
Mobil silver melaju di jalan kota Seoul. Ayli Hoon memeluk dirinya sendiri sembari memandangi gedung-gedung yang tinggi. Perasaan Ayli Hoon mulai tenang, ia tidak merasa takut lagi di tempat ramai. Setiap kali ia melihat wajah Jung Soo, hatinya menjadi sangat damai.
"Mengapa kau tidak berbicara?" Jung Soo bertanya sambil fokus mengemudi.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin memandangi indahnya kota," jawab Ayli Hoon.
Beberapa detik kemudian, Ayli Hoon duduk tegak lalu menepuk bahu Jung Soo. "Berhenti, berhenti Jung Soo," pinta Ayli Hoon.
Jung Soo pun menghentikan mobilnya.
"Ada apa? Kenapa berhenti di sini?" tanya Jung Soo.
Jung Soo melihat ke luar mobil, ke kanan dan ke kiri. Yang dapat ia lihat hanyalah toko roti yang sudah tutup, gedung apartemen yang berjejer, hotel dan Octagon club. (Octagon club \= Salah satu club ternama di kota Seoul.)
"Coba kau lihat wanita yang memakai dress pink itu." Ayli Hoon menunjuk seorang wanita yang sedang duduk di depan Octagon club.
"Bukankah itu Seung Yun?" tanya Ayli Hoon untuk meyakinkan penglihatannya.
Jung Soo bergegas keluar dari mobil dan diikuti oleh Ayli Hoon. Mereka berdua berjalan dengan cepat menghampiri wanita itu. Seung Yun sepertinya sudah mabuk. Ia sedang menangis tersedu-sedu.
"Seung Yun," panggil Jung Soo setelah berada di hadapan Seung Yun.
"Kau mabuk!" kata Jung Soo terkejut begitu juga dengan Ayli Hoon.
Seung Yun menengadah untuk melihat orang yang berdiri di hadapannya. Samar-samar ia melihat wajah Jung Soo, lalu melihat wajah Ayli Hoon. Wajah Seung Yun berubah masam. Ia berdiri dengan bersusah payah.
"Memangnya kenapa? Apa pedulimu?" jawab Seung Yun dengan senyum pahit.
Air matanya terus mengalir. Ia tidak dapat berdiri dengan tegak, ia terhuyung-huyung untuk menjaga keseimbangan. Jung Soo mengusap wajahnya sendiri dengan geram. Sebenarnya ia tidak ingin melihat wanita mabuk itu, tapi Ayli Hoon yang memaksa nya untuk membantu.
"Kenapa dia ada di sini? Pergi kau!" Seung Yun berteriak pada Ayli Hoon.
__ADS_1
"Seung Yun, betapapun kau berbuat jahat pada ku, tapi aku tidak tega melihat mu seperti ini," kata Ayli Hoon merasa iba.
"Keberadaan mu itu tidak berguna, bahkan karena kau semuanya menjadi hancur!"
"Aku hanya ingin membantu mu," kata Ayli Hoon.
Ayli Hoon mencoba membujuk Seung Yun agar ia mau diantar pulang.
"Sudahlah Ayli Hoon, wanita tidak tahu diri seperti dia tidak pantas dikasihani," kata Jung Soo.
Seung Yun tak sanggup untuk berdiri lagi. Ia menjatuhkan diri ke bangku.
"Jung Soo, aku tahu, hubungan kita dulu hanyalah sebuah politik untuk mempopulerkan ArtD dan juga kita berdua. Tapi apakah kau tau? aku mencintai mu pada waktu itu, walau kau sama sekali tidak mencintai ku." Seung Yun mulai menangis.
"Aku kembali ke Korea untuk mengejar cintamu lagi. Tapi wanita ini sudah merampas dirimu dari ku. Dia jahat, dia tidak pantas untuk mu, dia hanya gadis biasa, gadis rendahan!" caci Seung Yun pada Ayli Hoon dengan mata yang tajam dipenuhi air mata.
"Cukup!!" bentak Jung Soo.
"Kau tidak berhak mengatakan apa pun tentang dia. Kau yang jahat. Kau mengatur siasat untuk menyingkirkan orang lain yang menghalangi jalanmu. Wanita seperti apa kau ini?" teriak Jung Soo.
