
Seung Yun menangis di pelukan ibunya. Ia menyembunyikan wajahnya di lengan Chung Kwon. Mi Cha dan Man Shik berdiri saling berpandangan. Mi Cha tidak tahu harus berbuat apa. Ia sendiri tidak percaya bahwa Seung Yun telah melakukan hal serendah itu, tapi ia merasa iba melihat keterpurukan kakaknya.
Mi Cha ingin memeluk kakaknya juga, namun ia tahu kakaknya itu tidak akan menerima kehadirannya. Mi Cha menatap Man Shik dan Man Shik pun menganggukan kepala tanda memerintahkan Mi Cha untuk membantu menenangkan Seung Yun.
"Eonni, jangan menangis seperti ini." Mi Cha memeluk Seung Yun.
Seung Yun melihat Mi Cha menangis untuk nya. "Kau masih memanggil ku Eonni setelah apa yang ku lakukan pada mu dan kelakuan rendahan ku ini?"
"Kau adalah kakakku walau kita berbeda ayah. Aku menyayangi mu." Mi Cha memeluk Seung Yun dengan erat.
"Bu, aku akan menyusul Jung Soo." Man Shik pamit dan pergi.
Semua tamu undangan meninggalkan gedung pernikahan dengan terus membahas kejadian tadi. Mereka mencaci Seung Yun karena telah menipu Jung Soo. Mereka merasa iba terhadap Jung Soo. Ternyata selama ini Jung Soo tidak menghianati kekasihnya, tetapi ia dijebak dan terpaksa setuju menikahi Seung Yun.
* * * *
Jung Soo mengetuk pintu nomor 006 berulang kali, namun Ayli Hoon tidak membuka pintu. Jung Soo memutar gagang pintu berkali-kali namun pintu itu terkunci.
Kim Joon, Hyun Jae dan orang tua Jung Soo membantu memanggil nama Ayli Hoon berkali-kali. Terdengar suara langkah seseorang dari lantai bawah, mereka semua mengira itu adalah Ayli Hoon. Ternyata orang itu adalah seorang nenek yang merupakan tetangga Ayli Hoon.
"Aa..ada artis di sini, ada apa ini? Kenapa kalian berteriak-teriak?" tanya Nenek itu.
"Kami mencari Ayli Hoon. Apakah dia ada di dalam?" tanya Hyun Jae.
"Oh Ayli Hoon, aku tidak tahu dia ke mana. Sejak sore dia sudah tidak berada di apartemennya. Tadi aku ingin mengantarkan sup, tapi dia tidak ada di dalam," jawab nenek itu.
Beberapa saat kemudian Man Shik datang dengan berlari. Ia melihat semua orang berkumpul di depan apartemen Ayli Hoon.
"Man Shik, kau tahu Ayli Hoon ke mana?" tanya Jung Soo tidak sabar.
"Ayli Hoon? Apakah dia tidak ada di apartemen? Aku tidak tahu kalau dia pergi." Man Shik malah balik bertanya.
"Apa dia tidak mengatakan apa pun kepada mu sebelum kau berangkat ke pernikahan?" tanya Kim Joon.
__ADS_1
"Tidak. Saat aku akan berangkat, dia mengantarkan makanan pada ku. Dia berkata itu masakan spesial untuk ku dan Mi Cha, dan juga masakan sebagai kenang-kenangan. Itu saja," jawab Man Shik.
Man Shik berpikir sejenak. "Aku akan menghubungi Young Hee, pasti dia tahu di mana Ayli Hoon."
Dengan cepat Man Shik mengambil ponsel dari saku jas nya lalu menghubungi Young Hee. Beberapa kali panggilan tidak di jawab.
Jung Soo yang sudah kacau langsung meminta Man Shik mengantarkannya ke rumah Young Hee. Lalu mereka semua berangkat ke rumah Young Hee.
* * * *
"Tolong katakan di mana Ayli Hoon," pinta Jung Soo menantikan jawaban.
Young Jin tidak menjawab, ia melihat wajah semua orang satu persatu.
"Tolong jawablah, aku tahu Paman pasti mengetahui keberadaan Ayli Hoon." Jung Soo memohon dengan memegang kedua tangan Young Jin.
"Baiklah, aku akan mengatakannya," kata Young Jin.
"Sebenarnya Ayli Hoon meminta agar aku tidak memberi tahu siapa pun. Tapi setelah kalian menceritakan apa yang terjadi, maka aku rasa penting bagi mu untuk bertemu dengannya."
