Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower

Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower
Episode 26


__ADS_3

Hyun Jae terperanjat, gadis cinta pertama Jung Soo juga disukai oleh Kim Joon. Hyun Jae tidak habis pikir kenapa mereka berdua bisa menyukai gadis yang sama. Hyun Jae masih terkejut sampai pada akhirnya ia bertanya kembali.


"Bagaimana bisa? Sejak kapan kau menyukainya? Apakah kau sudah mengenal Ayli Hoon sebelumnya?" Hyun Jae melemparkan banyak pertanyaan.


"Aku sudah mengenalnya ketika aku konser di Indonesia," jawab Kim Joon. Ia memandangi jari tangannya yang saling berpautan.


Ia ingin menceritakan semuanya. Namun, ia tidak yakin setelah menceritakan cerita itu, apakah ia masih bisa menahan air mata. Setiap kali ia mengingat cerita itu, kerinduan itu muncul dan menyesakkan dada.


Melihat Hyun Jae yang sangat menantikan ceritanya. Maka Kim Joon mulai menceritakan peristiwa beberapa tahun yang lalu.


Pada akhir tahun, Kim Joon konser di Indonesia. Siang itu Kim Joon berada di atas panggung. Sungguh jantungnya serasa akan copot karena degupan yang sangat cepat. Fansnya di Indonesia sangat luar biasa banyak. Bagiamana tidak, akhir-akhir ini Indonesia sedang menggilai K-Pop.


Selesai menyanyikan lagu pertamanya, MC bergabung bersama Kim Joon. Dengan semangat Kim Joon menyapa para fans menggunakan bahasa Korea dan terkadang di campur bahasa Inggris yang langsung diterjemahkan oleh sang MC. Para fans yang rela berdiri berdesakan dan berpanas-panasan itu sampai teriak histeris ketika mendengar suara idolanya menyapa.


"Tiba waktunya menerima hadiah dari fansmu, Kim Joon." MC itu memberi instruksi menggunakan bahasa Korea.


Pertama-tama Kim Joon berjalan dari sudut kanan mengambil beberapa hadiah dari fans. Beberapa fans memberikannya boneka, topi, baju batik, dan hadiah lainnya. Kim Joon berhenti berjalan saat mengambil hadiah dari seorang gadis mungil yang sangat imut.


Gadis itu tidak berteriak-teriak seperti yang lainnya. Saat memberikan hadiah itu, ia hanya tersenyum dengan manis. Gadis itu mengatakan sesuatu yang tidak terdengar karena tertutup oleh teriakan dari yang lainnya.


Kim Joon mengangkat sebelah tangannya, dan mengangkat mic untuk berbicara. MC menerjemahkan perkataan Kim Joon.


"Oppa kalian meminta kalian tenang dan berhenti teriak. Ia ingin mendengarkan apa yang dikatan gadis itu."


Tak lama kemudian keadaan menjadi sunyi, hanya ada suara fans yang saling berbisik. Kim Joon jongkok dan mendekat pada gadis itu agar bisa mendengar suaranya. Kali ini terdengar gadis itu berkata dengan jelas menggunakan bahasa Korea dengan fasih .

__ADS_1


"Hadiah ini tidaklah mahal seperti yang lainnya, tapi aku harap kau dapat menggunakannya dengan tepat," kata gadis itu sambil memberikan senyum teramahnya.


Mendengar perkataan gadis itu, Kim Joon menjadi penasaran dengan kotak kecil yang ia genggam. Ia pun meletakan hadiah lainnya di atas lantai panggung, lalu membuka kotak kecil itu. Kotak itu berhasil dibuka, Kim Joon tersenyum, namun juga heran.


"Mengapa kau memberi ku cermin mungil ini?" tanya Kim Joon menggunakan mic. Seperti biasa sang MC langsung menerjemahkannya.


"Jika aku memberikan cermin besar, kau tidak dapat membawanya," jawab gadis itu polos.


MC juga menerjemahkan apa yang di ucapkan oleh gadis itu karena ia menggunakan bahasa Korea. Semua orang termasuk Kim Joon tertawa.