Seung Yun terdiam. Jung Soo menengadah ke langit dan berputar di tempat seolah-olah ia sedang mencari hidayah yang turun dari langit. Jung Soo kembali melihat Seung Yun yang sedang menangis.
"Tidak ada gunanya memarahinya, dia sedang mabuk," kata Ayli Hoon sambil mengusap punggung Jung Soo agar pria itu tenang.
"Lebih baik kita mengantarnya pulang," kata Ayli Hoon lagi.
Jung Soo tidak menjawab, ia menatap mata Ayli Hoon. Dalam tatapan itu Jung Soo menggambarkan pertanyaan apakah Ayli Hoon yakin dengan perkataanya. Ayli Hoon yang dapat mengartikan tatapan Jung Soo itu pun langsung mengangguk.
Jung Soo berdiri di samping Seung Yun dan menunduk untuk meletakan tangan Seung Yun pada pundaknya, lalu membantunya berdiri dan berjalan. Mereka masuk ke dalam mobil dan pergi.
* * * *
__ADS_1
Di teras depan rumah, Chung Kwon berdiri berhadapan dengan Jung Soo. Seung Yun telah tidur setelah tiba di rumahnya dan sekarang ia sedang tidur di kamar.
"Terimakasih. Jika tidak ada kalian, aku tidak tahu apa yang akan terjadi," kata Chung Kwon.
"Tidak apa-apa, Bibi. Aku hanya kebetulan lewat saja," kata Jung Soo sambil tersenyum.
"Gadis ini siapa? Apakah dia yang sedang dibicarakan oleh semua orang?"
Pertanyaan Chung Kwon mengejutkan Ayli Hoon.
"Kau cantik sekali dan terlihat sangat baik. Jika semua orang tahu wanita yang mereka bicarakan adalah kau, pasti mereka tidak akan heran jika Jung Soo menyukai mu."
Jung Soo mengalihkan pandangannya pada Ayli Hoon. Ayli Hoon hanya memberikan senyum yang ramah.
"Baiklah Bibi, kami pamit pulang." Jung Soo membungkukkan badan begitu juga dengan Ayli Hoon. Keduanya pergi meninggalkan rumah Seung Yun.
* * * *
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Jung Soo sudah menjemput Ayli Hoon. Karena besok Ayli Hoon sudah kembali bekerja, maka Jung Soo ingin mengajak Ayli Hoon datang ke rumahnya. Ia ingin membuat Ayli Hoon lebih dekat dengan nya. Walau pada awalnya Ayli Hoon menolak, tapi berkat bujukan pria tampan itu, akhirnya ia pun setuju.
Jung Soo dan Ayli Hoon sedang memasak di dapur. Mereka membuat kimchi, sup ayam, dan roti panggang sebagai makanan penutup. Ayli Hoon tidak menyangka Jung Soo sangat pandai memasak, bahkan cara memasaknya seperti chef.
Dari ruang tengah, mereka mendengar suara langkah kaki. Jung Soo sudah pasti tahu itu adalah Hyun Jae. Siapa lagi yang tahu rumahnya selain managernya itu.
"Wah..ada yang sedang memasak." Hyun Jae merangkul Jung Soo dari belakang.
"Hyeong lepaskan, aku sedang mengaduk Kimchi" kata Jung Soo, tangannya melepas tangan Hyun Jae yang melekat di bahunya.
Ayli Hoon tersenyum melihat keakraban kedua pria itu. Mereka seperti saudara, dan keduanya memang sangat tampan. Hyun Jae memiliki senyum yang menawan. Walau demikian, menurut Ayli Hoon, Jung Soo lah yang paling tampan dan memiliki senyum yang paling menawan.
Mereka telah selesai memasak. Jung Soo dan Hyun Jae menata makanan di atas meja makan, sedangkan Ayli Hoon mencuci peralatan yang mereka gunakan tadi. Ayli Hoon tidak sengaja menumpahkan sabun ke lantai. Ia berpikir akan mengelapnya setelah semua cucian bersih.
__ADS_1
Ayli Hoon melangkah untuk meletakan sendok, akan tetapi ia menginjak lantai yang licin akibat sabun yang tumpah. Ayli Hoon terpeleset dan kepalanya terbentur sudut wastafel.
"Ayli Hoon!" Jung Soo berlari menghampiri Ayli Hoon.