sesuai dengan jaketnya, sarung tangan yang hanya di pakai sebelah, dan beberapa kalung rantai yang melingkar di leher.
Wajah Kim Joon yang biasanya terlihat tampan dan polos, kini terlihat seperti pria yang seksi. Makeup bibir yang di perjelas, eyeshadow berwarna gelap, dan beberapa tindik tempelan di bagian hidung dan bibir.
Melihat penampilannya di depan cermin, Kim Joon menggelengkan kepala karena takjub.
"Waw.. daebak. Aku hampir tidak mengenali diriku sendiri."
Ayli Hoon tersenyum, ia sendiri bangga pada hasil kerjanya. Ia merapikan peralatan makeup pada tempatnya.
"Kau terlihat seperti pria yang berbahaya," canda Ayli Hoon yang diikuti tawa geli.
"Tentu saja, karena comeback kali ini tentang pria baik yang menjadi jahat karena kehilangan cintanya," kata Kim Joon sambil menatap wajah Ayli Hoon dari pantulan cermin.
"Tapi pada kenyataannya kau tidak seperti itu, kan?" Ayli Hoon masih bercanda.
"Aku memang tidak jahat dan berbahaya, tapi aku telah kehilangan cinta."
Tanpa sadar Kim Joon melamun dan matanya memperlihatkan rasa sakit yang begitu dalam. Ayli Hoon mengerutkan kening dan menghentikan tawanya. Ia menyadari bahwa Kim Joon benar-benar serius dengan perkataannya barusan, ia terluka karena kehilangan cintanya.
Ayli Hoon menepuk bahu Kim Joon. "Kau tidak perlu bersedih, pasti kau akan mendapatkannya kembali."
"Tidak, itu tidak mungkin. Dia tidak tahu aku mencintai nya dan sekarang dia sudah bersama orang lain," kata Kim Joon sambil menatap telapak tangannya yang saling berpautan.
Ayli Hoon terdiam, ia membayangkan betapa sakit rasanya jika ia menjadi Kim Joon. Dalam hati ia memaki-maki wanita yang dicintai oleh Kim Joon itu.
Gyeong Hi memasuki ruang makeup. Ia langsung berjalan menghampiri Kim Joon dan Ayli Hoon. Pria itu terkejut melihat penampilan Kim Joon yang sangat berbeda.
"Wow..ini Kim Joon? Aku sangat terkejut melihat kau seperti ini."
"Owh ya, setengah jam lagi kau harus turun ke lantai enam, di studio nomor tiga, sutradara, produser, crew dan semua kameraman sudah bersiap-siap," lanjut Gyeong Hi.
"Baiklah, sekarang tugasku sudah selesai. Jika nanti makeupnya berantakan akan ada asistenku yang merapikannya lagi. Bagian kostum yang kedua itu tugas Chung Ara. Aku sudah dibolehkan pulang, jadi aku akan pulang sekarang. Semoga sukses Kim Joon."
Ayli Hoon membungkuk pada semua orang yang berada di dalam ruangan itu lalu mengambil tasnya.
__ADS_1