"Tapi, mengapa kau memberikannya padaku?" tanya Kim Joon lagi.


"Aku ingin kau tetap rendah hati seperti ini. Saat kau merasa sombong dan bangga pada dirimu, bercerminlah pada cermin itu. Berpikirlah bahwa kau hanya manusia biasa, kau bukan tuhan, jadi kau tidak berhak sombong."


"Siapa namamu?" tanya Kim Joon.


Gadis itu tersenyum manis. "Namaku Ahn Liyoung Hoon. Panggil saja Ayli Hoon."


Sebelum berdiri, ia menyalami gadis itu. Jeritan fans setelah itu semakin menjadi-jadi, bahkan sampai ada yang menangis karena terkesan atas keramahan Kim Joon pada gadis itu.


Kim Joon menarik nafas setelah menceritakan hari pertama ia melihat Ayli Hoon. "Mulai saat itulah, aku selalu memikirkannya. Mulai saat itu aku selalu berharap bisa bertemu dengannya lagi. Aku juga selalu membawa cermin ini."


Kim Joon mengeluarkan cermin yang berukuran sangat kecil dari saku jasnya, memandanginya dengan sedih. Ada rasa rindu ketika ia melihat cermin itu.


"Setelah aku makan siang di kafe ArtD, aku melihat gadis itu lagi. Ia sedang duduk sambil menundukan kepalanya, dia terlihat kesal. Pada waktu itu aku pikir mungkin hanya mirip saja. Namun, setelah aku menghampiri dia dan dia tersenyum, aku sangat yakin gadis itu adalah gadis yang memberi cermin ini," lanjut Kim Joon.

__ADS_1


Hyun Jae menarik napas dalam, ia pikir kisah Kim Joon juga cukup dramatis seperti kisah Jung Soo. Ia tidak tahu harus berkata apa. Keduanya sama-sama telah lama menantikan Ayli Hoon.


"Aku tidak bisa berkata apa-apa, tapi ku mohon, jangan ceritakan ini pada Jung Soo," kata Hyun Jae.


"Aku tahu, karena sepertinya Jung Soo juga sangat menyukai Ayli Hoon," kata Kim Joon.


"Bukan hanya sekedar itu, tapi Ayli Hoon adalah cinta pertama Jung Soo yang selama ini ia cari," kata Hyun Jae menanggapi.


Kim Joon membelalakan matanya. Ia sangat terkejut bahkan jantungnya terasa pecah, hatinya hancur. Kepahitan di dalam hatinya sangat nyata, itu dapat dilihat dari mata yang indah itu.


"Apa yang kau katakan?" Kim Joon tidak percaya.


"Dia bertemu dengan Ayli Hoon ketika dia masih SMA dan Ayli Hoon SMP. Setiap jam istirahat dia selalu memperhatikan Ayli Hoon secara diam-diam. Sampai pada suatu saat, Ayli Hoon pulang ke Indonesia, tapi Jung Soo tidak tahu itu."


"Setiap hari ia terus mencarinya sepanjang jalan kota Seoul. Bahkan sampai sebulan yang lalu pun ia masih menyempatkan diri berkeliling kota Seoul untuk mencarinya. Dan pada akhirnya mereka bertemu kembali." Hyun Jae menceritakan kisah Jung Soo.


Kim Joon tidak dapat mengatakan apa pun, ia merasa hancur. Sahabatnya, Jung Soo mencintai Ayli Hoon, mencintai gadis yang ia cintai juga. Bahkan Jung Soo mencintai Ayli Hoon lebih dulu dibandingkan dirinya. Kim Joon pun merasa menjadi orang ketiga untuk Jung Soo.


Kim Joon berdiri dan pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.


Hyun Jae termenung di sana setelah Kim Joon pergi. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan agar keduanya tidak sakit hati. Bagaimanapun juga, Hyun Jae sudah menganggap Jung Soo dan Kim Joon sebagai saudaranya. Ia tidak ingin ada yang terluka.


"Sudahlah, biarlah semua berjalan. Takdir cinta tidak akan pernah salah," kata Hyun Jae setelah lama berpikir.


Hyun Jae berdiri lalu berjalan kembali ke dalam rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2