Jawaban Young Jin melumpuhkan kaki Jung Soo. Jung Soo langsung jatuh ke lantai. Ia merasa seluruh harapan yang terbangun ketika Kim Joon membongkar tipuan Seung Yun telah hancur sepenuhnya.
Air matanya berjatuhan, matanya menatap kosong, namun pikirannya terus memikirkan Ayli Hoon yang pergi dari kehidupannya.
"Penerbangan pesawatnya ...." Young Jin melihat jam tangannya. "Sekitar 15 menit lagi."
Jung Soo langsung berdiri. "Dia naik pesawat apa?"
"Daehan hanggong, dengan nomor penerbangan KE627," jawab Young Jin. (Daehan hanggong/ 대한항공 \= Korean Air (nama pesawat di Korea).)
Jung Soo langsung berlari keluar dari rumah Young Jin.
"Jung Soo, apakah kau akan mengejarnya ke bandara? Itu hal yang gila! Tidak mungkin ke bandara dalam 15 menit." Hyun Jae berteriak karena Jung Soo sudah masuk kedalam mobil.
__ADS_1
"Anak itu tidak akan pernah bisa dicegah," kata Ayahnya Jung Soo.
* * * *
Jung Soo mengendarai mobil dengan kecepatan penuh dan menyalakan klakson sepanjang jalan. Kegilaan kecepatan mobilnya membuat semua mobil menyingkir untuk memberi jalan pada Jung Soo. Tangan Jung Soo gemetar, pandangannya fokus pada jalan, dan hatinya selalu mengatakan 'jangan pergi Ayli Hoon'.
Jung Soo telah sampai ke bandara dalam waktu 20 menit. Jung Soo langsung berlari kedalam bandara. Ia menyadari bahwa sebenarnya usahanya sia-sia karena Ayli Hoon pasti sudah terbang ke Indonesia, ia telah terlambat 5 menit.
Jung Soo berkeringat dingin dan jantungnya berdetak cepat diluar batas normal. Ia berlari ke tempat check-in namun petugas menghalangi nya karena Jung Soo tidak memiliki tiket.
"Tolonglah, aku harus mengejar seseorang." Jung Soo memohon pada petugas.
"Tidak bisa Jung Soo, ini sudah peraturan." Petugas itu mengenali Jung Soo.
Suara pemberitahuan penerbangan berikutnya berbunyi, Jung Soo mendengarkan dengan seksama.
"Perhatian, para penumpang Korean Air tujuan Jakarta, penerbangan akan segera dimulai setelah sebelumnya mengalami penundaan penerbangan karena cuaca buruk. Para penumpang pesawat Korean Air dengan nomor penerbangan KE627 tujuan Jakarta dipersilahkan naik ke pesawat udara melalui pintu A12, terima kasih."
Setelah pemberitahuan itu, Jung Soo mendesak untuk lewat sedangkan petugas bandara tetap menahannya.
"Aku berjanji tidak akan mengganggu proses penerbangan. Aku hanya butuh menghentikan kekasihku yang akan pergi ke Indonesia."
Petugas bandara berpikir sejenak, ia memang mengetahui gosip bahwa Jung Soo memiliki kekasih yang ia tinggalkan karena harus menikahi Seung Yun. Ia menatap mata Jung Soo yang sudah digenangi air mata.
"Baiklah, kau boleh lewat." Petugas bandara itu pun mempersilahkan Jung Soo untuk lewat. "Semoga berhasil!" teriak petugas itu memberikan semangat.
Jung Soo berlari keruang tunggu namun di sana ia tidak melihat Ayli Hoon. Ia terus berlari menuju lorong untuk naik ke pesawat. Di sana sudah tidak ada seorang pun lagi.
Dengan memegang harapan terakhir, Jung Soo berlari menuju pesawat. Setelah berlari cukup jauh, ia dapat melihat pintu pesawat. Di sana ada beberapa orang terakhir yang akan memasuki pesawat.
Jung Soo memperhatikan baik-baik orang-orang itu. Sampai kemudian matanya menangkap sosok seorang wanita membawa koper dan memakai jaket tebal dengan Syal abu-abu.
Jung Soo mengenali pakaian dan syal abu-abu itu. Dengan cepat Jung Soo berlari lalu meraih tangan gadis itu. Ia memutar tubuh gadis itu lalu memeluknya. Koper yang dipegang gadis itu terlepas dari tangannya.
__ADS_1
"Ayli Hoon, jangan pergi." Air mata Jung Soo menetes.